Terverifikasi Dewan Pers
 
Jumat, 14 September 2018 | 14:21:09
Ekonomi

Mendag: Impor Beras Di-Bully, Nggak Impor Masyarakat Kelaparan

Sebarkan:
Detik.com
Jakarta - Kebijakan pemerintah mengimpor produk pangan kerap mengundang kritik. Tak jarang, kritik tersebut berujung bully lewat media sosial.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan situasi tersebut membuat serba salah. Di satu sisi impor dibutuhkan untuk menambah pasokan pangan yang belum bisa terpenuhi produksi dalam negeri, sebaliknya jika tak impor, maka permintaan pangan masyarakat tak terpenuhi.

"Yah bagaimana, kalau impor di-bully kalau nggak impor masyarakat kelaparan. Akhirnya 15 Januari 2018 kita rakor (rapat koordinasi) di Menteri Ekonomi dipimpin Pak Darmin, dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan saya, Dirut Bulog dan deputi dan dari pihak BUMN," kata Enggartiasto dalam acara diskusi di Gedung Bank Mega, Jalan Tendean, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Menurutnya impor, misalnya beras, dilakukan jika stok di gudang Bulog di bawah 1 juta ton dan kenaikan harga beras di atas 10%.

"Sekali lagi kalau kita tidak impor, maka situasi stok beras di Bulog di bawah 1 juta ton dan itu akan menempatkan Indonesia dalam situasi yang rawan," kata pria yang akrab disapa Enggar itu.

Enggar pun menjelaskan keputusan pemerintah mengimpor beras hingga 2 juta ton . Awalnya beras yang diimpor sebanyak 500.000 ton, beberapa bulan kemudian pemerintah mengimpor lagi 500.000 ton. Terakhir, setelah rapat koordinasi antar menteri, diputuskan lagi membuka kuota impor beras sebanyak 1 juta ton.

"Akhirnya kita memutuskan, di awal tahun kita impor 500.000 ton yang laksanakan atas rakor. Saya tulis surat ke Bulog untuk melaksanakan hal itu, nggak ada keputusan yang saya ambil tanpa rakor," papar dia.

Ia menjelaskan keputusan kedua untuk mengambil lagi 500.000 ton dilakukan pada Maret dengan skema serupa. Setelah itu pada April rakor lagi di kantor Menteri Koordinator Perekonomian, dan diputuskan tambah 1 juta ton beras impor.

"Kita rencananya Juli masuk tapi prosesnya panjang. Dirut Bulog minta perpanjang waktu impor kita kasih, kemudian Dirut Bulog meminta perpanjangan yang kedua kemudian kita berikan. Data dari Dirut Bulog jumlah stok saat ini 2,1 juta ton. terdiri dari 811.000 ton stok penyerapan dalam negeri dan sisanya eks impor," tutur Enggar.


(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 22 April 2019 | 16:53:21

Jokowi Menang Versi QC, Kapitra Janji Jemput Habib Rizieq Sebelum Lebaran

JAKARTA - Caleg PDIP Kapitra Ampera berjanji akan menjemput Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab jika capres Joko Widodo (Jokowi) dinyatakan menang dalam Pilpres 2019. Kapitra berharap Habib Rizieq segera pulan
Senin, 22 April 2019 | 16:43:39

LG Patenkan Ponsel dengan Tiga Kamera Selfie

JAKARTA- LG mengajukan paten untuk smartphone terbarunya belum lama ini. Paten tersebut menampilkan ponsel LG yang dilengkapi dengan tiga kamera belakang dan tiga kamera depan. Dilansir dari laman GSM Aren
Senin, 22 April 2019 | 16:35:47

Jonan ke Luhut: Beli Mobil Listrik Lebih Cepat Dibanding Bikin Perpres

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku malu karena rancangan peraturan presiden (perpres) kendaraan listrik tidak kunjung selesai. Itu dia ungkapkan di depan Menter
Senin, 22 April 2019 | 16:31:18

Luhut hingga Budi Karya Resmi Luncurkan Taksi Listrik Pertama RI

JAKARTA - Menteri-menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meluncurkan taksi berbahan bakar listrik pertama di Indonesia. Taksi tersebut bakal dioperasikan oleh Bluebird.M
 
Berita Lainnya
Senin, 22 April 2019 | 16:35:47

Jonan ke Luhut: Beli Mobil Listrik Lebih Cepat Dibanding Bikin Perpres

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku malu karena rancangan peraturan presiden (perpres) kendaraan listrik tidak kunjung selesai. Itu dia ungkapkan di depan Menter
 
