Kamis, 18 Juli 2019 | 11:21:39
Hukrim

Hakim Perintahkan PenyidikTangkap Otak Pelaku Penipuan 1 Milliar di Rohil

Laporan : Jonathan surbakti

Sebarkan:
UJUNG TANJUNG -   Pengadilan Negeri (PN) Rohil kembali mengelar sidang terhadap empat orang terdakwa yang melakukan penipuan terhadap H. Wamardi Patoh pengusahan asal Kecamatan Pujud Kabupaten Rohil - Riau. Modus penipuan yang dilakukan empat terdakwa yaitu dengan cara menawarkan 7 paket proyek pemkab rohil. Namun proyek yang mereka tawarkan kepada H. Mawardi adalah proyek bodong alias fiktif, sehingga korban mengalami kerugian Rp 1.051.210.000 .

Keempat terdakwa yang melakukan penipuan terhadap H. Mawardi yaitu Heri als Wan Azmi , Ardi Syahputra als Ardi, Eko Siswanto als Eko dan Haripan als Judin.

Sidang yang digelar pada Rabu 17 Juli 2019, beragendakan mendengarkan keterangan terdakwa, tuntutan dari JPU, pembelaan (pledoi) dari kuasa hukum terdakwa dan putusan dari majelis hakim. Sidang dipimpin oleh ketua majelis hakim Faisal SH MH, dengan anggotanya M. Hanafi Insya SH MH ,dan Lukman Nulhakim SH MH, dihadiri Jaksa Penuntut Umum ( JPU)  Sawir Abdilah SH sedangkan Kuasa Hukum para terdakwa didampingi oleh Ridayanti SH dan Rahmat SH. 

Terungkap fakta dalam sidang, terdakwa Heri als Wan Azmi, berperan sebagai pengurus proyek hanya mendapat hasil Rp 400 juta rupiah, Ardi Syahputra sebagai pembuat kontrak atau SPK mendapat Rp 30 juta rupiah , Eko Siswanto sebagai konsultan Rp 1juta sedangkan Haripan yang berperan sebagai membantu membuat kontrak mendapat hasil Rp 10 juta rupiah.

Sedangkan dana kerugian korban, selebihnya menurut ke empat terdakwa diterima oleh Dedi Jonatan alias Putra (seorang PNS) di Sekda Rohil dibagian umum.

 " Saya sudah ada mengembalikan dana senilai 150 juta rupiah kepada korban Mawardi Patoh pak hakim . "Ujar Heri als Wan Azmi saat itu kepada hakim. 

Empat terdakwa yang bekerja sebagai pegawai honorer di Pemda Rohil,  menjelaskan otak pelaku perencanaan penipuan ini dirancang oleh Dedi Jonatan, seorang PNS di Sekda Rohil.

Namun Dedi Jonatan sampai saat ini belum dapat diproses karena alasan sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Pekan Baru karena sakit." Ungkap Ridayanti SH selaku kuasa hukum terdakwa.

Mendengar keterangan dari terdakwa, ketua majelis hakim meminta supaya otak dari pelaku penipuan Dedi Jonatan ditangkap. " Siapa penyelidiknya, si Dedi Jonatan alias Putra seharusnya ditangkap tu, jangan pura pura gila dia." Kata ketua majelis didalam sidang.

Usai keempat terdakwa memberikan keterangan, tampak sidang langsung dilanjutkan dengan pembacaan berkas tuntutan yang  sebelumnya sudah disiapkan oleh jaksa Penuntut Umum (JPU) Sawir Abdillah SH. 

Dalam tuntutan yang dibacakan , terdakwa yang berbeda peran dan hasil yang dinikmati, namun JPU yakin menuntut keempat terdakwa dengan hukuman yang sama yakni pidana kurungan selama 3,6 tahun dengan alasan sama sama melakukan tindakan penipuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Atas tuntutan JPU itu, sidang langsung kembali dilanjutkan dengan pembelaan secara lisan dari kuasa hukum terdakwa.

" Dalam pembelaan ini sesuai fakta persidangan keempat  terdakwa bukanlah pelaku utama, karena masih ada seorang  tersangka yang berperan sebagai otak pelaku utama. Kami memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman yang seringan ringannya  dengan pertimbangan keempat terdakwa masih muda dan menjadi tulang punggung keluarga serta bersikap baik dalam menjalani proses persidangan," pinta Rahmat kepada hakim. 

