Terverifikasi Dewan Pers
 
Rabu, 15 Mei 2019 | 15:13:55
Ekonomi

Ini Bahayanya Kalau Mudik Pakai Utang

Sebarkan:
Detik.com
JAKARTA - Merayakan hari kemenangan bersama dengan keluarga besar tentunya keinginan bagi para perantau. Mudik pun seakan menjadi keharusan yang dilakukan setiap jelang Lebaran.

Kebutuhan dana untuk mudik tidaklah sedikit. Tiket transportasi umum biasanya dijual jauh lebih tinggi dari biasanya. Belum lagi banyak pengeluaran saat Lebaran, mulai dari beli baju, renovasi rumah, rekreasi di kampung hingga bagi-bagi salam tempel.

Perencana Keuangan Eko Endarto menyarankan agar budget mudik tidak boleh melebihi Tunjangan Hari Raya (THR) yang di dapat. Berapapun yang didapat, budget mudik harus sesuai.

"Itu supaya tidak berutang jadinya. Mudik jangan sampai berutang," tuturnya kepada detikFinance, Rabu (15/5/2019).

Di era teknologi akses pinjaman uang semakin mudah. Banyak perusahaan keuangan berbasis teknologi menawarkan pinjaman dengan jumlah kecil. Jangan sampai tergiur!

Menurut Eko jika modal mudik dari berutang berpotensi masuk ke 'lingkaran setan'. Sebab dengan berutang, sepulang mudik menyisakan oleh-oleh beban keuangan.

"Apalagi Lebaran kali ini di awal bulan, berarti kita harus menyiapkan dana untuk kebutuhan sehari-sehari selama setengah bulan sebelum dapat gaji selanjutnya," tambahnya.

Meminjam uang untuk mudik dari fintech sangat berbahaya bagi dompet. Mereka menerapkan beban bunga perhari jika telat bayar. Semakin lama membayar, semakin menumpuk jumlah utangnya.

Jika tak mampu bayar, bisa-bisa gali lobang tutup lobang. Akhirnya bulan-bulan setelah mudik, gaji kita habis untuk membayar utang.

"Bisa-bisa kita tidak punya modal buat mudik tahun depan. Akhirnya ngutang lagi," tambahnya.

Dia menyarankan agar pengeluaran mudik secukupnya saja. Tahan hawa nafsu untuk berfoya-foya di kampung halaman. Dia menyarankan agar membuat semacam itinerary atau persiapan perjalanan per harinya.

"Ketika mudik kita tidak harus jadi sinterklas, tidak harus jadi caleg dadakan yang bagi-bagi duit banyak. Sekadarnya saja," tuturnya.

Eko juga menyarankan menyarankan agar kebutuhan mudik jangan ditambal hanya dari THR. Baiknya dipersiapkan jauh-jauh hari.

Idealnya, kata Eko, persiapan Lebaran diambil dari gaji setiap bulannya. Ambil contoh sisihkan 5% dari gaji setiap bulan.

Jika saja, tabungan mudik itu dimulai 10 bulan sebelum Ramadhan, maka kita sudah punya bekal 50% dari gaji untuk mudik.

"Enggak usah banyak-banyak, 5% dari sudah cukup. Bisa tambah-tambah buat kasih salam tempel juga," tuturnya.

Besaran tabungan mudik dari gaji setiap bulannya sebenarnya tergantung kemampuan. Semakin besar disisihkan semakin tenang nantinya



Sumber: detik.com
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Kamis, 18 Juli 2019 | 03:17:05

"PARTAI Nasdem Kecewa (OPD) Hilang, Pasca Penangkapan Nurdin Basirun"

Tanjungpinang-Salah satu kader Partai NasDem Kota Tanjungpinang sekaligus menjabat sebagi Ketua DPC NasDem Tanjungpinang Timur Mulkanur kecewa terhadap 32 OPD dari 33 OPD yang ada di Pemerintah Provinsi (kepri)
Rabu, 17 Juli 2019 | 22:06:32

Bupati Inhil Resmikan Rumah Sakit 3 M Plus

TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan meresmikan pengoperasian Rumah Sakit 3 M Plus yang terletak di jalan Lingkar, Tembilahan, Rabu (17/7/2019). Peresmian Rumah Sakit 3 M Plus ditandai dengan pe
Rabu, 17 Juli 2019 | 20:18:36

Besok Tiga Desa Aksi Jilid II Tuntut PT. Hutahaean

ROKAN HULU - Diperkirakan seribuan lebih, gabungan Pemuda dan Masyarakat Desa Tingkok, Lubuk Soting dan Tambusai Timur, Kecamatan Tambusai akan melaksanakan aksi damai Kamis, Kamis tanggal 18 Juli 2019.Aks
Rabu, 17 Juli 2019 | 20:15:22

TNI Gelar Komsos dengan Organisasi Masyarakat di Koarmada I

JAKARTA-Dalam rangka menjalin hubungan silaturahmi dan memperkokoh persatuan dengan komponen masyarakat, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Staf Teritorial (Ster) TNI bekerjasama dengan Dinas Potens
 
