Terverifikasi Dewan Pers
 
Jumat, 14 September 2018 | 14:41:26
Ekonomi

Belajar dari Zaman SBY Harga Pangan Stabil Berkat Impor Beras

Sebarkan:
Detik.com
Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut bahwa impor bukan lah barang haram apa lagi bila tujuannya untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat. Impor beras misalnya, juga bukan kali pertama dilakukan pemerintah.

Enggar memuji kondisi tahun politik 2014 silam di mana harga beras terpantau stabil.

Hal itu tak lepas dari ketegasan pemerintah di bawah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala itu yang berani mengambil keputusan impor beras 2,5 juta ton.

"Tahun 2013 -2014 Indonesia pernah impor beras sebesar 2,5 juta ton dan clear nggak ada gejolak," kata dia saat bertandang ke kantor detikcom, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Kemudian di beberapa tahun sebelumnya, ketika Menteri Perdagangan masih dijabat Thomas Lembong, Indonesia juga mengimpor 1,5 juta ton beras di tahun 2015-2016.

"Kemudian di tahun 2015- 2016 kita impor 1,5 juta ton. Kemudian memang dari impor dan produksi yang ada 2016 akhir 2017 awal menjelang akhir kita cukup. Tapi, di saat akhir memang ada kekurangan, ya (akhirnya) kita impor," kata dia.

Ia menjelaskan kesepakatan akan adanya impor beras dilakukan setelah adanya Rapat Koordinasi antar menteri.

"Keputusan yang diambil, pada waktu bulan Juli dan Agustus di kantor Wakil Presiden Jusuf Kala adalah, kalau stok Bulog di bawah 1 juta ton dan kenaikan harga beras di atas 10% maka kita harus impor," ujar dia.

Kerana itu, Enggar mengatakan, impor tak perlu menjadi kekhawatiran bagi masyarakat. Ia pun menepis anggapan bahwa keputusan impor beras dilakukan berdasarkan pesanan negara produsen beras dengan iming-iming imbalan.

Karena, proses pengadaan beras berlangsung dengan cara tender terbuka yang tak memungkinkan pihak pemerintah campur tangan untuk mengambil keuntungan secara finansial.

"Bagaimana saya mau mengutip (mengambil keuntungan dari impor beras), kalau proses tendernya itu lelang terbuka. Kala saya mengutip, itu sama saja dengan saya jalan kaki mengantarkan diri saya ke penjara," tandas Enggar.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 22 April 2019 | 16:53:21

Jokowi Menang Versi QC, Kapitra Janji Jemput Habib Rizieq Sebelum Lebaran

JAKARTA - Caleg PDIP Kapitra Ampera berjanji akan menjemput Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab jika capres Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan menang dalam Pilpres 2019. Kapitra berharap Habib Rizieq segera pulan
Senin, 22 April 2019 | 16:43:39

LG Patenkan Ponsel dengan Tiga Kamera Selfie

JAKARTA- LG mengajukan paten untuk smartphone terbarunya belum lama ini. Paten tersebut menampilkan ponsel LG yang dilengkapi dengan tiga kamera belakang dan tiga kamera depan. Dilansir dari laman GSM Aren
Senin, 22 April 2019 | 16:35:47

Jonan ke Luhut: Beli Mobil Listrik Lebih Cepat Dibanding Bikin Perpres

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku malu karena rancangan peraturan presiden (perpres) kendaraan listrik tidak kunjung selesai. Itu dia ungkapkan di depan Menter
Senin, 22 April 2019 | 16:31:18

Luhut hingga Budi Karya Resmi Luncurkan Taksi Listrik Pertama RI

JAKARTA - Menteri-menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meluncurkan taksi berbahan bakar listrik pertama di Indonesia. Taksi tersebut bakal dioperasikan oleh Bluebird.M
 
Berita Lainnya
Senin, 22 April 2019 | 16:35:47

Jonan ke Luhut: Beli Mobil Listrik Lebih Cepat Dibanding Bikin Perpres

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku malu karena rancangan peraturan presiden (perpres) kendaraan listrik tidak kunjung selesai. Itu dia ungkapkan di depan Menter
 
