Iklan Sosial
 
Sabtu, 7 Juli 2018 | 10:53:40
Internasional

Malaysia Razia Tenaga Kerja ilegal, Sebagian TKI Bermalam di Hutan

Sebarkan:
Kuala Lumpur -Operasi pemberantasan pendatang asing tanpa izin (PATI) di Malaysia resmi dilancarkan pada awal bulan ini setelah proses pemutihan lewat program penggajian dan penempatan kembali dinyatakan selesai pada 30 Juni lalu.

Program tersebut dijalankan sejak Februari 2016. Namun kenyataannya masih banyak tenaga kerja asing yang tidak mengikuti pemutihan atau gagal memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan sehingga banyak di antara mereka merasa ketakutan terkena razia.

"Mereka melihat situasi. Kalau mereka merasa aman, siangnya mereka bekerja dan malamnya pergi ke tempat yang dianggap aman," jelas koordinator Serantau -perkumpulan tenaga kerja Indonesia di Malaysia-Nasrikah kepada BBC News Indonesia melalui telepon, Jumat (06/07).

"Mereka lari ke hutan dan kontainer, tempat yang mereka anggap tidak terjangkau oleh para petugas dari Imigrasi," tambahnya.

Tindakan jaga-jaga dengan bermalam di tempat-tempat yang dianggap aman itu, lanjut Nasrikah, dilakukan oleh sebagian TKI ilegal karena razia terhadap PATI seringkali digelar pada malam hari.

Tak mau pulang ke Indonesia

Meski senantiasa dilanda ketakutan, masih menurut Nasrikah, para tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia secara ilegal atau tanpa dokumen, memilih bertahan di negara itu.

"Kalau pulang, risiko dilarang masuk ke Malaysia selama lima tahun. Kita pun tidak tahu bagaimana kondisi ekonomi keluarga mereka di kampung seperti apa, jadi mereka memilih bertahan dan hidup dalam ketakutan," tutur Nasrikah.

Sebagaimana ditetapkan dalam peraturan di Malaysia, pekerja asing gelap yang memilih pulang suka rela atau terpaksa dideportasi dilarang masuk ke negara itu selama lima tahun sesudah pemulangan.

Namun, menurut Konsul Jenderal RI di Johor Bahru, Haris Nugroho, perlu digarisbawahi bahwa razia seperti ini sudah sering dilakukan oleh pihak berwenang Malaysia.

"Biasanya rata-rata mereka merasa takut tetapi sejauh ini tidak ada gejolak yang berlebihan. Mungkin mereka hanya takut keluar dan takut bepergian jauh. Cuma seperti operasi tahun lalu, operasi di tanah air terlalu reaktif," tegasnya.

Berdasarkan data Jabatan Imigrasi Malaysia, hingga Selasa (03/07) tercatat 1.224 pendatang asing tanpa izin sudah ditangkap melalui razia yang disebut Ops Mega 3.0. Kelompok terbesar terdiri dari tenaga kerja ilegal dari Bangladesh sebanyak 399 orang, disusul Indonesia 164 orang, Filipina 157 orang dan Myanmar 109 orang.

Mereka yang ditangkap, papar Haris Nugroho, adalah mereka yang bekerja di sektor konstruksi dan rumah tangga.

"Mereka yang bekerja di pabrik dan ladang kelapa sawit hampir semuanya legal karena manajemen di pabrik dan perkebunan takut jika mempekerjakan tenaga kerja ilegal. Organisasi manajemennya lebih bagus."

Jabatan Imigrasi Malaysia (Imigresen) sebelumnya mengumumkan bahwa tindakan tegas tanpa kompromi akan diambil kepada para tenaga kerja asing ilegal dan majikan mereka. Kedua pihak harus mengurus perlengkapan pemutihan itu.

Hingga akhir Mei lalu, menurut Jabatan Imigrasi Malaysia, lebih dari 744.000 PATI telah mendaftarkan diri dalam program itu, tetapi hanya sekitar 415.000 orang yang layak diputihkan. Adapun sisanya tidak memenuhi syarat dan terancam dideportasi ke negara masing-masing.

