Jumat, 18 Mei 2018 | 16:33:37
Bisnis

BI: Defisit Transaksi Berjalan RI Masih Sehat

Sebarkan:
Liputan6.com
Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo saat meluncurkan buku Laporan Perekonomian tahun 2016 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (27/4).

Jakarta - Neraca Perdagangan Indonesia mengalami defisit yang cukup tajam pada April 2018 yaitu sebesar USD 1,63 miliar. Namun hal tersebut dinilai tidak akan memperparah defisit transaksi berjalan

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan, ‎jika melihat neraca perdagangan pada April 2018, baik ekspor maupun impor memang sama-sama naik. Namun kenaikan impor jauh lebih besar ketimbang ekspor.

"Kita lihat memang dari neraca perdagangan kemarin, ekspor naik. Ekspor naik itu juga banyak didukung oleh produk-produk manufaktur. Tapi naiknya hanya 9 persen, sedangkan naiknya impor itu bisa sampai 34 persen. Tapi kita paham naiknya impor juga ada faktor harga minyak yang naik, ada faktor kita musti impor pangan dan itu menyebabkan tekanan," ujar dia di Kantor BI, Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Dia mengatakan, tingginya pertumbuhan impor ini sebenarnya juga buka suatu hal yang negatif. Sebab, ini menunjukkan jika ekonomi Indonesia tengah berjalan ke arah perbaikan.

"Kami melihat ini bagian kalau ekonomi Indonesia membaik. Kami juga melihat impor yang tinggi adalah untuk kegiatan produktif, untuk kegiatan-kegiatan infrastruktur itu membutuhkan impor dari mesin ataupun komponen-komponen untuk infrastruktur. Itu membuat tekanan di impor," kata dia.

Sementara jika dilihat dampaknya terhadap neraca transaksi berjalan, memang defisitnya meningkat. Namun peningkatan ini masih lebih rendah ketimbang posisi defisit transaksi berjalan pada kuartal akhir tahun lalu.

"Kami melihat bahwa Indonesia sudah keluarkan hasil dari balance of payment kita, dan kita lihat bahwa transaksi berjalan itu memang defisit dan meningkat menjadi 2,15 persen dari GDP. Tapi dibandingkan kuartal IV 2017 itu turun, karena di kuartal IV itu 2,3 persen dari GDP," ujar dia.

Namun, Agus menyatakan, jika defisit transaksi berjalan ini masih sehat. Sebab masih berada di bawah tiga persen dari GDP.

"Kami melihat bahwa neraca transaksi berjalan masih akan sehat dan kita perkirakan masih akan ada di kisaran 2 persen-2,5 persen dari GDP sepanjang 2018.‎ Dan kami meyakini kalau transaksi berjalan itu di bawah 3 persen dari GDP itu masih sehat. Kami harus kelola," ujar dia.

Sebelumnya, Bank Indonesia melaporkan defisit transaksi berjalan kuartal I 2018 menurun sehingga menopang ketahanan sektor eksternal perekonomian Indonesia. 

Defisit transaksi berjalan tercatat USD 5,5 miliar (2,1 persen PDB) pada kuartal I 2018, lebih rendah dari defisit pada kuartal sebelumnya yang mencapai USD 6,0 miliar (2,3 persen PDB).

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia Arbonas Hutabarat menjelaskan, penurunan defisit transaksi berjalan terutama dipengaruhi oleh penurunan defisit neraca jasa dan peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder.

"Penurunan defisit neraca jasa terutama dipengaruhi kenaikan surplus jasa perjalanan (travel) seiring naiknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan menurunnya impor jasa pengangkutan (freight). Peningkatan surplus neraca pendapatan sekunder sejalan dengan naiknya penerimaan remitansi dari pekerja migran Indonesia," ujar dia, Sabtu 12 Mei 2018.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan nonmigas menurun terutama dipengaruhi penurunan ekspor nonmigas. Impor nonmigas juga menurun meski lebih terbatas, dengan impor barang modal dan bahan baku masih berada pada level yang tinggi sejalan dengan kegiatan produksi dan investasi yang terus meningkat.

Sementara untuk transaksi modal dan finansial kuartal I 2018 tetap mencatat surplus di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global. Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal I 2018 tercatat USD 1,9 miliar, terutama ditopang oleh aliran masuk investasi langsung yang masih cukup tinggi.

Hal ini mencerminkan tetap positifnya persepsi investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Namun demikian, surplus transaksi modal dan finansial kuartal I 2018 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya.

Penurunan surplus tidak terlepas dari dampak peningkatan ketidakpastian di pasar keuangan global yang kemudian mengakibatkan penyesuaian penempatan dana asing di pasar saham dan pasar surat utang pemerintah.

"Penurunan surplus juga dipengaruhi oleh komponen investasi lainnya yang tercatat defisit, terutama dipengaruhi naiknya penempatan simpanan sektor swasta pada bank di luar negeri," tambah Arbonas.(Liputan6.com)

 

 

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 4 Juni 2018 | 14:32:23

Soal Anggaran THR PNS Daerah, Ini Penjelasan Lengkap Sri Mulyani

Jakarta - Pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai negeri sipil (PNS) baik di pusat maupun di daerah sempat viral di media sosial, terutama THR PNS daerah yang dinilai belum banyak pengalokasian
Senin, 4 Juni 2018 | 14:28:12

Tak Hanya PNS, Kepala Daerah dan DPRD Ikut Dapat THR

JAKARTA – Kebijakan pemberian tunjangan hari raya (THR) tidak hanya berlaku bagi aparat sipil negara (ASN) dan pensiunan. Kepala daerah, wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD pun ikut dapat THR
Senin, 4 Juni 2018 | 14:24:12

