Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 08:16:00
Hukum

Jhony Charles Pertanyakan Eksekusi Kantor Garda Nasdem di Rohil

Laporan: Jonathan Surbakti

Sebarkan:
(Foto: Dok.spiritriau.com/Jonathan Surbakti)
Jhony Charles BA MBA
UJUNG TANJUNG- Pasca Eksekusi  Lahan seluar 4  Ha dan Kantor  Garda Nasdem di Rokan Hilir yang terletak di Kelurahab Banjar XII Kecamatan Tanah Putih Kabupateh Rokan Hilir, dipertanyakan, pasalnya terjadi banyak kejanggalan. Demikian dikatakan ahli Waris  H.Syamsul alias Cupak,  Jhony Charles BA MBA didampingi  Kuasa Hukumnyaa, Selamat Sempurna SH Kamis (22/08/2019) kemarin.  

Pihaknya  selaku pihak teresekusi dalam Putusan Perkara Perdata No. 2296K/Pdt/2009 yang kemudian ditindak lanjuti melalui Penetapan Eksekusi No. 06/Pen.Pdt/Eks-Pengosongan-Pts/2019/ PN Rohil, menyatakan surat pernyataan yang ditanda tangani oleh Kirno SE tidak memuaskan.

Kedatangan Jhony Charles dan timnya  Kamis (22/8/2019) sekira pukul 10.00 Wib tadi di Pengadilan Negeri ( PN ) Rohil, bertujuan untuk mempertanyakan dan meminta surat pernyataan jaminan eksekusi 1 atas nama Kirno SE dan dan pemohon eksekusi 2 atas nama Kim Sun.
"surat pernyataan ini kami rasa tidak memuaskan, karena yang ada pernyataan Kirno SE, sementara surat pernyataan Kim Sum tidak ada tentu nya hal ini  sangat sangat agak mengesan kan dan kurang transparansi" kata Jhony Charles, sembari  menunjukan surat pernyataan itu, kepada wartawan saat keluar dari kantor PN Rohil itu.

Perlu diketahui, lanjut Jhony Charles bahwa Kirno SE selaku penggugat materil 1 atau pemegang hak ( seperti putusan Makamah Agung ( MA ) atas tanah  berdasarkan sertifikat hak milik atas tanah Nomor 365 seluas 18.166 M2 yang berlokasi di Cempedak Rahuk, dahulu RT.06, RW.03 sekarang RT.09, RW.04, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, dahulu daerah Tk II Kabupaten Bengkalis, sekarang Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ).

Menurutnya ketika meminta surat pernyataan pemohonan Eksekusi itu dari pihak Pengadilan Negri(PN) ia merasa kecewa dengan putusan itu lantaran didalam permohonan eksekusi itu ada dua nama di antaranya adalah nama Kirno SE dan Kim Sun. 
"Seharusnya pihak PN Rohil harus mengkaji dulu, kalau memang pemohon 1 yang sanggup membuat pernyataan, jadi yang di eksekusi itu cukup lahan pemohon 1 saja, jangan dulu di eksekusi lahan pemohon eksekusi 2," ungkap nya.

 Jhony Charles mengatakan apabila Peninjau Kembali ( PK ) yang telah diajukan oleh pihaknya ke PN Rohil dan nanti dimenangkan oleh Makamah Agung ( MA ).otomatis Jhony khawatir dimana pihaknya akan meminta ganti rugi lahan yang sudah di eksekusi pada Selasa (20/8/2019) kemarin. 
"Ditambah lagi, surat pernyataan Kim Sun ini juga tidak kuat Sebab tidak menilai berapa angka atau jumlah yang harus nanti di ganti,"TegasNya.
Jhony Charles mengaku lebih mahal nilai lahan yang ada kantor Partai Nasdem nya, lantaran lanjut dia lagi berada diatas lahan pemohon ekseskusi 2 atas nama Kim Sun. Ia khawatirkan Kim Sun bisa saja nanti buang badan jika pihak nya di menangkan oleh MA.

"Seharusnya pihak PN Rohil dan pihak lain harus mengkaji dahulu lebih jeli sebelum melakukan eksekusi, Setidkanya kaji juga kekuatan PK yang kami ajukan, apakah ada diatas 50 persen, dan jika ada kemenangan kami diatas 50 persen apa salahnya dilakukan penundaan ekseskusi itu, dan saya akan mengejarkan perkara ini cepat diselesaikan oleh MA, sehingga perkara ini bisa terang benderang,"cutes pria yang akrab disapa Bang JC ini.
Bang JC melanjutkan, bahwa pihaknya sengaja mempublikasikan kejadian ini ke publik. Dengan tujuan bisa menjadi pembelajaran bagi penegak hukum dan nanti tidak dialami oleh masyarakat yang lain, melainkan juga  kata dia kedepan  nya hukum di Rohil ini semakin bagus dan tidak terjadi seperti sekarang ini," pesan Jhony Charles. 