Pada kesempatan itu, Ketua majelis hakim Faisal SH MH juga mempertanyakan keberadaan Putra yang jadi aktor utama dalam kasus ini mengapa tidak ikut bersama keempat terdakwa. Ketua Majelis Hakim tidak ingin PNS yang bekerja di Dinas Kesra Rohil itu bebas berkeliaran. 

Sidang pun terus dilanjutkan dengan agenda pembacaan putusan. Ketua majelis hakim Faisal SH MH tidak sependapat dengan tuntutan yang disampaikan JPU keempat terdakwa diberikan hukuman yang sama.

Dalam putusan yang dibacakan , majelis hakim menjatuhkan vonis yang berbeda kepada Heri als Wan Azmi dijatuhi pidana kurungan selama 3,6 tahun, Ardi 3 tahun, Eko Siswanto 2 tahun dan Haripah 2 tahun penjara. 

Sebelum menutup sidang, ketua majelis hakim Faisal para terdakwa diputus berbeda beda ya, atas putusan ini jaksa maupun terdakwa punya kesempatan yang sama. Bisa terima, bisa pikir pikir dan bisa banding. Dengan demikian sidang saya tutup," pungkas Faisal (jon)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:19:26

Ngaku Bisa Ambil Uang Ghoib, Dukun Ini Gauli Seorang Ibu dan Anaknya

ROKANHULU - Dengan berkedokkan seorang dukun yang bisa menggandakan uang, D (45) warga Desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir ini berhasil menyetubuhi dua korbannya. Parahnya kedua korban adalah ibu dan anak y
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:15:42

Polsek Ramhil Rohul Tangkap Pelaku Cabul Anak dan Dukun Berkedok Gandakan Uang

ROKAN HULU - Polisi Sektor (Polsek) Rambah Hilir, Resor Rokan Hulu, Daerah Riau berhasil mengungkap berkedok seorang dukun bisa gandakan uang, diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umu
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 13:11:25

Hilux Tabrak Honda dan Pick-up Di Jalinsum Pekanbaru-Duri KM 112

Pinggir - Lagi-lagi kecelakaan lalu-lintas terjadi di seputaran jalan lintas Sumatera Pekanbaru-Duri, Sabtu 24 Agustus 2019. Tepatnya di jalan lintas Pekanbaru-Duri KM 112 Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir.Ka
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 12:24:29

Kijang Super Masuk Jurang Di Jalinsum Pekanbaru-Duri KM 108

Pinggir - Sabtu, 24 Agustus 2019 sekira jam 10.15 Wib, kembali kecelakaan lalu lintas terjadi di seputaran jalan lintas Sumatera. Tepatnya di jalan lintas Pekanbaru-Duri KM 108 Desa Muara Basung Kecamatan Pingg
 
Berita Lainnya
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:19:26

Ngaku Bisa Ambil Uang Ghoib, Dukun Ini Gauli Seorang Ibu dan Anaknya

ROKANHULU - Dengan berkedokkan seorang dukun yang bisa menggandakan uang, D (45) warga Desa Rambah Muda Kecamatan Rambah Hilir ini berhasil menyetubuhi dua korbannya. Parahnya kedua korban adalah ibu dan anak y
 
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 16:15:42

Polsek Ramhil Rohul Tangkap Pelaku Cabul Anak dan Dukun Berkedok Gandakan Uang

ROKAN HULU - Polisi Sektor (Polsek) Rambah Hilir, Resor Rokan Hulu, Daerah Riau berhasil mengungkap berkedok seorang dukun bisa gandakan uang, diduga melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umu
 
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 11:27:18

Curi Baterai Truck, Pria ini Bonyok Dihajar Massa

ROKANHILIR - DS (29) jalan Lintas Riau - Sumut Km. 39 Kepenghuluan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir ini harus merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Pasalnya dia kedapatan mencuri 2 unit baterai Truck dari sebuah
 
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 09:03:16

Tiga Kapolsek Polres Rohil Jalani Promosi dan Mutasi

UJUNGTANJUNG-Kepolisian Resort Rokan Hilir menggelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) tiga Perwira Kapolsek dijajaran polres Rohil Sabtu (24/08/19 ). Perwira Kapolsek yang menjalani serah terima ter
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 18:45:11

