Kamis, 8 Februari 2018 | 14:16:21

Penataan Dapil dan Alokasi Kursi Anggota DPRD Kota Dumai Tidak Berubah

Laporan : Vivi Mulfita Sari

Sebarkan:
Istimewa
KPU Kota Dumai saat menggelar Rapat Kordinasi Penataan Dapil dan Uji Publik Usulan Penataan Dapil Alokasi Kursi Anggota DPRD Kota Dumai Pemilu 2019, pada Kamis (8/2/18) di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai.
DUMAI - Berdasarkan Data Agregat Kependudukan Kecamatan (DAK2) semester II tahun 2017 yang diterima oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Dumai, serta berdasarkan Keputusan KPU RI Nomor.13/PL.01.3-Kpt/03/I/2018 tentang jumlah penduduk Kabupaten/Kota dan jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dalam Pemilihan Umum pada tahun 2019 mendatang tidak ada perubahan dari Pemilu Legislatif pada tahun 2014 silam.

Hal ini disiapkan langsung oleh Ketua KPUD Kota Dumai, Darwis dalam Rapat Kordinasi Penataan Dapil dan Uji Publik Usulan Penataan Dapil Alokasi Kursi Anggota DPRD Kota Dumai Pemilu 2019, pada Kamis (8/2/18) di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai.

Dengan total penduduk Kota Dumai sebanyak 280.174 jiwa, maka pada Pemilihan Umum tahun 2014 yang lalu daerah pemilihan Kota Dumai ditetapkan menjadi 4 Dapil Sesuai dengan keputusan KPU No. 96/Kota/KPU/Tahun 2013 tentang penetapan daerah pemilihan dan alokasi kursi Setiap daerah pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah provinsi dan dewan perwakilan rakyat daerah Kabupaten/Kota dalam Pemilihan Umum tahun 2014 di wilayah provinsi Riau dengan pembagian sebagai berikut.

"Dengan total penduduk itu maka Kota Dumai dibagi menjadi empat Dapil, yakni Dapil Kota Dumai 1 yakni Kecamatan Dumai Kota. Dapil Kota Dumai 2 yakni Kecamatan Dumai Timur dan Kecamatan Medang Kampai. Dapil Kota Dumai 3 yakni Kecamatan Bukit Kapur dan Kecamatan Sungai Sembilan. Dapil Kota Dumai 4 yakni Kecamatan Dumai Barat dan Kecamatan Sungai Selatan," jelas Darwis.

Salah satu prinsip penyusunan Dapil berdasarkan pasal 185 undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, penyusunan daerah pemilihan anggota DPR.  DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota yaitu kesinambungan adalah prinsip penataan Dapil yang memperhatikan komposisi Dapil pada pemilu sebelumnya.

"Maka dari itu komposisi atau penetapan Dapil tahun 2014 ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan atau bahan pertimbangan dalam penyusunan Dapil untuk Pemilihan Umum tahun 2019 nantinya," tambahnya lagi.

Berdasarkan peraturan di atas maka alokasi kursi untuk Kota Dumai masih tetap 30 kursi dengan tidak adanya penambahan atau pengurangan alokasi Kursi ini maka susunan Dapil Pemilu tahun 2014 masih relevan dan dapat dilanjutkan untuk susunan Dapil Pemilu tahun 2019.

"Hal ini dikarenakan telah memenuhi prinsip proporsionalitas yaitu keseimbangan alokasi kursi antar Dapil. Memenuhi prinsip integritas wilayah. Memenuhi prinsip kesinambungan dari Dapil Pemilu sebelumnya," tutupnya. (vie)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 19 September 2018 | 11:03:46

Saat SBY Absen Lagi di Pertemuan Koalisi Prabowo-Sandi

Jakarta - Koalisi Prabowo-Sandiaga tadi malam mengambil keputusan penting dengan menetapkan nama koalisi dan susunan timses. Namun, ada yang 'hilang' semalam yaitu sosok Ketum Partai Demokrat,
Rabu, 19 September 2018 | 10:44:41

Gerindra Balik Serang PSI yang Sindir Nama Koalisi Prabowo Jadul

Jakarta - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Koalisi Indonesia Adil dan Makmur sangat jadul. Partai Gerindra menyerang balik
Selasa, 18 September 2018 | 16:05:57

Permabudhi Doakan Jokowi 2 Periode

Jakarta - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) mendoakan Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih di Pilpres 2019. Jokowi dinilai layak memimpin 2 periode karena kinerjanya terbukti."Kami menyaksikan i
Selasa, 18 September 2018 | 14:59:38

PD Tanggapi Hanura: SBY Tak Sembunyi tapi Tepuk Dada di Hadapan Lawan

Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih bersembunyi di balik foto Kepala KSP Moeldoko dibanding menuntaskan tudingan A
 
