Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 10:16:53

Diduga Banyak Pelanggaran Hukum, DPRD Riau Akan Laporkan PT ADEI ke Polda Riau

Laporan: Afriyanto

Sebarkan:
PEKANBARU- Banyaknya dugaan  pelanggaran hukum yang dilakukan PT Adei Plantation & Industry,  membuat DPRD Riau gerah. Maka dari itu,  Senin pekan depan, DPRD Riau akan melaporkan perusahaan milik asing tersebut ke Polda Riau. Jum'at (23/8/2019).

"Sesuai arahan pimpinan DPRD Riau,  Insya Allah Senin depan kita akan melaporkan PT ADEI ke Reskrimsus Polda Riau. Seperti apa nantinya, apa kita undang Reskrimsus dan Gakumnya ke DPRD Riau, atau nanti  kita yang kesana memberikan laporan itu, "jelas Sekretaris komisi III DPRD Riau Suhardiman Ambi, ditemui di DPRD Riau, Kamis kemarin (22/8).

Point yang akan dilaporan nanti, terang Suhardiman Ambi diantaranya perambahan hutan lindung Bukit Suliki dan ditanami kelapa sawit belasan tahun silam. 

"Dia yang merambah, dia menanam, dia memanen buah sawit lalu mengolahnya jadi CPO di PKS PT ADEI. Itu sudah cukup kuat untuk menutup pabrik, " ujarnya.

Kemudian terang politisi Hanura ini, dari temuan Pansus monitoring DPRD Riau beberapa waktu lalu ditemukan perambahan kawasan  Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ditanami kelapa sawit. Dalam ketentuan harusnya 50 meter dari bibir anak sungai dan 100 meter dari sungai yang boleh ditanami, namun nyatanya jaraknya 10 meter dari DAS.
 
"Tiga tahun yang lalu Pansus sudah meminta DAS ditanami hutan kembali, tapi nyatanya sampai sekarang mereka (PT Adei-red) tidak melakukannya," ujarnya. 
  
Persoalan pelanggaran Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) juga menjadi point laporan DPRD Riau, dugaan pelanggaran Adal ini dibuktikan dengan PKS PT ADEI yang berjarak hanya 10 meter dari bibir sungai. Ini tidak boleh karena keberaan PKS yang dekat dengan sungai akan menggerus sungai itu sendiri.

"Jadi ada empat undang-undang yang diduga dilanggar oleh PT ADEI, pertama UU Kehutanan, UU DAS, UU lingkungan dan UU Sumber Daya Air, " imbuhnya. 

Dihubungi melalui Whattshap, Humas PT Adei Budi Simajuntak membantah, menurutnya untuk kawasan DAS sudah dilakukan penghijauan. Untuk DAS itu sudah kita lakukan penghijauan dengan menanam pokok-pokok hutan di sempadan sungai. Ada yang tumbuh dan ada juga yang mati akibat tidak tahan dengan kondisi banjir besar kemarin, "jelasnya.

Untuk PKS, Budi mengatakan, sudah sesuai dengan Amdal dan dicek oleh dinas terkait secara rutin.

"Bahkan Gakum Kemen LHK juga pernah turun melakukan pemeriksaan," ujarnya.

Namun Budi tidak bisa menjelaskan tentang hutan lindung Bukit Suliki yang telah belasan tahun dirambah pihak perusahaan.

"Kalau masalah kawasan lindung saya kurang tahu, " jelasnya singkat.

PT Adei Plantation and Industry merupakan salah satu anak perusahaan grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) yang bermarkas di Malaysia. Di Indonesia grup perusahaan ini memiliki 17 anak usaha perkebunan kelapa sawit tersebar di Sumatera dan Kalimantan. (rls).
 
 
Komentar
 
 
Berita Lainnya
Minggu, 15 September 2019 | 17:09:04

Pemugaran Cagar Budaya Masih Terus Dilakukan Pihak Kontraktor

TANJUNGPINANG - Miris, akibat pemugaran tanpa didampingi tenaga ahli, salah satu cagar budaya di Tanjungpinang yakni Kelenteng Tien Hou Kong atau Vihara Bahtra Sasana yang berada di Jalan Merdeka kini kondisiny
 
Jumat, 13 September 2019 | 22:10:15

Kasusnya Dihentikan, Bobby Jayanto Bebas dari Sangkaan Rasis

TANJUNGPINANG - Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang resmi menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) tindak pidana penghapusan diskriminasi ras dan etnis, untuk tersangka Bobby Jayanto, pada Se
 
Jumat, 13 September 2019 | 21:20:22

Satlantas Polres Dumai Layangkan 1.566 Tilang Selama Ops Patuh

DUMAI - Berakhirnya Operasi Patuh Muara Takus 2019 yang telah terlaksana sejak Kamis (29/9/2019) kemarin, Satlantas Polres Dumai mengeluarkan surat tilang sebanyak 1.566. Kasatlantas Polres Dumai AKP Agustin
 
