Iklan Sosial
 
Rabu, 11 Juli 2018 | 16:13:59
Internasional

AS berencana kembalikan 54 anak imigran yang dipisahkan dari orangtua

Sebarkan:
Imigran anak.

Pemerintah Amerika Serikat mengatakan berencana mempertemukan 54 anak-anak dan orangtua mereka, yang dipisahkan petugas imigrasi setelah melintasi Amerika Serikat dari Meksiko.

Pemerintah menghadapi tenggat Selasa, yang ditetapkan pengadilan, untuk mengembalikan para bocah itu kepada orangtua mereka.

Pemerintah pada Senin di pengadilan mengatakan tidak bisa memenuhi tenggat 10 Juli untuk mengembalikan seluruh anak balita, yang berjumlah sekitar 100 orang, seperti yang diperintahkan.

Anak-anak tersebut direbut dari orangtua mereka di bawah kebijakan imigrasi "tanpa tenggang rasa", yang diterapkan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Kebijakan itu dikeluarkan untuk mengadili dan menahan orang-orang dewasa yang melintasi perbatasan tanpa izin.

Setelah protes dilancarkan oleh masyarakat serta keberatan diajukan oleh Serikat Kebebasan Sipil, Trump bulan lalu berhenti memisahkan anak-anak dari para orang tua mereka, dilansir dri Antara.

Hakim pengadilan di California memerintahkan anak-anak termuda dikembalikan ke orangtua mereka, selambat-lambatnya pada 10 Juli. Hakim Dana Sabraw juga mengharuskan agar sekitar 2.000 anak berusia lebih tua dipertemukan kembali dengan orang tua mereka, paling lambat 26 Juli.

Pemerintah mengatakan tidak dapat secara penuh memenuhi tenggat tersebut dengan berbagai dalih. Pada beberapa kasus, para orangtua anak-anak sudah dideportasi atau tidak lolos pemeriksaan catatan kejahatan. Ada juga kasus bahwa beberapa orang dewasa tidak dapat membuktikan hubungan mereka dengan anak-anak yang mereka bawa. Selain itu, beberapa orangtua yang ditahan telah dibebaskan dan tidak bisa dihubungi.

Pemerintah dijadwalkan akan memberikan keterangan soal perkembangan situasi tersebut di pengadilan San Diego pada Selasa.

Beberapa pengacara anak-anak tanpa orang tua, yang telah disebarkan oleh sistem pengasuhan di seluruh negeri, mengatakan mereka tidak diberi tahu soal apa yang akan terjadi terhadap klien-klien bocah mereka. Banyak anak yang terpisah itu dibawa agar terselamatkan dari kekerasan di Guatemala, Honduras dan El Savador.

Donald Trump mengacuhkan pertanyaan-pertanyaan wartawan soal tenggat Selasa yang tidak dapat dipenuhi.

"Bilang sama orang-orang, jangan datang ke negara kita secara gelap," katanya, "Itu solusinya." Beberapa keluarga, yang kemudian dipisahkan satu sama lain, tiba di pos kedatangan di AS untuk mencari suaka, yang bukan tindakan gelap.

(Merdeka.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 16 November 2018 | 10:28:56

Mencekamnya Mamasa Sulbar, 61 Kali Gempa dalam 10 Jam

Mamasa - Rentetan gempa bumi terus mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Setidaknya, sepanjang hari ini, gempa bumi telah mengguncang Mamasa sebanyak 61 kali. BMKG dalam tabel Distribusi
Jumat, 16 November 2018 | 10:25:15

Mandi di Lokasi Banjir, Bocah 7 Tahun Tewas Diterkam Buaya

RokanHulu - Rahmad (7) warga Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau tewas diterkam buaya. Korban hanya mandi di depan teras rumahnya yang lagi banjir."Korban a
Jumat, 16 November 2018 | 10:23:17

Kalah dari Kroasia, Enrique: Sepakbola Tidak Adil bagi Spanyol

ZAGREB - Tim Nasional (Timnas) Spanyol kalah dramatis 2-3 dari Kroasia pada laga lanjutan Grup 4 UEFA Nations League (UNL) A, di Stadion Maksimir, Zagreb, Jumat (16/11/2018), dini hari WIB. Akibat kekalah
Jumat, 16 November 2018 | 10:13:38

SBY Kritik Sekjen Gerindra, Fadli Zon: Beda Pendapat Biasa

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bereaksi usai disinggung oleh Sekjen Gerindra Ahmad Muzani terkait janji untuk membantu kampanye Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
 
Berita Lainnya
Kamis, 15 November 2018 | 15:58:27

Hamas : Pengunduran Diri Menhan Israel Adalah Kemenangan Bagi Palestina

GAZA - Hamas menyambut gembira mundurnya Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Tel Aviv dengan kelompok bersejata di Gaza yang di mediasi ol
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:55:42

