Produk
 
Jumat, 9 Februari 2018 | 14:35:23
Ekonomi

Alat Musik Buatan RI Laku Keras di Amerika Serikat

Sebarkan:
Seorang pria memainkan alat musik tradisional saat CDF di Jakarta, Minggu (28/1). Tarian tersebut dilakukan dalam rangka festiival etnik Tabalong agar masyarakat mengenal tarian yang berasal dari Kalimantan Selatan tersebut. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Jakarta - Merek-merek alat musik dan perlengkapan musik Indonesia berhasil berjaya di National Association of Music Merchants (NAMM) Show 2018. Acara tersebut digelar bulan kemarin di Anaheim Convention Center, California, Amerika Serikat (AS).

Pada perhelatan tersebut, Indonesia berhasil membukukan transaksi penjualan sebesar US$ 1,5 juta, atau sekitar Rp 20 miliar.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, Antonius A. Budiman mengatakan, nilai pendapatan tersebut masih bisa terus bertambah, mengingat beberapa pembeli masih dalam tahap negosiasi.

"Ini merupakan prestasi yang membanggakan, mengingat ini kali pertama Indonesia berpartisipasi pada pameran The NAMM Show," ujar Antonius dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Acara The NAMM Show adalah tempat berkumpulnya industri produk alat musik, suara, dan teknologi global yang berasal dari 139 negara. Adapun potensi daya beli dalam perhelatan ini bisa lebih dari US$ 10 miliar.

Pada gelaran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan beberapa merek gitar, seperti Stephallen Guitars dan iVee Guitars, serta produk penguat suara (amplifier), yakni Sugar Amp.

Indonesia sebagai produsen alat musik telah dikenal reputasinya dalam memproduksi alat musik merek dunia dengan skema Original Equipment Manufacturer (OEM). Dalam skema OEM, alat musik Indonesia dikemas dengan merek dunia seperti seperti Ibanez, Fender, Cort, dan Wild Custom.

Satu hal yang menjadi ciri khas merek-merek alat musik asal Indonesia adalah turut ditampilkannya bentuk budaya asli tanah air dalam berbagai elemen alat musik dan penguat suara berkualitas premium.

"ITPC LA akan terus mendukung produsen Indonesia memasuki pasar AS, di mana tidak hanya sebagai sumber merek AS, namun juga mengangkat mereknya sendiri, termasuk alat musik Indonesia di pasar AS," ungkap Antonius.

Jokowi: ASEAN - India Dapat Ciptakan Perdamaian di Indo Pasifik

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa kemitraan ASEAN - India dapat memberikan kontribusi signifikan untuk mencapai ekosistem damai, stabil dan sejahtera di kawasan Indo Pasifik.

Hal itu disampaikan Jokowi ketika berbicara pada sesi retreat bersama dengan Perdana Menteri India dan para Kepala Negara ASEAN -- sebagai bagian dari mata acara KTT Peringatan ASEAN - India -- di Rasthrapati Bhawan, Kamis 25 Januari 2018.

"Saya percaya melalui ASEAN-lead mechanism dan melalui kemitraan ASEAN-India, kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil dan sejahtera dapat tercapai," kata Jokowi, seperti dikutip dari rilis resmi Sekretariat Presiden RI pada 26 Januari 2018. 

Lebih lanjut Presiden mengatakan, konsep Indo-Pasifik secara alami dapat dikembangkan berdasarkan Treaty of Amity and Cooperation of ASEAN, yakni semua negara kunci telah menjadi para pihak dari treaty (perjanjian) tersebut.

"Pengembangan konsep Indo-Pasifik, juga harus dilakukan secara terbuka, transparan, inklusif didasarkan pada habit of dialogue; dilandasi keinginan untuk bekerja sama serta menjunjung tinggi hukum internasional," kata dia.

Dengan konsep seperti itu, maka rivalitas yang tidak sehat yang dapat mengarah pada "power projection" dapat dihindari.

