Iklan Sosial
 
Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:31:37
Ekonomi

Kenaikan Harga Pertamax Bisa Kikis Kerugian Pertamina

Sebarkan:
okezone.com

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO.

Pengamat Energi Mamit Setiawan mengatakan, kenaikan harga BBM Pertamax series itu, sudah tepat, karena saat ini harga minyak dunia yang terus naik dan nilai tukar rupiah yang terus melemah.

"Jadi, kenaikan ini bisa mengurangi potensial loss Pertamina terkait dengan bisnis BBM," kata Mamit kepada Okezone, Kamis(11/10/2018).

Dia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax itu, nantinya tidak akan dibarengi oleh kenaikan listrik. Pasalnya golongan yang subsidi tidak akan mengalami kenaikan karena terlalu riskan.

"Untuk golongan non subsidi kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), kemungkinan besar akan mengalami penyesuaian mengingat PLN pun terdampak akan melemahnya rupiah dan juga naiknya harga BBM. Tapi saya kira, PLN akan berpikir kembali jika memang akan ada penolakan dari masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin mengatakan, harga jual eceran (HJE) formula Pertamina terlalu tinggi, dibanding HPP (harga pokok penjualan) BBM di pasar internasional.

"Berarti itu menandakan Pertamina tidak efisien dan patut diduga ada kebocoran dalam pengadaan dan proses produksi BBM," kata Ahmad Safrudin kepada Okezone.

Dia menjelaskan, pihaknya melihat Pertamina saat ini kurang efisien dalam penjualan premium. Bahkan semua produks BBM Pertamina tak efisien terbukti HPP nya lebih tinggi dari HPP international.

"Jadi hasil temuan BPK bahwa Pertamina rugi Rp26,3 triliun bukan, karena harga ketetapan Pemerintah terlalu murah. Melainkan karena Pertamina tidak efisien dan atau patut diduga ada kebocoran seperti mark up dan lain-lain," jelasnya.

Sebelumnya, penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus USD80 dolar per barel, di mana penetapannya mengacu pada Permen ESDM Nomor 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan penyesuaian harga. Sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax Rp 10.400/liter, Pertamax Turbo Rp 12.250/ liter, Pertamina Dex Rp 11.850/liter, Dexlite Rp 10.500/liter, dan Biosolar Non PSO Rp.9.800/liter.

Harga yang ditetapkan ini masih lebih kompetitif dibandingkan dengan harga jual di SPBU lain. Harga yang ditetapkan untuk wilayah lainnya bisa dilihat pada website Pertamina.

Sementara itu, untuk harga BBM Premium, Biosolar PSO dan Pertalite tidak naik.


(okezone.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:24:07

Bobotoh Persib Dalam Pusaran Politik Pilpres 2019

BANDUNG - Terseretnya bobotoh ke dalam dunia politik bukanlah hal baru. Dalam pesta demokrasi bobotoh sebagai pendukung Persib Bandung kerap didekati oleh para elite politik untuk meraih dukunga
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:04:40

Bupati Inhil Prihatin Atas Musibah Kebakaran Yang Menimpa Warga Sungai Guntung

GUNTUNG - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan mengungkapkan keprihatinannya saat meninjau musibah kebakaran yang menimpa 13 unit rumah warga di Sungai Guntung, Kecamatan Kateman pada minggu 17 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019 | 09:59:16

Bupati Inhil Resmikan Gedung Baru PAUD Mutiara Hati Desa Sungai Ambat, Enok

ENOK - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan meresmikan bangunan gedung baru PAUD Mutiara Hati Desa Sungai Ambat, Kecamatan Enok, Senin (18/2) siang. Peresmian PAUD ditandai dengan pembukaan tirai plan
Rabu, 20 Februari 2019 | 09:57:29

Ketika Petani Pekanbaru Curhat ke Hary Tanoe

PEKANBARU - Sejumlah petani kecil di Jalan Inpres Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau berkeluh kesah dengan hasil pertanian kepada Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, pada Selasa 19 Febru
 
Berita Lainnya
Selasa, 19 Februari 2019 | 16:31:21

Dituding Nikmati Triliunan dari Impor, Mendag: Ngapain Tanggapi!

JAKARTA - Ekonom Faisal Basri pernah menyebut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menikmati uang triliunan dari izin impor. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita buka suara saat diminta kom
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 16:24:06

Prabowo Khawatir Unicorn Bawa Keluar Uang RI, JK: Bawa Masuk Malah

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku khawatir, perkembangan unicorn akan membuat uang-uang Indonesia kabur ke luar negeri. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tidak sependapat. Wapres
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 11:32:11

Resmi Ditutup, 95.290 Pelamar Pegawai Kontrak Pemerintah Buat Akun

JAKARTA - Pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) resmi ditutup pada 17 Februari lalu. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), setidaknya terdapat 95.290 akun yang dibuat oleh
 
Selasa, 19 Februari 2019 | 11:12:58

Prabowo Sebut Indonesia Akan Impor 100% BBM, Bos Pertamina: Tidak Mungkin

JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut jika Indonesia akan mengimpor 100% Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat. Hal itu dikatakan Prabowo dalam debat capres kedua
 
Senin, 18 Februari 2019 | 14:41:40

Prabowo Kuasai 340.000 Ha Lahan Pakai HGU, Apa Itu?