Sementara itu Kuasa Hukumnya, Selamat Sempurna Sitorus SH, bahwa pihaknya tidak mau nanti menang diatas kertas saja melainkan harus Objektif dan pertanggung jawaban hukum sebagai subjek hukum.
Menurutnya, ketika seseorang menang atas sesuatu akan terjadi lagi wanprestasi ( ingkar janji ). Ia mengungkap kan seandainya pihak nya menang nanti otomatis di pertanggung jawabkan pihak eksekusi lahan tersebut.

"kalau kami menang jadi mau kemana kita, sementara lahan itu udah di eksekusi, apakah mungkin atau mau negara mengganti keseluruhan yang di eksekusi itu. Karena setelah kemi pelajari surat pernyataan ini tidak ver, karena bisa saja dugaan kita pemohon eksekusi 2 ( Kim Sun ) menyatakan bahwa ia nanti tidak pernah membuat pernyataan, dan tentunya nanti akan muncul masalah baru lagi nantinya,"Tegas Selamat Sempurna.
Ditegaskannya, bahwa pihaknya sangat menyayangkan surat pernyataan itu sehingga terjadi eksekusi padahal kata dia hanya karena ada pernyataan dari pemohon eksekusi 1.

"Berdasarkan ini pula saya ajak oada oetinghi atau kawan-kawan yang mengerti hukum untuk mengawal perkara ini, hingga nanti tidak muncul lagi masalah seperti ini khusus Rokan Hilir yang kita Cinta ini,"Tandas Selamat Sempurna Sitorus(jon). 

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 17 September 2019 | 20:20:14

Nama Kajari dan Pidsus Kejaksaan Bengkalis Dicatut

BENGKALIS - Nama Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Riau serta beberapa kepala seksi dilembaga tersebut dicatut oleh oknum tidak bertanggungjawab.Ini diduga dengan kegiatan Kejaksaan Negeri Bengkalis yang sedan
Selasa, 17 September 2019 | 17:01:11

Pasien Ningsih Tinampi Harus Rela Antre Hingga 2020

Pasuruan - Antrean pasien yang ingin diobati Ningsih Tinampi mencapai ratusan bahkan ribuan saat Sabtu dan Minggu. Bahkan antrean pasien tercatat hingga tahun 2020.Ningsih membuka praktik pengoba
Selasa, 17 September 2019 | 16:56:21

Pemprov Sulsel Berencana Beli Helikopter, Buat Apa?

Makassar - Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) berencana membeli helikopter pada tahun depan. Helikopter ini disebut untuk penanggulangan bencana di daerah."Iya kita rencanakan 2020. Ini kan bukan daftar kei
Selasa, 17 September 2019 | 16:51:01

Begini Kronologi Meninggalnya Ayah Donny Alamsyah

 Donny Alamsyah kehilangan salah satu orang paling dicintainya. Sang ayah, Benjamin Djunaedy meninggal dunia pada Selasa (17/9/2019) di usia 73 tahun.Donny Alamsyah, menuturkan sang ayah meninggal di
 
Berita Lainnya
Selasa, 17 September 2019 | 20:20:14

Nama Kajari dan Pidsus Kejaksaan Bengkalis Dicatut

BENGKALIS - Nama Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Riau serta beberapa kepala seksi dilembaga tersebut dicatut oleh oknum tidak bertanggungjawab.Ini diduga dengan kegiatan Kejaksaan Negeri Bengkalis yang sedan
 
Selasa, 17 September 2019 | 17:54:40

TNI dan BPBD Berhasil Menangkap yang Diduga Pelaku Karhutla, Dandim 0302/Inhu Janji Berikan Hadiah

INHU - Sejak sebulan terakhir Komandan kodim (Dandim) 0302/Inhu, Letkol Arh Hendra Roza S.I.P, memerintahkan seluruh personil TNI di wilayah Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) dan Kuansing untuk memadamkan titik a
 
Selasa, 17 September 2019 | 14:53:10

Polres Bintan Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Narkotika Jenis Sabu Seberat 114, 7kg

BATAM Barang bukti Hasil Pengungkapan Narkotika jenis sabu oleh Polres Bintan pada (30/8) yang lalu dimusnahkan hari ini Selasa (17/9) dipimpin oleh Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang. S.IK, M.Si dalam kegia
 
