Iklan Sosial
 
Jumat, 18 Mei 2018 | 15:26:11
Ekonomi

Bank Indonesia diprediksi akan naikkan lagi suku bunga acuan, ini pemicunya

Sebarkan:
merdeka.com
Gedung Bank Indonesia.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memprediksi Bank Indonesia (BI) masih akan menaikkan suku bunga acuan di 2018 ini.

"Sekali kan sudah nih. Saya pikir ada satu kali kenaikan di second half kalau seandainya volatility ini terus berlanjut. Apalagi Juni ini The Fed mengatakan akan lebih agresif lagi," kata Josua saat ditemui usai acara launching Buku Kajian Stabilitas Keuangan, di Gedung BI, Jakarta, Jumat (18/5).

Josua menyatakan, keputusan BI untuk menaikkan suku bunga akan sangat dipengaruhi oleh The Fed. Menurut prediksi, The Fed masih akan menaikkan suku bunganya sebanyak 3 kali lagi.

"Saya kira dengan pertimbangan yang cukup kuat dan untuk meredam volatility jangka pendek, saya pikir satu kali kenaikan cukup ya. Dan saya pikir probabilitynya masih 3 kali The fed naik untuk tahun ini, tapi dilihat sampai dengan akhir Juni seperti apa. Kalau agresif dia (BI) akan menaikkan satu kali lagi," ujarnya.

Sebagai informasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 4,50 persen. Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen dan Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 16-17 Mei 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day repo rate sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen. Berlaku efektif sejak 18 Mei tahun 2018," ujar Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, di Kantor BI, Jakarta, Kamis (17/5).

Agus mengatakan kebijakan tersebut ditempuh sebagai bauran kebijakan BI untuk konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah berlanjutnya peningkatan ketidakpastian pasar keuangan dunia dan penurunan likuiditas global.

Selain itu, Bank Indonesia juga melanjutkan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamentalnya dengan tetap mendorong bekerjanya mekanisme pasar.(Merdeka.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 4 Juni 2018 | 14:32:23

Soal Anggaran THR PNS Daerah, Ini Penjelasan Lengkap Sri Mulyani

Jakarta - Pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai negeri sipil (PNS) baik di pusat maupun di daerah sempat viral di media sosial, terutama THR PNS daerah yang dinilai belum banyak pengalokasian
Senin, 4 Juni 2018 | 14:28:12

Tak Hanya PNS, Kepala Daerah dan DPRD Ikut Dapat THR

JAKARTA Kebijakan pemberian tunjangan hari raya (THR) tidak hanya berlaku bagi aparat sipil negara (ASN) dan pensiunan. Kepala daerah, wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD pun ikut dapat THR.
Senin, 4 Juni 2018 | 14:24:12

Jokowi: Tahun Depan Jangan Ada Lagi Laporan Keuangan Disclaimer

JAKARTA - Presiden Joko Widodo berharap hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan pada 2019 tidak ada lagi entitas yang disclaimer atau BPK tidak memberikan pendapat atas laporan keuangannya. "Kita harapkan
Senin, 4 Juni 2018 | 13:42:46

Malaysia Kalahkan Jumlah Wisatawan China yang ke RI

Jakarta - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia periode Januari-April 2018 tercatat 4,97 juta kunjungan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka ini naik 13,83% dibandingkan periode yang sa
 
Berita Lainnya
Sabtu, 19 Januari 2019 | 16:14:40

Jokowi Borong 100 Ribu Botol Sabun Cuci Piring Seharga Rp 2 Miliar

GARUT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana memborong 100 ribu botol sabun cuci piring. Total uang yang harus dibayarkan Jokowi berjumlah Rp 2 miliar.Hal itu terjadi saat Jokow
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 14:43:51

Lolos CPNS 2018? Coba Fitur Ini untuk Percepat Proses Pemberkasan

JAKARTA - Sudah banyak instansi pusat maupun daerah yang telah mengumumkan hasil akhir Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Bagi peserta CPNS yang dinyatakan lolos, kini hanya tinggal melanjutkan ke tahap pem
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 14:37:40

Sandiaga: Masa Negara yang Kaya Raya Ini Harus Impor Beras?

