Terverifikasi Dewan Pers
 
Sabtu, 26 Mei 2018 | 15:17:48
Internasional

Bocorkan Rahasia ke China, 2 Eks Mata-mata Prancis Ditangkap

Sebarkan:
Ilustrasi
Paris - Dua mantan mata-mata Prancis ditangkap setelah dituduh menyerahkan informasi rahasia ke China. Keduanya dianggap telah melakukan pengkhianatan negara.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (26/5/2018), kedua mantan mata-mata Prancis yang terungkap menjadi agen ganda itu sebenarnya telah didakwa dan ditahan sejak Desember 2017. Penangkapan keduanya baru diungkap otoritas Prancis pada Jumat (25/5) waktu setempat.

Penangkapan dua mantan mata-mata Prancis ini dikonfirmasikan oleh pernyataan Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly.

"Dua agen Prancis dalam dinas kami dan mungkin salah satu pasangan dari agen-agen ini dituduh melakukan pelanggaran serius yang kemungkinan besar dinyatakan sebagai aksi pengkhianatan, dugaan menyerahkan informasi ke kekuatan asing," tutur Parly kepada televisi CNews.

Dalam pernyataan terpisah dari Rusia, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut kasus ini sebagai konspirasi yang 'luar biasa serius'. Macron juga menyatakan sistem kehakiman Prancis akan menyelidiki dan mengadili para tersangka dalam kasus ini.

Seorang sumber keamanan Prancis menuturkan kepada AFP bahwa dua agen yang ditangkap tadinya bertugas di Direktorat Umum Keamanan Eksternal (DGSE). Kedua agen itu dicurigai bekerja untuk China. Pernyataan sumber ini mengonfirmasi laporan sejumlah media Prancis.

Salah satu agen itu ditugaskan di Prancis sebelum ditangkap. Aksi keduanya dibongkar oleh agen-agen kontraintelijen domestik Prancis.

Kedua mantan mata-mata Prancis itu telah pensiun saat ini. Namun Parly menyebut, keduanya masih cukup aktif saat aksi membocorkan informasi rahasia ke negara lain ini berlangsung. Para penyidik Prancis disebut masih mencari tahu berapa lama aksi keduanya berlangsung. Lebih lanjut, Parly menolak menjelaskan soal informasi yang dibocorkan ke asing. Tidak disebut juga apakah kedua mantan agen intelijen itu bekerja bersama-sama.

Kementerian Luar Negeri China mengaku tidak menyadari adanya penangkapan itu, saat dimintai tanggapan.

Diketahui bahwa sejak lama China dicurigai melakukan spionase komersial demi merampas properti intelektual berharga, namun operasi intelijen China diduga meluas hingga ke ambisi melebarkan sayap ke negara lain.

"Mereka (China-red) berusaha mempelajari seperti apa kekuatan negara lain mempraktikkan politik, diplomasi, dan sebagainya, tentu saja sambil melanjutkan perburuan informasi ekonomi," sebut mantan Kepala Intelijen dan Keamanan DGSE, Alain Chouet.


(detik.com)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:39:36

Jelang Pemilu Serentak, KPU Bintan Gelar Pemilu Run

BINTAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan  menggelar kegiatan " PEMILU RUN " menyongsong Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Kijang Citywalk Kec.Bintan Timur,Minggu (7/4).  Acara yang  d
Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:05:02

Menjelang H-1 Pesta Demokrasi, Bupati Bintan Beserta FKPD Tinjau Kesiapan TPS

BINTAN- Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama sejumlah FKPD Kabupaten Bintan meninjau kesiapan sejumlah TPS dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu 2019, Selasa (16/4) siang.Bupati Bintan berserta sejumlah FKP
Sabtu, 15 Juni 2019 | 16:31:43

Panglima TNI : Prestasi Dapat Diraih Melalui Latihan Terprogram dan Konstruktif

JAKARTA - Prestasi dapat diraih melalui latihan yang terprogram dan konstruktif, persiapan yang matang serta adanya koordinasi dan komunikasi yang solid diantara para pengurus.Hal tersebut disampaikan Panglima
Sabtu, 15 Juni 2019 | 16:27:10

Demokrat Minta Fraksinya di DPRD DKI Telusuri Penerbitan IMB di Pulau Reklamasi

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk bangunan di pulau reklamasi. DPD Partai Demokrat meminta Fraksi Demokrat di DPRD DKI untuk menelusuri
 
Berita Lainnya
Sabtu, 15 Juni 2019 | 11:14:09

Inggris Salahkan Iran Atas Serangan ke 2 Kapal Minyak di Teluk Oman

LONDON - Pemerintah Inggris menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanker minyak di Teluk Oman. Inggris pun menyerukan Iran untuk menghentikan semua bentuk kegiatan destabilisasi.Ment
 
Sabtu, 15 Juni 2019 | 10:13:10

Jawatan Hiburan Bantah Berikan Izin Diskotik Halal di Jeddah Arab Saudi

JEDDAH - Pembukaan White, sebuah klub malam di kota Jeddah, Arab Saudi cukup mengejutkan banyak orang dan mengundang berbagai reaksi, terutama di media sosial. Beberapa pengguna Twitter memuji itu sebagai
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 14:15:27

