Terverifikasi Dewan Pers
 
Sabtu, 10 November 2018 | 11:37:20
Ekonomi

Mengurai Benang Kusut Keputusan Impor Jagung 100.000 Ton

Sebarkan:
Detik.com
Jakarta - Rencana impor jagung 100.000 ton memicu polemik. Ketika rapat terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang memutuskan impor tersebut, pihak Kementerian Pertanian (Kementan) malah merilis data produksi jagung yang disebut surplus 12,9 juta ton tahun ini.

Bagaimana sebenarnya perjalanan keputusan tersebut?

Kementan Batasi Impor Jagung Sejak 2015

Mulai tahun 2015, Kementan melakukan pembatasan ketat impor jagung.

Selain membatasi impor, Kementan Juga meminta pelaku usaha skala besar untuk menyerap jagung petani. Langkah ini dilakukan untuk melindungi para petani. Pasalnya, di tahun 2015, harga jagung petani merosot sampai Rp 1.500/kg.

Akhirnya, pada tahun 2016, Kementan menjalin kerja sama dengan 41 pabrik pakan ternak yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), untuk melaksanakan skema penyerapan sesuai pembagian wilayah.

"Kita petakan dan bagi wilayah 41 perusahaan yang punya wilayah masing-masing. Charoen Pokphand dimana, Japfa dimana. Jadi pengusaha tenang, petaninya untung," ungkap Amran pada Senin (19/9/2016).

Stok Jagung Dalam Negeri Menipis

Namun, produksi jagung dalam negeri belum sepenuhnya bisa memenuhi konsumsi industri pakan ternak.

Pada tahun 2017, keluhan soal minimnya pasokan jagung mulai bermunculan. Pada Maret 2017, Peternak ayam pedaging (broiler) dan peternak ayam petelur (layer) menggelar demo di depan Istana Merdeka. Mereka mengeluhkan mahalnya harga jagung untuk bahan baku pakan ternak, serta anjloknya harga telur di kandang peternak.

Koordinator Aksi Penyelamatan Peternak Rakyat dan Perunggasan Nasional (PPRPN) Peternak Ayam Telur Blitar, Diko, mengatakan peternak layer di wilayahnya terpukul karena langkanya jagung untuk pakan ayam. Kalau pun ada pasokan jagung, harganya terbilang mahal.

"Bukan mahal lagi, langka. Kalau mahal kan ada barangnya, ini kosong, susah carinya. Ini keluhan peternak telur ayam di Blitar, bisa survey langsung ke Blitar kalau jagung itu lagi sulit sekali," ucap Diko dalam aksi yang digelar, Kamis (30/3/2017).

Minta Impor Jagung Diberi Izin Impor Gandum

Kelangkaan jagung rupanya tak hanya dialami kalangan peternak kecil. pada Agustus 2018, pelaku usaha memberikan peringatan ke Menteri Pertanian bahwa pasokan jagung lokal mulai menipis.

Mereka pun mengajukan rekomendasi izin impor. Namun, bukan izin impor jagung yang mereka dapat. Kementan malah memberikan rekomendasi impor gandum.

"Kita sudah usulkan tiga bulan (Agustus) yang lalu, kita warning, ini lho jagung agak berkurang. Oleh karena itu butuh solusi dan baru sebulan yang lalu memberikan lampu hijau ada impor gandum," kata Penasihat Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Sudirman Kepada detikFinance, Rabu (7/11/2018).

Solusi dari Kementan dengan memberikan rekomendasi izin impor gandum tentu saja tak serta merta melegakan pelaku usaha.

Nilai dolar Amerika Serikat yang tengah tinggi, waktu yang belum masuk masa panen gandum di negara asal impor, hingga dampak penggunaan gandum pada menurunnya kualitas daging ayam menjadi alasan rekomendasi impor gandum tersebut tak segera direalisasikan.

"Pakan ternak itu pakai jagung saja yang bagus. Kalau pakai gandum itu warnanya pucat dan perlu ada tambahan zat lagi kan kalau pakai gandum. Sedangkan jagung itu nggak perlu tambahan," kata Sudirman.

Keputusan Impor Jagung 100.000 Ton

Melihat kondisi tersebut, Kementan lantas berkomunikasi dengan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian untuk membahas masalah kelangkaan jagung di dalam negeri.

Pada Jumat (2/11/2018) Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi yang dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso, dan beberapa pejabat lain.

Rapat tersebut pun menghasilkan keputusan impor jagung segera sesuai dengan usul Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Ya jadi jagung itu harganya kan naik, padahal itu diperlukan, dan Menteri Pertanian mengusulkan kita impor dan perlu cepat," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (2/11/2018).



(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 26 Maret 2019 | 21:33:20

Kampanye di Dumai, Jokowi Minta Tangkal Hoax Hingga Pamerkan Kartu Sakti

DUMAI - Presiden yang juga Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi) didampingi istri Hj Iriana melaksanakan kegiatan kampanye terbuka di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Jalan HR Soebrantas Kota D
Selasa, 26 Maret 2019 | 18:53:33

Terdakwa Pembunuhan Sadis di Rohil di Vonis Hukuman Seumur Hidup

UJUNGTANJUNG-Terdakwa Martha Nababan dan Desembriadi Aruan yang merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap Mangandar Tua Sialoho di vonis oleh majelis hakim dengan hukaman seumur hidup penjara di PN Rohil Selas
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:55:58

