Terverifikasi Dewan Pers
 
Senin, 11 Februari 2019 | 14:06:37
Ekonomi

DPR ke Pertamina: Katanya Subsidi, Kok Harga Elpiji Beda-beda?

Sebarkan:
Detik.com
JAKARTA - Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) kompak menjelaskan penyebab harga jual gas elpiji 3 kilogram (kg) yang berbeda-beda di tangan konsumen.

Awalnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR Muhammad Nasir menanyakan ke Kementerian ESDM terkait laporan masyarakat mengenai mahalnya harga elpiji 3kg. Padahal produk tersebut sudah disubsidi oleh pemerintah.

"Itu elpiji gimana katanya subsidi, tapi sampai bawah harganya beda-beda," kata Nasir di Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar menjelaskan bahwa tingginya harga elpiji 3 kg dikarenakan beberapa sebab, salah satunya adalah kelangkaan.

"Mungkin yang dipertanyakan, yang terjadinya kenaikan harga di masyarakat di atas HET, beberapa sebab, salah satunya, kelangkaan, maka di situ naik," kata Archandra.

Selain itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan bahwa harha elpiji 3 kg yang berbeda-beda dikarenakan harga di daerah ditetapkan oleh pemda.

Nicke menyebut, bahwa alokasi elpiji 3 kg telah dikerjasamakan antara Pertamina dengan pihak agen. Di mana, ada penunjukan pangkalam-pangkalan oleh pihak agen. Di mana, distribusi ini sudah ditetapkan oleh pemda mengenai harganya.

"Kalau ada realisasi yang harganya di luar dan lebih tinggi, di beberapa tempat, betul terjadi. Dalam mekanisme monitoring, sebagai langkah antisipasi, kami juga ada call centre," ujar Nicke.

Sementara itu, Dirjen Migas Djoko Siswanto mengatakan pengawasan harga yang dijangkau Kementerian ESDM sampai pada pihak agen. Selebihnya diatur oleh Pemda.

"Jadi agen itu ke pangkalan, nah itu ditetapkan pemda, dari agen, kemarin itu, kemarin saya keluar DPR, gerobak ada dorong, warung warung, pengecer keliling, konsumen akhir maka variatif. Jadi, kami tuh berhenti di agen. Nah, dari agen itu ke pangkalan itu yang nggak bisa kita tangani," ungkap Djoko.



Sumber: detik.com
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 22 April 2019 | 12:43:56

Wabup Bersilaturahmi dengan Alumni SMKN 1 Tembilahan

TEMBILAHAN - Wakil Bupati (Wabup) Indragiri Hilir H Syamsudin Uti (SU) menggelar silaturahmi dan ramah tamah engan Komunitas Indahnya Satu Hati alumni SMKN 1 Tembilahan, Sabtu (20/4) siang. Wabup berharap kegi
Senin, 22 April 2019 | 12:22:59

UN Tingkat SD dan SMP di Pinggir dan Talang Muandau, Aman dan Kondusif

Pinggir - Ujian Nasional untuk tingkat pedidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), hari ini Senin (22/04), serentak di gelar.Seperti halnya di wilayah Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis,
Senin, 22 April 2019 | 11:51:01

Usai Dihujat, Istri Andre Taulany Dibela Lewat Tagar #SaveTaulany

JAKARTA Andre Taulany bersama sang istri, Erin Taulany ramai menuai kecaman dari netizen usai postingan Iren yang menyebut sebagai Prabowo Subianto dengan tulisan 'Sinting'. Bahkan, tagar #Erintau
Senin, 22 April 2019 | 11:46:59

BPN Prabowo Tak Setuju Jurdil2019 Diblokir tanpa Peringatan

JAKARTA - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan tanggapan tentang pemblokiran dan pencabutan izin situs Jurdil2019. BPN menilai seharusnya ada mekanisme peringatan
 
Berita Lainnya
Senin, 22 April 2019 | 10:45:30

Siap-siap, Bunga Kredit Kendaraan Akan Naik

JAKARTA - Survei perbankan Indonesia (SPI) menyebut pada kuartal II tahun ini akan terjadi peningkatan pada bunga kredit. Dari laporan survei yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) hal ini sejalan dengan kena
 
Senin, 22 April 2019 | 10:39:03

7 Perusahaan Dapat Kuota Impor Bawang Putih 100.000 Ton

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor bawang putih kepada tujuh perusahaan. Total kuota yang diberikan pun sebanyak 100.000 ton.Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar
 
Sabtu, 20 April 2019 | 15:27:37

Pilpres Usai, Siap-siap Investasi Rp 79 T Antre Masuk RI

JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan akan ada investasi Rp 79 triliun yang masuk Indonesia usai pemilu 2019. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, investasi sebesar itu berasal dari industri
 
Sabtu, 20 April 2019 | 15:23:22

Modal Asing Ngalir Usai Pilpres, Investor Ingin Jokowi Presiden Lagi?

