Senin, 29 Januari 2018 | 19:33:21

Rusli Ahmad: Tak Ada Larangan Wartawan Masuk ke Ruang Komisi

Laporan : Jonathan Surbakti

Sebarkan:
(foto:Jonathan Surbakti)
Ruangan dilengkapi dengan Kunci elektronik di Kantor DPRD Provinsi Riau
PEKANBARU-Pernyataan Wakil Ketua DPRD Riau, Ir Noviwaldi Jusman yang mengatakan wartawan yang hari-harinya bertugas di DPRD Riau tidak perlu masuk ruangan komisi-komisi yang ada di DPRD Riau, terus menuai kontra. Namun tidak semua anggota DPRD Riau yang sepakat dengan apa yang dikatakan Deded, biasa Noviwaldi Jusman disapa.

Seperti dikatakan sekretaris Komisi I DPRD Riau, Rusli Ahmad. Alasannya ruangan Komisi bukan ruang privacy

."Tak ada larangan wartawan masuk ke ruangan Komisi. Kecuali kalau ada rapat sesama anggota dewan yang bersifat pribadi," tegasnya, Senin (29/1/18) ditemui di DPRD Riau.


Akan tetapi lanjut politisi PDIP ini jika yang dibicarakan bukan masalah pribadi wartawan boleh masuk."Yakin saya tak ada satupun anggota dewan yang melarang. Tapi kalau ada yang melarang, yah itu diluar jangkauan saya," ucap anggota DPRD Riau yang dikenal dekat dengan para kuli tinta tersebut.

Seperti diketahui, Wakil Ketua DPRD Riau asal Partai Demokrat, Ir Noviwaldi Jusman dengan tegas melarang wartawan memasuki ruangan rapat komisi-komisi."Kita sudah sediakan ruangan untuk media, silahkan wartawan berhimpun pada tempat yang disediakan, mohon maaf tak perlu masuk ruangan kerja dewan, ujar Nowiwaldy Jusman melalui Whatsap (WA) sebagaimana yang beredar di kalangan Wartawan Parlemen Riau (WPR).

Sebelumnya, Sekwan DPRD Provinsi Riau Kaharuddin melalui WhatsApp mengatakan, kebijakannya mengunci ruangan komisi bukan bermaksud menghalang-halangi kerja wartawan.

"Kita tidak bermaksud menghalangi wartawan dalam menjalankan tugas. Kita hanya ingin menertibkan setiap orang yang berkunjung di DPRD Provinsi Riau. Jika kebijakan tersebut terkesan menghambat, itu hanya persepsi saja," ujarnya.

Kaharuddin mengatakan, pihaknya tidak melarang awak media untuk berinteraksi dengan anggota DPRD. Hanya saja, kebijakan ini sifatnya untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan dalam beraktifitas untuk semuanya," imbuh Sekwan.

Menanggapi hal itu Ketua WPR Edi Gustien mengatakan, upaya itu sama dengan membatasi kerja profesi wartawan. Edi juga menilai pernyataan pimpinan itu sungguh ironis."Alangkah bijaknya seorang pimpinan dewan terlebih dahulu melihat langsung kondisi wartawan. Selama ini kita mencari berita harus dengan menjumpai orangnya langsung dan itu kita wawancarai bersama-sama dengan teman wartawan lainnya di tempat dimana narasumber kami, yakni anggota wakil rakyat yang ada di DPRD Riau," tutup Edi Gustien (jon)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 11:44:59

Permintaan terakhir bocah di Karawang sebelum ditemukan tewas

KARAWANG - Jasad Ririn Agustin (11) telah dimakamkan pihak keluarga pada Sabtu (15/9) lalu setelah dilakukan otopsi di RSUD Karawang. Namun nama dan keseharian gadis cilik yang masih duduk dibangku kelas en
Rabu, 19 September 2018 | 11:40:10

Pesawat Tanpa Awak ITS Siap Berlaga di Turki

JAKARTA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali berkesempatan menunjukkan taringnya di kancah dunia. Melalui Tim Bayucaraka, ITS unjuk kebolehan dalam kontes pesawat nirawak tingkat dunia, T?B
Rabu, 19 September 2018 | 11:35:29

Panglima TNI Kunjungan Kerja ke Malang

JAKARTA -  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M. dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M., melaksanakan
Rabu, 19 September 2018 | 11:31:07

Honor Super Brand Day On Shopee: Penuh Diskon untuk Smartphone Honor

PROGRAM promo dan diskon sudah menjadi andalan pelaku bisnis untuk menarik minat konsumen. Hal itu tentu saja ditangkap perusahaan e-commerce Shopee dengan menggelar Super Brand Day. Kali ini kabar baik bagi p
 