Jokowi juga menyarankan, pengembangan konsep Indo Pasifik akan baik jika dilakukan melalui pendekatan building blocks antara lain; melalui penguatan kerja sama bilateral dan pluri-lateral seperti ASEAN-India, penguatan mekanisme kawasan seperti IORA di Samudra Hindia, dan ASEAN-lead Mechanisms khususnya East Asia Summit (EAS) Samudra Pasifik.

Bersama Istri dan Menteri

Turut hadir mendampingi Presiden dalam retreat tersebut antara lain, Ibu Negara RI Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. 

Sebelum mengikuti retreat, Presiden bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo terlebih dahulu menghadiri jamuan makan siang untuk Kepala Negara/Pemerintahan Anggota ASEAN bersama Presiden India Ram Nath Kovind dan Ibu Savita Kovind yang diakhiri dengan foto bersama.

Setelah retreat, pada petang harinya, Presiden Jokowi akan mengikuti upacara penyambutan ASEAN – India Commemorative Summit dan peluncuran ASEAN – India Commemorative Stamps di Hotel Taj Diplomatic Enclave, New Delhi.

(liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 24 Februari 2018 | 21:53:08

Sosialisasi Pendidikan Bagi Pemilih Pemula Sebagai Peningkatan Mutu Pemilih yang Berkualitas

ROKANHULU - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Riau gelar sosialisasi tentang pemilih pemula kepada siswa SMAN 1 Pagaran Tapah.Acara yang dilaksanakan Sab
Sabtu, 24 Februari 2018 | 19:04:26

Ketum Dharma Pertiwi : Ketahanan Keluarga Awal dari Ketahanan Negara

JAWATIMUR-Ketahanan keluarga merupakan cikal bakal dan awal dari  Ketahanan Negara. Ketahanan keluarga sangat ditentukan oleh kemampuan seorang ibu dalam mendidik anak-anaknya untuk bersikap  jujur, d
Sabtu, 24 Februari 2018 | 18:52:46

Pangab Thailand Tutup Latma Cobra Gold 2018

THAILAND-Latihan Bersama (Latma) Cobra Gold 2018 ke – 37 secara resmi ditutup oleh Pangab (Chief of Defence Forces) Thailand,General Tarnchaiyan Srisuwan di Ban Chan Klam, Provinsi Chantaburi Thailand, Jumat (2
Sabtu, 24 Februari 2018 | 18:50:23

Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Kita Bangun Pemuda yang Pintar

JAWATIMUR- Menghadapi ancaman dampak negatif digitalisasi yang nyata saat ini, bangsa Indonesia harus membangun pemuda-pemuda yang mampu merubah dirinya menjadi pemuda yang pintar dan mampu menghadapi ancaman g
 
Berita Lainnya
Sabtu, 24 Februari 2018 | 15:46:32

Lahan Pertanian Terbatas, BI Sebut Sumatra Barat Butuh Penggerak Ekonomi Baru

PADANG - Perekonomian wilayah Sumatra Barat (Sumbar) membutuhkan penggerak yang baru. Sebab, industri pertanian di wilayah tersebut sulit dikembangkan lagi. Kepala Perwakilan BI Sumbar yang baru Endy Dwi
 
Jumat, 23 Februari 2018 | 15:16:21

Jokowi Perkirakan Revitalisasi Sungai Citarum Selesai dalam 7 Tahun

Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyadari bahwa revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum bukanlah pekerjaan mudah yang dapat selesai hanya dalam hitungan hari, bulan, bahkan 1 atau 2 ta
 
Jumat, 23 Februari 2018 | 09:42:14

Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Nabung di Bank Muamalat hingga Bandara di Atas Laut

JAKARTA - Saat ini pemilik PT Paytren Asset Management (PAM), Yusuf Mansur yang juga ustadz kenamaan tersebut diisukan akan membeli sebuah bank. Di saat isu tengah merebak, Ustadz Yusuf Mansur memposting
 
Kamis, 22 Februari 2018 | 13:55:38

Harga Minyak Bervariasi Tersengat Gerak Dolar AS

New York - Harga minyak sedikit berubah menjelang rilis data persediaan minyak Amerika Serikat (AS). Diperkirakan persediaan minyak di AS dan dolar AS menguat dari level terendah pada pekan lalu. Harga m
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 14:03:09