Fadli Soal Golput Haram: Jangan Bikin Fatwa yang Nanti Tidak Diikuti Orang

JAKARTA - Sekum MUI DIY, KRT H Ahmad Muhsin Kamaludiningrat menegaskan golput di Pemilu 2019 haram sifatnya. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menanggapi pernyataan itu."Kalau dibilang haram itu nanti aka
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:52:57

Fokus Pengembangan Destinasi Wisata Berkonsep Nomadic Tourism di Labuan Bajo

PENGEMBANGAN destinasi wisata dengan konsep nomadic tourism kini tengah gencar dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata. Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, nomadic tourism merupakan p
 
Berita Lainnya
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:27:08

MRT Jadi Tempat Piknik, Indonesia Butuh Transformasi SDM

JAKARTA - Indonesia telah resmi memiliki moda transportasi MRT (Mass Rapid Transit/ Moda Raya Terpadu). Sayangnya, kehadiran transportasi modern ini disambut dengan euforia yang salah oleh sebagian masyar
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 16:13:51

KUR Diharapkan Optimalkan Potensi Perikanan Rakyat

JAKARTA - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan bisa mengoptimalkan potensi perikanan rakyat yang peluangnya masih sangat besar untuk menyumbangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Sekretaris Kemente
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 15:59:10

Indonesia Butuh Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi Jika Ingin Jadi Negara Maju

JAKARTA - Staf Ahli Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widyasanti menilai, pertumbuhan ekonomi yang berkisar 5% tidak akan mampu menjadika
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 11:23:11

Rest Area Mau Dilengkapi Terminal Bus, Menteri PUPR: Tidak Bisa

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan agar rest area di tol Trans Jawa dilengkapi terminal bus. Itu untuk memfasilitasi bus khusus trayek tol Trans Jawa yang sedang disiapkan Kemenhub.N
 
Selasa, 26 Maret 2019 | 10:59:03

Hutama Karya Buka Lowongan Kerja Buat S1, Ini Syaratnya

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) sedang membuka lowongan pekerjaan untuk Ahli K3 dan Lingkungan Divisi Pengembangan Jalan Tol. Apa saja persyaratannya?Dikutip detikFinance, Selasa (26/3/2019), pelamar
 
Senin, 25 Maret 2019 | 16:58:06

Tok! Tarif MRT Jakarta Rp 8.500

JAKARTA - Tarif MRT Jakarta sudah ditetapkan. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan tarif MRT Jakarta disepakati Rp 8.500 dari Lebak Bulus ke HI. "Nominal Rp 8.500 setuju. LRT Jakarta Rp 5.
 
Senin, 25 Maret 2019 | 14:33:41

Hati-hati Dibobol! Segera Pakai ATM dengan Kartu Chip

JAKARTA - Pekan lalu kasus skimming atau pembobolan rekening melalui kartu ATM kembali mencuat. Kerabat keluarga capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, Ramyadjie Priambodo tertangkap akibat kejahatan ters
 
Senin, 25 Maret 2019 | 14:28:02

Jangan Sampai Kartu ATM Kena Skimming, Ini Tipsnya

JAKARTA - Kasus pembobolan rekening bank menggunakan kartu ATM masih kerap terjadi. Supaya tidak jadi korban, detikers harus berhati-hati dan waspada ketika bertransaksi menggunakan kartu ATM.Analyst digita
 
Senin, 25 Maret 2019 | 14:06:12

Setiap Kecamatan Diusulkan Dapat Dana Rp 100 Juta

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengusulkan dana kelurahan sebesar Rp 721 miliar. Dana tersebut nantinya akan disebar ke 7.201 kecamatan di Indonesia.Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bah
 
Senin, 25 Maret 2019 | 13:59:13

Lawan Diskriminasi Sawit di Eropa, RI bakal Ambil Jalur Hukum

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat khusus membahas diskriminasi sawit di Eropa. Hasil dari rapat ini memutuskan pemerintah akan menempuh jalur hukum untuk m
 
Senin, 25 Maret 2019 | 13:55:43

Kredit Bermasalah UMKM Capai 3,79% di Januari 2019

JAKARTA - Bank Indonesia mengungkapkan besaran kredit bermasalah (NPL) untuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada awal 2019 mengalami peningkatan. Pada Januari 2019 angka NPL di sektor ini me
 
Senin, 25 Maret 2019 | 11:48:23

Daftar Tunjangan Kinerja PNS BKPM, Paling Tinggi Rp33,24 Juta

JAKARTA Pemerintah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 33 Tahun 2016 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di lingkungan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Revisi dilakukan dengan pertimbangan adanya p
 
Senin, 25 Maret 2019 | 11:42:44

Bisnis Menjanjikan Olahan Kelapa Muda, Lihat Gambarannya

JAKARTA Kelapa Muda sering disebut juga dengan kelamud, biasanya kelamud dibuat untuk es kelapa muda, puding, klappertart, dan sebagainya. Sebagai potensi bisnis yang menjanjikan, kelapa uda disini akan
 
Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:42:44

Peluang Usaha Tahu Krispi yang Menguntungkan, Begini Gambarannya!

JAKARTA Tahu yang sering kita jumpai biasanya hanya digoreng, dibumbu bacem, atau dibuat sayur. Tapi, bagaimana kalau tahu dijadikan menu yang berbeda dari biasanya? Pasti rasanya lebih nak dan lezat. A
 
Sabtu, 23 Maret 2019 | 16:33:18

RI Incar Peluang Ekspor Udang ke Thailand hingga Meksiko

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membidik peluang pasar ekspor udang ke sejumlah negara yang produksi udangnya terimbas wabah penyakit "acute hepatopancreatic
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top