Berita Lainnya
Rabu, 19 September 2018 | 11:03:46

Saat SBY Absen Lagi di Pertemuan Koalisi Prabowo-Sandi

Jakarta - Koalisi Prabowo-Sandiaga tadi malam mengambil keputusan penting dengan menetapkan nama koalisi dan susunan timses. Namun, ada yang 'hilang' semalam yaitu sosok Ketum Partai Demokrat,
 
Rabu, 19 September 2018 | 10:44:41

Gerindra Balik Serang PSI yang Sindir Nama Koalisi Prabowo Jadul

Jakarta - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyebut nama koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yaitu Koalisi Indonesia Adil dan Makmur sangat jadul. Partai Gerindra menyerang balik
 
Selasa, 18 September 2018 | 16:05:57

Permabudhi Doakan Jokowi 2 Periode

Jakarta - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) mendoakan Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih di Pilpres 2019. Jokowi dinilai layak memimpin 2 periode karena kinerjanya terbukti."Kami menyaksikan i
 
Selasa, 18 September 2018 | 14:59:38

PD Tanggapi Hanura: SBY Tak Sembunyi tapi Tepuk Dada di Hadapan Lawan

Jakarta - Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebut Ketum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih bersembunyi di balik foto Kepala KSP Moeldoko dibanding menuntaskan tudingan A
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:46:52

PSI Desak Anies Tolak M Taufik Jadi Wagub DKI

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengkritik keras Partai Gerindra karena mengusulkan nama M Taufik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Ketua DPP PSI Tsamara Amany mendes
 
Selasa, 18 September 2018 | 11:41:14

PKS: Pujian SBY ke Jokowi Tak Harus Diartikan Main Dua Kaki

Jakarta - Pujian Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas kinerja Presiden Joko Widodo dinilai PKS sebagai hal wajar. PKS menyebut ungkapan itu tak harus dimaknai PD berma
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:26:13

PKB Akan Polisikan Ustaz Yahya Waloni karena Menghina Megawati, Maruf dan TGB

JAKARTA - Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menegaskan, pihaknya bakal mempolisikan Ustaz Yahya Waloni lantaran telah menghina Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati
 
Selasa, 18 September 2018 | 10:07:58

SBY Terharu Masyarakat Masih Mengingatnya Ketika Jadi Presiden

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, rakyat masih mengingatnya sebagai Presiden keenam RI. Ia pun merasa terharu ketika bertemu masyarakat dan masih mengingat ki
 
Senin, 17 September 2018 | 15:59:03

Timses Jokowi: Kami Takkan Hasilkan Kader-kader Kardus!

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyebut relawan dan unsur-unsur dalam timses akan bekerja secara militan. Timses Jokowi menjamin tidak akan mencetak kader-kader
 
Senin, 17 September 2018 | 15:55:48

Gerindra Masih Buka Peluang Eks Napi Korupsi Jadi Caleg

Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan partainya masih membuka peluang untuk mencalonkan kadernya yang menyandang status mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif (caleg)
 
Senin, 17 September 2018 | 15:49:21

Pemberitaan Asia Sentinel Menyudutkan SBY, Sekjen Demokrat Bilang Ada yang Menunggangi

JAKARTA - Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyebut munculnya artikel Asia Sentinel lantaran ada yang menunggangi jelang perhelatan politik seperti Pileg dan Pilpres di 2019 mendatang. Sebab, pember
 
Senin, 17 September 2018 | 15:18:45

Demokrat: SBY Selalu Jadi Sasaran Empuk untuk Digebukkin

JAKARTA - Partai Demokrat merasa ada pihak yang tak senang dengan eksistensi Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di dalam dunia politik Tanah Air. Hal itu terlihat dari kemunculan artikel di Asia Se
 
Senin, 17 September 2018 | 15:09:05

Timses Jokowi: Urusan Pecah Belah Itu Keahlian yang di Sana

Jakarta - Tim sukses Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menanggapi pernyataan GNPF Ulama soal memilih cawapres ulama sama saja memecah belah umat. Timses Jokowi menegaskan tidak punya keahlian un
 
Senin, 17 September 2018 | 15:06:02

Ijtimak dukung Prabowo, PDIP klaim Jokowi sudah jalankan program keumatan

JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan Joko Widodo (Jokowi) telah menjalankan pakta integritas seperti yang diteken bersama pasangan Prabowo-Sandiaga tanpa d
 
Senin, 17 September 2018 | 11:00:06

Ijtimak Ulama II Dukung Prabowo, PKB: Representasinya Kecil

Jakarta - Ijtimak Ulama II menghasilkan keputusan mendukung bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. PKB menilai GNPF-U merupakan kelompok kecil yang tak mewakili ulama se-Indonesia."Sa
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top