Terverifikasi Dewan Pers
 
Jumat, 11 Januari 2019 | 11:04:51

Diduga Lakukan Pungli Calon Kepala Desa Ini Polisikan Panitia Pilkades

Laporan : Fahrin Waruwu

Sebarkan:
(Foto: Fahrin Waruwu)
Ketua Yayasan Bening Nusantara, Indra Ramos SHi Kuasa Hukum Harpani Saat Saat Mendapingi Klienya Dimapolres Rohul

ROKAN HULU - Ketua Yayasan Bening Nusantara, Indra Ramos SHi resmi melaporkan Panitia Pilkades Jurong, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Selasa (27/12/2018) Mapolres Rohul, terkait dugaan pungli pelanggaran perbub tentang tata cara pelaksanaan Pilkades serentak yang dilaksanakan pada desember 2018 lalu.

Adalah Harpani (56), Harmaini (60) dan Herman (38) cakepdes dari empat calon yang menjadi korban dugaan politisasi uang pendaftaran cakepdes yang ditetapkan Panitia Pilkades yang masing-masing sebesar Rp.20 Juta. Selain ketiga cakepdes ini, yakni M Rais belum diketahui apakah ikut membayar pungutan dan membayar uang kepada Ninik Mamak Rp.2 Juta atau tidak, yang jelas ketetapan Panitia Pilkades itu sudah tak dapat diganggu gugat. Adanya dugaan, Panitia Pilkades, Panwas juga Ninik Mamak menjadi alat bagi petahana guna untuk melemahkan ketiga rivalnya demi memenangkan Pilkades tersebut,  ironisnya baik Panitia Pilkades, Panwas, Ninik Mamak tersebut masih orang-orang dekat petahana bahkan keluarga.

Tak hanya soal pungutan biaya pendaftaran cakepdes, panitia juga menetapkan dana Ninik Mamak sebesar Rp.2 Juta, guna untuk mengeluarkan surat rekomendasi kepada ketiga cakepdes yang kalah. Bahkan jika tidak ada rekomendasi Ninik Mamak dipastikan ketiga cakepdes tadi tidak bisa mendaftarkan diri sebagai cakepdes. Lain lagi dengan pungutan setelah hari pemilihan, ketiga cakepdes tadi musti merogoh kocek lagi oleh Panitia Pilkades sebesar Rp.500 ribu, untuk biaya antar jemput pemilih. Dasar ini, ketiga cakepdes melalui kuasa hukumnya melaporkan Panitia Hingga yang terlibat diluar tatacara Pilkades yang telah ditentukan.

"Benar, kita telah melaporkan kasus ini ke Polres Rohul yakni ketua Panitia Pilkades Jurong, terlapor Iwan Sayup, Selasa (27/12/2018) lalu. Kita menduga, Panitia Pilkades telah melakukan perbuatan  melawan hukum. Bisa dilihat pada Perbub No. 53 tahun 2018 tentang tatacara pelaksanaan Pilkades yang membebaskan biaya kepada setiap calon kepala desa.

Seluruh biaya pelaksanaan Pilkades telah digelontorkan pemerintah melalui APBD yang dinilai cukup besar Rp.2,1 M. Jadi tidak ada hak Panitia Pilkades untuk menetapkan biaya atau pungutan uang pendaftaran cakepdes diluar undang-undang yang berlaku dengan alasan apapun, apalagi memungut uang Rp.20 Juta uang daftar calon. Itu namanya pungli," ujar kuasa Hukum ketiga cakepdes yang kalah kepada media, Indra Ramos SHi, Kamis (10/1/2019) dikantornya.

Nah, mengacu pada Perbub No. 53 tahun 2018 tentang tata cara pelaksanaan Pilkades. Maka jelas tidak memperbolehkan Panitia, Panwas atau yang terlibat pada pelaksanaan tatacara yang ditetapkan sesuai Perbub diatas, dan harus bersifat netral kepada setiap calon maupun petahana dalam pengawasan yang bersih demi terlaksananya Pilkades damai dan demokratis.

"Tapi ini aneh, kenapa masih ada pungutan atau biaya pendaftaran calon kades. Dari sini kita dapat menduga adanya pengaturan suara yang dilakukan secara sistematis memenangkan petahana. Kemudian melemahkan rival dalam bentuk politik jahat, lalu tim pengawas kecamatan seolah membiarkan pungutan ini kenapa tidak ada pengawasan sama sekali. Soal kemenangan petahana tersebut kita pastikan cacat demi hukum," tegas Indra Ramos.

Ditempat berbeda, salah satu cakepdes yang menjadi korban penipuan atau pungutan yang ditetapkan Panitia Pilkades tersebut. Harpani, cerita begini, sebelum mencalonkan diri sebagai calon kades ia tidak mengetahui soal adanya pembebasan biaya terhadap semua calon sesuai perbub No. 53 tahun 2018 itu. Harpani mengaku, baru mengetahui soal biaya atau uang pendaftaran tidak lagi dibebankan terhadap calon.

