Iklan Sosial
 
Sabtu, 13 Januari 2018 | 12:22:21
Internasional

Hampir Mati Beku Demi Ikut Ujian, Bocah di China Dapat Sumbangan Rp35 M

Sebarkan:

BEIJING - Wang Fuman, seorang siswa sekolah dasar di China yang ke sekolah dalam kondisi pucat berlapis es kini bisa sedikit bernapas lega. Sumbangan uang tunai untuk dirinya dan sekolahnya sejauh ini mencapai lebih dari 17 juta Yuan (Rp35 Miliar).

Donasi sebesar 100 ribu Yuan (sekira Rp206 juta) juga telah diterima sekolahnya, Sekolah Dasar Zhuanshanbao. Uang itu akan dipakai untuk renovasi atau paling tidak dipasangi penghangat ruangan.

Sekolah di Zhaotong, Provinsi Yunnan, itu menjadi terkenal semenjak foto Wang dengan rambut putih berlapis es beredar di internet. Siswa kelas 3 Zhuanshanbao itu hampir membeku karena harus berjalan sejauh 4,5 kilometer (km) dari rumah ke sekolahnya. Da harus menerjang udara bersuhu minus 9 derajat Celcius selama sekira satu jam perjalanan.


Wang mengatakan bahwa hari itu adalah hari pertama ujian akhir dan suhu turun terlalu cepat dalam waktu setengah jam saat dirinya sedang dalam perjalanan ke sekolah.

Banyak netizen yang bersimpati terhadap apa yang dialami Wang. Mereka yakin perjuangan bocah berusia delapan tahun tidak akan sia-sia kelak.

Pemerintah daerah bersama dengan relawan mendatangi Sekolah Dasar Zhuanshanbao dan memberikan subsidi musim dingin pertama kepada 81 siswa di sana.

Ayah Wang juga ditawari pekerjaan di kotanya dari China Construction Third Engineering Bureau. Total sumbangan uang tunai untuk membantu Wang dan sekolahnya sejauh ini mencapai lebih dari 17 juta Yuan (Rp35 Miliar).

Fuman merupakan salah satu dari jutaan anak-anak yang tinggal di daerah miskin China. Kisahnya telah menegaskan masalah ketidaksetaraan pendidikan di negara tersebut.

Untuk diketahui, siswa di pedesaan China memang banyak yang menempuh perjalanan dingin ke kelas tanpa pemanas ruangan. Sangat berbeda dengan orang tua kaya di kota-kota besar yang menghabiskan puluhan ribu yuan hanya untuk perkemahan musim panas.

Laporan China Global Times yang dilansir Straits Times, Jumat (12/1/2018) menyebutkan, siswa pedesaan tertinggal harus diberi lebih banyak dukungan pendidikan. Menurut tabloid itu, kepingan investasi harus diberikan agar akses ke sumber pendidikan lebih mudah diraih.

"Anak-anak yang mendapat keuntungan finansial memiliki banyak pilihan untuk berkembang, tapi bagi anak-anak pedesaan, pendidikan mungkin satu-satunya kesempatan untuk menaiki tangga status sosial," tulis tabloid itu dalam salah satu kolomnya.

(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 20 Juli 2018 | 15:45:59

Malaysia Akan Ungkap Laporan Hilangnya MH370 Pada 30 Juli

KUALA LUMPUR Malaysia akan merilis laporan mengenai hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada 30 Juli. Insiden yang terjadi lebih dari empat tahun lalu itu masih menjadi salah satu misteri terbesar
Jumat, 20 Juli 2018 | 15:28:52

Gugur saat jalankan misi perdamaian, Kopda Mar Ajat diberi penghargaan dari Libanon

Tentara Angkatan Bersenjata UNIFIL asal Indonesia, Ajat Wahyudin (35), meninggal dunia saat tengah menjalani misi perdamaian dunia. Kopda Mar Ajat dilaporkan meninggal karena sakit pada Senin (16/7). U
Jumat, 20 Juli 2018 | 13:42:40

Putin Klaim Pertemuan dengan Trump di Helsinki Sukses

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menggambarkan KTT hari Senin (16/7/2018) di Helsinki dengan Presiden Amerika Donald Trump sukses, tapi mengatakan para penentang Trump berusaha meremehkan hasil-hasil tersebu
Jumat, 20 Juli 2018 | 10:35:48

Peti Mati dari Zaman Firaun Akhirnya Dibuka, Isinya Tak Ada yang Menduga

DUA pekan lalu arkeolog di Mesir menemukan peti mati besar berbahan granit berwarna hitam di Iskandariyah. Selama 2.000 tahun peti ini tak tersentuh. Bisa dipahami jika penemuan peti mati kuno atau sarkofagu
 
Berita Lainnya
Jumat, 20 Juli 2018 | 15:45:59

Malaysia Akan Ungkap Laporan Hilangnya MH370 Pada 30 Juli

KUALA LUMPUR Malaysia akan merilis laporan mengenai hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada 30 Juli. Insiden yang terjadi lebih dari empat tahun lalu itu masih menjadi salah satu misteri terbesar
 