Jokowi: Tahun Depan Jangan Ada Lagi Laporan Keuangan Disclaimer

JAKARTA - Presiden Joko Widodo berharap hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan pada 2019 tidak ada lagi entitas yang disclaimer atau BPK tidak memberikan pendapat atas laporan keuangannya. "Kita harapkan
Senin, 4 Juni 2018 | 13:42:46

Malaysia Kalahkan Jumlah Wisatawan China yang ke RI

Jakarta - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia periode Januari-April 2018 tercatat 4,97 juta kunjungan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka ini naik 13,83% dibandingkan periode yang sa
 
Berita Lainnya
Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:24:55

Gejolak Ekonomi Global, Sri Mulyani Waspadai Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meliris data realisasi APBN 2018 hingga posisi 30 September 2018. Di mana terdapat beberapa realisasi yang semakin menjauh dari asumsi makro APBN 2018. Menteri Keuanga
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:15:35

Suap Izin Meikarta, Investor Tinggalkan Saham Grup Lippo?

JAKARTA - Kasus suap soal perizinan Meikarta sebagai proyek properti Grup Lippo terhadap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, memberikan dampak berarti terhadap performance kinerja saham sekor properti PT
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:13:32

Bakal Diluncurkan Jokowi, Motor Listrik Tak Lama Lagi Mengaspal

Jakarta - Motor listrik karya anak bangsa, Gesits, akan diluncurkan dalam waktu dekat. Seperti halnya kendaraan pedesaan, motor ini juga akan diluncurkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).Direktur Utama PT Wi
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 14:08:36

3,6 Juta Orang Daftar CPNS 2018, 355.733 Orang Tidak Lolos

JAKARTA ? Pemerintah resmi menutup pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Sebanyak 3,6 juta orang resmi mendaftar untuk memperebutkan 238.015 kursi CPNS yang ada di 601 instansi. Badan Kep
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:55:04

Lampaui Target APBN, Subsidi BBM dan Elpiji Tembus Rp 54 T

Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja subsidi energi sampai September 2018 jebol dari pagu yang dianggarkan pemerintah. Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan jebolny
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:27:45

Anies Akui Rumah DP Rp 0 Bukan untuk Warga Bergaji di Bawah UMP

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan program rumah DP Rp 0 ditujukan bagi warga dengan kriteria tertentu. Salah satunya adalah syarat gaji antara Rp 4 juta-7 juta/bulan."Kalau tidak sa
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 10:31:21

Harga BBM di Pedalaman Australia Rp 20 Ribu Per Liter

Canberra -Seperti di banyak negara lain, di Australia harga BBM terus melonjak selama beberapa bulan terakhir, dan di daerah regional dan pedalaman, harga bensin sekarang hampir $AUD 1.90 (sekitar Rp 20 rib
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 13:47:27

Petani Ngaku Rugi Rp 2 T Gara-gara Gula Impor

Jakarta - Petani gula yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengaku rugi hingga Rp 2 triliun. Hal itu dikarenakan gula yang tak laku di pasaran.Ketua Umum APTRI Soemitro Samadi
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 13:43:45

Ratusan Petani Tebu Demo di Monas Minta Jokowi Setop Impor Gula

Jakarta - Sebanyak 300 petani tebu yang tergabung dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) pagi ini melakukan unjuk rasa di depan Monumen Nasional (Monas) meminta pemerintah untuk menghentikan i
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 13:35:46

Kecewa Jokowi Masih Impor, Petani Bagi-bagi Gula di Monas

Jakarta - Petani gula yang tergabung di dalam Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) melakukan unjuk rasa pagi ini. Dalam kegiatan itu, para petani sempat melakukan aksi bagi-bagi gula gratis.Aksi b
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 13:32:26

Komitmen Bank Mega Beri Keuntungan Sepanjang Masa ke Nasabah

Jakarta - Sejak 2016, Bank Mega terus memberikan keuntungan sepanjang masa ke nasabahnya. Terutama nasabah tabungan Mega Dana dan Mega Maxi lewat program undian Mega Super Vaganza. "Tagline kami kan 'K
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 13:27:55

RI Bakal Berat Bayar Utang Bencana dari Bank Dunia

Jakarta - Bank Dunia (World Bank) telah memberikan pinjaman utang kepada pemerintah Indonesia sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15 triliun (kurs Rp 15.000).Dana pinjaman itu ditujukan membantu mempercepa
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:47:44

Joget 1 Jari ala Menko Luhut Rayakan Suksesnya IMF-World Bank

JAKARTA ? Untuk merayakan suksesnya acara IMF-World Bank 2018, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan merayakannya dengan bernyanyi dan berjoget bersama para TNI-Polri. "Tadi saya
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:36:04

PPI Bangun Pabrik di Bali, Investasinya Rp10 Miliar

SURABAYA ? PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) (Persero) tahun depan berencana membangun pabrik pengolahan kentang di Bali. Nilai investasi yang disiapkan mencapai Rp10 miliar. Bahan baku kentang ak
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:22:47

Lulusan Terbaik Berebut Kursi CPNS 2018

JAKARTA - Sebanyak 4.349.780 orang pelamar telah membuat akun untuk mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan total pelamar yang telah menyelesaikan pendaftaran sebanyak 3.213.015 orang. Un
 
 
 
Terpopuler

2

13 Okt 2018 16:38 | 189 views
Bisnis
Ada yang Janjikan Lulus CPNS? Jangan Percaya!

3

13 Okt 2018 15:09 | 126 views
Ekonomi
Harga BBM Premium Boleh Naik tapi Ada Syaratnya

4

13 Okt 2018 15:20 | 120 views
Ekonomi
BI Dukung Bank Sentral Suriname Kembangkan Ekonomi Syariah
 
 
 
 
 
 
Top