Iklan Sosial
 
Minggu, 4 Februari 2018 | 10:30:31
Ekonomi

Menkeu: RI Jadi Negara dengan Perekonomian Terbesar ke-5 di Dunia

Sebarkan:
liputan6.com
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan orasi ilmiah dalam acara Dies Natalis dan Wisuda Program Pascasarjana Semester Gasal 2018 Universitas Indonesia (UI) pada Sabtu (3/2/2018) ini. Ada beberapa isu utama yang disampaikan oleh Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut beberapa di antaranya adalah peran pemuda di ekonomi, tren ekonomi global hingga ekosistem dunia digital di Indonesia dan dunia. 

Sri Mulyani menyampaikan orasi ilmiah tersebut cukup singkat tetapi padat. Orasi tersebut berjalan kurang lebih 60 menit, dan berlangsung di Balairung Kampus UI, Depok Jawa Barat.

Dalam pemaparan tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa pembangunan ekonomi yang inklusif memungkinkan seluruh masyarakat bisa berpartisipasi dalam proses dan menikmati hasil pembangunan dalam semua sektor di Indonesia.

Saat ini Indonesia telah masuk di dalam daftar 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia atau G20. Indonesia juga telah mendapat status investment grade.

"Status yang belum pernah dicapai sejak krisis Ekonomi Indonesia 20 tahun lalu," tutur dia.

Dengan modal tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa Indonesia mampu menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi  tertinggi kelima di dunia pada 2045 nanti. 

"Pertumbuhan perekonomian Indonesia terhadap perekonomian global berada akan pada urutan ke-5 setelah China, AS, India, dan negara-negara kelompok Uni Eropa." jelas Sri Mulyani

Fondasi Ekonomi

Ia pun melanjutkan, untuk bisa mencapai hal tersebut, perlu adanya fondasi ekonomi Indonesia lebih fleksibel dan berdaya tahan. Hal ini merupakan modal bangsa untuk terus memperbaiki kesejahteraan, pemerataan dan mewujudkan keadilan.

Pada 2045 nanti, akan menjadi momentum yang berharga, mengingat pada saat itu tepat 100 tahun Bangsa Indonesia telah merdeka.

Sri Mulyani berujar bahwa tantangan ke depan bagi bangsa ialah kemampuan untuk berubah dari segi pendapatan.

Indonesia akan menjadi negara dengan berpendapatan menengah menjadi negara maju dan terbebas dari middle income trap. "Ini adalah visi kita, Indonesia di masa depan." tutup dia.

(liputan6.com)

 
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Minggu, 19 Agustus 2018 | 18:43:16

HUT RI ke-73 dan Upacara Detik-Detik Proklamasi 2018 di Pelalawan

BUPATI, Pelalawan  HM Harris memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Pelalawan tahun 2018 yang dipusatkan di Lapangan Sepakbola Pangkalan K
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:01:15

Permintaan PNS untuk KPR Subsidi Meningkat

BENGKULU - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap melakukan ekspansi di Provinsi Bengkulu seiring pertumbuhan ekonomi yang mulai menggeliat di daerah tersebut. Permintaan KPR subsidi di Bengkulu
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:55:03

Sri Mulyani Sebut Utang Rp 400 T Warisan Masa Lalu, Benarkah?

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tingginya cicilan utang pemerintah merupakan hasil warisan dari masa lalu. Dia bilang, ada banyak utang di masa lalu yang jatuh tempo cukup tinggi d
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:46:03

Siswa Pemanjat Tiang Bendera di NTT Dapat Beasiswa hingga S1

JAKARTA - Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1)
 
Berita Lainnya
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 15:01:15

Permintaan PNS untuk KPR Subsidi Meningkat

BENGKULU - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) siap melakukan ekspansi di Provinsi Bengkulu seiring pertumbuhan ekonomi yang mulai menggeliat di daerah tersebut. Permintaan KPR subsidi di Bengkulu
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:55:03

Sri Mulyani Sebut Utang Rp 400 T Warisan Masa Lalu, Benarkah?

