Terverifikasi Dewan Pers
 
Selasa, 13 Agustus 2019 | 14:18:31
Hukrim

Adegan Sadis Ibu Hajar Anak Kandung hingga Tewas Direkonstruksi

Sebarkan:
Detik.com
Rekonstruksi kasus penganiayaan anak kandung hingga tewas di Boyolali.
BOYOLALI - Polres Boyolali menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan seorang ibu kepada anak kandung hingga tewas. Tersangka Siti Wakidah (30) memperagakan 23 adegan.

"Ya tadi kita peragakan 23 adegan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban," kata Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, kepada para wartawan usai menyaksikan rekonstruksi di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali, Selasa (13/8/2019).

Reka ulang dilaksanakan di rumah yang ditempati tersangka bersama keluarganya tersebut di Dukuh Tanduk, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel. Rekonstruksi itu pun menjadi perhatian puluhan warga dan dijaga aparat dari Polres dan Kodim Boyolali.

Tersangka Siti Wakidah atau Ida memperagakan aksinya saat menganiaya anaknya, F (6). Mulai dari ketika mencubiti korban yang terjadi pada Senin (8/7) hingga berlanjut di hari-hari berikutnya. Hingga akhirnya Ida menganiaya dan membenturkan kepala korban ke lemari, pada Rabu (10/7) malam.

Akibat penganiayaan ini, korban meninggal dunia pada Kamis (11/7) siang.

Rekonstruksi juga melibatkan warga sekitar yang menjadi saksi. Para saksi terdiri dari tetangga yang diberitahu Ida tentang kondisi anaknya yang sakit.

Setelah mendapat kabar tersebut, warga menengok korban dan ternyata mendapatinya sudah meninggal dunia. Saksi lainnya yaitu para warga yang hendak menyucikan jasad korban. Adegan terakhir dalam rekonstruksi tersebut yakni ketika warga membopong korban untuk dimandikan.

Rekonstruksi kasus yang sempat menggemparkan Boyolali ini juga dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) serta penasihat hukum tersangka.

Bahkan, Kajari Boyolali, Prihatin dan Dandim 0724/Boyolali, Letkol Kav Herman Taryaman juga ikut menyaksikan secara langsung jalannya kegiatan ini.

"Tujuan rekonstruksi ini, bagaimana untuk memperjelas apa-apa yang sudah dilakukan oleh pelaku, kemudian apa-apa yang sudah dialami oleh korban. Kemudian luka-lukanya sesuai dengan visum itu di mana saja, itu kan harus sinkron. Jadi ini untuk menyinkronkan antara visum dengan keterangan-keterangan dari pelaku," jelas Kusumo.

Kusumo mengungkap bahwa hasil autopsi menunjukkan bahwa korban yang masih berusia 6 tahun meninggal dunia akibat pendarahan di kepala dan luka di perut.

"Memang pendarahan itu tidak langsung efeknya, malam pendarahan baru besoknya meninggal," kata Kusumo.

Motif di balik tindak kekerasan tersebut, diduga karena Ida kesal terhadap anaknya yang rewel.

"Motifnya, ya sebagai orang tua kandung mungkin merasa kesal. Juga karena kondisi ekonominya memang taraf kehidupannya kurang," imbuh dia.

Kusumo juga mengungkap hasil tes kejiwaan Ida. Ida dinyatakan sehat oleh psikiater.

Diberitakan sebelumnya, Ida sempat mengaku kepada para tetangganya bahwa anaknya, F meninggal dunia pada Kamis (11/8) karena sakit. F dimakamkan pada sore harinya di kampung halaman Ida, Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang.

Kasus penganiayaan berujung kematian ini akhirnya terungkap setelah petugas Polsek Ampel mendapat informasi kematian seorang anak yang diduga tidak wajar. Berkoordinasi dengan Polres Boyolali, polisi kemudian menyelidiki dugaan tersebut.