Senin, 22 April 2019 | 16:31:18

Luhut hingga Budi Karya Resmi Luncurkan Taksi Listrik Pertama RI

JAKARTA - Menteri-menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meluncurkan taksi berbahan bakar listrik pertama di Indonesia. Taksi tersebut bakal dioperasikan oleh Bluebird.M
 
Senin, 22 April 2019 | 14:34:59

Pertamina Beli Airbus A400 untuk Angkut BBM ke Papua

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahan Pelita Air Service (PAS) berencana membeli pesawat Airbus A400. Tujuan pembelian pesawat tersebut adalah untuk menjalankan bisnis kargonya. Deputi Bi
 
Senin, 22 April 2019 | 14:30:03

Diskriminasi Kelapa Sawit, Penyerapan Biodiesel Jadi Strategi Paling Efektif

JAKARTA Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri menjadi strategi paling efektif untuk mengalihkan pasar d
 
Senin, 22 April 2019 | 13:25:47

Akuisisi Anak Usaha PNM, Bank BTN Incar Dana Tapera

JAKARTA PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membeli 30% saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). Saham 30% yang dibeli merupakan anak usaha dari PT Permodalan Nasional Madani (PN
 
Senin, 22 April 2019 | 10:45:30

Siap-siap, Bunga Kredit Kendaraan Akan Naik

JAKARTA - Survei perbankan Indonesia (SPI) menyebut pada kuartal II tahun ini akan terjadi peningkatan pada bunga kredit. Dari laporan survei yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) hal ini sejalan dengan kena
 
Senin, 22 April 2019 | 10:39:03

7 Perusahaan Dapat Kuota Impor Bawang Putih 100.000 Ton

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor bawang putih kepada tujuh perusahaan. Total kuota yang diberikan pun sebanyak 100.000 ton.Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar
 
Sabtu, 20 April 2019 | 15:27:37

Pilpres Usai, Siap-siap Investasi Rp 79 T Antre Masuk RI

JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan akan ada investasi Rp 79 triliun yang masuk Indonesia usai pemilu 2019. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, investasi sebesar itu berasal dari industri
 
Sabtu, 20 April 2019 | 15:23:22

Modal Asing Ngalir Usai Pilpres, Investor Ingin Jokowi Presiden Lagi?

JAKARTA - Sehari setelah penyelenggaraan pilpres, Rabu (17/4/2019) pasar modal di tanah air menghijau alias mendapat respons positif dari para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak d
 
Sabtu, 20 April 2019 | 13:41:40

Harga Bahan Pokok Bisa Naik 200% Jelang Puasa, Ini Pemicunya!

JAKARTA Harga bahan pangan menjelang Ramadan mulai meningkat. Ada tiga hal yang menyebabkan harga bahan pokok di pasar-pasar ini naik. "Harga bahan pokok yang naik itu, dipengaruhi suplai dan demand, cuaca
 
Sabtu, 20 April 2019 | 13:30:27

Diskriminasi Kelapa Sawit, Pemerintah Siap Gugat ke WTO

JAKARTA - Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan berbagai langkah guna menghadapi tindakan diskriminasi Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit, khususnya minyak sawit mentah ataucrude palm oil (CPO). Direkt
 
Sabtu, 20 April 2019 | 11:30:00

Pengusaha soal Pilpres: Secara Histori Quick Count Menang Ya Menang

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai hasil hitungan cepat (qiuick count) yang dilakukan beberapa lembaga survei telah menumbuhkan kepercayaan investor menanamkan modal di Indonesi
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:26:07

Prabowo 3 Kali Klaim Menang Pilpres, Kadin: Calm Down Dulu

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta kepada seluruh pendukung capres dan cawapres baik 01 dan 02 lebih tenang dalam menyikapi hasil pilpres 2018. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:23:23

Fakta PNS Terima Rapelan Kenaikan Gaji 5%

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pencairan rapelan kenaikan 5% gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 93%. Ada di beberapa daerah mencapai 100% Namun, masih ada beberapa daerah te
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:09:53

Ada Operasi Pasar, Harga Bawang Putih Masih Rp55.000/Kg

JAKARTA Menjelang bulan puasa 2019 Harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional tidak mengalami banyak perubahan alias stabil. Di salah satu pasar tradisional yang ada di Bekasi, beberapa bahan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top