Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Rabu, 14 Agustus 2019 | 15:01:43
Bisnis

Untung Mana Bisnis Sewa Baju Adat saat 17-an atau Hari Kartini?

Sebarkan:
Detik.com
Foto: Pakaian Adat
JAKARTA - Usaha penyewaan pakaian adat tradisional biasanya kebanjiran pesanan di dua hari besar RI, yakni Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2019, dan juga HUT Kemerdekaan ke-74 RI yang jatuh pada 17 Agustus 2019. Lalu, bagaimana perbandingan nasib penyewaan pakaian adat di dua hari besar tersebut?

Lily Adaliyah, pemilik Wow Salon & Butik yang berlokasi di Kalibata, Jakarta Selatan mengungkapkan, pesanan baju adat yang ia terima lebih banyak di HUT Ke-74 RI. Selisih peningkatan pesanannya dengan Hari Kartini bisa sekitar 30%.

"Kalau dibandingkan dengan Kartini, pesanannya lebih banyak di 17an ini. Kalau Kartinian peningkatannya 50%. Kalau sekarang sudah meningkat 50% tapi bisa sampai 80%," tutur Lily ketika dihubungi detikFinance, Rabu (14/8/2019).

Lalu, Lily menuturkan dari omzetnya juga ada perbedaan. Di Hari Kartini kemarin omzet yang ia terima sekitar Rp 60 juta. Sedangkan, di perayaan HUT RI kali ini ia sudah menerima omzet Rp 50 juta dan diprediksi hingga akhir bulan tembus Rp 100 juta.

"Kalau Kartinian kemarin sekitar Rp 60 juta ya kurang lebihnya. Kalau sampai tanggal ini sudah sekitar Rp 50 juta (omzetnya). Kemungkinan sampai tanggal 28 Agustus meningkat lagi, ada tambahan lagi, prediksinya sih sekitar Rp 100 juta," papar Lily.

Lily mengungkapkan, di perayaan HUT RI ini pesanannya meningkat signifikan karena adanya upacara. Sedangkan, di Hari Kartini tak ada upacara dan biasanya pakaian adatnya disewa untuk layanan customer service di perusahaan. Di perayaan HUT RI kali ini pun, ia kebanjiran pesanan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; juga dari Departemen Perindustrian; Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia; dan juga Kementerian Sekretariat Negara.

"Kalau 17an ramai karena ada upacara-upacara dan pakai baju adat. Kalau Kartinian kan tidak ada, kebanyakan itu untuk customer service yang pakai. Sekarang ini saya sudah dapat pesanan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi; Departemen Perindustrian; Kemenkumham; dan Kemensetneg," terangnya.

Berbeda dengan Lily, Ernawati yang merupakan pemilik salon penyewaan pakaian adat, Nadhia Salon di Kota Depok, Jawa Barat mengungkapkan pesanan baju adatnya lebih banyak ketika perayaan Hari Kartini. Bahkan, saking banyak pesanannya, ia tak bisa lagi melayani pesanan dadakan. Di Hari Kartini tersebut, pesanan sewa baju adat sudah ia terima sejak 2-3 bulan sebelumnya.

"Kalau 17an dibandingkan dengan Kartini, masi banyak Kartini. Pemesanan kalau Kartini itu 2-3 bulan sebelumnya sudah bayar DP. Karena sejak saya online ini meningkat banget, sampai kewalahan saya. Ada beberapa yang saya tolak. Karena Kartini kemarin itu dari sekitar 1.000 baju adat kita saja sudah hampir habis yang disewa," terang Erna kepada detikFinance.

Dari segi omzet pun ada perbedaan, di Hari Kartini bulan April lalu, ia memperoleh omzet lebih dari Rp 40 juta atau menyentuh sekitar Rp 50 juta. Sedangkan, di bulan Agustus ini Erna baru menerima omzet sekitar Rp 25 juta hingga hari ini. Ia juga memprediksi hingga akhir bulan omzetnya sekitar Rp 30 juta.