Polres Boyolali bersama Bid Dokkes Polda Jateng kemudian membongkar makam F dan mengautopsi jenazahnya.

Hasil autopsi menunjukkan ada banyak luka bekas kekerasan pada tubuh anak kecil tersebut. Orang tua korban saat itu langsung diamankan ke Mapolres Boyolali. Ayah F, IS akhirnya dinyatakan tidak terlibat, karena saat malam kejadian dia tidak berada di rumah.


(detik.com)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:54:36

RSUD Siak Gelar Program Kesehatan Rutin Pasien

SIAK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Kabupaten Siak, menggelar program kesehatan rutin  terhadap para pasien dan keluarga saat berada di ruang tunggu rumah sakit. Kegiatan tersebut
Kamis, 22 Agustus 2019 | 15:53:59

Kodim 0315/Bintan Gelar Lomba Volley Bersama Warga Dalam Rangka Komsos Kreatif TA. 2019

TANJUNGPINANG-Untuk menjalin tali silaturahmi TNI dengan masyarakat, Komando Distrik Militer (Kodim) 0315/Bintan menggelar Lomba Volley antar Desa dan Kelurahan Se Tanjungpinang dan Bintan. Kegiatan tersebut da
Kamis, 22 Agustus 2019 | 14:58:14

Kebakaran Pasar Terapung Tembilahan, 478 dan 45 Ruko Jadi Puing

TEMBILAHAN - Kebakaran hebat terjadi di kios dan ruko di Jalan Yos Sudarso Tembilahan. Amukan api yang terjadi sejak pukul 02.00 Wib baru bisa dijinakkan pada pagi hari, kamis 22 Agustus 2019.Berdasarkan data y
Kamis, 22 Agustus 2019 | 13:42:37

Dituduh Pelakor, Motif Pengeroyokan Siswi SMK oleh Seniornya di Bekasi

Siswi SMK di Bekasi Timur, Kota Bekasi berinisial GL (16) menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh senior dan alumni sekolah. Motifnya diduga karena persoalan asmara. GL dituduh merusak rumah tangga sat
 
Berita Lainnya
Kamis, 22 Agustus 2019 | 12:53:30

Dua Diduga Pelaku Karlahut Ditangkap Tim Gabungan

ROKAN HULU - Tim gabungan satuan tugas (Satgas) Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) Kabupaten Rokan Hulu, Riau berhasil mengamankan Dua orang diduga pelaku pembakar lahan di Dusun Muara Musu Timur Desa Muar
 
Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:05:05

Opsnal Mandau Tangkap Dua Orang Tersangka Pencuri Besi Milik PT.CPI

Mandau - Rabu 21 Agustus 2019 sekira jam 13.00 Wib, unit Reskrim Polsek Mandau melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang yang diduga pelaku pencurian Besi Milik PT CPI.Terkait hal tersebut, Kapolres Bengkali
 
Kamis, 22 Agustus 2019 | 09:46:15

Kebakaran Pasar Terapung Tembilahan, Ratusan Kios Jadi Abu

TEMBILAHAN - Kebakaran hebat terjadi di pasar Terapung, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. Kebakaran tersebut terjadi sekira pukul 02.00 WIB, Kamis (22/8/2019) dini hari. Tampak di lokasi ada
 
Rabu, 21 Agustus 2019 | 23:55:59

Nama nama Pejabat Pemprov kepri yang di Periksa KPK , Ada kadisnaker Provinsi Kepri

TANJUNGPINANG-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mendalami dugaan suap atas nama tersangka Nurdin Basirun Gubkepri nonaktif. Dengan meminta keterangan dari para pejabat Pemprov Kepri.Sejumlah pe
 
Rabu, 21 Agustus 2019 | 08:41:57

AMRRB Desak Kapolda Untuk Usut Tuntas Dugaan Kasus Sari Antoni

ROKAN HULU  - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Rokan Hulu dan Rokan Hilir Bersatu (AMRRB), kembali menggelar aksi unjuk rasa didepan Markas  Kepolisian Daerah Riau jalan Sudirm
 