Jumat, 13 September 2019 | 16:13:55

Polisi Bekuk 8 Sopir dan 1 Kernet Perampas Petepete di Makassar

MAKASSAR - Tim Resmob Polsek Panakkukang mengungkap kasus pencurian dan perampasan angkutan umum petepete di Kota Makassar, Jumat (13/9/2019). Pelakunya berjumlah sembilan orang yang merupakan warga Kecama
 
Jumat, 13 September 2019 | 12:03:36

Tertangkap Tangan, Dua Pembakar Lahan Ditangkap

ROKANHILIR - Dua pria masing masing, Sumardi alias Mardi (33) dan Misnan alias Inan (40) tertangkap tangan saat membakar tumpukan kayu dalam sebuah lahan di wilayah Hukum Polsek Kubu. Informasi yang dirangkum
 
Jumat, 13 September 2019 | 09:40:08

Kakak Beradik Pelaku Begal di Samarinda Dibekuk Polisi

Kakak beradik di Samarinda, Junaedi (25) dan Mahendra (20) menjadi pelaku begal dengan kekerasan. Keduanya sudah 4 kali melancarkan aksinya dengan pisau cutter.Kasus terbaru, kakak beradik merampas tas berisi p
 
Jumat, 13 September 2019 | 06:53:58

Pengungkapan Sabu 54 Kilogram Akan Dilimpahkan ke Kejari Bintan

BINTAN - Pengungkapan kasus sabu 54 kilogram yang dilakukan Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri akan dilimpahkan ke Kejakasaan Negeri (Kejari) Bintan, Kepulauan Riau.Pelimpahan yang dilak
 
Jumat, 13 September 2019 | 05:53:00

Prioritaskan Pemadaman Titik Api dan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Lahan, Sebut Kapolsek Pinggir

Pinggir - Kapolsek Pinggir, Kompol Firman V.W.A Sianipar SH.MH, beserta jajarannya kembali berjibaku padamkan titik api yang terjadi di wilayah Dusun II BGM RY 01 RW 01 Deaa Tasik Serai Timur Kecamatan Tal
 
Kamis, 12 September 2019 | 17:40:58

Kejari Rohul Kembalikan Uang DD Yang Dikorupsi Kades Kasang Padang

ROKAN HULU - Kejaksaan Negeri Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu berhasil menyita dan menyerahkan kembalikan uang Dana Desa (DD) di Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam yang dikorupsi oknum kade
 
Kamis, 12 September 2019 | 17:25:26

Maryan SH : Tanggapan JPU Terhadap Eksepsi Ngawur dan Tidak Profesional

ROKAN HULU - Sidang Perkara Tindak Pidana Narkotika yang dilaksanakan ruang sidang Kantor Pengadilan Negeri Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu, Rabu (11/09/2019) Terdakwa An. MW dalam agenda tanggapan Eks
 
Kamis, 12 September 2019 | 15:34:42

Terima Suap dari Gembong Narkoba WN Prancis, Kompol Tuti Dituntut 3 Tahun Bui

Mataram - Terdakwa pungutan liar (pungli) Ruang Tahanan (Rutan) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Kompol Tuti Maryati, dituntut tiga tahun penjara. Kompol Tuti menerima suap dari gembong narkoba WN Pr
 
Kamis, 12 September 2019 | 15:28:15

Karhutla di Inhil, Seorang Kakek Berusia 70 Tahun Tewas Terbakar di Lahan

KERITANG -- Seorang warga Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, H. Mulyoto (70) ditemukan dengan kondisi tubuh terbakar di RT 11 RW 01, Parit 11, Dusun Mugo Mulyo, Desa Lintas Utara, Kecamatan Ker
 
Kamis, 12 September 2019 | 12:34:31

Lanal Dumai Amankan 15 Kg Sabu di Perairan Bengkalis

DUMAI - Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai kembali menggagalkan aksi penyelundupan yang diduga Narkoba jenis Methamphetamine (sabu-sabu) seberat 15 Kilogram. Barang haram tersebut diamankan ole
 
Kamis, 12 September 2019 | 11:11:58

Racik Tembakau Gorila untuk Dijual, Mahasiswa Asal Cilegon Ditangkap di Solo

AL (27) seorang warga Celegon, Provinsi Banten diamankan Satuan Reserse Narkoba Polresta Surakarta, Rabu (11/9). Pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Sukoharjo itu digereb
 
Kamis, 12 September 2019 | 11:00:20

Seorang Kakek di Meranti dipolisikan diduga Melakukan Pencabulan Anak dibawah Umur

MERANTI - Seorang kakek berinisial SM (68) warga Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kepulauan Meranti ( Riau ),  diamankan aparat kepolisian atas dugaan pencabulan terhadap bocah berusia 8 (delapan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top