"Kita tidak tahu berapa lagi jumlah PATI masih berada di luar tetapi Jabatan Imigrasi tetap tegas dalam menegakkan undang-undang. Kita akan mencari semua warga asing PATI di negara ini," janji Kepala Jabatan Imigrasi Malaysia, Datuk Seri Mustafar Ali, sebagaimana dilaporkan media setempat.

Razia terhadap PATI melalui Ops Mega 3.0 sejatinya adalah program yang ditetapkan oleh pemerintahan Malaysia di bawah mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Pelaksanaan razia bertepatan dengan awal masa pemerintahan koalisi oposisi Pakatan Harapan di bawah pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Dalam manifesto kampanyenya, Pakatan Harapan berjanji untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing, walaupun sejumlah sektor di Malaysia tergantung pada tenaga kerja asing.

(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:27:08

Tempat wisata syariah di Indonesia yang lagi hits

Indonesia salah satu negara yang mempunyai banyak destinasi wisata. Memiliki alam yang indah menjadi daya tari wisatawan asing datang ke negeri ini. Dan saat ini yang mulai digandrung
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:20:34

5 Manfaat Mencuci Muka, dari Melancarkan Sirkulasi Darah hingga Awet Muda

MENCUCI muka memang menjadi satu rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan oleh setiap orang. Nah, agar hasilnya lebih bersih dan bikin kulit cerah, jangan lupa pakai pembersih wajah. Apalagi saat beraktivi
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:17:42

Dalam 10 Hari, Biaya Pengobatan Leukemia Anak Denada Capai Rp 400 Juta

Jakarta - Penyanyi multitalenta Denada terus memperjuangkan kesembuhan putri kecilnya, Shakira Aurum. Seperti diketahui, Shakira Aurum mengidap sakit leukemia yang mengharuskannya berobat bolak-balik Indo
Kamis, 19 Juli 2018 | 16:14:32

Menaker Hanif Dukung Pendidikan Berbasis Karakter Bagi Generasi Muda

Depok Penguatan karakter di generasi muda menjadi salah satu kunci meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, oleh karena itu Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mendukung berbagai
 
Berita Lainnya
Kamis, 19 Juli 2018 | 15:17:14

Bangkai Kapal Perang Rusia Ditemukan, Bawa Emas Rp 1.604 T

Seoul - Bangkai kapal perang Rusia ditemukan di dasar lautan dekat pulau Ulleungdo, Korea Selatan (Korsel). Diyakini kapal itu membawa emas yang saat ini ditaksir nilainya mencapai US$ 113 miliar atau setara
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 14:48:55

Dubes RI di Lima Serahkan Surat Kepercayaan pada Presiden Peru

Lima - Duta Besar (Dubes) RI untuk Peru, Marina Estella Anwar Bey menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Peru Martin Vizcarra. Penyerahan berlangsung di Istana Presiden, Palacio de Gobierno d
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 14:20:01

Pengadilan Perintahkan Pemerintah Beri Ganti Rugi untuk Korban Kapal Feri Sewol

SEOUL Pengadilan Korea Selatan (Korsel) memerintahkan pemerintah dan operator kapal feri Sewol yang tenggelam pada 2014 dan menewaskan 300 penumpangnya,sebagian besar anak-anak, untuk membayar kompensas
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 11:44:09

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Teror, Termasuk 3 WNI

Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia menangkap tujuh tersangka teror, yang salah satunya mengancam akan membunuh Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V dan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad. Te
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 11:34:06

Sebut Suriname Negara Multietnis yang Gagal, Menlu Belanda Dikecam

AMSTERDAM Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok mendapat kecaman terkait pernyataannya yang menyebut Suriname sebagai "negara gagal" karena memiliki berbagai etnis yang berbeda. Kecaman itu muncul sete
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 10:42:24