Defisit Anggaran Bikin RI Harus Tambah Utang

Jakarta - Total utang pemerintah pusat tercatat hampir menembus Rp 4.000 triliun atau tepatnya Rp 3.958,66 triliun sampai dengan akhir Januari 2018. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesa
 
Rabu, 21 Februari 2018 | 09:56:41

Dihentikan Sementara, Ini Daftar Proyek Jasa Marga yang Mandek

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghentikan sementara seluruh proyek infrastruktur terkait dengan jalan layang (elevated) pada Selasa kemarin. Penghentian tersebut untuk e
 
Selasa, 20 Februari 2018 | 11:52:57

Harga Suatu Jenis Kopi Bisa Mahal, Apa Penyebabnya?

Jakarta - Kebiasaan minum kopi saat ini sedang menjadi tren di tengah masyarakat. Kedai-kedai kopi baru menjamur, menawarkan berbagai jenis kopi yang secara harga dan rasa berbeda. Berbicara soal harga, a
 
Selasa, 20 Februari 2018 | 11:51:28

Dibuat dari Jamur Serangga, Sup Ini Dijual 9,29 Juta per Mangkok

Jakarta - Sup sering disantap sebagai salah satu jenis makanan pembuka. Hidangan jenis ini pun bisa dibuat dari berbagai macam bahan, mulai dari sayuran, daging hingga buah-buahan. Uniknya, sebuah restoran
 
Senin, 19 Februari 2018 | 14:56:00

Sepi Pembeli, Harga Daging Ayam di Pasar Benhil Turun

Jakarta - Harga pangan, terutama daging ayam sudah mengalami penurunan sejak bulan lalu sampai dengan saat ini. Penyebabnya karena sepinya pembeli.  Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Bendungan Hili
 
Sabtu, 17 Februari 2018 | 16:30:57

Tahun Anjing Tanah, Ini Bisnis yang Bagus Menurut Ahli Fengshui

Medan - Dalam astrologi Tiongkok, tahun baru Imlek 2569 ini merupakan shio Anjing Tanah. Tidak seperti perhitungan zodiak dari dunia Barat pada umumnya yang mengacu pada perhitungan bulan, horoskop Tiongkok
 
Sabtu, 17 Februari 2018 | 15:49:54

Cara Kedai Kopi Legendaris Glodok Bertahan di Era Digital

Jakarta - Perkembangan zaman yang ditandai dengan era digitalisasi telah banyak menelan korban, di mana banyak pelaku usaha yang harus menggulung tikar lantaran tidak bisa beradaptasi dengan kemajuan zama
 
Jumat, 16 Februari 2018 | 11:10:48

Industri Pengolahan Susu Wajib Serahkan Proposal Kemitraan Akhir Februari

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan tenggat waktu hingga akhir Februari 2018 kepada Industri Pengolahan Susu (IPS) untuk menyerahkan proposal kemitraan dengan peternak sapi perah lokal. Dire
 
Kamis, 15 Februari 2018 | 16:53:16

Yuk Kenali Perbedaan Asuransi Mobil TLO dan All Risk Sebelum Membeli

KONDISI lalu lintas yang semakin padat dan risiko mobilitas yang tinggi membuat pemilik kendaraan khususnya mobil seringkali merasa khawatir, baik saat kendaraan ditinggal di rumah, tempat kerja maupun s
 
Kamis, 15 Februari 2018 | 15:53:31

Keluhan Pedagang Glodok pada Rizal Ramli

Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kematiriman Rizal Ramli mengunjungi kawasan Glodok, Jakarta Barat, Kamis (15/2/2018). Ekonom senior ini tak gentar meskipun cua
 
Kamis, 15 Februari 2018 | 09:52:35

Ekspor Naik, Neraca Dagang RI Januari Bakal Surplus US$ 233 Juta

Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia di Januari 2018 diprediksi mencetak surplus sekitar US$ 233 juta. Surplus ditopang dari kenaikan volume ekspor dari mitra dagang utama Indonesia. "Neraca perdagangan
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top