JAKARTA - Sehari setelah penyelenggaraan pilpres, Rabu (17/4/2019) pasar modal di tanah air menghijau alias mendapat respons positif dari para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak d
 
Sabtu, 20 April 2019 | 13:41:40

Harga Bahan Pokok Bisa Naik 200% Jelang Puasa, Ini Pemicunya!

JAKARTA Harga bahan pangan menjelang Ramadan mulai meningkat. Ada tiga hal yang menyebabkan harga bahan pokok di pasar-pasar ini naik. "Harga bahan pokok yang naik itu, dipengaruhi suplai dan demand, cuaca
 
Sabtu, 20 April 2019 | 13:30:27

Diskriminasi Kelapa Sawit, Pemerintah Siap Gugat ke WTO

JAKARTA - Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan berbagai langkah guna menghadapi tindakan diskriminasi Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit, khususnya minyak sawit mentah ataucrude palm oil (CPO). Direkt
 
Sabtu, 20 April 2019 | 11:30:00

Pengusaha soal Pilpres: Secara Histori Quick Count Menang Ya Menang

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai hasil hitungan cepat (qiuick count) yang dilakukan beberapa lembaga survei telah menumbuhkan kepercayaan investor menanamkan modal di Indonesi
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:26:07

Prabowo 3 Kali Klaim Menang Pilpres, Kadin: Calm Down Dulu

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta kepada seluruh pendukung capres dan cawapres baik 01 dan 02 lebih tenang dalam menyikapi hasil pilpres 2018. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:23:23

Fakta PNS Terima Rapelan Kenaikan Gaji 5%

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pencairan rapelan kenaikan 5% gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 93%. Ada di beberapa daerah mencapai 100% Namun, masih ada beberapa daerah te
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:09:53

Ada Operasi Pasar, Harga Bawang Putih Masih Rp55.000/Kg

JAKARTA Menjelang bulan puasa 2019 Harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional tidak mengalami banyak perubahan alias stabil. Di salah satu pasar tradisional yang ada di Bekasi, beberapa bahan
 
Jumat, 19 April 2019 | 14:57:08

Jelang Hari Kartini, Bisnis Sewa Pakaian Adat Kebanjiran Pesanan

BEKASI - Jelang peringatan hari lahir Raden Ajeng Kartini, tepatnya 21 April membuat bisnis penyewaan pakaian adat tradisional laris manis. Salah satunya di gerai penyewaan pakaian adat Sewaaja.com. Gerai
 
Jumat, 19 April 2019 | 14:51:45

Kenapa Hasil Seleksi Rekrutmen BUMN Diundur?

JAKARTA - Hasil asesmen Tata Nilai perekrutan bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diumumkan 2 Mei 2019. Pengumuman itu mundur dari jadwal sebelumnya, yakni pada 19 April 2019 atau hari ini.Direktur Eksekuti
 
Jumat, 19 April 2019 | 13:56:51

Ketika Menteri Susi Turun Tangan Pantau Perbatasan RI-Vietnam

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti naik kapal perang KRI Usman Harun 359 pada 15-17 April 2019. Susi naik kapal perang untuk berkunjung ke Pulau Laut dan Pulau Sekatung. Susi men
 
Jumat, 19 April 2019 | 10:49:20

Mau Gugat Aturan Sawit Uni Eropa, RI Siapkan Pengacara

JAKARTA - Pemerintah terus berjuang melawan diskriminasi sawit di Uni Eropa. Salah satunya menyiapkan kuasa hukum untuk gugat kebijakan Uni Eropa terhadap sawit.Hal itu dibahas dalam rapat yang dipimpin M
 
Jumat, 19 April 2019 | 09:57:57

Jokowi Menang Hitung Cepat, Dana Asing Rp 84 T Siap Serbu RI

JAKARTA - Perusahaan manajemen investasi PT Bahana TCW Invesment Management memprediksi hasil hitung cepat (quick count) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan membawa dampak positif ke pasar keuangan dom
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top