Berita Lainnya
Rabu, 19 September 2018 | 11:03:46

Saat SBY Absen Lagi di Pertemuan Koalisi Prabowo-Sandi

Jakarta - Koalisi Prabowo-Sandiaga tadi malam mengambil keputusan penting dengan menetapkan nama koalisi dan susunan timses. Namun, ada yang 'hilang' semalam yaitu sosok Ketum Partai Demokrat,
 
Rabu, 19 September 2018 | 10:44:41

Gerindra Balik Serang PSI yang Sindir Nama Koalisi Prabowo Jadul

Jakarta - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Koalisi Indonesia Adil dan Makmur sangat jadul. Partai Gerindra menyerang balik
 
Selasa, 18 September 2018 | 16:05:57

Permabudhi Doakan Jokowi 2 Periode

Jakarta - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) mendoakan Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih di Pilpres 2019. Jokowi dinilai layak memimpin 2 periode karena kinerjanya terbukti."Kami menyaksikan i
 
Selasa, 18 September 2018 | 14:59:38

PD Tanggapi Hanura: SBY Tak Sembunyi tapi Tepuk Dada di Hadapan Lawan

Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih bersembunyi di balik foto Kepala KSP Moeldoko dibanding menuntaskan tudingan A
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:46:52

PSI Desak Anies Tolak M Taufik Jadi Wagub DKI

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik keras Partai Gerindra karena mengusulkan nama M Taufik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Ketua DPP PSI Tsamara Amany mendes
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:41:14

PKS: Pujian SBY ke Jokowi Tak Harus Diartikan Main Dua Kaki

Jakarta - Pujian Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kinerja Presiden Joko Widodo dinilai PKS sebagai hal wajar. PKS menyebut ungkapan itu tak harus dimaknai PD berma
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:26:13

PKB Akan Polisikan Ustaz Yahya Waloni karena Menghina Megawati, Maruf dan TGB

JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menegaskan, pihaknya bakal mempolisikan Ustaz Yahya Waloni lantaran telah menghina Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:07:58

SBY Terharu Masyarakat Masih Mengingatnya Ketika Jadi Presiden

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, rakyat masih mengingatnya sebagai Presiden keenam RI. Ia pun merasa terharu ketika bertemu masyarakat dan masih mengingat ki
 
Senin, 17 September 2018 | 15:59:03

Timses Jokowi: Kami Takkan Hasilkan Kader-kader Kardus!

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut relawan dan unsur-unsur dalam timses akan bekerja secara militan. Timses Jokowi menjamin tidak akan mencetak kader-kader
 
Senin, 17 September 2018 | 15:55:48

Gerindra Masih Buka Peluang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya masih membuka peluang untuk mencalonkan kadernya yang menyandang status mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif (caleg)
 
Senin, 17 September 2018 | 15:49:21

Pemberitaan Asia Sentinel Menyudutkan SBY, Sekjen Demokrat Bilang Ada yang Menunggangi

JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut munculnya artikel Asia Sentinel lantaran ada yang menunggangi jelang perhelatan politik seperti Pileg dan Pilpres di 2019 mendatang. Sebab, pember
 
Senin, 17 September 2018 | 15:18:45

Demokrat: SBY Selalu Jadi Sasaran Empuk untuk Digebukkin

JAKARTA - Partai Demokrat merasa ada pihak yang tak senang dengan eksistensi Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam dunia politik Tanah Air. Hal itu terlihat dari kemunculan artikel di Asia Se
 
Senin, 17 September 2018 | 15:09:05

Timses Jokowi: Urusan Pecah Belah Itu Keahlian yang di Sana

Jakarta - Tim sukses Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menanggapi pernyataan GNPF Ulama soal memilih cawapres ulama sama saja memecah belah umat. Timses Jokowi menegaskan tidak punya keahlian un
 
Senin, 17 September 2018 | 15:06:02

Ijtimak dukung Prabowo, PDIP klaim Jokowi sudah jalankan program keumatan

JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan Joko Widodo (Jokowi) telah menjalankan pakta integritas seperti yang diteken bersama pasangan Prabowo-Sandiaga tanpa d
 
Senin, 17 September 2018 | 11:00:06

Ijtimak Ulama II Dukung Prabowo, PKB: Representasinya Kecil

Jakarta - Ijtimak Ulama II menghasilkan keputusan mendukung bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PKB menilai GNPF-U merupakan kelompok kecil yang tak mewakili ulama se-Indonesia."Sa
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top