JAKARTA - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menguasai lahan seluas 220.000 hektare di Kalimantan Timur dan 120.000 hektare di Aceh Tengah. Lahan tersebut berstatus HGU (hak guna usaha).Apa itu HGU?HGU
 
Senin, 18 Februari 2019 | 14:08:17

Meski Impor, Mentan Klaim RI Berhasil Swasembada Beras

JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyayangkan banyak pihak yang belum paham arti swasembada dan status swasembada Indonesia. Ia menjelaskan ketetapan FAO 1999 menyebutkan suatu negara dikatakan
 
Senin, 18 Februari 2019 | 13:51:26

Pengamat: 60-70% Orang Indonesia Tak Tahu Unicorn

JAKARTA - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tampak sedikit kebingungan mengenai pertanyaan yang dilontarkan Joko Widodo (Jokowi) soal rencana perkembangan unicorn Indonesia. Prabowo bertanya balik mak
 
Senin, 18 Februari 2019 | 13:45:42

Jokowi Sebut RI Menuju B100, Apa Itu?

JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Indonesia sedang menuju penerapan biodiesel 100% atau disebut B100. Langkah itu ditempuh petahana untuk mengurangi ketergantungan bahan ba
 
Senin, 18 Februari 2019 | 13:37:40

Perjalanan Repsol Garap Blok Migas Sakakemang di Sumsel

JAKARTA - Repsol berhasil menemukan potensi cadangan gas baru di Indonesia. Cadangan gas tersebut ditemukan di Blok Migas Sakakemang, Sumatera Selatan.Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha H
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 14:11:16

Punya Toko Online? Hindari Pantangan Ini

JAKARTA - Berkat kemajuan teknologi dan informasi, membuka usaha sekarang ini bukanlah perkara sulit. Saat ini, ada banyak sekali usaha yang dijalankan secara online, salah satunya adalah online shop. Na
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 14:07:59

Keuntungan Menjanjikan dari Bisnis Kebab, Cek di Sini

JAKARTA Di Indonesia terdapat beragam jenis makanan olahan yang jadi populer di kalangan pecinta kuliner. Beberapa makan tersebut tidak terlepas dari kuliner luar negeri, mengingat teknologi yang sudah
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 13:54:39

Menjadi Jutawan Lewat Blog, Kenapa Tidak?

JAKARTA - Di era sekarang, pekerjaan tidak melulu mengharuskan Anda pergi ke kantor dan berseragam. Anda bisa menghasilkan uang lewat internet, seperti blogging. Jika dulu blogging hanya dilihat sebagai
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 13:45:13

Serba-serbi Pendaftaran Pegawai Setara PNS

JAKARTA - Pemerintah memberi sinyal tentang kemungkinan terbitnya aturan terkait teknis penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang setara PNS. Apakah dengan terbitnya peraturan ters
 
Sabtu, 16 Februari 2019 | 09:06:29

Menyongsong Revolusi Industri 4.0, Syamsuar ingin Milenial Riau Garap Ekonomi Syariah

SIAK - Ekonomi syariah dapat dijadikan andalan Riau di masa depan, dalam menyongsong berbagai peluang dan tantangan Investasi di Era Revolusi Industri 4.0. Selama ini ekonomi syariah dinilai lebih tahan t
 
Jumat, 15 Februari 2019 | 14:58:45

Menpar: Monopoli Avtur Akan Dicabut, Harga Tiket Harus Turun

YOGYAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan pemerintah berencana mencabut monopoli avtur. Tak hanya itu, harga avtur juga akan ditekan mendekati harga pasar agar tiket pesawat tidak melambun
 
 
 
Terpopuler

1

14 Feb 2019 11:07 | 425 views
Ekonomi
Industri Kelapa Sawit Perlu Bentuk Koalisi Berkelanjutan

2

14 Feb 2019 10:55 | 379 views
Ekonomi
Pendaftaran Pegawai Kontrak Ditutup 17 Februari

3

13 Feb 2019 14:13 | 377 views
Ekonomi
Masyarakat Didorong Investasi Pasar Modal, Ini Alasannya

4

13 Feb 2019 14:19 | 359 views
Ekonomi
KPR Milenial Tersalurkan Rp1,7 Triliun dalam 3 Bulan

5

14 Feb 2019 10:51 | 345 views
Ekonomi
Tips Rayakan Hari Valentine Tanpa Kuras Kantong
 
 
 
 
 
 
Top