Iklan Sosial
 
Selasa, 15 Mei 2018 | 10:57:02
Ekonomi

Rupiah dan IHSG Tersungkur, Bagaimana Kondisi Ekonomi RI?

Sebarkan:
Detik.com
Jakarta - Sejak awal tahun mata uang Rupiah melemah dan diikuti dengan jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kondisi tersebut apakah menjadi gambaran perekonomian RI yang mulai mengkhawatirkan?

Menurut riset PT Bahana TCW Investment Management, sentimen dari global masih terus menghantam pasar finansial sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia sepanjang April-Mei 2018. Mata uang Rupiah telah melemah 2,99% sejak awal tahun (ytd) terhadap dolar Amerika Serikat (AS), atau berada pada level Rp 13.960 pada akhir pekan lalu.

Mengikuti pergerakan Rupiah, IHSG terkoreksi 6,28% (ytd) atau pada level 5.956,83. Begitu pun, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) yang melemah 1,73% (ytd).

Direktur Strategi dan Kepala Makroekonomi PT Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat menilai pelemahan yang terjadi pada kurs Rupiah terhadap dolar AS cenderung disebabkan dari faktor eksternal dan bukan dari dalam negeri, baik itu kebijakan fiskal maupun moneter.

"Dari segi fiskal, baik itu pemasukan, pengeluaran, dan pembiayaan menunjukkan angka yang bagus. Bank Indonesia pun juga melakukan intervensi dengan melepas valas hingga US$ 7 miliar. Hal ini memperlihatkan kebijakan BI yang mempertimbangkan faktor stabilisasi dan pertumbuhan, sehingga ditempuh dalam bauran kebijakan (policy mix)," tutur Budi dalam risetnya, Selasa (15/5/2018).

Menurut Budi, masalah yang kini menimpa mata uang Rupiah adalah sentimen eksternal, baik itu dari stimulus Pemerintah AS Donald Trump yang memangkas pajak korporasi. Sehingga berpeluang bagi bank sentral AS (The Fed) dalam menaikkan suku bunga.

Di samping itu, dolar AS menguat dan berbalik arah (unwind position) hampir terhadap sejumlah kurs mata uang asing. Akan tetapi, lanjut Budi, Rupiah bukan satu-satunya mata uang yang mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

"Kami melihat publik perlu teredukasi menyikapi pelemahan Rupiah. Secara global, koreksi Rupiah tak terlalu dalam dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya. Pengelolaan makroekonomi Argentina yang kurang bagus melandasi koreksi nilai tukar dan kenaikan suku bunga tertinggi di dunia. Sebagai contoh, mata uang Argentina Pesso terkoreksi 24,6% (ytd), Filipina Peso terkoreksi 4,93% (ytd), India Rupee melemah 5,42% (ytd), mata uang Brazil melemah 8,69% (ytd)," jelas Budi.

Sementara, harga minyak dunia yang terus melambung, ikut memicu defisit impor minyak pada kuartal I-2018. Kenaikan harga minyak telah memicu defisit minyak naik 13% (yoy) atau dibandingkan kuartal satu tahun lalu. Sementara itu, neraca dagang Indonesia di kuartal yang sama membukukan surplus US$ 280 juta, turun signifikan hingga 93% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu dengan surplus sebesar 4,08 miliar.

Pelemahan Rupiah juga dipengaruhi faktor kebutuhan valuta asing yang dikumpulkan oleh korporasi nasional sebagai pembayaran dividen ke luar negeri. Pola pembayaran dividen berupa valuta asing, yang umum terjadi di kuartal dua telah menyebabkan Rupiah tertekan.

Sementara itu, dana asing terus keluar (capital outflow) dari pasar obligasi dan IHSG sebagai dampak dari pelemahan Rupiah. Secara global, dugaan Fed rate naik lebih banyak memicu kenaikan yield T-bond. Yang selanjutnya berisiko memicu kenaikan yield boligasi banyak naik, akibat aksi ambil untung investor asing.

Meskipun volatilitas masih membayangi pasar finansial Indonesia, Bahana menilai kondisi makro ekonomi nasional masih tetap positif dalam jangka panjang. Hal ini tercermin dari penerimaan pajak di kuartal satu yang meningkat 16,21% dibandingkan kuartal satu tahun lalu. "Penerimaan pajak ini memberi efek positif bagi pertumbuhan ekonomi, terutama dapat mengurangi supply risk obligasi negara," tambah Budi.

Kenaikan peringkat kredit Indonesia dari Baa3 menjadi Baa2 dengan proyeksi stabil dari Moodys Investors Service juga menjadi payung positif bagi kestabilan ekonomi Indonesia, khususnya mengurangi risiko gagal bayar.

Daya beli masyarakat pun mulai membaik, ditandai dengan penjualan sepeda motor di bulan Maret yang naik hampir 22% dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini juga diperkuat dari pertumbuhan M1 (uang beredar), berhubungan positif dengan penjualan kendaraan hingga kinerja IHSG. Untuk itu, kami berharap Pemerintah segera menyalurkan belanja pemerintah untuk mendorong konsumsi masyarakat.