"Kartini kemarin sampai angka Rp 40 juta lebih omzetnya. Ya sekitar Rp 50 juta kurang lebih ya. Kalau sampai hari ini mungkin sekitar Rp 25 juta. Kalau prediksi mungkin hingga akhir bulan ini Rp 30 juta, karena kan puncaknya nanti ya di tanggal 17 Agustus," beber Erna.

Namun, Tia Amalia Ulfah yang juga pemilik salon penyewaan pakaian adat yang bernama Sewaajah.com mengatakan, jumlah penyewaan baju adatnya sama saja di perayaan Hari Kartini maupun HUT Kemerdekaan RI. Perbedaannya hanya dari jenis baju adat yang disewa.

"Kalau dibandingkan sama Kartinian hampir sama ya pesanannya. Hanya saja kalau Agustusan lebih banyak sewa baju perjuangan seperti baju tentara, baju Ir. Soekarno. Kalau Kartinian itu lebih banyak baju adat tradisional," jelas Tia ketika dihubungi detikFinance.

Akan tetapi, Tia membeberkan, hingga hari ini ia sudah menerima omzet sekitar Rp 12 juta. Sedangkan, ketika menjelang hari Kartini bulan April lalu, ia meraup keuntungan sekitar Rp 30 juta.


(detik.com)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 15 September 2019 | 21:50:27

Ini Tanggapan Ketua PKD Bengkalis Terkait Karlahut

Bengkalis - Ancaman kabut asap akibat peristiwa kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) mulai menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat se-Kabupaten Bengkalis. Dan jika berlarut-larut, tentunya sangatlah b
Minggu, 15 September 2019 | 18:10:11

Pasukan BKO Yunif 123/RW Perkuat Pemadaman di Wilayah Koramil 02/TP

TANAH PUTIH- Karhutla  belum juga padam, di wilayah Kecamatan Tanah Putih,  satgas karhutla  menambah pasukan BKO Yunif 123/RW perkuat dalam pemadaman di wilayah Koramil 02/Tanah Putih. Ahad &nbs
Minggu, 15 September 2019 | 17:58:46

Ketum PERTINA Provinsi Riau Dukung Pasla Maju Di Pilbub Kabupaten Bengkalis 2020

Pekanbaru - Meluasnya informasi bahwa Pasla dikabarkan maju pada Pilkada 2020 bukan hanya di ketahui masyarakat desa yang ada di Kabupaten Bengkalis, tapi hingga ke Provinsi Riau.Putra kelahiran Bengkalis terse
Minggu, 15 September 2019 | 17:09:04

Pemugaran Cagar Budaya Masih Terus Dilakukan Pihak Kontraktor

TANJUNGPINANG - Miris, akibat pemugaran tanpa didampingi tenaga ahli, salah satu cagar budaya di Tanjungpinang yakni Kelenteng Tien Hou Kong atau Vihara Bahtra Sasana yang berada di Jalan Merdeka kini kondisiny
 
Berita Lainnya
Jumat, 13 September 2019 | 12:56:48

Pekanbaru dan Bengkalis Diusulkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

PEKANBARU- Kawasan Pallas di kota Pekanbaru dan Pulau Rupat di kabupaten Bengkalis, diusulkan Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Pariwisata untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata ke
 
Jumat, 13 September 2019 | 11:14:38

Nasib Industri Tekstil RI di Tengah Gempuran Produk Impor

Gempuran produk impor seolah tak bisa terelakkan lagi di Indonesia. Tak jarang impor ini berbenturan dengan industri dalam negeri. Salah satunya gempuran produk impor tekstil.Pada semester I-2019, ekspor pakaia
 
Kamis, 12 September 2019 | 16:30:34

Pengusaha Ingin Sri Mulyani Tetap jadi Menteri Jokowi

Para pengusaha menginginkan Sri Mulyani tetap masuk jajaran menteri kabinet di pemerintahan periode kedua Joko Widodo (Jokowi). Kabinet baru tersebut akan diumumkan pada bulan depan.Ketua umum DPD Him
 
