Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Rabu, 21 Agustus 2019 | 16:34:00
Ekbis

PKM UPP Memanfaatkan Tanah Merah Menjadi Sumber Energi Listrik

Laporan : Fahrin Waruwu

Sebarkan:
fahrin
Foto bersama Kades Muara Dilam dan Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Pasir Pengaraian.

ROKAN HULU - Kondisi geografis Indonesia yang luas dan jumlah masyarakat yang tersebar di pelosok Indonesia menyebabkan PLN sebagai penyuplai energi tidak dapat memenuhi semua kebutuhan listrik masyarakat. Dengan kata lain,tingginya permintaan akan energi listrik tidak sebanding dengan kemampuan PLN menyediakan listrik.

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di dunia, maka kebutuhan manusia akan keberadaan energi listrik juga semakin bertambah. Jika kebutuhan manusia akan listrik tidak dapat terpenuhi, tidak menutup kemungkinan seluruh kegiatan manusia akan terganggu.

 Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Pasir Pengaraian (PKM UPP) bekerjasama dengan kemenristek dikti mengadakan kegiatan pengolahan tanah merah menjadi energi listrik didesa mura dilam kecamatan Kunto Darusalam kabupaten Rokan Hulu .

Desa Muara Dilam mempunyai sumber daya tanah liat merah yang cukup melimpah. Namun, pemanfaatan tanah merah masih sebatas untuk proses pembuatan genteng dan batu bata, belum dimanfaatkan untuk free energy.

Untuk mengatasi masalah tersebut maka diperlukan adanya pengembangan produk pemanfaatan tanah merah. Pemanfaatan tanah merah sebagai energi listrik merupakan salah satu solusi untuk menerangi jalan di desa tersebut.

 Energi Tanah Merah (ETAM) adalah sumber energi yang berasal dari tanah liat dan materi tanahnya pun tidak sulit untuk didapatkan. Tanah merah merupakan tanah penghasil energi listrik terbaik karena memiliki senyawa sulfat atau SO4. Energi listrik yang dapat dihasilkan berkisar 0,8 hingga 1,1 Volt. Untuk elektrodanya bentuk terbaik yakni silinder pejal, untuk anodanya menggunakan lempeng tembaga dan katodanya terbuat dari lempeng seng.

Dalam kegiatan ini, masyarakat dibekali materi mengenai ETAM sehingga bisa memanfaatkan tanah merah sebagai energi alternatif yang mampu menghasilkan energi listrik dan mampu merangkai menjadi lampu sebagai penerang jalan. Selain itu, perawatan lampu agar tegangan tetap stabil yaitu dengan mengecek komponen-komponen dari sel volta berupa penggantian plat seng dan plat tembaga yang telah mengalami korosi dan menginjeksi cairan garam ke dalam sel volta jika sudah mulai kering.

Menurut  Zulfikar, SHi Kepala Desa Muara Dilam ditemui di kediamannya selasa (20/08) mengatakan bahwa dengan adanya program ini sangat membantu dalam mengatasi penerangan jalan di Desa ini, mengingat sulitnya untuk mendapatkan bantuan lampu dari pemerintah daerah dan kurangnya pencahayaan pada malam hari. Dan  berharap agar ETAM ini bisa dimanfaatkan dalam skala besar. Penentuan dan pemasangan lampu pada titik-titik tetentu.

 

 

Ketua Tim PKM UPP  Ika Daruwati, S.Pd, M.Sc.  ditemui ditempat terpisah dikampus Universitas pasir pengaraian mengatakan  berdasarkan hasil diskusi dengan Kepala Desa dilam bahwa lampu dari Energi Tanah Merah (ETAM) nantinya akan dipasang pada tempat yang masih minim pencahayaan dan sering dilalui serta dikunjungi masyarakat Desa seperti masjid, persimpangan jalan, pos kamling, dan jalan desa. Dengan adanya lampu sebagai penerangan jalan di Desa ini diharapkan dapat mengurangi resiko tindakan kriminal dan kecelakaan.

Dengan adanya program kemitraan masyarakat ini diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan dan mengembangkan listrik yang berasal dari tanah merah. Harapan lainnya yaitu bisa mengurangi tingginya biaya pembayaran listrik yang berbanding terbalik dengan kapasitas rumah dan penghasilan masyrakat setiap bulannya. (Fah).

 

 


 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 13 September 2019 | 11:14:38

Nasib Industri Tekstil RI di Tengah Gempuran Produk Impor

Gempuran produk impor seolah tak bisa terelakkan lagi di Indonesia. Tak jarang impor ini berbenturan dengan industri dalam negeri. Salah satunya gempuran produk impor tekstil.Pada semester I-2019, ekspor pakaia
Kamis, 12 September 2019 | 16:30:34

Pengusaha Ingin Sri Mulyani Tetap jadi Menteri Jokowi

Para pengusaha menginginkan Sri Mulyani tetap masuk jajaran menteri kabinet di pemerintahan periode kedua Joko Widodo (Jokowi). Kabinet baru tersebut akan diumumkan pada bulan depan.Ketua umum DPD Him
Kamis, 12 September 2019 | 14:50:48

Jadi Negara Besar di 2045, Ekonomi RI Harus Tumbuh Stabil 6,9 Persen

Perlambatan ekonomi global menjadi isu yang tengah diwaspadai negara-negara besar di dunia, termasuk di dalamnya negara berkembang seperti Indonesia.Di tengah tren perlambatan global, Indonesia sudah diprediksi
Kamis, 12 September 2019 | 13:53:53

