Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 20:18:36

Besok Tiga Desa Aksi Jilid II Tuntut PT. Hutahaean

Laporan: Fahrin Waruwu

Sebarkan:
ROKAN HULU - Diperkirakan seribuan lebih, gabungan Pemuda dan Masyarakat Desa Tingkok, Lubuk Soting dan Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai akan melaksanakan aksi damai Kamis, 
Kamis tanggal 18 Juli 2019.

Aksi damai tersebut terkait permasalahan lahan mereka masyarakat Tiga Desa Kecamatan Tambusai ini,  yang sudah dikuasai oleh PT. Hutahaean di wilayah Kecamatan tersebut, sudah 20 tahun kurang lebih mereka masyarakat tidak terima pembagian hasil. Padahal ada perjanjian-perjanjian yang sudah mereka sepakati sebelumnya.

Atas hak masyarakat Desa Tingkok, Lubuk Soting dan Tambusai Timur tidak pernah Pemilik perusahaan kelapa sawit dan PKS dan perhotelan itu, mereka masyarakat  menolak perpanjangan berbagai ijin
Untuk tidak Pemerintah Rokan Hulu terbitkan sebelum ada penyelesaian di lahan mereka di PT Hutahaean Tambusai.

Seperti izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL)  dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (ULP) serta perpanjangan Hak Guna Usaha PT Hutahaeyan yang sudah diberitahukan ke Pemerintah Desa Tingkok belum lama ini. 

Tidak Itu saja, permasalahan lahan mereka yang sudah dikuasai oleh PT. Hutahaean di wilayah Kecamatan tersebut sudah 20 tahun kurang lebih masyarakat tidak terima pembagian hasil. Mereka juga meminta untuk dibayarkan pemilik PT Hutahaean yakni HW. Hutahaean hak mereka di perusahaan Itu selama 15 tahun dikali sesuai uangnya setelah produksi karena ada tertuang dalam akte notaris.

Pada aksi damai tersebut, kurang lebih 1.500 massa akan turun, mereka menyuarakan hak mereka yang belum direalisasikan oleh manajemen PT Hutahaean yang Owner nya H.W. Hutahaean sesuai yang tertuang dalam  perjanjian saat pembangunan Kebun Kelapa Sawit sejak tahun 2001 silam dalam bentuk Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) 35-65 persen melalui Koperasi Setia Baru Ketua Porkot Hasibuan saat itu.

Permasalah lahan tersebut sudah menjadi sebuah catatan khusus, karena sudah berulangkali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dan DPRD namun permasalahannya tidak pernah selesai, bahkan sudah sampai diranah hukum, sayangnya tetap hak masyarakat ini juga tidak terealisasi dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu dinilai seperti lepas tangan untuk memperjuangkan hak masyarakatnya.

Kordinator Umum Roganda Hasibuan ST, Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi 1, Faisal Siregar, Korlap II Luat Hasibuan SH, Sukrial Halomoan Nasution, Balyan Nasution, Daman Huri Lubis dan Sulaiman Lubis membenarkan ada aksi damai yang akan mereka bersama Pemuda, Masyarakat Desa Tingkok, Lubuk Soting dan Tambusai Timur laksanakan Kamis tanggal 18 Juli 2019.

"Kita orasi di beberapa titik yakni, depan Mako Polres Rokan Hulu, Kantor DPRD Rokan Hulu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kantor Bupati Rokan Hulu, dengan 1.500 massa kurang lebih yang diturunkan dan surat pemberitahuan aksi sudah kita sampaikan di Polres Rokan Hulu," kata mereka Korlap kepada wartawan Sabtu (13/7) di Pasirpengaraian.

Sukrial Halomoan mengungkapkan, dalam aksi tersebut  mereka masyarakat juga menyuarakan penolakan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Hutahaean karena hak mereka masyarakat belum direalisasikan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut, padahal pemilik PT Hutahaean HW. Hutahaean pernah mengakui ada lahan itu di perkebunannya. 

Lanjutnya sementara Itu permasalahan di PT. Hutahaean Tambusai itu, resmi sudah dilaporkan melalui surat pengaduan  di Polres Rokan Hulu sejak Jumat, (28/12/2018) lalu, namun laporan tersebut entah kemana rimbanya. Memang ada yang sudah dipanggil untuk diambil keterangan tapi lanjutan penanganannya masih tanda tanya ada apa ya ?

Terangnya pengaduan tersebut diduga mencaplok lahan masyarakat dan ingkari perjanjaian terhadap kesepakatan dengan masyarakat,  lahan kurang lebih dari 800 hektar juga pernah diakui Pemilik perusahaan saat mediasi bersama DPRD Rohul di aula Hotel Labersa Kota Pekan Baru.

Sebelumnya dalam pengaduan itu disampaikan ketua Gempar Balyan Lubis dan sekeretaris Damanhuri, mereka menilai kalau perusahaan perkebunan PT Hutahean telah semena-mena terhadap masyarakat.