Diduga Miliki Senpi,Pria ini Diringkus Polisi Karena Simpan Narkoba

ROKAN HULU - Pria bernisial HS (36) warga Pasar Rabu Desa Rantau Sakti, Kecamatan Tambusai Utara, tak berkutik saat dirinya ditangkap Polisi Kamis, (22/8/2019) sekira jam 21.30 wib.Data diterima reporter media
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 15:51:47

Pura-pura Ingin Beli, Pria Ini Malah Bawa Lari Cincin Emas Rp 8 Juta

BAGANSIAPIAPI-Toko Mas Bintang Jaya yang berada di Jalan Merdeka No 13 B tepatnya di areal kota Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, jadi sasaran pelaku maling emas yang berpura-pula sebagai pembeli. Peristiwa itu
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 14:11:59

Tersangka Paryok: Barang Saya Yang Itu Bukan Yang Ini, Saat Polres Inhu Musnahkan Narkoba

INHU - Polres Indragiri hulu (Inhu) melakukan pemusnahan barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 74,45 gram dan ganja 28,51 gram Jumat (23/8/2019). Barang haram tersebut berhasil di sita polisi dari tersa
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 11:01:19

Siti Fatimah Jabat Panitera PN Rohil

UJUNGTANJUNG-Siti Fatimah, SH resmi dilantik sebagai Panitera Pengadilan Negeri (PN) Rokan Hilir Kelas II oleh Ketua Pengadilan Negeri Rohil, Faisal SH MH pada acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan di
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 10:16:53

Diduga Banyak Pelanggaran Hukum, DPRD Riau Akan Laporkan PT ADEI ke Polda Riau

PEKANBARU- Banyaknya dugaan  pelanggaran hukum yang dilakukan PT Adei Plantation & Industry,  membuat DPRD Riau gerah. Maka dari itu,  Senin pekan depan, DPRD Riau akan melaporkan perusahaan mili
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:57:18

Setelah Ayah Kandung, Tiga Kakek Bejad Cabuli Gadis Ingusan

ROKANHILIR - Belum hilang dari ingatan warga Rokan Hilir tentang kasus menyetubuhi anak kandungnya, kini muncul kasus yang sama.Namun, dalam kasus ini, tidak hanya ayah kandungnya yang sudah menidurinya, 3 kake
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:39:53

Jhony Charles: Sekarang Saya Menyerang Mereka Bertahan

UJUNG TANJUNG-Pasca Eksekusi lahan 4 Ha dan Kantor Garda Nasdem Rokan Hilir  yang terletak di Jl.Lintas Riau-Sumatera, Kelurahan Banjar XII Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir Selasa Silam, Jhony C
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:08:11

Bejat! Bocah Ingusan Dicabuli Ayah Kandung dan 3 Orang Tetanganya

ROKAN HILIR- Seorang bocah  dengan nama samaran Bunga (16) tega digauli ayah kandungnya  ber inisila M (40) dan 3 rang tetangganya ber inisila K, S dan A.  Aksi pencabulan terhadap seorang bocah
 
Jumat, 23 Agustus 2019 | 08:16:00

Jhony Charles Pertanyakan Eksekusi Kantor Garda Nasdem di Rohil

UJUNG TANJUNG- Pasca Eksekusi  Lahan seluar 4  Ha dan Kantor  Garda Nasdem di Rokan Hilir yang terletak di Kelurahab Banjar XII Kecamatan Tanah Putih Kabupateh Rokan Hilir, dipertanyakan, pasalny
 
Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:43:32

Puluhan Kilogram Narkoba Dimusnahkan Polres Dumai

DUMAI - Puluhan kilogram Narkoba dari 5 laporan polisi dengan 9 orang tersangka dimusnahkan oleh Polres Dumai bersama seluruh unsur Forkompimda Kota Dumai, pada Kamis (22/8/2019).Narkoba dari hasil pengungkapan
 
Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:38:09

Kapolres Siak Himbau Seluruh Orang Tua Awasi Anaknya Dari Pergaulan Mensos

SIAK - Semakin meningkatnya angka kriminal kasus pencabulan khususnya di Kabupaten Siak, Kapolres Siak AKBP Ahmad David SIK mengimbau kepada seluruh  orang tua untuk selalu menjaga anak - anaknya dari
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top