Iklan pelantikan 45 Anggota DPRD Rohul
 
Senin, 20 Mei 2019 | 16:46:59
Bisnis

Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Kisah Kapak Kayu

Sebarkan:
Shutterstock

JAKARTA - Dalam segala hal Nabi Muhammad SAW, merupakan tauladan kita semua. Rasulullah pernah bekerja karyawan, pengusaha sukses dan panglima perang. Pada kesempatan yang sama, Nabi Muhammad SAW juga berperan sebagai kepala rumah tangga yang kehidupannya sangat sederhana. Kesehariannya terkadang Nabi Muhammad SAW menambal sendiri jubahnya yang robek atau menjahit terompahnya yang putus talinya.

Dalam masalah rezeki Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan untuk meminta-minta, apalagi bermalas-malas. Suatu hari ada seorang sahabat yang datang menghadap Rasulullah SAW. Dia bermaksud meminta sedekah dari Rasulullah SAW.

Berikut kisah selengkapnya, seperti dikutip Okezone dari buku Beginilah Nabi Berbisnis Rasulullah's Entrepreneur School oleh Ust. Dr H Miftahur Rahman, terbitan PT Elex Media Komputindo, Senin (20/5/2019).

"Adakah sesuatu di rumahmu?" tanya Rasulullah SAW.

"Ada," jawabnya, "Kain yang sesekali dipakai dan sesekali dijadikan alas dan sebuah cangkir untuk minum air."

"Bawalah kepadaku!" pinta Nabi Muhammad SAW. Sahabat tersebut kemudian membawa barang-barang miliknya.

"Siapa yang mau membeli barangnya?" ujar Rasulullah kepada para sahabat yang lain.

"Adakah yang mau membayar dengan harga yang lebih tinggi?" pancing Rasulullah SAW.

"Saya mau membayarnya dua dirham," kata yang lain.

Rasulullah SAW memberikan kain serta cangkir milik sahabat tersebut pada orang yang mengajukan penawaran tertinggi tadi. Beliau mengambil uang dari orang tersebut.

Nabi Muhammad SAW lalu menghadap sahabat pertama seraya berkata, "Ini uangmu. Satu dirham untuk membeli makan dan diberikan kepada keluargamu dan sisanya untuk membeli kapak. Carilah kayu bakar kemudian jual lah. Aku tidak ingi melihatmu lagi selama 15 hari.

Sahabat tersebut melaksanakan nasihat Rasulullah SAW. Sekitar 15 hari kemudian dia datang lagi dan sudah memiliki 10 dirham. Lima dirham dia belanjakan untuk membeli pakaian dan selebihnya untuk makan bagi keluarganya.

"Ini lebih baik bagimu daripada kelak di hari Kiamat engkau bangkit dengan noda di wajahmu. Sesungguhnya nona ini hanya menempel pada orang-orang fakir yang hina. Mereka termasuk golongan orang yang sangat merugi. Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mencari kayu bakar dan memikul ikatan kayu itu, maka itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik orang itu memberinya atau tidak."

 

Sumber: okezone.com

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 16 September 2019 | 09:22:26

Harga Emas Antam Melonjak Rp 8.000 per Gram

Jakarta - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 8.000 menjadi Rp 753 ribu per gram, pada perdagangan Senin (16/9/2019). Pada perdagangan Sabtu pekan kemarin, harga e
Sabtu, 7 September 2019 | 11:25:31

DPR Minta Syarat, Jika Iuran BPJS Tetap Naik

Jakarta-Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengungkapkan pihaknya belum menyetujui usualan kenaikan iuran BPJS kesehatan, khususnya untuk peserta kelas III yang notabene merupakan masyarakat miskin
Sabtu, 7 September 2019 | 09:28:26

Hotel Ini Lokasinya di Puncak Gunung, Pemandangannya Manjakan Mata

JAKARTA - Hotel di Hunan, China, mempunyai lokasi tidak biasa, yakni berada di atas puncak. Hotel ini menawarkan pemandangan luar biasa dengan lanskap sungai, gunung dan hutan bambu.Hotel resmi d
Senin, 4 Juni 2018 | 14:32:23

Soal Anggaran THR PNS Daerah, Ini Penjelasan Lengkap Sri Mulyani

Jakarta - Pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai negeri sipil (PNS) baik di pusat maupun di daerah sempat viral di media sosial, terutama THR PNS daerah yang dinilai belum banyak pengalokasian
 
Berita Lainnya
Jumat, 20 September 2019 | 10:24:43

Dolar AS Pagi Ini Rp 14.068, Cenderung Stagnan

Jakarta - Dolar Amerika Serikat (AS) betah di level Rp 14.000-an. Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.068, mengutip data dari Reuters, Jumat (20/9/2019).Pekan lalu, dolar AS
 