"Kami lihat perusahaan PT Hutahean telah semenamena terhadap masyarakat dengan mengingkari kesepakatan dan perjanjian yang telah ada," jelas Balyan Lubis putra Desa Tingkok kepada wartawan usai mengantar surat Pengaduan ke Polres Rokan Hulu saat itu.

Hal ini lanjutnya, sesuai dengan surat keterangan yang dibuat pada Tanggal 27 Desember 2001, terkait lahan masarakat  yang termasuk dalam areal kemitraan masyarakat Desa Tambusai timur dengan PT Hutahayan

Surat keterangan terebut ditanda tangani Ketua I LKMD Tambusai Timur, H. M. Natar Lubis, Ketua I LMD Tambusai Timur H. Lukman Hasibuan dan Kepada Desa (Kades) Tambusai Timur H. Basri Lubis.

Tidak itu saja, adanya surat perjanjian pembayaran upah kerja, imas, tumbang, rencek lahan H. Safei didalam pola KKPA dengan PT Hutahean Tanggal 1 Mei 2002 antara Mewakili Direktur Utama PT Hutahean Dalu-dalu di Perk. PT Hutahean sebagai pihak ke I (Ir. N Pasaribu) dengan masyarakat beralamat di Desa Tambusai Timur (Tingkok) disebut sebagai pihak Ke II (H. Safei).

Dalam perjanjian mengikat kedua belah pihak untuk mempedomani hasil perjanjian serta PT Huahean bersedia membayar upah kerja sebagai pengganti jerih payah untuk mengerjakan imas, tumbang dan rencek sebesar Rp 675.000 hektar dengan syarat : 

1. Bila mitra kerja tetap berjalan, maka uang yang dibayar oleh PT Hutahean sebagai uang penganti mengerjakan pekerjaan tersebut tidak akan dikembalikan kepada PT Hutahean dan 

2. Bila mitra kerja gagal, maka uang yang dibayarkan PT Hutahean tersebut diperhitungkan dengan sistem (a) apakah mitra kerja pribadi atau (b) apakah jual beli

Surat perjanjian itu, ditanda tangani di Dalu-dalu antara pihak ke -I Ir. N Pasaribu (Ka Tanaman) dengan pihak ke -II H. Safei dengan saksi-saki Ir. MSU. Hasibuan,  Ir. A. Sitohang, H.  Bakar dan Morlani.

Dia menerangkan lagi, kesepakatan tidak pernah diindahkan oleh pihak perusahaan, bahkan lahan tersebut ada sebagian berada dalam SKT Nomor: 592/740/1997 atas nama H. Safii Lubis. Bahkan kini pihak PT Hutahean mengusahai lahan tersebut secara pribadi atau sepihak tanpa ada kontribusi kepada pemilik lahan.

"Karena dalam KKPA tidak cuma kami saja yang jadi korban, bahkan banyak lagi masyarakat lainnya, kami bersama tim sudah  melaporkan hal ini kepada aparat hukum supaya lahan masyarakat tidak dikuasai pihak PT Hutahean secara sepihak," ungkap para aktifis muda itu.

"Bahkan sejak sudah produksi di lahan kami itu, tidak ada PT Hutahaean memberikan hak kami masyarakat yang ada lahan diperusahaan kelapa sawitnya itu, kurang lebih dari 15 tahun setelah produksi," beber mereka lagi.

Untuk diketahui, terkait permasalahan PT. Hutahaean yang beralamat di Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu ini, sudah berulangkali dilakukan mediasi baik Pemerintah, DPRD Rokan Hulu, namun managemen PT Hutahean milik HW Hutahaean itu tidak mau memberikan hak dari masyarakat. Dia terus berdalih namun diakuinya ada lahan masyarakat  Desa Tingkok, Tambusai Timur, Lubuk Soting itu. (fah).

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 20 Agustus 2019 | 16:00:04

Eksekusi Kantor Garda Nasdem Rokan Hilir Ricuh

UJUNGTANJUNG-Eksekusi Kantor garda pemuda Partai Nasdem terletak diatas tanah 4 ( empat ) Hektare di Jalan Lintas Riau-Sumut, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ), Selasa
Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:10:20

Tim Satgas Rokan Hulu Padamkan Api

ROKAN HULU - Tim Satuan tugas (Satgas) Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) berjibaku padamkan api yang membakar lahan seluas kurang lebih satu hektar yang telah di imas tumbang di Desa Rambah Tengah Barat K
Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:05:39

Gundala Jadi Film Termahal Tahun Ini?