Turki Akhiri Status Darurat Negara

ANKARA - Pemerintah Turki secara resmi mengakhiri status negara dalam keadaan darurat yang diberlakukan dua tahun lalu setelah upaya kudeta yang gagal. Keputusan itu diumumkan pemerintah Turki, selang bebe
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 10:40:31

Stadion Piala Dunia Rusia di Volgograd Alami Longsor

Moskow -Belum seminggu setelah Piala Dunia 2018 berakhir di Rusia, salah satu stadion yang baru dibangun untuk pertandingan mengalami longsor di bagian luar disebabkan hujan lebat.Rekaman yang muncul dari k
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 10:14:34

Kehadiran RS Apung China di Pasifik Tuai Tudingan Negatif

Beijing -Rumah sakit apung China, yang dikenal sebagai Peace Ark, telah meninggalkan Pelabuhan Port Moresby dan berlayar menuju Vanuatu, Fiji dan Tonga sebelum pindah ke Amerika Selatan dan Tengah.Poin utam
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 14:46:29

Indonesia Tidak Berikan Fasilitas Bebas Visa Bagi Penonton Asian Games

JAKARTA - Indonesia tidak akan memberlakukan aturan bebas visa bagi para wisatawan yang berencana datang untuk menyaksikan perhelatan olah raga akbar, Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus men
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 11:38:29

Diduga Jual Bayi, Rumah Penampungan Anak Bunda Teresa Diselidiki

New Delhi - Pihak berwenang India menyelidiki lembaga sosialBundaTeresa,MissionariesofCharity, yang dituduh menjual bayi-bayi dari para perempuanyangditampungnya.Departemen Kesejahteraan Perempuan
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 10:37:54

Kembali Dijatuhi Sanksi, Iran Seret AS ke Pengadilan Internasional

AMSTERDAM Iran telah mengajukan tuntutan terhadap Amerika Serikat (AS) di Pengadilan Internasional (ICJ) terkait sanksi yang dijatuhkan Washington terhadap Teheran. Iran menuduh keputusan AS untuk menja
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 10:30:25

Ini Kondisi Terakhir 8 WNI ABK Korban Tenggelamnya Kapal Dorneda di Argentina

BUENOS AIRES Delapan awak kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang diselamatkan dari Kapal Ikan Dorneda yang tenggelam di Samudera Atlantik pekan lalu berada dalam keadaan sehat, bahkan salah seora
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 10:05:22

Pemerintahan Darurat di Turki Berakhir dalam Beberapa Hari Mendatang

KEADAAN darurat yang diberlakukan di Turki setelah kudeta gagal dua tahun lalu akan berakhir dalam beberapa hari mendatang. Namun, ada kekhawatiran bahwa pemerintah akan mempertahankan tindakan-tindakanny
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 16:47:18

Warga Suriah rindukan perdamaian setelah 7 tahun dilanda konflik

Setelah mengalami pertempuran di kota kecil yang dulu dikuasai gerilyawan di Suriah Selatan, Muhammad Nasr Mahamid mengatakan pelajaran yang diperolehnya setelah tujuh tahun perang Suriah ialah perdamaian
 
Selasa, 17 Juli 2018 | 11:20:22

Lava Gunung Api Kilauea Hantam Perahu Wisata, 13 Orang Luka Bakar Serius

Honolulu - Terjangan lava gunung api Kilauea di Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat (AS), dilaporkan menghantam sebuah perahu wisata, dan melukai sedikitnya 13 orang. Lava panas yang membawa bebatuan dan puing-p
 
 
 
Terpopuler

2

17 Jul 2018 16:47 | 169 views
Internasional
Warga Suriah rindukan perdamaian setelah 7 tahun dilanda konflik

3

14 Jul 2018 13:47 | 150 views
Internasional
Bom bunuh diri saat kampanye pemilu di Pakistan, 132 orang tewas

4

19 Jul 2018 11:44 | 82 views
Internasional
Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Teror, Termasuk 3 WNI

5

16 Jul 2018 15:08 | 73 views
Internasional
Pesawat Ryanair Mendarat Darurat, 30 Penumpang Dilarikan ke RS
 
 
 
 
 
 
Top