Kamis, 19 September 2019 | 10:12:00

Kementerian PUPR Dapat Alokasi Anggaran Rp 120 Triliun Pada 2020

Jakarta - Komisi V DPR RI telah menyetujui alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2020 se
 
Rabu, 18 September 2019 | 10:11:12

Cara Ampuh Ubah Sampah Jadi Untung

 Ada banyak hal untuk mendapatkan uang. Dengan modal kecil, Anda bisa mendapatkan uang dengan jumlah yang banyak. Bahkan, dari sampah Anda bisa menghasilkan uang.Selain sampah yang ada di rumah berkurang,
 
Selasa, 17 September 2019 | 10:57:20

Mengungkap Alasan Kementerian Perdagangan Menghapus Label Halal untuk Daging Impor

Publik dibuat resah oleh peraturan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan. Peraturan itu terkait Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 29 Tahun 2019 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Hewan dan Prod
 
Senin, 16 September 2019 | 12:40:17

Utang Luar Negeri Indonesia Juli 2019 Meningkat Jadi Rp5.553 Triliun

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia hingga periode Juli 2019 tercatat sebesar USD395,3 miliar atau setara dengan Rp5.553 Triliun (kurs rupiah sekitar Rp14.050/USD). BI
 
Senin, 16 September 2019 | 09:39:28

Garuda Indonesia Batalkan 12 Penerbangan karena Kabut Asap

Jakarta - Sehubungan dengan dampak kabut asap yang mengakibatkan jarak pandang penerbangan yang terbatas, Garuda Indonesia membatalkan sedikitnya 12 penerbangan di sejumlah sektor penerbangan dom
 
Senin, 16 September 2019 | 09:22:26

Harga Emas Antam Melonjak Rp 8.000 per Gram

Jakarta - Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau emas Antam naik Rp 8.000 menjadi Rp 753 ribu per gram, pada perdagangan Senin (16/9/2019). Pada perdagangan Sabtu pekan kemarin, harga e
 
Jumat, 13 September 2019 | 12:56:48

Pekanbaru dan Bengkalis Diusulkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata

PEKANBARU- Kawasan Pallas di kota Pekanbaru dan Pulau Rupat di kabupaten Bengkalis, diusulkan Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Pariwisata untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata ke
 
Jumat, 13 September 2019 | 11:14:38

Nasib Industri Tekstil RI di Tengah Gempuran Produk Impor

Gempuran produk impor seolah tak bisa terelakkan lagi di Indonesia. Tak jarang impor ini berbenturan dengan industri dalam negeri. Salah satunya gempuran produk impor tekstil.Pada semester I-2019, ekspor pakaia
 
Kamis, 12 September 2019 | 16:30:34

Pengusaha Ingin Sri Mulyani Tetap jadi Menteri Jokowi

Para pengusaha menginginkan Sri Mulyani tetap masuk jajaran menteri kabinet di pemerintahan periode kedua Joko Widodo (Jokowi). Kabinet baru tersebut akan diumumkan pada bulan depan.Ketua umum DPD Him
 
Kamis, 12 September 2019 | 14:50:48

Jadi Negara Besar di 2045, Ekonomi RI Harus Tumbuh Stabil 6,9 Persen

Perlambatan ekonomi global menjadi isu yang tengah diwaspadai negara-negara besar di dunia, termasuk di dalamnya negara berkembang seperti Indonesia.Di tengah tren perlambatan global, Indonesia sudah diprediksi
 
Kamis, 12 September 2019 | 13:53:53

Anggaran Infrastruktur 5 Destinasi Super Prioritas Rp9,5 Triliun

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat anggaran bagi pembangunan infrastruktur dan utilitas di 5 destinasi pariwisata super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan
 
Kamis, 12 September 2019 | 13:25:15

PLN Akan Luncurkan SPKLU di Tempat Khusus

Untuk meyakinkan masyarakat mengenai infrastruktur kendaraan listrik, Perusahaan Listrik Negara ( PLN) akan menunjukkan komitmennya dengan membangun SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). SPKLU ini n
 
Kamis, 12 September 2019 | 10:25:28

Sepak Terjang BJ Habibie di Sektor Ekonomi, Kuatkan Rupiah hingga Tolak IMF

 Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie meninggal meninggal dunia pukul 18.05 WIB, Rabu 11 September 2019. Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September lalu.Ber
 
Rabu, 11 September 2019 | 11:58:55

Masih Berusia 14 Tahun, Remaja Ini Raup Ratusan Juta dari Bisnis Lilin

Mayoritas remaja zaman sekarang menghabiskan hari-harinya untuk sekolah dan bermain bersama teman-teman. Tapi berbeda dengan Charlie Griffiths, dia justru sudah mulai berbisnis sejak usia 12 tahun. Bisnis yang
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Pelantikan DPRD
 
Top