Selasa, 17 September 2019 | 13:50:22

Bunuh Nenek Gegara Utang Rp 15 Ribu, Adul Terancam Bui Seumur Hidup

Garut - Abdul Aziz alias Adul (20) membunuh dan membakar Iyah (65) gegera persoalan sepele. Pemuda sadis tersebut terancam penjara seumur hidup.Adul menghabisi nyawa nenek tersebut di gubuk tengah sawah, K
 
Selasa, 17 September 2019 | 13:07:42

Mantan Kades di Ponorogo yang Korupsi Rp 523 Juta Ditahan

Ponorogo - Parmi (50) ditahan di Rutan Kelas II-B Ponorogo. Mantan Kades Kambeng, Kecamatan Slahung, itu merupakan tersangka korupsi Rp 523 juta dari dana APBDes 2015/2016.Dalam dua tahun tersebu
 
Selasa, 17 September 2019 | 12:32:33

Jumlah Tersangka Kasus Karhutla di Sumsel, Kalteng dan Kalbar Meningkat

Jakarta - Mabes Polri memperbaharui data penegakan hukum terkait kasus kebakaran hutan dan lahan. Perhari ini, jumlah tersangka pembakar hutan dan lahan meningkat di Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Kalima
 
Selasa, 17 September 2019 | 11:14:27

Mayat Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di Toilet Masjid Gunung Putri

Mayat bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam sebuah tas di toilet Masjid Jami Baitul Mutaqim, Desa Tlajung Udik RT02/13, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Selasa (17/9). Mayat bayi itu pertama ka
 
Senin, 16 September 2019 | 17:07:37

Polres Tanjungpinang Gelar Konferensi Pers Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak Di Bawah Umur

Bertempat di lobi Polres Tanjungpinang dilaksanakan Konferensi Pers Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali, MH, Senin (16/9/
 
Senin, 16 September 2019 | 16:28:18

Saat Novy Hamil, John Chardon Diduga Pernah Bekap Dia dengan Bantal

Persidangan kasus pembunuhan Novy Chardon telah berakhir dengan dijatuhkannya vonis penjara 15 tahun terhadap terdakwa John Chardon pada Rabu (11/09/2019) pekan lalu. Bagaimana tanggapan keluarga Novy di Suraba
 
Senin, 16 September 2019 | 16:04:09

Diduga Terlibat Korupsi Pengadaan Alkes, Anggota DPRD Kota Bandung Ditahan

Anggota DPRD Kota Bandung berinisial IH diduga terlibat dalam praktik korupsi terkait pengadaan alat kesehatan RSUD Rasidin Padang, Sumatera Barat. Kerugian negara dari praktik rasuah itu sebanyak Rp
 
Senin, 16 September 2019 | 15:22:22

Perkosa dan Rampok 4 Wanita di Jakpus, Pelaku Incar Kalung Korban

Jakarta - Empat wanita dirampok setelah diperkosa lebih dahulu oleh tiga orang pria di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Para pelaku mengincar perhiasan hingga barang berharga korban lainnya.Salah satu pelaku
 
Senin, 16 September 2019 | 10:47:45

Gerebek Persembunyian Begal, Polisi Temukan Bondet dan Rangka Motor

Pasuruan - Sebuah lokasi yang diduga tempat persembunyian begal dan penyimpanan barang curian di Kabupaten Pasuruan digerebek polisi. Petugas kepolisian menemukan sejumlah rangka kendaraan bermot
 
Senin, 16 September 2019 | 09:50:46

Tim Karlahut Polsek Pinggir Lakukan Moving-Up dan Lidik Para Pelaku Pembakaran

Pinggir - Dipimpin langsung Kapolsek Pinggir Kompol Firman V.W.A. Sianipar SH MH, Tim Karlahut Polsek Pinggir masih terus berupaya melakukan kegiatan Patroli karlahut serta pemadaman dan pendinginan di bekas la
 
Senin, 16 September 2019 | 09:00:47

Rugi 800 Ribu, PT. Salim Ivomas Pratama Polisikan 2 Remaja

ROKANHILIR - Kedapatan melakukan pencurian Tandan Buah Sawit (TBS), dua remaja yang masih di bawah umur ini di laporkan oleh PT. Salim Ivomas Pratama ke Mapolsek Bagan Sinembah.Akibatnya, dua remaja yang berini
 
Minggu, 15 September 2019 | 17:09:04

Pemugaran Cagar Budaya Masih Terus Dilakukan Pihak Kontraktor

TANJUNGPINANG - Miris, akibat pemugaran tanpa didampingi tenaga ahli, salah satu cagar budaya di Tanjungpinang yakni Kelenteng Tien Hou Kong atau Vihara Bahtra Sasana yang berada di Jalan Merdeka kini kondisiny
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top