Iklan Sosial
 
Rabu, 14 Februari 2018 | 09:18:34
Ekonomi

Dokumen Tak Lengkap, Beras Impor Vietnam Telantar di Cilegon

Sebarkan:
Cilegon - Kapal pengangkut 6 ribu ton beras impor asal Vietnam masih terombang-ambing di tengah laut. Lantaran, dokumen impornya belum juga sampai ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Merak.

Kapal bernama MV. VINH HUNG ini telah datang sejak Minggu, 11 Februari 2018 dengan agen pengangkut bernama PT Buana Indah. Kapal pengangkut beras impor itu rencananya akan melakukan bongkar muat di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon.

"Kapalnya memang sudah sampai, hanya ada satu ya kapal dari Vietnam. Belum bisa kami izinkan lakukan pembongkaran selama dokumen pemberitahuan impor, dan persetujuan pengeluaran barang belum kita terima," kata Kepala KPBBC TMP Merak, Restu Nugroho, di Kota Cilegon, Selasa (13/02/2018).

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Siti Kuwati, sebelumnya mengatakan, dari 57 ribu ton, sebanyak 6 ribu ton beras impor masuk melalui Pelabuhan Merak, sebanyak 41 ribu ton melalui Pelabuhan Tanjung Priok, dan 10 ribu ton lewat Pelabuhan Tenau, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

"Hari ini (kemarin) yang sudah bongkar beras impor di Pelabuhan Tenau 10 ribu ton. Ini dari Vietnam. Yang Merak dan Priok sedang pengurusan dokumen. Kami sedang urus dokumen-dokumen impornya, ada bill of landing, surveyor, dokumen asuransi. Jadi, harus lengkap dulu, clear, tidak serta-merta datang bisa langsung dibongkar‎,"

Harga Beras Masih Tinggi pada Awal Pekan

Harga beras pada pekan ini terbilang masih tinggi. Ini ditunjukkan dari harga beras di salah satu pasar di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Untuk beras jenis medium saja, harganya Rp 11 ribu per liter. Harga beras tersebut naik Rp 2.000 dari pekan lalu di kisaran Rp 9.000 per liter. Pedagang kebutuhan pokok, Tono (27), menuturkan kenaikan harga beras ini disebabkan oleh musim hujan. "Iya, lagi musim hujan Mas, jadi semua apa-apa naik sekarang," ujar Tono, yang berdagang di Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Sementara itu, pedagang lainnya Ali (25) menuturkan, kenaikan harga beras saat ini dipicu oleh gagal panen. Hal itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. "Iya, karena gagal panen Mas, beras sekarang pada naik," tutur Ali pada 12 Februari 2018. 

Saat ditanya mengenai harga beras yang naik saat ini, Ali menginginkan harga beras kembali normal. Dengan begitu, pelanggan dapat harga beras lebih terjangkau.

"Ya inginnya turun Mas, beras kebutuhan pokok," kata Ali.

Bila melihat data perkembangan harga rata-rata beras grosir di pasar induk beras Cipinang pada 12 Februari 2018 antara lain IR-64 I senilai Rp 12.200, IR-64 II senilai Rp 11.675, IR-64 III senilai Rp 8.500, dan IR-42 sebesar Rp 12.575.

Selain itu, beras Cianjur Kepala sebesar Rp 15.600, Cianjur Slyp sebesar Rp 14.875, Setra sebesar Rp 13.825, Saigon sebesar Rp 13.050. Kemudian beras Muncul I senilai Rp 13.675, Muncul II senilai Rp 12.250, dan Muncul III sebesar Rp 11.825.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Siti Kuwati menyatakan pada Minggu, 11 Februari 2018 kemarin beras impor Vietnam dan Thailand datang di pelabuhan Tanjung Priok dan NTT.

Hal ini merupakan upaya pemerintah dalam meredam kenaikan harga beras di pasar serta memperkuat cadangan beras nasional demi stabilisasi harga beras di masyarakat.


(liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:17:16

Kwarcab Pramuka Inhil Gelar Apel Besar Peringatan Hari Pramuka Ke - 57

TEMBILAHAN - Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Kabupaten Inhil menggelar Apel Besar Peringatan Hari Pramuka Ke - 57 di lapangan upacara Gajah Mada, Tembilahan, Sabtu (18/8/2018) pagi.Apel besar tersebut dipi
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:14:14

HM Wardan : Kemerdekaan Adalah Sebuah Anugerah Bagi Bangsa Indonesia

TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan menyebut, kemerdekaan sebagai sebuah anugerah yang diberikan Allah SWT bagi segenap bangsa Indonesia.Pernyataan itu dikemukakan Bupati Inhil, HM Wardan pada acara
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 19:05:45