Senin, 22 April 2019 | 16:31:18

Luhut hingga Budi Karya Resmi Luncurkan Taksi Listrik Pertama RI

JAKARTA - Menteri-menteri Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meluncurkan taksi berbahan bakar listrik pertama di Indonesia. Taksi tersebut bakal dioperasikan oleh Bluebird.M
 
Senin, 22 April 2019 | 14:34:59

Pertamina Beli Airbus A400 untuk Angkut BBM ke Papua

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahan Pelita Air Service (PAS) berencana membeli pesawat Airbus A400. Tujuan pembelian pesawat tersebut adalah untuk menjalankan bisnis kargonya. Deputi Bi
 
Senin, 22 April 2019 | 14:30:03

Diskriminasi Kelapa Sawit, Penyerapan Biodiesel Jadi Strategi Paling Efektif

JAKARTA Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kanya Lakshmi Sidarta menilai penyerapan biodiesel di dalam negeri menjadi strategi paling efektif untuk mengalihkan pasar d
 
Senin, 22 April 2019 | 13:25:47

Akuisisi Anak Usaha PNM, Bank BTN Incar Dana Tapera

JAKARTA PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) membeli 30% saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM). Saham 30% yang dibeli merupakan anak usaha dari PT Permodalan Nasional Madani (PN
 
Senin, 22 April 2019 | 10:45:30

Siap-siap, Bunga Kredit Kendaraan Akan Naik

JAKARTA - Survei perbankan Indonesia (SPI) menyebut pada kuartal II tahun ini akan terjadi peningkatan pada bunga kredit. Dari laporan survei yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) hal ini sejalan dengan kena
 
Senin, 22 April 2019 | 10:39:03

7 Perusahaan Dapat Kuota Impor Bawang Putih 100.000 Ton

JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor bawang putih kepada tujuh perusahaan. Total kuota yang diberikan pun sebanyak 100.000 ton.Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar
 
Sabtu, 20 April 2019 | 15:27:37

Pilpres Usai, Siap-siap Investasi Rp 79 T Antre Masuk RI

JAKARTA - Pemerintah memproyeksikan akan ada investasi Rp 79 triliun yang masuk Indonesia usai pemilu 2019. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, investasi sebesar itu berasal dari industri
 
Sabtu, 20 April 2019 | 15:23:22

Modal Asing Ngalir Usai Pilpres, Investor Ingin Jokowi Presiden Lagi?

JAKARTA - Sehari setelah penyelenggaraan pilpres, Rabu (17/4/2019) pasar modal di tanah air menghijau alias mendapat respons positif dari para investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus bergerak d
 
Sabtu, 20 April 2019 | 13:41:40

Harga Bahan Pokok Bisa Naik 200% Jelang Puasa, Ini Pemicunya!

JAKARTA Harga bahan pangan menjelang Ramadan mulai meningkat. Ada tiga hal yang menyebabkan harga bahan pokok di pasar-pasar ini naik. "Harga bahan pokok yang naik itu, dipengaruhi suplai dan demand, cuaca
 
Sabtu, 20 April 2019 | 13:30:27

Diskriminasi Kelapa Sawit, Pemerintah Siap Gugat ke WTO

JAKARTA - Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan berbagai langkah guna menghadapi tindakan diskriminasi Uni Eropa terhadap komoditas kelapa sawit, khususnya minyak sawit mentah ataucrude palm oil (CPO). Direkt
 
Sabtu, 20 April 2019 | 11:30:00

Pengusaha soal Pilpres: Secara Histori Quick Count Menang Ya Menang

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai hasil hitungan cepat (qiuick count) yang dilakukan beberapa lembaga survei telah menumbuhkan kepercayaan investor menanamkan modal di Indonesi
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:26:07

Prabowo 3 Kali Klaim Menang Pilpres, Kadin: Calm Down Dulu

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta kepada seluruh pendukung capres dan cawapres baik 01 dan 02 lebih tenang dalam menyikapi hasil pilpres 2018. Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:23:23

Fakta PNS Terima Rapelan Kenaikan Gaji 5%

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pencairan rapelan kenaikan 5% gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 93%. Ada di beberapa daerah mencapai 100% Namun, masih ada beberapa daerah te
 
Sabtu, 20 April 2019 | 10:09:53

Ada Operasi Pasar, Harga Bawang Putih Masih Rp55.000/Kg

JAKARTA Menjelang bulan puasa 2019 Harga komoditas pangan di sejumlah pasar tradisional tidak mengalami banyak perubahan alias stabil. Di salah satu pasar tradisional yang ada di Bekasi, beberapa bahan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top