Jokowi Yakini Two State Solution Jadi Jalan Perdamaian Israel-Palestina

JAKARTA - Indonesia meyakini bahwa two state solution atau solusi dua negara menjadi satu-satunya cara untuk merealisasikan perdamaian sekaligus meredam konflik yang terjadi di Palestina dan Israel. Pres
 
Kamis, 15 November 2018 | 14:39:47

Lewatkan Pertemuan KTT ASEAN Demi Tidur Siang, Duterte Membela Diri

Singapura - Presiden Filipina Rodrigo Duterte lebih memilih tidur siang dan melewatkan sejumlah pertemuan penting dalam KTT ASEAN di Singapura. Saat ditanya soal hal ini, Duterte membela diri."Apa
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:56:41

Sindir Balik Trump, Macron: Sekutu Bukan Berarti Negara Pengikut

Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah pidato sempat menyinggung dibentuknya militer bersama Uni Eropa untuk salah satunya mengantisipasi serangan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald T
 
Kamis, 15 November 2018 | 09:53:09

Cerita Lie Terbang dari China untuk Menolong Korban Gempa Donggala

Palu - Bencana di Sulawesi Tengah mengundang empati tak berhingga. Tak cuma dari Indonesia, bahkan mancanegara. Gempa, tsunami dan lukuifaksi yang menghantam Palu, Sigi dan Donggala pada 28 Sept
 
Rabu, 14 November 2018 | 15:56:49

Mesir Serukan Israel Hentikan Aksi Militer di Gaza

Kairo - Pemerintah Mesir menyerukan Israel untuk menghentikan aksi militernya di wilayah Jalur Gaza. Seruan ini disampaikan setelah para milisi Palestina di Gaza menyetujui gencatan senjata yang d
 
Rabu, 14 November 2018 | 15:14:06

China: Australia Tiupkan Mentalitas Perang Dingin Untuk Perkuat Pengaruh di Pasifik

Beijing -Beberapa hari menjelang penyelenggaraan KTT APEC, China telah memperingatkan "mentalitas perang dingin" sedang bertiup ke arah Pasifik sebagai respon dari janji Australia untuk meningkatkan penga
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:57:55

Bantah Tuduhan Penculikan, PM Ceko Sebut Putranya Sakit Jiwa

PRAHA - Perdana Menteri (PM) Ceko, Andrej Babis menghadapi ancaman krisis politik setelah putranya mengatakan telah diculik dan ditahan di Krimea agar berhenti memberikan bukti-bukti kasus penipuan yang m
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:51:49

Indonesia Ajak Australia Berkontribusi dalam Perdamaian Palestina-Israel

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berharap hubungan ASEAN-Australia akan semakin baik di bawah kepemimpinan PM Australia Scott Morrison. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Me
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:48:48

Kesalahan Teknis, Buruh Pabrik Dapat Bonus Dadakan Rp 500 Juta

Brussels - Para buruh di sebuah pabrik baja di Belgia mendapat kejutan luar biasa saat rekening mereka mendadak bertambah 30 ribueuro atau setara Rp500 juta.Meskipun demikian, sebagian dari mere
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:34:12

Komisi I Desak Kemlu Ajukan Resolusi ke PBB Setop Agresi Israel di Gaza

Jakarta - Israel kembali melakukan serangan udara di Jalur Gaza hingga menewaskan warga Palestina. Komisi I DPR RI mengutuk keras agresi Israel tersebut. "Kebiadaban dan apalagi kata yang tepat
 
Selasa, 13 November 2018 | 16:17:00

Konflik Israel-Palestina Memanas, Saling Ancam dan Saling Serang

Gaza - Serangan udara Israel ke Jalur Gaza menewaskan empat warga Palestina dan menghancurkan gedung TV Hamas. Rentetan tembakan roket dari Palestina menewaskan satu warga di Israel Selatan.Mili
 
Selasa, 13 November 2018 | 16:07:07

Tiba di Singapura, Jokowi Siap Hadiri KTT ke-33 ASEAN

Singapura - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana tiba di Bandara Internasional Changi, Singapura. Kehadiran Jokowi disambut oleh Menko Polhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal Tito
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:07:19

Turki dan Prancis Bertikai Soal Rekaman Pembunuhan Khashoggi

Ankara - Turki bertikai dengan Prancis terkait rekaman pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi. Turki menyebut komentar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian 'tak bisa diter
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:00:03

Percakapan Telepon Pembunuh Khashoggi, Kuatkan Dugaan Keterlibatan Putra Mahkota Saudi

ANKARA ? Rekaman pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi memuat sebuah percakapan yang dapat menguatkan dugaan keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dalam kasus tersebut. Laporan New York
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top