Rabu, 21 Agustus 2019 | 00:36:48

Ternyata Begini Kronologi Lengkap Peristiwa Penikaman Seorang Polisi di Inhil

KERITANG - Seorang perwira polisi yang merupakan Kanit Reskrim Polsek Kritang ditikam warga hingga masuk rumah sakit, pelaku akhirnya tewas. Penikaman tersebut dilakukan oleh seorang warga yang dik
 
Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:38:03

Kajati Beri Sinyal Periksa Bupati Bintan Soal Kasus Tambang Bauksit

TANJUNGPINANG-Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kajati Kepri), Edy Birton mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan perkara, dugaan tindak pidana korupsi pemberian izin usaha pertambangan (IUP) bauk
 
Sabtu, 17 Agustus 2019 | 18:33:33

Diduga Gegara Hutang Pria Ini Aniaya Korban, Iptu Nur Rahim : Pelaku Kita Amankan Dari Rumahnya

ROKANHILIR - M alias Pak Edi (45) warga jalan Sei Buaya Rambongan Kelurahan Bagan Batu Kota Kecamatan Bagan Sinembah harus menikmati hari kemerdekaan di jeruji besi. Pasalnya ia ditangkap atas dugaan penganiaya
 
Sabtu, 17 Agustus 2019 | 17:17:54

Bocah Begal Bocah, 5 Pelaku Diringkus Opsnal Polsek Bagan Sinembah

ROKANHILIR - Lima pria yang masih bocah berhasil diamankan Tim Opsnal Polsek Bagan Sinembah, kelima bocah ini diringkus atas dugaan tindak pidana Pencucian dengan Kekerasan atau Curas atau yang biasa disebut Be
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 20:39:43

Kasus Sengketa Tanah, Jhony Charles Minta Hakim Objektif dan Adil

UJUNG TANJUNG-Terkait adanya surat disampaikan oleh Pengadilan Negeri ( PN ) Rohil, Nomor W4.U12/2919/HK.02/8/2019, kepada Selamat Sempurna Sitorus SH, selaku kuasa hukum dari H. Syamsul alias Cupak, untuk meny
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:58:51

Prada Deri Mutilasi Fera Usai Bercinta karena Ngaku Hamil 2 Bulan

PALEMBANG - Sidang terdakwa Prada Deri Pramana yang mutilasi kekasihnya, Fera Oktaria masih berlanjut. Pada sidang kali ini, Deri pun membeberkan alasan dirinya nekat membunuh korban.Deri mengaku bertemu
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:04:01

Mayat ABG dalam Karung di Tegal, Berhubungan Intim Sebelum Dibunuh

TEGAL  - Iik, ABG asal Tegal, menjadi korban pembunuhan oleh 5 temannya sendiri. Bahkan salah satu pelaku mengaku saat dalam kondisi terpengaruh minuman keras, sempat melakukan hubungan intim dengan
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:45:14

Ditangkap Saat Nyabu, Umar Kei: Saya Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

JAKARTA - Polisi menggelar konferensi pers kasus narkotika dengan tersangka Tokoh Pemuda Maluku, Umar Kei. Umar Kei dalam kesempatan itu meminta maaf kepada masyarakat maupun kepada Polri atas perbu
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:34:36

Kangkangi Perda Bengkalis,HKI Pekdum 4B Terindikasi Penada Material Tanah Timbun

Pinggir - Perusahaan pengembang ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai khususnya di wilayah Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, yakni Hutama Karya Infrastruktur (HKi) seksi 4 B, terindikasi sebagai penada material t
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 13:42:42

Ini Jeratan Hukum Untuk Ismanto Oknum ASN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

INHU - Ismanto oknum ASN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Balai Tanman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) yang tersangkut kasus Narkoba, dijerat pasal berlapis UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top