(detik.com)
 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 4 Juni 2018 | 14:32:23

Soal Anggaran THR PNS Daerah, Ini Penjelasan Lengkap Sri Mulyani

Jakarta - Pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai negeri sipil (PNS) baik di pusat maupun di daerah sempat viral di media sosial, terutama THR PNS daerah yang dinilai belum banyak pengalokasian
Senin, 4 Juni 2018 | 14:28:12

Tak Hanya PNS, Kepala Daerah dan DPRD Ikut Dapat THR

JAKARTA Kebijakan pemberian tunjangan hari raya (THR) tidak hanya berlaku bagi aparat sipil negara (ASN) dan pensiunan. Kepala daerah, wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD pun ikut dapat THR.
Senin, 4 Juni 2018 | 14:24:12

Jokowi: Tahun Depan Jangan Ada Lagi Laporan Keuangan Disclaimer

JAKARTA - Presiden Joko Widodo berharap hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan pada 2019 tidak ada lagi entitas yang disclaimer atau BPK tidak memberikan pendapat atas laporan keuangannya. "Kita harapkan
Senin, 4 Juni 2018 | 13:42:46

Malaysia Kalahkan Jumlah Wisatawan China yang ke RI

Jakarta - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia periode Januari-April 2018 tercatat 4,97 juta kunjungan. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut angka ini naik 13,83% dibandingkan periode yang sa
 
Berita Lainnya
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:41:15

Perang Dagang, Jokowi Diminta Fokuskan APBN 2019 ke Pembangunan Manusia

JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR-RI Johnny G Plate menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk berfokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Namun tidak lupa pembangunan infrastruktur juga harus t
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:33:57

Produsen Alat Penghemat Listrik Terancam Penjara dan Denda Rp2 Miliar

JAKARTA - Kemampuan alat penghemat listrik yang digadang-gadang bisa mengurangi tagihan rekening listrik ternyata tidak terbukti. Hal itu sesuai dengan hasil riset yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listri
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:28:17

Dana Desa Rp187,65 Triliun Upaya Atasi Kemiskinan

JAKARTA - Selama tiga tahun memimpin Kabinet Kerja, Presiden Joko Widodo telah berhasil menyalurkan sebanyak Rp187,65 triliun dana desa. Dana tersebut digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur dan pel
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:19:41

Uji Lab Alat Penghemat Listrik, Ternyata Tak Kurangi Tagihan Rekening

JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Keluarga Alumni Tenaga Listrik (Kagatrik) Departemen Teknik Elektro FTUI melalui fasilitas Lab Pengukuran Listrik DTE-FTUI, telah menyelidiki, melakukan pengujian, melakukan
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:46:14

Jokowi: Bukan Hanya Fisik, Pembangunan Infrastruktur untuk Peradaban

Jakarta - Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa banyak orang salah kaprah ketika membahas infrastruktur. Menurutnya, selama ini pembangunan infrastruktur dikira hanya urusan fisik semata. Padahal, implik
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:42:14

Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan Jadi Fokus Pemerintahan Jokowi

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan untuk mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor energi. Termasuk yang akan terus didorong ada
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:36:06

Daerah Terbitkan Obligasi untuk Infrastruktur, Hary Tanoe: Tak Lagi Bergantung APBN

JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, provinsi besar harus didorong menerbitkan obligasi yang dijual kepada masyarakatnya dalam denominasi kecil. "Di luar negeri hal ini s
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:32:55

Jokowi: K‎ita Tidak Berhenti Bekerja agar Rakyat Indonesia Sejahtera

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan fokus perhatian pemerintah dalam empat tahun terakhir bukan hanya soal  pembangunan infrastruktur, tetapi juga di sektor sumber daya manusia (SDM).&
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 14:30:48

Dolar AS Menguat, APBN Makin Berat

Jakarta - Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus mengalami penguatan. Dari data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) nilai dolar tercatat Rp 14.621 dan dari Reuters Rp 13.630.Apakah ini akan mempenga
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 13:58:28

BPS Buka Rahasia Penyebab Ekspor Naik

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia di Juli 2018 sebesar USD16,24 miliar. Angka tersebut meningkat 19,44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan jika dibandingkan
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 13:54:13

Syafruddin Jadi MenPAN-RB yang Baru, PNS Korupsi Bakal Disikat?

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni berharap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin mampu menjauhkan PNS dari kasus korupsi. "Syafruddin terbilang sosok ya
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 11:45:50

BI Umumkan Kebijakan Suku Bunga Acuan, Keputusannya Mengejutkan?

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) hari ini akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung sejak 14-15 Agustus 2018. Salah satunya terkait kebijakan suku bunga acuan atau 7 Days Reverse Rep
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 11:08:08

Gaji Pertama Turun Desember, Pengumuman CPNS 2018 Diharapkan Keluar Cepat

JAKARTA - Badan Kepegawaian Negara (BKN) terus mengebut penyelesaian proses pengumuman Calon Pegawai Negeri Sipil 2018 (CPNS).  Langkah tersebut agar tidak meleset dari target yang telah direnca
 
Rabu, 15 Agustus 2018 | 10:33:17

Mundur dari Menpan-RB, Asman Abnur Minta Penerusnya Benahi Rekrutmen PNS

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur menjabarkan terobosan yang telah dilakukannya bersama jajaran Kementerian PAN-RB selama dua tahun terakhir bertugas seba
 
Selasa, 14 Agustus 2018 | 16:48:26

Menpan-RB Mundur, Bagaimana Nasib Penerimaan CPNS 2018?

JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur dikabarkan telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Joko Widodo sebagai menteri. Hal tersebut setel
 
 
 
Terpopuler

3

10 Agu 2018 13:24 | 221 views
Bisnis
RI-Malaysia Kolaborasi Produksi Mobil ASEAN

5

11 Agu 2018 15:38 | 171 views
Ekonomi
RI-Malaysia Kolaborasi Kembangkan Industri Otomotif
 
 
 
 
 
 
Top