Rabu, 5 Juli 2017 | 19:53:36
Melalui Rapat Paripurna

DPRD Pelalawan Sahkan Tiga Ranperda Menjadi Perda

Laporan : Zulkarnaidi

Sebarkan:
Zulkarnaidi
DPRD Pelalawan Sahkan Tiga Ranperda Menjadi Perda
PELALAWAN- Setelah melalui serangkaian pembasan melalui Panitia Khusus (Pansus) akhirnya, DPRD Pelalawan sepakat mengesahkan tiga Rencangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda). Pengesahaan Perda ini diselanggarakan pada rapat Paripurna, Rabu (5/7/17). Ketiga Ranperda yang diusulkan Pemda yang diajukan bupati Pelalawan HM Harris pada tanggal tanggal 25 April 2017. Ketiga Ranperda ini adalah sangat mendesak untuk



ditetapkan menjadi Perda. Ketiganya, antara lain pertama; Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan. Kedua; Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Air Tanah dan Air Permukaan. Dan terakhir, Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Pelalawan Tentang Pencabutan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2004 Tentang Izin Usaha Pertambangan Bahan Galian Golongan C.

Menurut penuturan, wakil ketua I Suprianto, usai memimpin rapat Paripurna, sebelum pengesahan ketiga Ranperda ini, sudah digodok secara matang. Pembahasannya pula sambung politisi dari partai PDI Perjuangan melewati berbagai tingkatan. Bahkan, juga dibentuk Pansus dengan maksud pembahasannya, lebih mendalam dan terinci. "Kawan-kawan Pansus, sudah mencurahkan semua tenaga pikirannya, sehingga hari ini ketiga Ranperda dapat kita sah menjadi Perda," tegas dia.



Sementara itu, mewakili bupati Harris, wakil bupati Pelalawan Zardewan dalam sambutannya, pada rapat paripurna, menyampaikan Pemkab Pelalawan telah membahas atas perubahan Ranperda tentang organisasi kependudukan, izin air tanah dan perkebunan serta pencabutan izin pertambangan golongan C. Mantan Sekda ini juga menjelaskan tujuan dari pengajuan Ranperda untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Ia juga melanjutkan atas tiga Ranperda menjadi Perda akan dilanjutkan untuk disampaikan ke pemerintah Propinsi Riau untuk dapat diimplementasikan kepada masyarakat di Kabupaten Pelalawan menjadi Peraturan Pemerintah Daerah. Usai rapat Paripurna pengesahan tiga Ranperda menjadi Perda dilanjutkan rapat Paripurna kedua dengan agenda, usulan dua Ranperda kabupaten Pelalawan tahun 2017 untuk dibahas oleh fraksi DPRD.(zol/adv/hms)
 

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 19:27:55

Pedagang Pajak Lama Masih Juga Membandel, Camat Siapkan Langkah Lebih Tegas Lagi

BAGANBATU-Pemerintah Kecamatan Bagan Sinembah kembali menertibkan pedagang di pajak Lama Bagan Batu Kota. Selain seputaran pajak lama, penertiban juga akan dilakukan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga
Rabu, 19 September 2018 | 19:04:09

PDAM Tirta Terubuk Bengkalis Akan Laksanakan Pemaasangan 100 SR Gratis

BENGKALIS -Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Terubuk Bengkalis Jufrizal menyatakan, pihaknya tahun ini akan melakukan pemasangan 100 jaringan Saluran Rumah (SR) gratis Kecamatan Bengkalis.Progra
Rabu, 19 September 2018 | 18:16:27

Jelang Pemilu 2019, TNI di Riau Siap Bantu Perkuat Pengamanan

PEKANBARU- Komitmen TNI-Polri dalam mensukseskan dan mengamankan Pemilu 2019 di wujudkan dalam sinergitas yang nyata di lapangan, hal ini terbukti dengan suksesnya Pilkada tahun 2018 serentak di seluruh Nusanta
Rabu, 19 September 2018 | 18:11:53

Kapolda Riau Pimpin Apel Mantap Brata Muara Takus 2018

PEKANBARU- Bertempat di halaman Kantor Gubernur Riau, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, MM, pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Muara Takus. Rabu (19/9/2018).Apel gelar pasukan menge
 
Berita Lainnya
Rabu, 19 September 2018 | 16:00:49

PAN Khawatir MUI Terbawa Politik Praktis Jika Maruf Masih Ketua

Jakarta - PAN meminta bakal calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin melepas jabatannya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). PAN khawatir MUI akan terseret dalam politik praktis ketika Ma'ruf
 
Rabu, 19 September 2018 | 13:52:23

Fahri Hamzah Tepis HNW: Sandiaga Itu Pedagang, Bukan Ulama!