Kamis, 12 September 2019 | 14:50:48

Jadi Negara Besar di 2045, Ekonomi RI Harus Tumbuh Stabil 6,9 Persen

Perlambatan ekonomi global menjadi isu yang tengah diwaspadai negara-negara besar di dunia, termasuk di dalamnya negara berkembang seperti Indonesia.Di tengah tren perlambatan global, Indonesia sudah diprediksi
 
Kamis, 12 September 2019 | 13:53:53

Anggaran Infrastruktur 5 Destinasi Super Prioritas Rp9,5 Triliun

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat anggaran bagi pembangunan infrastruktur dan utilitas di 5 destinasi pariwisata super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan
 
Kamis, 12 September 2019 | 13:25:15

PLN Akan Luncurkan SPKLU di Tempat Khusus

Untuk meyakinkan masyarakat mengenai infrastruktur kendaraan listrik, Perusahaan Listrik Negara ( PLN) akan menunjukkan komitmennya dengan membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). SPKLU ini n
 
Kamis, 12 September 2019 | 10:25:28

Sepak Terjang BJ Habibie di Sektor Ekonomi, Kuatkan Rupiah hingga Tolak IMF

 Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal meninggal dunia pukul 18.05 WIB, Rabu 11 September 2019. Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September lalu.Ber
 
Rabu, 11 September 2019 | 11:58:55

Masih Berusia 14 Tahun, Remaja Ini Raup Ratusan Juta dari Bisnis Lilin

Mayoritas remaja zaman sekarang menghabiskan hari-harinya untuk sekolah dan bermain bersama teman-teman. Tapi berbeda dengan Charlie Griffiths, dia justru sudah mulai berbisnis sejak usia 12 tahun. Bisnis yang
 
Rabu, 11 September 2019 | 09:00:39

Bappenas Beberkan Dampak Ekonomi Pemindahan Ibu Kota RI

Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/PPN mengadakan pertemuan yang menghadirkan pakar tata ruang kota dari seluruh dunia di acara bertajuk 55th ISOCARP World Planning Congress 2019 -
 
Selasa, 10 September 2019 | 15:48:12

Pekerja Asing Bantu Penuhi Kebutuhan Tenaga Kerja di Sektor Konstruksi

Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan regulasi baru mengenai keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia. Dalam aturan tersebut, ada penambahan beberapa posisi pekerjaan yang bisa diduduki
 
Selasa, 10 September 2019 | 09:02:14

Harga Emas Jatuh ke Level Terendah dalam 2 Pekan

 Harga emas jatuh ke level terendah dalam 2 pekan pada perdagangan Senin dan menembus level psikologis di angka USD 1.500 per ounce.Penurunan harga emas ini karena selera risiko baru dari imbal hasil
 
Senin, 9 September 2019 | 14:05:06

Harga Cabai Rawit Merah Turun Jadi Rp 70 Ribu per Kg

 cabai rawit merah perlahan menurun di pasar tradisional. Berdasarkan pantauan Liputan6.com akhir bulan lalu jarga cabai masih Rp 90 ribu per kilogram (kg), kini harga sudah menyentuh Rp 70 ribu per kg.Mar
 
Senin, 9 September 2019 | 11:15:41

Berkat Dorongan Badan POM, Herbal Tetes SoMAn Asal Indonesia Sukses Tembus Pasar China

PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI) yang merupakan produsen Herbal Tetes SoMan sukses menembus pasal China, Hongkong, dan 10 negara lainnya. Keberhasilan menembus pasar internasional, berkat penandat
 
Senin, 9 September 2019 | 09:01:25

Tips Agar Tak Kehilangan Pendapatan Rutin

Pernahkah Anda membayangkan bahwa Anda tidak lagi memiliki pemasukan untuk menyambung hidup? Tentu saat Anda kehilangan satu-satunya sumber pendapatan, kondisi keuangan akan langsung mengalami ke
 
Sabtu, 7 September 2019 | 11:25:31

DPR Minta Syarat, Jika Iuran BPJS Tetap Naik

Jakarta-Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengungkapkan pihaknya belum menyetujui usualan kenaikan iuran BPJS kesehatan, khususnya untuk peserta kelas III yang notabene merupakan masyarakat miskin
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top