iklan Situs
 
Senin, 17 Juli 2017 | 08:50:37
Ekbis

ECONOMIC VIEWS: RI Bukan Negara Miskin hingga Gunung Utang Bertambah Rp17 Triliun

Sumber : Okezone.com

Sebarkan:
Okezone.com
Ilustrasi
JAKARTA - Persoalan PT Freeport Indonesia (PTFI) belum menuai titik terang. Masalah antara perusahaan tambang dan Indonesia masih terus bergulir.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, adanya permasalahan dengan perusahaan tambang raksasa asal Arizona, Amerika Serikat (AS) itu bukan berarti Pemerintah Indonesia tidak menghormati AS. Hanya saja, pemerintah ingin mendahulukan kepentingan Indonesia di atas kepentingan lain.

Dengan berbagai argumentasi dan tawaran yang dikemukakan oleh pihak Freeport, Luhut mengaku tidak gentar. Indonesia, kata dia, adalah bangsa besar yang bermartabat di mata dunia. "Sorry Indonesia itu bukan negara miskin, (Indonesia) negara kaya, berdaulat. Presiden kami tuh berani," tegasnya.

Tak hanya persoalan Freeport. Naiknya tarif listrik juga menjadi sorotan penting selama sepekan ini. Bagaimana tidak, pasca-dialihkannya penggunaan listrik subsidi ke nonsubsidi oleh pemerintah beberapa waktu lalu, menuai banyak keluhan di kalangan masyarakat.

Sementara itu, masyarakat merasa terbebani dengan mahalnya tarif listrik yang harus mereka bayar terutama bagi rakyat kecil. Sebut saja Nur (29) warga yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Pangkalpinang, Bangka Belitung, harus merogoh kocek sekira Rp200.000 per bulannya untuk bisa mengalirkan listrik ke rumah kontrakannya. Padahal sebelumnya, dia hanya perlu mengeluarkan Rp100.000.

Henru (38), perihal masalah dirugikan PLN ini yang pertama warga merasa prabayar dan pascabayar itu beda biayanya. Terasa perbedaannya, kalau dulu Rp300.000 sudah bisa pakai 2 AC dan semua lampu. "Sekarang dengan keadaan setelah menggunakan token bayar per bulannya bisa jadi Rp750-800 ribu, jadi hampir dua kali lipat," keluhnya.

Tak sampai di situ, persoalan lain juga mencuat ketika Indonesia memilih untuk kembali melakukan utang. Padahal utang negara sudah terbilang besar. Pemerintah kembali menambah utang lewat penerbitan Surat Utang Negara (SUN). Dari lelang lima SUN, total nominal yang dimenangkan mencapai Rp17 triliun.

Adapun lima SUN yang dilelang yakni seri SPN12171012 (reopening), SPN12180712 (new issuance), FR0061 (reopening), FR0059 (reopening) dan FR0072 (reopening). Adapun total penawaran yang masuk sebesar Rp33 triliun.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Menko Luhut: Sorry, Indonesia Itu Bukan Negara Miskin!

Persoalan PT Freeport Indonesia (PTFI) yang tak kunjung menemukan titik masih menjadi pokok pembahasan, tak terkecuali oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Kali ini Luhut kembali berbicara tentang perusahaan tambang raksasa asal Arizona, Amerika Serikat, tersebut. Menurut Luhut, adanya permasalahan ini bukan berarti Pemerintah Indonesia tidak menghormati Amerika Serikat. Tetapi, pemerintah ingin mendahulukan kepentingan masyarakat Indonesia.

"Kami tuh sangat menghormati Amerika, karena sebagai suatu negara yang hebat. Nah Presidennya memberikan contoh juga 'American First', masa kami enggak boleh bilang 'Indonesian First' juga," ujarnya di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Luhut juga kembali bercerita bagaimana dia ditodong pertanyaan mengenai Freeport saat bertandang ke Washington DC.

Dia menganalogikan Freeport sebagai penyewa rumah yang habis tenggat waktunya. Untuk mendapatkan perpanjangan sewa, Freeport harus tunduk dengan segala peraturan yang dimiliki Indonesia.

"Saya ke Washington diterima langsung oleh Chief Executive of Commerce dan dia langsung serang saya mengenai Freeport. Saya jelaskan sama dia, kamu tahu enggak analoginya simpel. Kalau kau sewa rumah saya 50 tahun, lantas saya enggak mau lagi kau sewa karena anak cucu saya mau pakai. Boleh kan? Tapi karena kamu baik sama saya, ya saya kasih. Tapi saya bilang, kalian juga harus tunduk pada aturan kamu," paparnya.

