Iklan Sosial
 
Rabu, 11 Juli 2018 | 14:43:06
Ekonomi

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pekan Air Internasional Asia ke-2

Sebarkan:
Kementerian PUPR bangun infrastruktur penyediaan air bersih dan sanitasi di Kabupaten Asmat, Papua.

Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah pada gelaran Pekan Air Internasional Asia ke-2 (The 2nd Asia International Water Week) diselenggarakan pada 3-7 Oktober 2020 di Yogyakarta.

Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Firdaus Ali mengatakan,‎ dipilihnya Indonesia berdasarkan Kick off Meeting yang dilaksanakan pada Singapore International Water Week 2018 di Marina Bay Sands Convention Center, Selasa 10 Juli 2018, kemarin.

"Kick off Meeting ini membicarakan tema dan topik apa saja yang akan dibahas pada The 2nd AIWW 2020 di Yogyakarta nanti. Indonesia punya target melalui The 2nd AIWW 2020 menjadi salah satu water hub di Asia," ujar dia di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Vice President Asia Water Council (AWC)‎ ini, sudah saatnya para pemimpin dunia dan pemerintah memusatkan perhatiannya pada masalah sumber daya air yang merupakan solusi penting dari beberapa masalah yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan. 

"Keberadaan AWC menjadi semakin penting bagi solusi masalah air di Asia, bersamaan dengan meningkatnya permintaan internasional terhadap strategi baru dan tindakan lebih lanjut dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan," kata dia.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Firdaus, AWC melakukan pelaksanaan proyek air berdasarkan sejumlah prinsip utama, yaitu pendekatan holistik, terpadu, transparan, ekonomi, dan ekologis. 

"Implementasi yang tepat adalah kunci keberhasilan AWC. Hanya implementasi yang tepat yang akan memastikan bahwa daya saing, kesehatan dan keanekaragaman hayati kita tidak terancam," ungkap dia.

Selain itu, gelaran ini juga akan dijadikan untuk mempromosikan Indonesia di mata dunia. Untuk itu Firdaus mengundang para delegasi secara resmi untuk menghadiri Pekan Air Internasional Asia ke-2 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada Oktober 2020. 

"Saya ingin menyambut para delegasi semua untuk mengunjungi Indonesia yang kaya. Sebuah negara kepulauan yang memiliki  lebih dari 15 ribu pulau, di mana air memiliki nilai penting bagi negara ini," ujar dia.

600 Juta Orang di Negara Ini Terancam Kekurangan Air Bersih pada 2020

Sebelumnya, saat ini, India disebut tengah menghadapi krisis air bersih terburuk dalam sejarah, di mana akan berdampak pada sekitar 600 juta orang pada 2020 mendatang.

Laporan tersebut berasal dari hasil penelitian oleh Niti Aayog -- sebuah lembaga think-tank setempat-- terhadap rasio dan pasokan konsumsi air bersih di 24 dari total 29 negara bagian di India.

Dikutip dari BBC pada Jumat 15 Juni 2018, hasil studi tersebut juga mengingatkan bahwa 21 kota kemungkinan akan kehabisan cadangan air tanah, kurang dari satu dekade ke depan.

Kemungkinan dampak terburuk lainnya adalah memengaruhi keamanan pasokan 80 persen air untuk pertanian di India, yang berisiko terhadap keamanan pangan nasional negeri berpenduduk sekitar satu miliar jiwa itu.

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak kota di India mengalami sesekali kehabisan pasokan air bersih di musim panas. Hal ini umumnya disebabkan oleh buruknya infrastruktur pendistribusian air leding ke setiap rumah warga.

Tidak hanya di kota, penduduk di pedesaan India juga sangat terpengaruh oleh kurangnya akses terhadap pasokan air bersih. Sebagian besar mereka hanya bisa bergantung pada air tanah karena curah hujan rendah.

Selain itu, penduduk desa juga harus "mengalah" terhadap penggunaan air tanah untuk pengairan, yang kerap memicu dilema antara desakan konsumsi pribadi dan kebutuhan pertanian guna mempertahankan sumber penghasilan.

Laporan itu juga menyebut sekitar 200.000 orang meninggal setiap tahun di India, karena tidak memiliki akses cukup ke pasokan air bersih.

Banyak orang kemudian mengandalkan pasokan air swasta terbatas, yang dibayarkan oleh pemerintah. Hal itu menjadikan antrean berliku-liku di depan mobil tanker air sebagai pemandangan umum di Negeri Hindustan, terutama di kawasan kumuh.

Seiring dengan pertumbuhan kota yang kian pesat, masih mennurut laporan itu, kebutuhan sumber air bersih di India diperkirakan akan meningkat hingga dua kali lipat dari pasokan yang tersedia pada 2030.

(Liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 14 November 2018 | 17:47:20

Kenali Lebih Dekat Alat Pantau Kamla di SPKKL Aceh

ACEH-Sejumlah pelajar dan taruna dan taruni dari beberapa sekolah dan akademi berkunjung ke SPKKL Aceh untuk melihat dan mengenal lebih dekat tugas yang dijalankan Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan La
Rabu, 14 November 2018 | 16:54:32

Insiden Tembok SD Roboh Makan Korban Jiwa, Ini Komentar Sekolah

PEKANBARU - Peristiwa robohnya tembok SDN 141 Pekanbaru telah memakan korban jiwa dua orang, yakni Yanita Octavilozy dan William Maleaki. Menanggapi hal itu, Komite Sekolah SD Negeri 141 Pekanbaru Rostami
Rabu, 14 November 2018 | 16:44:58

38 Kg Sabu Jaringan Internasional Gagal Beredar, 4 Tersangka Ditangkap

JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali berhasil mengagalkan upaya penyelundupan Narkotika narkotika jenis sabu sebanyak 38 kilogram dan 30.000 butir ekstasi di perairan Langsa Aceh. Adapun oper
Rabu, 14 November 2018 | 16:33:08

UAS Ulama Paling Berpengaruh Versi LSI, Habib Rizieq Nomor 5

Jakarta -Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei mengenai ulama yang mempunyai pengaruh elektoral dan imbauannya paling didengarkan masyarakat. LSI menyebut Ada 5 ulama yang paling berpengar
 
Berita Lainnya
Rabu, 14 November 2018 | 14:46:16

Kaji Ulang Aturan Maskapai Berbiaya Murah, Menhub Soroti Standar Keselamatan

JAKARTA - Pemerintah akan mengevaluasi penerbangan bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) yang diterapkan sejumlah maskapai Tanah Air selama ini, termasuk tarif yang dikenakan. Upaya ini diambil untuk m
 
Rabu, 14 November 2018 | 14:43:52

Akhirnya Merpati Bisa Terbang Lagi

SURABAYA - Pengadilan Niaga (PN) Surabaya mengabulkan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Dengan demikian, Merpati tidak dipailitkan dan dipastik
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:48:13

Penggunaan Internet RI Kalahkan AS, Tapi Minim Sumbang ke Ekonomi

Jakarta - Keberadaan internet saat ini punya peran penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Internet bahkan punya peranan penting dalam pengembangan berbagai peluang bisnis.Demikian disampaikan Sen
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:42:50

Menteri PAN-RB Pamerkan Kemajuan Birokrasi RI

Jakarta - Reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah telah menunjukkan hasil. Hal itu terlihat dari meningkatnya sejumlah indikator.Dalam Seminar Nasional Grand Design Public Administration Indonesia 2045,
 
Rabu, 14 November 2018 | 11:09:40

Pembangunan Infrastruktur Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur dinilai memiliki dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain mengatasi ketimpangan antara pusat dan daerah, pembangunan infrastruktur dapat mengurangi biaya produksi
 
Rabu, 14 November 2018 | 10:44:39

Siap-Siap! 2.000 Honorer Bakal Dipecat

SIMALUNGUN ? Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara memastikan 2.000 lebih tenaga honorer atau kontrak yang bertugas di sekretariat daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) akan diberh
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:49:53

Kini Ada Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan launching Asuransi Perikanan bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK) tahun 2018. Deputi Komisioner OJK bidang Indus
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:39:48

Sri Mulyani Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI dan Turunnya Pengangguran

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali memberikan informasi mengenai kondisi perekonomian Indonesia maupun dunia pada saat ini. Menurutnya, saat ini kondisi perekonomian Indonesia masih tergol
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:34:55

Angka Kelulusan CPNS di Kantor Sri Mulyani Cuma 8,5%

JAKARTA - Angka kelulusan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 masih sangat rendah. Berdasarkan data dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokr
 
Selasa, 13 November 2018 | 15:17:23

Berapa Tarif Jalan Tol Jakarta-Surabaya, Ini Rinciannya

JAKARTA - Pembangunan jalan Tol Trans Jawa hampir segera rampung, hal tersebut menyusul akan segera diresmikannya beberapa ruas tol pada tahun ini. Ditargetkan, jalan tol yang menghubungkan dari Jakarta h
 
Selasa, 13 November 2018 | 14:17:32

Wagub Uu Minta Pengusaha Serap Tenaga Kerja Lulusan SMK

Garut - Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum meminta para pengusaha memberdayakan anak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Uu menilai kualitas anak-anak SMK jangan dipandang sebelah mata.Hal ters
 
Selasa, 13 November 2018 | 11:44:44

Investor Baru Siap Hidupkan Merpati

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memberikan penjelasan terkait menangguhkan usulan restrukturisasi yang diajukan oleh maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). Dia menj
 
Selasa, 13 November 2018 | 11:36:21

Setelah SKD, Peserta CPNS Harus Lewati Tes Ini

JAKARTA - Badan Kepegawaian Nasional (BKN) telah memutuskan tes peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan berakhir pada 17 November 2018. Kepala Biro Humas Badan Kepegawa
 
Selasa, 13 November 2018 | 11:34:14

Semen Indonesia Ambil Alih 80% Saham Holcim

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) menandatangani perjanjian pengikatan jual beli bersyarat (Conditional Sales & Purchase Agreement) untuk mengambil alih 6.179.612.820 lembar saham (atau setara
 
Selasa, 13 November 2018 | 11:23:34

Penilaian Baru Kelulusan Peserta CPNS Tunggu Restu Menpan RB

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyiapkan dua opsi untuk mengakomodir para peserta Seleksi Kompetensi Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 yang t
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top