Turun Langsung Padamkan Api di Balai Jaya, Kompol Vera : Kasus ini sedang kita Selidiki

ROKANHILIR-Kebakaran lahan yang menghanguskan sekitar 2 hektar lahan gambut di Dusun Rumbia II Rt 17 Rw 03 Kepenghuluan Balam Sempurna Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir berhasil dipadamkan.Pada proses
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 17:35:11

Meriahkan HUT RI Ke - 73, KNPI Rohul Gelar Open Tournament Futsal

ROKANHULU - Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke - 73 Tahun 2018 Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, menggelar Open Tournament Futsal.Open tourname
 
Berita Lainnya
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:01:15

Permintaan PNS untuk KPR Subsidi Meningkat

BENGKULU - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap melakukan ekspansi di Provinsi Bengkulu seiring pertumbuhan ekonomi yang mulai menggeliat di daerah tersebut. Permintaan KPR subsidi di Bengkulu
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:55:03

Sri Mulyani Sebut Utang Rp 400 T Warisan Masa Lalu, Benarkah?

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tingginya cicilan utang pemerintah merupakan hasil warisan dari masa lalu. Dia bilang, ada banyak utang di masa lalu yang jatuh tempo cukup tinggi d
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:46:03

Siswa Pemanjat Tiang Bendera di NTT Dapat Beasiswa hingga S1

JAKARTA - Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1)
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:36:17

Sumber Cicilan Utang Pemerintah Rp 400 Triliun di 2019

JAKARTA - Pembahasan soal utang pemerintah Indonesia kembali hangat. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyindir utang RI sudah di luar batas kewajaran.Zulkifili menyebut bahwa cicilan
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:56:43

Ada Kabar Positif dari Perang Dagang AS-China, Wall Street Menguat

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street naik pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average memperpanjang keuntungan dan Nasdaq berubah positif didukung l
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:45:42

Mengukur RAPBN 2019 Senilai Rp2.439 Triliun dengan Ekonomi Tumbuh 5,3%

JAKARTA - Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3%. Sejumlah asumsi makro lainnya pada Rancangan Anggaran Penda patan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 yang di tetapkan di n
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:43:34

Rini Ngomel-ngomel Lihat Jalur Kereta Jakarta-Bogor Kotor

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pagi ini melakukan tinjauan kebersihan di jalur kereta rel listrik (KRL). Di tengah tinjauannya, ia ngomel-ngomel karena melihat jalur keret
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:41:15

Perang Dagang, Jokowi Diminta Fokuskan APBN 2019 ke Pembangunan Manusia

JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR-RI Johnny G Plate menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk berfokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Namun tidak lupa pembangunan infrastruktur juga harus t
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:33:57

Produsen Alat Penghemat Listrik Terancam Penjara dan Denda Rp2 Miliar

JAKARTA - Kemampuan alat penghemat listrik yang digadang-gadang bisa mengurangi tagihan rekening listrik ternyata tidak terbukti. Hal itu sesuai dengan hasil riset yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listri
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:28:17

Dana Desa Rp187,65 Triliun Upaya Atasi Kemiskinan

JAKARTA - Selama tiga tahun memimpin Kabinet Kerja, Presiden Joko Widodo telah berhasil menyalurkan sebanyak Rp187,65 triliun dana desa. Dana tersebut digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur dan pel
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:19:41

Uji Lab Alat Penghemat Listrik, Ternyata Tak Kurangi Tagihan Rekening

JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Keluarga Alumni Tenaga Listrik (Kagatrik) Departemen Teknik Elektro FTUI melalui fasilitas Lab Pengukuran Listrik DTE-FTUI, telah menyelidiki, melakukan pengujian, melakukan
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:46:14

Jokowi: Bukan Hanya Fisik, Pembangunan Infrastruktur untuk Peradaban

Jakarta - Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa banyak orang salah kaprah ketika membahas infrastruktur. Menurutnya, selama ini pembangunan infrastruktur dikira hanya urusan fisik semata. Padahal, implik
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:42:14

Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan Jadi Fokus Pemerintahan Jokowi

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan untuk mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor energi. Termasuk yang akan terus didorong ada
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:36:06

Daerah Terbitkan Obligasi untuk Infrastruktur, Hary Tanoe: Tak Lagi Bergantung APBN

JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, provinsi besar harus didorong menerbitkan obligasi yang dijual kepada masyarakatnya dalam denominasi kecil. "Di luar negeri hal ini s
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:32:55

Jokowi: K‎ita Tidak Berhenti Bekerja agar Rakyat Indonesia Sejahtera

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan fokus perhatian pemerintah dalam empat tahun terakhir bukan hanya soal  pembangunan infrastruktur, tetapi juga di sektor sumber daya manusia (SDM).&
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top