JAKARTA - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyayangkan kebijakan impor yang masih harus ditempuh pemerintah saat ini, khususnya di bidang pangan. Menurutnya Indonesia yang kaya akan sumber d
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 14:33:37

Ke Petani Garut, Jokowi: KUR Jangan Dipakai untuk Hal Konsumtif

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam Gerakan Mengawal Musim Tanam (GMMT) Oktober 2018-Maret 2019 (OKMAR 2018/2019). Ini merupakan sinergi antara BNI dengan Kementerian Pertanian.Pada saat berbi
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 14:28:03

Intip Peluang Bisnis Serabi Solo Modalnya Cuma Rp3 Jutaan

JAKARTA -  Serabi solo merupakan jajanan tradisional yang berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Namun demikian, kini serabi solo telah hadir dan menyebar di berbagai kota besar di Indonesia. Serabi so
 
Sabtu, 19 Januari 2019 | 14:18:36

Curhat Pedagang di Pasar Kalimalang Pembeli Kabur Gara-gara Sandiaga

JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama caleg partai melakukan kunjungan ke pasar Kalimalang, Cakung, Jakarta Timur. Hasto dicurhati pedagang setempat karena kampanye cawapres 02
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 17:01:48

Mendag: Perusahaan AS Lihat Potensi Indonesia sebagai Hub Regional

JAKARTA - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan berbagai perusahaan asal Amerika Serikat telah banyak yang melihat potensi Indonesia untuk menjadi hub regional bagi aktivitas bisnis dan pe
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 15:28:12

Gaji PNS Memang Rendah tapi Tunjangannya Besar

JAKARTA - Pasangan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto berencana untuk menaikan gaji birokrat. Termasuk di dalamnya adalah untuk jaksa, hakim, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) lainnya. Menanggap
 
Jumat, 18 Januari 2019 | 11:13:03

Menanti Setoran ke Negara dari Freeport

JAKARTA - Sesuai dengan aturan perubahan Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia dipastikan akan mengalami peningkatan. Demikian disa
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 15:09:41

Pertamina Bentuk Anak Usaha untuk Kelola Blok Rokan

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) sudah membentuk anak usaha untuk mengelola Blok Rokan di 2021. Anak usaha tersebut dinamakan PT Pertamina Hulu Rokan."Pertamina Hulu Rokan di bawah saya langsung, di bawah Dir
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 15:01:50

Inalum Tegaskan Tak Gadai Aset untuk Beli Saham Freeport

JAKARTA - Holding BUMN Pertambangan PT Inalum (Persero) berhasil meningkatkan kepemilikan perusahaan di PT Freeport Indonesia (PTFI) dari 9,36% menjadi 51,2% pada Desember tahun lalu, melalui pembiayaan y
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 14:42:44

Buruan Daftar! Lowongan Kerja PTPP Ditutup Sebentar Lagi

JAKARTA - Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya, PT PP Tbk membuka kesempatan kerja bagi putra-putri terbaik bangsa. Perusahaan pelat merah ini membuka lowongan kerja yang pendaftarannya di mul
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 10:10:45

Ketika Bisnis Presiden Jokowi Kalah Besar Dibanding Anaknya

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku, omzet bisnis anak-anaknya cukup menjanjikan. Hal ini disampaikan Kepala negara kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak ragu-ragu dalam memulai usaha
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 10:00:19

Kurangi Impor, Pertamina Beli 2,5 Juta Barel Minyak dari Blok Rokan

JAKARTA - PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) berhasil melakukan penjualan perdana minyak mentahnya di Blok Rokan ke PT Pertamina (Persero). Ini dalam menindaklanjuti Peraturan Menteri (Permen) ESDM No. 42/201
 
Kamis, 17 Januari 2019 | 09:57:04

Penetapan NIP CPNS Paling Lambat Akhir Februari

JAKARTA - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan tenggat waktu hingga 1 Februari 2019 kepada segenap Pejabat Pembina Kepegawaian Instansi Pusat, Provinsi, dan Kota untuk mengusulkan Nomor Induk
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top