"Terus terang kami tidak tau soal adanya perbub tentang pembebasan biaya atau uang penfaftaran sebagai cakepdes. Kami tidak pernah dinformasikan bahkan sosialsi sekalipun tidak ada. Kami ini minim pengetahuan, wajar saja kami melaksakan apa saja yang menjadi ketetapan Panitia Pilkades itu, termasuk uang pendaftaran kami sebesar Rp.20 Juta itu. Tapi tak hanya uang pendaftaran saja, kami juga dipungut uang ke Ninik Mamak untuk mengeluarkan rekomendasi sebagai salah satu syarat juga untuk maju sebagai cakepdes Jurong," cerita Harpani kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Tak hanya itu kata Harpani, dirinya juga melaporkan perbuatan melawan hukum soal dugaan pengaturan suara yang ditujukan oleh Panitia Pilkades kepada salah satu calon yakni petahan adalah mendasar. Dimana, dugaan penggelembungan suara dengan merekayasa kehadiran orang-orang yang sebenarnya tidak ada atau sedang merantau.

"Kami mempunyai puluhan bukti nama orang-orang yang saat pemungutan suara tidak berada di desa alias boro (merantau). Tetapi kok bisa namanya didaftar pencoblos di TPS. Ini kan jelas perbuatan melawan hukum, karena ada rekayasa suara," kata Harpani salah satu cakepdes Jurong.

Ketua BPD Desa Bonai Jefriman, ketika dikonfirmasi membantah adanya penetapan Panitia Pilkades soal pungutan uang sebesar Rp.20 Juta kepada empat calon kades Jurong. Tapi kata Iwan, sebelumnya sudah ada kesepakatan terhadap semua calon soal dana itu, mereka menyanggupi. Iwan Sayup tidak menampik jika Ninik Mamak Desa Boanai juga memungut uang untuk mengeluarkan rekomendasi kepada mereka sebagai calon.

"Soal anggaran dan biaya pendaftaran rasanya saya kurang tepat untuk menjelaskannya, ada yang lebih tepat untuk menjelaskan itu. Tapi, jika ada informasi yang mengatakan adanya keberpihakan Panitia Pilkades atau yang terlibat pada pelaksanaan Pilkades kepada seorang calon itu sudah kelewatan namanya. Semuanya sudah sepakat soal dana, pengawasan ada semua sudah bekerja sesuai aturan. Karna begini, anggaran kita hanya sebesar Rp.46 Juta sekian dari ADD yang dianggarkan melalui APBD dan dicairkan satu hari sebelum hari H, jika itu saja tidak cukup pak. Tau sama taulah kita kondisi ril di Bonai inikan," kata Iwan Sayup ketua BPD desa Bonai diujung telepon, Kamis (10/1/2019) (fah)

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 22 Juli 2019 | 19:36:48

H. Alfedri Lantik 7 Pj Penghulu didua Kecamatan di Kab. Siak

SIAK - Bupati Siak Alfedri melantik 7 Pejabat (Pj) Penghulu Kampung di dua Kecamatan, yaitu kecamatan Kerinci Kanan dan Lubuk dalam. Pelantikan dilakukan di aula Kantor Camat Kerinci Kanan, Senin Siang (22/7/19
Senin, 22 Juli 2019 | 19:34:00

Lepas JCH Siak Menuju Embarkasi Haji Antara, Alfedri Doakan Semoga Menjadi Haji Mabrur

SIAK - Bupati Siak Alfedri melepas Jamaah Calon Haji asal Kabupaten Siak, yang diberangkatkan menuju Embarkasi Haji Antara di Pekanbaru dari halaman Asrama Haji Kabupaten Siak, Senin pagi (22/7/19).Sebanyak 213
Senin, 22 Juli 2019 | 19:20:10

Raih Akreditasi Paripurna, Bupati Alfedri Minta RSUD Tengku Rafian Tingkatkan Kualitas Pelayanan

SIAK - Pasca diraihnya sertifikat akreditasi paripurna bintang lima, RSUD Tengku Rafian Siak saat ini dalam hal sertifikasi telah dinyatakan setara dengan sejumlah rumah sakit ternama lainnya di Indonesia seper
Senin, 22 Juli 2019 | 18:20:00

Babinsa Koramil 02/Tanah Putih Seleksi Paskibraka

TANAH PUTIH- Dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74, Babinsa Koramil 02/Tanah Putih, melakukan seleksi Paskibraka, di lapangan Kantor Kecamatan Rantau Kopar. Senin (22/7/2019). &nb
 
Berita Lainnya
Senin, 22 Juli 2019 | 16:45:44

Polres Jakbar Sita 25.516 Butir Ekstasi di Apartemen Mediterania

JAKARTA - Satuan Narkoba Polres Jakarta barat membongkar jaringan narkoba jenis ekstasi. Tersangka H alias BL (36) diketahui menyimpan ekstasi di Apartemen Mediterania, Jakarta Barat.Kasat Narko
 
Senin, 22 Juli 2019 | 15:15:50

Nunung Buka-bukaan Ungkap Permintaan Suami soal Narkoba

JAKARTA - Komedian Nunung mengaku menyesal telah menggunakan sabu. Dia meminta maaf kepada semua pihak, termasuk kepada suaminya yang selalu mengingatkannya untuk berhenti memakai narkoba."Sebetulnya se
 