Dengan berbagai argumentasi dan tawaran yang dikemukakan oleh pihak Freeport, Luhut mengaku tidak gentar. Indonesia, kata dia, adalah bangsa besar yang bermartabat di mata dunia.

"Sorry Indonesia itu bukan negara miskin, negara kaya, berdaulat. Presiden kami tuh berani," tegasnya.

Sekadar informasi, konflik dengan Freeport belum berakhir. Pemerintah menegaskan bahwa Freeport harus beralih dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 1 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu bara. Saat ini, Freeport sendiri masih berstatus IUPK sementara yang masa waktunya akan habis pada Oktober 2017.


Biasa Bayar Listrik Rp100.000 Sekarang Rp200.000/Bulan, Warga Ini Menjerit!

Pasca-dialihkannya penggunaan listrik subsidi ke nonsubsidi oleh pemerintah beberapa waktu lalu, menuai banyak keluhan di kalangan masyarakat. Pasalnya masyarakat merasa terbebani dengan mahalnya tarif listrik yang harus mereka bayar terutama bagi rakyat kecil.

Nur (29) warga yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Pangkalpinang, Bangka Belitung, harus merogoh kocek sekira Rp200.000 per bulannya untuk bisa mengalirkan listrik ke rumah kontrakannya. Padahal sebelumnya, Rp100.000 saja sudah cukup untuk pemakaian listrik dalam satu bulan.

Hal ini tentunya membebani keluarganya, terlebih lagi pemilik kontrakan membebankan pembayaran listrik kepada mereka.

"Dengan tarif listrik sekarang ini sangat memberatkan, apalagi sekarang ini kita masih ngontrak. Kalau dulu biasanya bayar sebulan Rp100.000, sekarang bisa dua kali lipat bayarnya," ujarnya kepada Okezone di Pangkalpinang, Bangka, Kamis (13/7/2017).

Senada dengan Nur, Henru (38), perihal masalah dirugikan PLN ini yang pertama warga merasa prabayar dan pascabayar itu beda biayanya. Terasa perbedaannya, kalau dulu Rp300.000 sudah bisa pakai 2 AC dan semua lampu.

"Sekarang dengan keadaan setelah menggunakan token bayar per bulannya bisa jadi Rp750-800 ribu, jadi hampir dua kali lipat. Maka dari itu saya tanyakan kepada PLN kenapa ada perbedaan padahal pemakaian sama, semuanya sama," keluhnya.

Belum lagi di Babel kondisi ini diperparah dengan kebijakan PLN tentang pemerataan penggunaan kalameter kwh penggunaan listrik dari pascabayar ke prabayar. Namun, kebijakan itu banyak menuai kritik pasalnya tidak jarang pihak PLN mengganti kwh listrik pelanggan tanpa sepengetahuan pelanggan.

Keluhan ini pun disampaikan sejumlah warga saat mendatangi kantor Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung.

"Sebenarnya tidak diwajibkan dari pasca ke pra bayar, tapi kadang-kadang masyarakat awam seperti di desa kecil, ketika warga pulang dari kebun tiba-tiba sudah diganti pasca bayar ke pra bayar. Di situlah banyak masyarakat yang resah selama ini," ungkap Zainudin (35) warga Bangka.

Menanggapi hal itu, Eko selaku perwakilan dari pihak PLN Babel, mengatakan pergantian aset PLN yang terdiri dari kalameter, kabel, hingga tiang listrik sepenuhnya kewenangan mereka untuk mengganti ataupun tidak.

Namun dia membantah ada paksaan kepada masyarakat untuk mengganti kwh dari pasca bayar ke pra bayar.

Manager PLN Bangka, Eko Prohanda menyatakan, kalau dari sisi pelanggan biasanya membayar listrik setiap bulan, dan bisa juga membeli token setiap bulan. Misalnya pelanggan bayar listrik tanggal 10 di kantor pos sebanyak Rp600.000 dan silahkan juga membeli token setiap tanggal 10 senilai Rp600.000.

"Nah penggunanya kan tahan lama selama satu bulan, jadi tidak ada perbedaan dalam hal perilaku dan budaya pelanggan untuk membayar listrik. Kalau biasa bayar sekali dalam satu bulan ya dibayar, dan bayar token juga sekali dalam sebulan ya silahkan," jelasnya.