Anggaran Infrastruktur 5 Destinasi Super Prioritas Rp9,5 Triliun

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat anggaran bagi pembangunan infrastruktur dan utilitas di 5 destinasi pariwisata super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan
 
Berita Lainnya
Jumat, 13 September 2019 | 12:56:48

Pekanbaru dan Bengkalis Diusulkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

PEKANBARU- Kawasan Pallas di kota Pekanbaru dan Pulau Rupat di kabupaten Bengkalis, diusulkan Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Pariwisata untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata ke
 
Jumat, 13 September 2019 | 11:14:38

Nasib Industri Tekstil RI di Tengah Gempuran Produk Impor

Gempuran produk impor seolah tak bisa terelakkan lagi di Indonesia. Tak jarang impor ini berbenturan dengan industri dalam negeri. Salah satunya gempuran produk impor tekstil.Pada semester I-2019, ekspor pakaia
 
Kamis, 12 September 2019 | 16:30:34

Pengusaha Ingin Sri Mulyani Tetap jadi Menteri Jokowi

Para pengusaha menginginkan Sri Mulyani tetap masuk jajaran menteri kabinet di pemerintahan periode kedua Joko Widodo (Jokowi). Kabinet baru tersebut akan diumumkan pada bulan depan.Ketua umum DPD Him
 
Kamis, 12 September 2019 | 14:50:48

Jadi Negara Besar di 2045, Ekonomi RI Harus Tumbuh Stabil 6,9 Persen

Perlambatan ekonomi global menjadi isu yang tengah diwaspadai negara-negara besar di dunia, termasuk di dalamnya negara berkembang seperti Indonesia.Di tengah tren perlambatan global, Indonesia sudah diprediksi
 
Kamis, 12 September 2019 | 13:53:53

Anggaran Infrastruktur 5 Destinasi Super Prioritas Rp9,5 Triliun

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat anggaran bagi pembangunan infrastruktur dan utilitas di 5 destinasi pariwisata super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan
 
Kamis, 12 September 2019 | 13:25:15

PLN Akan Luncurkan SPKLU di Tempat Khusus

Untuk meyakinkan masyarakat mengenai infrastruktur kendaraan listrik, Perusahaan Listrik Negara ( PLN) akan menunjukkan komitmennya dengan membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). SPKLU ini n
 
Kamis, 12 September 2019 | 10:25:28

Sepak Terjang BJ Habibie di Sektor Ekonomi, Kuatkan Rupiah hingga Tolak IMF

 Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal meninggal dunia pukul 18.05 WIB, Rabu 11 September 2019. Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September lalu.Ber
 
Rabu, 11 September 2019 | 11:58:55

Masih Berusia 14 Tahun, Remaja Ini Raup Ratusan Juta dari Bisnis Lilin

Mayoritas remaja zaman sekarang menghabiskan hari-harinya untuk sekolah dan bermain bersama teman-teman. Tapi berbeda dengan Charlie Griffiths, dia justru sudah mulai berbisnis sejak usia 12 tahun. Bisnis yang
 
Rabu, 11 September 2019 | 09:00:39

Bappenas Beberkan Dampak Ekonomi Pemindahan Ibu Kota RI

Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/PPN mengadakan pertemuan yang menghadirkan pakar tata ruang kota dari seluruh dunia di acara bertajuk 55th ISOCARP World Planning Congress 2019 -
 
Selasa, 10 September 2019 | 15:48:12

Pekerja Asing Bantu Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja di Sektor Konstruksi

Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan regulasi baru mengenai keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia. Dalam aturan tersebut, ada penambahan beberapa posisi pekerjaan yang bisa diduduki
 
Selasa, 10 September 2019 | 09:02:14

Harga Emas Jatuh ke Level Terendah dalam 2 Pekan

 Harga emas jatuh ke level terendah dalam 2 pekan pada perdagangan Senin dan menembus level psikologis di angka USD 1.500 per ounce.Penurunan harga emas ini karena selera risiko baru dari imbal hasil
 
Senin, 9 September 2019 | 14:05:06

Harga Cabai Rawit Merah Turun Jadi Rp 70 Ribu per Kg

 cabai rawit merah perlahan menurun di pasar tradisional. Berdasarkan pantauan Liputan6.com akhir bulan lalu jarga cabai masih Rp 90 ribu per kilogram (kg), kini harga sudah menyentuh Rp 70 ribu per kg.Mar
 
Senin, 9 September 2019 | 11:15:41

Berkat Dorongan Badan POM, Herbal Tetes SoMAn Asal Indonesia Sukses Tembus Pasar China

PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) yang merupakan produsen Herbal Tetes SoMan sukses menembus pasal China, Hongkong, dan 10 negara lainnya. Keberhasilan menembus pasar internasional, berkat penandat
 
Senin, 9 September 2019 | 09:01:25

Tips Agar Tak Kehilangan Pendapatan Rutin

Pernahkah Anda membayangkan bahwa Anda tidak lagi memiliki pemasukan untuk menyambung hidup? Tentu saat Anda kehilangan satu-satunya sumber pendapatan, kondisi keuangan akan langsung mengalami ke
 
Sabtu, 7 September 2019 | 11:25:31

DPR Minta Syarat, Jika Iuran BPJS Tetap Naik

Jakarta-Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengungkapkan pihaknya belum menyetujui usualan kenaikan iuran BPJS kesehatan, khususnya untuk peserta kelas III yang notabene merupakan masyarakat miskin
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top