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut tingginya cicilan utang pemerintah merupakan hasil warisan dari masa lalu. Dia bilang, ada banyak utang di masa lalu yang jatuh tempo cukup tinggi d
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:46:03

Siswa Pemanjat Tiang Bendera di NTT Dapat Beasiswa hingga S1

JAKARTA - Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut dengan bantuan beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1)
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 14:36:17

Sumber Cicilan Utang Pemerintah Rp 400 Triliun di 2019

JAKARTA - Pembahasan soal utang pemerintah Indonesia kembali hangat. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyindir utang RI sudah di luar batas kewajaran.Zulkifili menyebut bahwa cicilan
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:56:43

Ada Kabar Positif dari Perang Dagang AS-China, Wall Street Menguat

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street naik pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average memperpanjang keuntungan dan Nasdaq berubah positif didukung l
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:45:42

Mengukur RAPBN 2019 Senilai Rp2.439 Triliun dengan Ekonomi Tumbuh 5,3%

JAKARTA - Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,3%. Sejumlah asumsi makro lainnya pada Rancangan Anggaran Penda patan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 yang di tetapkan di n
 
Sabtu, 18 Agustus 2018 | 11:43:34

Rini Ngomel-ngomel Lihat Jalur Kereta Jakarta-Bogor Kotor

Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pagi ini melakukan tinjauan kebersihan di jalur kereta rel listrik (KRL). Di tengah tinjauannya, ia ngomel-ngomel karena melihat jalur keret
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:41:15

Perang Dagang, Jokowi Diminta Fokuskan APBN 2019 ke Pembangunan Manusia

JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR-RI Johnny G Plate menyarankan kepada Presiden Joko Widodo untuk berfokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Namun tidak lupa pembangunan infrastruktur juga harus t
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:33:57

Produsen Alat Penghemat Listrik Terancam Penjara dan Denda Rp2 Miliar

JAKARTA - Kemampuan alat penghemat listrik yang digadang-gadang bisa mengurangi tagihan rekening listrik ternyata tidak terbukti. Hal itu sesuai dengan hasil riset yang dilakukan oleh PT Perusahaan Listri
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:28:17

Dana Desa Rp187,65 Triliun Upaya Atasi Kemiskinan

JAKARTA - Selama tiga tahun memimpin Kabinet Kerja, Presiden Joko Widodo telah berhasil menyalurkan sebanyak Rp187,65 triliun dana desa. Dana tersebut digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur dan pel
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:19:41

Uji Lab Alat Penghemat Listrik, Ternyata Tak Kurangi Tagihan Rekening

JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Keluarga Alumni Tenaga Listrik (Kagatrik) Departemen Teknik Elektro FTUI melalui fasilitas Lab Pengukuran Listrik DTE-FTUI, telah menyelidiki, melakukan pengujian, melakukan
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:46:14

Jokowi: Bukan Hanya Fisik, Pembangunan Infrastruktur untuk Peradaban

Jakarta - Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa banyak orang salah kaprah ketika membahas infrastruktur. Menurutnya, selama ini pembangunan infrastruktur dikira hanya urusan fisik semata. Padahal, implik
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:42:14

Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan Jadi Fokus Pemerintahan Jokowi

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan untuk mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor energi. Termasuk yang akan terus didorong ada
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:36:06

Daerah Terbitkan Obligasi untuk Infrastruktur, Hary Tanoe: Tak Lagi Bergantung APBN

JAKARTA - Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, provinsi besar harus didorong menerbitkan obligasi yang dijual kepada masyarakatnya dalam denominasi kecil. "Di luar negeri hal ini s
 
Kamis, 16 Agustus 2018 | 10:32:55

Jokowi: K‎ita Tidak Berhenti Bekerja agar Rakyat Indonesia Sejahtera

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan fokus perhatian pemerintah dalam empat tahun terakhir bukan hanya soal  pembangunan infrastruktur, tetapi juga di sektor sumber daya manusia (SDM).&
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
 
 
Top