Berita Lainnya
Rabu, 17 Juli 2019 | 14:59:17

Kenaikan Gaji TNI Diumumkan Jokowi 16 Agustus

JAKARTA –Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memastikan bakal ada kenaikan gaji untuk personel Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kenaikan gaji TNI itu bahkan akan diumumkan pada 16 Agustus mendatang. Pen
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 14:48:47

PUPR Cari Teknologi Ramah Lingkungan untuk Proyek Infrastruktur

JAKARTA - Pameran teknologi konstuksi ramah lingkungan atau Trenchless Asia 2019 resmi dibuka. Acara dibuka oleh Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin ditandai dengan pemukulan gong.
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 14:22:25

Harga Mahal, Kemendag Duga Pasokan Cabai Rendah

JAKARTA - Harga cabai di sejumlah daerah terus terpantau mengalami peningkatkan. Seperti di Jakarta, rata-rata kenaikan harga setiap harinya sebesar Rp1.500 hingga Rp2.000 per kilogram (kg). Mengutip dat
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 14:10:13

Investasi Blok Masela Terbesar Setelah Freeport

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengemukakan, total biaya pengembangan lapangan Proyek LNG Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, mencapai USD18,5 miliar – USD19,8 mil
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 11:46:51

Kepala BNN Kini Dapat Fasilitas Setara Menteri

JAKARTA - Pemerintah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional. Dalam aturan yang baru, Kepala Badan Narkotika kini mendapat fasilitas setingkat menteri.At
 
Rabu, 17 Juli 2019 | 11:37:19

Berkembang Pesat, Penggunaan Drone bakal Diatur Pemerintah

JAKARTA - Penggunaan drone tidak lagi sekedar untuk kepentingan militer maupun hobi bagi sebagian orang. Pesawat udara tanpa awak ini kini mulai dimanfaatkan untuk kepentingan industri dan sektor transpor
 
Selasa, 16 Juli 2019 | 15:43:13

Harga Garam Anjlok, Petani Desak Pemerintah Turun Tangan

SURABAYA - Harga Garam di sektor petani anjlok mencapai Rp 400 hingga Rp 500 per kilogram. Petani garam di Jawa Timur pun meminta pemerintah untuk turun tangan."Saat ini produksi garam Jatim rata-rata 15
 
Selasa, 16 Juli 2019 | 15:39:07

JK: Jangan Anak Muda Sukses di Bisnis Didorong Jadi Birokrat

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan CEO Go-Jek Nadiem Makarim untuk membahas transportasi. JK enggan mengaitkan Nadiem dengan wacana menteri muda di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin."D
 
Selasa, 16 Juli 2019 | 15:35:24

Garap Masela, Inpex Diminta Maksimalkan Tenaga Kerja Lokal

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pihak Inpex untuk komit merealisasikan pembangunan Blok Masela sesuai dengan rencana pembangunan (PoD) yang disepakati.Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengat
 
Selasa, 16 Juli 2019 | 15:28:51

Jokowi Geram! Masalah Sampah Plastik RI Tak Ada Kemajuan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram lantaran Indonesia menjadi negara nomor urut 2 terkait sumbangsih sampah plastik di dunia, atau berada di bawah China yang menduduki puncak klasemen.Siang ini
 
Senin, 15 Juli 2019 | 16:40:10

Investigasi Bedak Bayi Picu Kanker, Saham Johnson & Johnson Anjlok 6%

JAKARTA - Saham Johnson & Johnson anjlok sekira 6% karena Departemen Kehakiman AS mengumumkan hasil investigasi mengenai risiko kemungkinan kanker dari produk bedaknya. Penyelidikan dilakukan ketika banyak
 
Senin, 15 Juli 2019 | 16:25:32

Tiang Penyangga Tol BORR Ambruk, Direksi Jasa Marga dan PP Terancam Dicopot

JAKARTA - Imbas robohnya tiang penyangga jalan lingkar luar Bogor alias Bogor Outer Ring Road (BORR), kini PT PP (Persero) dan juga PT Jasa Marga (Persero) terancam sanksi. Tak tanggung-tanggung jajaran di
 
Senin, 15 Juli 2019 | 16:11:33

Boediono Cermati Pidato Jokowi: Pahit tapi Hasilnya Luar Biasa

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Boediono menyambut positif pidato visi pembangunan Indonesia yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu 14 Juli 2019 malam. Menurutnya, pidato visi Indonesia it
 
Senin, 15 Juli 2019 | 15:44:16

Minta Pajak Kuasai IT, Boediono: Ke Depan akan Sangat Kompleks

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Boediono mengatakan, kunci sektor perpajakan dalam menghadapi perkembangan zaman adalah penguasaan informasi teknologi (IT). Boediono menyebut, era digitalisasi seperti sek
 
Senin, 15 Juli 2019 | 15:39:21

Jokowi Permudah Izin Investasi, Darmin: Harus Diikuti Daerah!

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan terus menggenjot investasi dalam pidato kemenangan bertajuk Visi Indonesia, semalam (14/7/2019). Dengan masuknya investasi maka akan terbuka lapanga
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top