Sementara itu, sejak pergantian kalameter kwh listrik dari pasca ke pra bayar di terapkan di Bangka Belitung, PLN mengaklaim hampir seluruh listrik di Babel sudah menggunakan kwh listrik prabayar dan masih sekira 300 pelanggan yang masih menggelar listrik secara pascabayar.

Tepok Jidat, Utang RI Bertambah Lagi Rp17 Triliun

Pemerintah kembali menambah utang lewat penerbitan Surat Utang Negara (SUN). Dari lelang lima SUN tersebut, total nominal yang dimenangkan mencapai Rp17 triliun.

Adapun lima SUN yang dilelang yakni seri SPN12171012 (reopening), SPN12180712 (new issuance), FR0061 (reopening), FR0059 (reopening) dan FR0072 (reopening). Adapun total penawaran yang masuk sebesar Rp33 triliun.

Berikut adalah hasil lelang SUN seperti dilansir dari keterangan yang diterbitkan Kementerian Keuangan di Jakarta, Rabu (12/7/2017):

Seri SPN12171012 dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,08%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 5,15%. Seri ini akan jatuh tempo pada 12 Oktober 2017 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp3,15 triliun.

Seri SPN12180712 dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 5,94%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 5,99%. Seri ini akan jatuh tempo pada 12 Juli 2018 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp3,1 triliun.

Seri FR0061 dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 6,96%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 6,99% dan tingkat kupon sebesar 7%. Seri ini, akan jatuh tempo pada 15 Mei 2022 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp3,9 triliun.

Seri FR0059 dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 7,13%, dengan Yield tertinggi dimenangkan sebesar 7,15% dan tingkat kupon sebesar 7%. Seri ini, akan jatuh tempo pada 15 Mei 2027 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp2,6 triliun.

Seri FR0072 dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan sebesar 8%, dengan yield tertinggi dimenangkan sebesar 8,02% dan tingkat kupon sebesar 8,25%. Seri ini, akan jatuh tempo pada 15 Mei 2036 dengan nominal dimenangkan sebesar Rp4,25 triliun. (Okezone.com)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 24 September 2017 | 22:25:08

Perang Melawan Narkoba, KNPI Bantan Selasa Depan Akan Kumpulkan Ratusan Pelajar

BANTAN Wujud kepedulian untuk menyatakan perang terhadap bahaya narkoba, pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis Selasa mendatang (26 September 2017), akan mengum
Minggu, 24 September 2017 | 22:22:49

Ekpedisi NKRI Wujudkan Toleransi Antar Umat Beragama dan Keanekaragaman Budaya

JAKARTA-Tim Ekspedisi NKRI Subkorwil-2/Mappi memperingati tahun baru Islam 1439 H bersama paguyuban Jawa Madura pada rabu (20/9). Kegiatan yang dilaksanakan sejak pagi ini menuai antusias dari pelbagai lapisan
Minggu, 24 September 2017 | 22:18:23

Bakti Sosial TNI Di Taman Wisata Pulau Tunda Serang

BANTEN - Dalam rangka HUT TNI yang ke-72,  TNI bersama Budha Tzu Chi dan Artha Graha Peduli melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan TNI  di  Taman Wisata Pulau Tunda, Desa Wargasara Kecamata
Minggu, 24 September 2017 | 22:15:33

Komandan Satgas Indobatt-03 Tinjau Lokasi Quick Impact Projects di Sudan

DARFUR-Komandan Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. yang beberapa waktu lalu menjabat sebagai Unamid (Acting) Secto
 
Berita Lainnya
Jumat, 22 September 2017 | 19:07:08

Terkait SE Disprindag Rohul, BRI Cabang Pasirpengaraian Akan Sediakan Uang Receh

ROKANHULU - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rokan Hulu (Rohu) Provinsi Riau menyampaikan bersedia menyediakan uang receh mulai dari Rp 100, 200, 500 dan 1000 sesuai kebutuhan masyarakat menjawab surat Edaran
 
Jumat, 22 September 2017 | 13:36:09

Diprindag Rohul Tertibkan Swalayan Yang Gunakan Permen Sebagai Alat Tukar Rupiah

ROKANHULU - Terkait banyaknya keluhan masyarakat saat ini tentang pedagang atau Swalayan serta Super Market dan Mini Market yang gunakan modus beri kembalian uang belanjaan  Rp 100 hingga 100 (recehan) den
 
Selasa, 19 September 2017 | 21:28:29

Waktunya Untuk Investasi, Pertengahan Bulan September Harga Emas di Inhil Menurun