Jumat, 20 Juli 2018 | 15:28:52

Gugur saat jalankan misi perdamaian, Kopda Mar Ajat diberi penghargaan dari Libanon

Tentara Angkatan Bersenjata UNIFIL asal Indonesia, Ajat Wahyudin (35), meninggal dunia saat tengah menjalani misi perdamaian dunia. Kopda Mar Ajat dilaporkan meninggal karena sakit pada Senin (16/7). U
 
Jumat, 20 Juli 2018 | 13:42:40

Putin Klaim Pertemuan dengan Trump di Helsinki Sukses

PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menggambarkan KTT hari Senin (16/7/2018) di Helsinki dengan Presiden Amerika Donald Trump sukses, tapi mengatakan para penentang Trump berusaha meremehkan hasil-hasil tersebu
 
Jumat, 20 Juli 2018 | 10:35:48

Peti Mati dari Zaman Firaun Akhirnya Dibuka, Isinya Tak Ada yang Menduga

DUA pekan lalu arkeolog di Mesir menemukan peti mati besar berbahan granit berwarna hitam di Iskandariyah. Selama 2.000 tahun peti ini tak tersentuh. Bisa dipahami jika penemuan peti mati kuno atau sarkofagu
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 15:17:14

Bangkai Kapal Perang Rusia Ditemukan, Bawa Emas Rp 1.604 T

Seoul - Bangkai kapal perang Rusia ditemukan di dasar lautan dekat pulau Ulleungdo, Korea Selatan (Korsel). Diyakini kapal itu membawa emas yang saat ini ditaksir nilainya mencapai US$ 113 miliar atau setara
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 14:48:55

Dubes RI di Lima Serahkan Surat Kepercayaan pada Presiden Peru

Lima - Duta Besar (Dubes) RI untuk Peru, Marina Estella Anwar Bey menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Peru Martin Vizcarra. Penyerahan berlangsung di Istana Presiden, Palacio de Gobierno d
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 14:20:01

Pengadilan Perintahkan Pemerintah Beri Ganti Rugi untuk Korban Kapal Feri Sewol

SEOUL Pengadilan Korea Selatan (Korsel) memerintahkan pemerintah dan operator kapal feri Sewol yang tenggelam pada 2014 dan menewaskan 300 penumpangnya,sebagian besar anak-anak, untuk membayar kompensas
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 11:44:09

Polisi Malaysia Tangkap 7 Tersangka Teror, Termasuk 3 WNI

Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia menangkap tujuh tersangka teror, yang salah satunya mengancam akan membunuh Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V dan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad. Te
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 11:34:06

Sebut Suriname Negara Multietnis yang Gagal, Menlu Belanda Dikecam

AMSTERDAM Menteri Luar Negeri Belanda, Stef Blok mendapat kecaman terkait pernyataannya yang menyebut Suriname sebagai "negara gagal" karena memiliki berbagai etnis yang berbeda. Kecaman itu muncul sete
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 10:42:24

Turki Akhiri Status Darurat Negara

ANKARA - Pemerintah Turki secara resmi mengakhiri status negara dalam keadaan darurat yang diberlakukan dua tahun lalu setelah upaya kudeta yang gagal. Keputusan itu diumumkan pemerintah Turki, selang bebe
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 10:40:31

Stadion Piala Dunia Rusia di Volgograd Alami Longsor

Moskow -Belum seminggu setelah Piala Dunia 2018 berakhir di Rusia, salah satu stadion yang baru dibangun untuk pertandingan mengalami longsor di bagian luar disebabkan hujan lebat.Rekaman yang muncul dari k
 
Kamis, 19 Juli 2018 | 10:14:34

Kehadiran RS Apung China di Pasifik Tuai Tudingan Negatif

Beijing -Rumah sakit apung China, yang dikenal sebagai Peace Ark, telah meninggalkan Pelabuhan Port Moresby dan berlayar menuju Vanuatu, Fiji dan Tonga sebelum pindah ke Amerika Selatan dan Tengah.Poin utam
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 14:46:29

Indonesia Tidak Berikan Fasilitas Bebas Visa Bagi Penonton Asian Games

JAKARTA - Indonesia tidak akan memberlakukan aturan bebas visa bagi para wisatawan yang berencana datang untuk menyaksikan perhelatan olah raga akbar, Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus men
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 11:38:29

Diduga Jual Bayi, Rumah Penampungan Anak Bunda Teresa Diselidiki

New Delhi - Pihak berwenang India menyelidiki lembaga sosialBundaTeresa,MissionariesofCharity, yang dituduh menjual bayi-bayi dari para perempuanyangditampungnya.Departemen Kesejahteraan Perempuan
 
Rabu, 18 Juli 2018 | 10:37:54

Kembali Dijatuhi Sanksi, Iran Seret AS ke Pengadilan Internasional

AMSTERDAM Iran telah mengajukan tuntutan terhadap Amerika Serikat (AS) di Pengadilan Internasional (ICJ) terkait sanksi yang dijatuhkan Washington terhadap Teheran. Iran menuduh keputusan AS untuk menja
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top