Bandaranya Diserang Rudal Houthi, Arab Saudi Peringatkan Iran

RIYADH - Pemerintah Arab Saudi menuding musuh lamanya, Iran telah memerintahkan serangan rudal kelompok pemberontak Houthi ke sebuah bandara Saudi. Saudi pun mengingatkan Iran akan adanya konsekuens
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 11:22:35

Syekh Sudais: Serangan ke Bandara Abha Aksi Teror yang Tidak Dapat Ditoleransi

JAKARTA Imam Besar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Dr Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al Sudais mengecam keras serangan teroris yang dilakukan kelompok Al Houthi yang menyasar Bandara Internasional A
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 10:58:43

Pengamat Asing Protes Dikutip Prabowo Soal Jokowi Neo-Orde Baru

JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menyatakan pemerintahan Jokowi bergaya otoritarian Orde Baru. Untuk membenarkannya, tim hukum Prabowo m
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 10:49:23

Putri Raja Salman Akan Diadili di Paris Atas Kasus Pemukulan Pekerja

Riyadh - Putri Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, Putri Hassa binti Salman, akan diadili di Paris, Prancis bulan depan atas tuduhan memerintahkan pengawalnya untuk memukuli seorang
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 10:28:14

Meksiko Jual Pesawat Kepresidenan untuk Atasi Migrasi Ilegal

Mexico City - Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, berjanji akan menggunakan keuntungan dari penjualan pesawat kepresidenannya untuk mendanai upaya-upaya mengatasi migrasi ilegal.Langk
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 09:46:34

Meski Ditentang AS, Turki Datangkan Sistem Rudal S-400 Buatan Rusia

ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan dirinya berharap menerima senjata penangkal pesawat buatan Rusia pada Juli mendatang, di tengah seruan kekhawatiran Amerika Serikat.AS
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 09:03:43

Polisi Rusia Tangkap 400 Pendemo di Aksi Solidaritas untuk Ivan Golunov

Moskow - Polisi Rusia menahan lebih dari 400 orang yang berunjuk rasa di Moskow. Salah satu di antara para pendemo yang menyerukan hukuman bagi polisi yang terlibat dalam dugaan kriminalisasi te
 
Kamis, 13 Juni 2019 | 08:56:22

5 Paramiliter Tewas dalam Serangan Kelompok Militan di India

Srinagar - Kelompok militan menyerang polisi paramiliter India dan menewaskan lima orang. Kelima polisi paramiiter itu tewas dalam serangan terhadap pasukan keamanan yang dikerahkan di kota Kash
 
Rabu, 12 Juni 2019 | 12:00:54

Mahkamah Agung Australia Akan Putuskan Kasus Sunat Perempuan

Sydney - Pihak jaksa penuntut umum dalam kasus sunat perempuan yang pertama dibawa ke pengadilan di Australia, bersikeras untuk menghukum para terdakwa. Dakwaan jaksa sebelumnya dibatalkan oleh pengadilan
 
Rabu, 12 Juni 2019 | 11:30:50

Demonstrasi RUU Ekstradisi Berlanjut, Puluhan Ribu Orang Kepung Gedung Pemerintah Hong Kong

HONG KONG Puluhan ribu demonstran memenuhi jalan-jalan penting di sekitar kantor pemerintahan Hong Kong pada Rabu untuk memprotes rancangan undangan-undangan (RUU) ekstradisi yang akan mengizinkan warga
 
Rabu, 12 Juni 2019 | 11:09:48

Di London, Indonesia Galang Dukungan Jadi Anggota Dewan IMO

LONDON - Indonesia menggalang dukungan negara-negara anggota International Maritime Organization (IMO) dalam rangka pencalonan sebagai anggota Dewan IMO kategori C periode 2019-2021. Hal tersebu
 
Selasa, 11 Juni 2019 | 11:32:47

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone yang Diluncurkan Houthi dari Yaman

Riyadh - Angkatan Udara Arab Saudi menembak jatuh dua drone yang diluncurkan kelompok pemberontak Houthi dari Yaman. Ini terjadi seiring meningkatnya serangan-serangan Houthi terhadap Saudi.Dala
 
Senin, 10 Juni 2019 | 16:57:59

Pohon Persahabatan Trump dan Macron yang Ditanam di Gedung Putih Mati

Washington DC - Sebuah pohon 'persahabatan' yang ditanam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dilaporkan mati. Pohon itu ditanam di halaman Gedun
 
 
 
Terpopuler

1

10 Jun 2019 13:55 | 332 views
Internasional

Australia Gagalkan Penyelundupan Sabu Senilai Rp11 Triliun

3

11 Jun 2019 11:32 | 108 views
Internasional

Arab Saudi Tembak Jatuh 2 Drone yang Diluncurkan Houthi dari Yaman

4

12 Jun 2019 11:09 | 105 views
Internasional

Di London, Indonesia Galang Dukungan Jadi Anggota Dewan IMO

5

13 Jun 2019 14:15 | 104 views
Internasional

Bandaranya Diserang Rudal Houthi, Arab Saudi Peringatkan Iran

 
 
 
 
Top