Jakarta - Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW menyebut bakal cawapres Sandiaga Uno termasuk golongan ulama. Fahri Hamzah tak sepakat. "Jadi ini ada kekacauan cara kita, semua, ber
 
Rabu, 19 September 2018 | 11:03:46

Saat SBY Absen Lagi di Pertemuan Koalisi Prabowo-Sandi

Jakarta - Koalisi Prabowo-Sandiaga tadi malam mengambil keputusan penting dengan menetapkan nama koalisi dan susunan timses. Namun, ada yang 'hilang' semalam yaitu sosok Ketum Partai Demokrat,
 
Rabu, 19 September 2018 | 10:44:41

Gerindra Balik Serang PSI yang Sindir Nama Koalisi Prabowo Jadul

Jakarta - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Koalisi Indonesia Adil dan Makmur sangat jadul. Partai Gerindra menyerang balik
 
Selasa, 18 September 2018 | 16:05:57

Permabudhi Doakan Jokowi 2 Periode

Jakarta - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) mendoakan Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih di Pilpres 2019. Jokowi dinilai layak memimpin 2 periode karena kinerjanya terbukti."Kami menyaksikan i
 
Selasa, 18 September 2018 | 14:59:38

PD Tanggapi Hanura: SBY Tak Sembunyi tapi Tepuk Dada di Hadapan Lawan

Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih bersembunyi di balik foto Kepala KSP Moeldoko dibanding menuntaskan tudingan A
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:46:52

PSI Desak Anies Tolak M Taufik Jadi Wagub DKI

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik keras Partai Gerindra karena mengusulkan nama M Taufik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Ketua DPP PSI Tsamara Amany mendes
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:41:14

PKS: Pujian SBY ke Jokowi Tak Harus Diartikan Main Dua Kaki

Jakarta - Pujian Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kinerja Presiden Joko Widodo dinilai PKS sebagai hal wajar. PKS menyebut ungkapan itu tak harus dimaknai PD berma
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:26:13

PKB Akan Polisikan Ustaz Yahya Waloni karena Menghina Megawati, Maruf dan TGB

JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menegaskan, pihaknya bakal mempolisikan Ustaz Yahya Waloni lantaran telah menghina Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:07:58

SBY Terharu Masyarakat Masih Mengingatnya Ketika Jadi Presiden

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, rakyat masih mengingatnya sebagai Presiden keenam RI. Ia pun merasa terharu ketika bertemu masyarakat dan masih mengingat ki
 
Senin, 17 September 2018 | 15:59:03

Timses Jokowi: Kami Takkan Hasilkan Kader-kader Kardus!

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut relawan dan unsur-unsur dalam timses akan bekerja secara militan. Timses Jokowi menjamin tidak akan mencetak kader-kader
 
Senin, 17 September 2018 | 15:55:48

Gerindra Masih Buka Peluang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya masih membuka peluang untuk mencalonkan kadernya yang menyandang status mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif (caleg)
 
Senin, 17 September 2018 | 15:49:21

Pemberitaan Asia Sentinel Menyudutkan SBY, Sekjen Demokrat Bilang Ada yang Menunggangi

JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut munculnya artikel Asia Sentinel lantaran ada yang menunggangi jelang perhelatan politik seperti Pileg dan Pilpres di 2019 mendatang. Sebab, pember
 
Senin, 17 September 2018 | 15:18:45

Demokrat: SBY Selalu Jadi Sasaran Empuk untuk Digebukkin

JAKARTA - Partai Demokrat merasa ada pihak yang tak senang dengan eksistensi Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam dunia politik Tanah Air. Hal itu terlihat dari kemunculan artikel di Asia Se
 
Senin, 17 September 2018 | 15:09:05

Timses Jokowi: Urusan Pecah Belah Itu Keahlian yang di Sana

Jakarta - Tim sukses Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menanggapi pernyataan GNPF Ulama soal memilih cawapres ulama sama saja memecah belah umat. Timses Jokowi menegaskan tidak punya keahlian un
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top