Jakarta - Gundala merupakan salah satu film paling dinanti tahun ini. Selain itu, film yang dibintangi oleh Abimana Aryasatya ini juga disebut-sebut menelan biaya yang sangat mahal.Joko Anwar selaku p
Selasa, 20 Agustus 2019 | 13:57:35

Kades Rambah Hilir Tengah Himbau Warganya Cegah Karhutla

ROKAN HULU - Kepala Desa Rambah Hilir Tengah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Sereger menghimbau kepada seluruh warganya untuk tidak melakukan membuka lahan dan hutan dengan cara
 
Berita Lainnya
Sabtu, 17 Agustus 2019 | 18:33:33

Diduga Gegara Hutang Pria Ini Aniaya Korban, Iptu Nur Rahim : Pelaku Kita Amankan Dari Rumahnya

ROKANHILIR - M alias Pak Edi (45) warga jalan Sei Buaya Rambongan Kelurahan Bagan Batu Kota Kecamatan Bagan Sinembah harus menikmati hari kemerdekaan di jeruji besi. Pasalnya ia ditangkap atas dugaan penganiaya
 
Sabtu, 17 Agustus 2019 | 17:17:54

Bocah Begal Bocah, 5 Pelaku Diringkus Opsnal Polsek Bagan Sinembah

ROKANHILIR - Lima pria yang masih bocah berhasil diamankan Tim Opsnal Polsek Bagan Sinembah, kelima bocah ini diringkus atas dugaan tindak pidana Pencucian dengan Kekerasan atau Curas atau yang biasa disebut Be
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 20:39:43

Kasus Sengketa Tanah, Jhony Charles Minta Hakim Objektif dan Adil

UJUNG TANJUNG-Terkait adanya surat disampaikan oleh Pengadilan Negeri ( PN ) Rohil, Nomor W4.U12/2919/HK.02/8/2019, kepada Selamat Sempurna Sitorus SH, selaku kuasa hukum dari H. Syamsul alias Cupak, untuk meny
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:58:51

Prada Deri Mutilasi Fera Usai Bercinta karena Ngaku Hamil 2 Bulan

PALEMBANG - Sidang terdakwa Prada Deri Pramana yang mutilasi kekasihnya, Fera Oktaria masih berlanjut. Pada sidang kali ini, Deri pun membeberkan alasan dirinya nekat membunuh korban.Deri mengaku bertemu
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 15:04:01

Mayat ABG dalam Karung di Tegal, Berhubungan Intim Sebelum Dibunuh

TEGAL  - Iik, ABG asal Tegal, menjadi korban pembunuhan oleh 5 temannya sendiri. Bahkan salah satu pelaku mengaku saat dalam kondisi terpengaruh minuman keras, sempat melakukan hubungan intim dengan
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:45:14

Ditangkap Saat Nyabu, Umar Kei: Saya Minta Maaf ke Masyarakat Indonesia

JAKARTA - Polisi menggelar konferensi pers kasus narkotika dengan tersangka Tokoh Pemuda Maluku, Umar Kei. Umar Kei dalam kesempatan itu meminta maaf kepada masyarakat maupun kepada Polri atas perbu
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 14:34:36

Kangkangi Perda Bengkalis,HKI Pekdum 4B Terindikasi Penada Material Tanah Timbun

Pinggir - Perusahaan pengembang ruas jalan tol Pekanbaru-Dumai khususnya di wilayah Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis, yakni Hutama Karya Infrastruktur (HKi) seksi 4 B, terindikasi sebagai penada material t
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 13:42:42

Ini Jeratan Hukum Untuk Ismanto Oknum ASN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

INHU - Ismanto oknum ASN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Balai Tanman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) yang tersangkut kasus Narkoba, dijerat pasal berlapis UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:27:43

Ismanto Terlibat Narkoba, ini Komentar Kepala Satuan Polhut KLHK TNBT Inhu

INHU - Ismanto oknum ASN Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Balai Tanman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) yang tersangkut kasus Narkoba, dikenal baik dan disiplin dalam bekerja. Ismanto t
 
Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:20:58

Polisi Sita Seribuan Telur Penyu di Sambas Kalbar

PONTIANAK - Polisi mengamankan ribuan telur penyu di Pelabuhan Sintete, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Telur itu dimiliki penumpang KM Sabuk Nusantara 38, asal Singkawang."Rabu, 14 Agustus 2014 kita
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 17:02:45

Tukang Bakso Asal Kediri Tawarkan Istri untuk Layanan Threesome

SURABAYA - Seorang tukang bakso asal Kediri menjual istrinya dengan layanan seks bertiga atau threesome. Kini praktik prostitusi itu terbongkar oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:43:47

Polres Pelalawan Tangkap Warga yang Kuasai Ilegal Lahan Tesso Nilo

PEKANBARU - Polres Pelalawan, Riau, menangkap warga setempat terkait penguasaan lahan. Warga itu diduga menguasai lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) secara ilegal."Tersangka atas
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:50:40

Uang Palsu Rp 1,5 Miliar Dimusnahkan di Polda Sumut

MEDAN - Sebanyak 21.632 lembar uang palsu dimusnahkan Polda Sumatera Utara (Sumut) bersama Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumut. Uang palsu ini berasal dari masyarakat yang meminta pengecekan ke
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:42:07

Polisi Sita 8 Truk Produk Ilegal Asal Cina, Kerugian Negara Rp 6,4 T

JAKARTA - Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membongkar penyelundupan produk-produk ilegal. Total ada 8 truk kontainer produk ilegal. Atas perbuatan para pelaku ini negara dirugikan hingga Rp 6
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:29:13

Hebat, Akhirnya Polres Mengamankan Tersangka Karhutla

INHU - Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) tidak main-main dalam menindak pelaku kejahatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Buktinya, warga Desa Kelesa Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu berinis
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top