Senin, 22 Juli 2019 | 14:29:31

Polisi Tangkap 3 Orang Tersangka di Pekanbaru, Sita 14,5 Kg Sabu

PEKANBARU - Tim Polresta Pekanbaru menangkap 3 orang tersangka kasus narkotika. Polisi mengamankan sabu 14,5 kg selundupan dari Malaysia sebagai barang bukti."Pengungkapan ini ada dua kasus dengan lokasi
 
Senin, 22 Juli 2019 | 10:44:11

BNN Gagalkan Penyelundupan 38 Kg Sabu Dari Malaysia

BULUNGAN - Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penangkapan terhadap satu tersangka dengan barang bukti sabu 38 Kg, di Tanjung Selor, Bulungan, Sabtu (20/7). Ini merupakan tangkapan terbesar di Kaliman
 
Senin, 22 Juli 2019 | 10:37:01

Pencurian Sarang Burung Walet di Pandeglang, 8 Orang Ditangkap

PANDEGLANG - Komplotan pencuri sarang burung walet ditangkap di Pandeglang, Banten. Delapan pelaku diamankan setelah menggali terowongan bawah tanah ke lokasi sarang burung walet milik warga. Ka
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 21:43:59

Jika Tidak Ingin ditilang, Ayo Lengkapi Surat Kendaraan Anda Saat Melintasi Kawasan TLL

SIAK - Giat Operasi Rutin Satlantas Polres Siak sudah dimulai beberapa hari ini. Bagi pengendara roda dua maupun  roda empat untuk dapat mematuhi peraturan di kawasan tertib lalu lintas (TLL) yang berada d
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 15:37:26

Coba Selundupkan Sabu ke Rutan Labuhan Deli, Istri Napi Diamankan

MEDAN - Petugas keamanan Rumah Tahanan (Rutan) Labuhan Deli menggagalkan upaya seorang pengunjung, Nurhayati, menyelundupkan narkoba ke dalam Rutan. Petugas menyita satu paket sabu.Kepala Rutan Labuhan Deli Nim
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 13:39:59

Satlantas Polres Siak Gelar Operasi Rutin dikawasan TLL

SIAK - Untuk menertibkan kendaraan roda dua dan roda empat yang berlalu lalang  dikawasan Tertib Lalu Lintas (TLL) di kabupaten Siak , Satlantas Polres Siak bersama  Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupat
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 13:38:44

Yuli Selundupkan Kondom Isi Sabu Dalam Kelamin ke Lapas Jelekong

BANDUNG - Petugas Lapas Narkoba Jelekong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu yang dibungkus menggunakan kondom dan dimasukkan ke dalam kelamin seor
 
Jumat, 19 Juli 2019 | 10:33:58

Tega Biarkan Pacarnya Digilir Teman, Pelaku Sebut demi Persahabatan

TANGSEL - Aksi bejat Jaya Permana (19) yang membiarkan kekasihnya, NMY (16), digilir lebih dulu oleh Syahbandi alias Dimas (22), rupanya dilatarbelakangi oleh rasa solidaritas pertemanan. Kapolres Tangeran
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 18:24:45

Rokok Ilegal Beredar Luas di Inhu, Doni: Saya Jaga Pelanggan yang Beli Rokok Tanpa Bandrol

INHU - Toko Doni milik Doni warga Jalan Angrek Kelurahan Kembang Harum, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Riau, diduga melakukan praktek ilegal jual beli rokok tanpa bandrol. Informasi
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 13:44:14

BNN Banten Tangkap Kurir yang Selundupkan Ganja 150 Kg dan Sabu 5,2 Kg

SERANG - BNN Banten menangkap 3 kurir pembawa sabu dan ganja yang disembunyikan di mobil mewah yang sudah dimodifikasi melalui jalur pelabuhan. Total ada 150 kg ganja dan 5,2 kg sabu diamankan.Tersangka FN (29)
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 13:36:04

Polisi Musnahkan Sabu 4,6 Kg Hasil Selundupan di Bandara Pekanbaru

PEKANBARU - Polresta Pekanbaru memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 4,6 Kilogram. Barang bukti ini diamankan dari hasil penangkapan kurir narkoba di Bandara Sultan Syarif Kasim (
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 11:21:39

Hakim Perintahkan PenyidikTangkap Otak Pelaku Penipuan 1 Milliar di Rohil

UJUNG TANJUNG -   Pengadilan Negeri (PN) Rohil kembali mengelar sidang terhadap empat orang terdakwa yang melakukan penipuan terhadap H. Wamardi Patoh pengusahan asal Kecamatan Pujud Kabupaten Rohil
 
Kamis, 18 Juli 2019 | 08:45:49

Pura-pura ke Toilet untuk Maling di Mal dan Masjid, Imran Ditangkap

MAKASSAR - Imran Jamaluddin alias Imran (49) tak berdaya di depan polisi setelah berhasil ditangkap. Ia ditangkap lantaran terlibat aksi pencurian di Makassar. Pencurian pelaku terbilang nekat,
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top