TEMBILAHAN - Pertengahan Bulan September harga emas di pasaran Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menurun, Namun hal ini peminat masyarakat masih minim.Hal ini diungkapkan oleh H. Edison pemilik toko mas murni,
 
Senin, 18 September 2017 | 17:10:38

Diperindag Rohul Siap Tindak Tegas Agen LPG Nakal

ROKANHULU - Terkait langkanya Gas LPG  3 kilogram subsidi di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat siap  menindak tegas agen yang nakal. Sebab banyak di
 
Senin, 18 September 2017 | 15:48:04

Pasar Lepin Resmi Jadi Sentra Makanan dan Oleh-oleh Khas Dumai

DUMAI - Pasar Lepin secara resmi dijadikan Sentra Makanan dan Oleh-oleh khas Kota Dumai oleh Walikota Dumai, H. Zulkifli As M.Si dan GM PT. Pertamina RU II Dumai, Otto Gerentaka berada seluruh unsur Forkompimda
 
Jumat, 15 September 2017 | 17:46:00

Memilih Asuransi Kesehatan Yang Tepat Bagi Anda

Jakarta - Sakit merupakan kondisi yang sangat tidak diharapkan setiap orang. Apalagi seperti kita ketahui bersama bahwa biaya untuk berobat di rumah sakit tidaklah murah. Maka yang bisa kita lakukan adala
 
Jumat, 15 September 2017 | 17:43:03

RI Paling Banyak Impor Barang dari China

Jakarta - Total impor pada Agustus 2017 tercatat turun tipis 2,88% dibandingkan bulan sebelumnya. Nilainya US$ 13,49 miliar.China menduduki posisi pertama sebagai negara yang memasok barang non migas paling
 
Jumat, 15 September 2017 | 11:07:58

Dolar AS Melemah, Rupiah Langsung Salip ke Rp13.255/USD

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah dibuka menguat pada perdagangan pagi ini. Rupiah menguat, seiring dengan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) akibat inflasi di Negeri Paman Sam yang
 
Kamis, 14 September 2017 | 15:36:34

Resmikan Gedung Perpustakaan Nasional Tertinggi di Dunia, Jokowi: Jangan Kaget, Dulu Hanya 3 Lantai

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut bahwa Gedung Perpustakaan Nasional yang baru memiliki 27 lantai dan telah diresmikan ini merupakan tertinggi di dunia untuk kategori gedung
 
Kamis, 14 September 2017 | 11:12:51

Menko Luhut bantah impor gas Singapura: Kami tidak bodoh, tidak ingin melacurkan diri

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan membantah keras isu yang berkembang di masyarakat terkait wacana impor gas alam cair (LNG) dari Singapura. Dia menegaskan bahwa tidak ada jual
 
Kamis, 14 September 2017 | 11:07:51

Menko Luhut: Kalau kita kuasai 51 persen saham Freeport, CEO & keuangan dari kita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PT FI) untuk Indonesia harus sudah selesai pada 2019. "Freeport akan melepas 51 p
 
Rabu, 13 September 2017 | 08:27:51

World Bank Ingatkan Israel soal Pembatasan Ekonomi Palestin

RAMALLAH - Bank Dunia pada Selasa (12/9/2017) mendesak Israel memperbaiki prosedurnya di penyeberangan barang-barang Palestina, menghapus pembatasan akses ke Area C Tepi Barat dan
 
Rabu, 13 September 2017 | 08:24:42

2021, Kapasitas Listrik dari Panas Bumi Indonesia Terbesar di Dunia

JAKARTA Kapasitas listrik dari tenaga panas bumi Indonesia akan menjadi yang terbesar di dunia, bahkan mengalahkan Amerika Serikat (AS) dan Filipina pada 2021. Kapasitas terpasa
 
Selasa, 12 September 2017 | 16:54:19

Suzuya Bagan Batu Mulai Tak Laku ?. Jual Buah Terpaksa di Pinggir Jalan

BAGANBATU-Mungkin Suzuya Super Store Bagan Batu mulai tak laku sehingga harus menjajakan dagangan buahnya di pinggir jalan.Parahnya, mereka berjualan menggunakan badan jalan, Persisnya di depan pintu keluar Mak
 
Minggu, 10 September 2017 | 12:45:07

Ini sanksi buat toko nakal yang nekat gesek kartu di mesin kasir

Bank Indonesia (BI) melarang penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi non-tunai di minimarket. Dalam setiap transaksi, kartu debit mau kredit hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data C
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top