Senin, 16 Mei 2016 | 21:54:36
politik

Ini Tanggapan Tokoh Masyarakat Melayu Riau Terkait Pembangunan Gedung Daerah Siak

Laporan:Sahril Ramadhana

Sebarkan:
Sahril Ramadhana
H. Abu Bakar, SH (Mantan Kejari Siak) dan H. Endang Sukarelawan (Mantan Pimpinan DPRD Siak).

SIAK - Terkait pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siak, Indra Gunawan, SE menyangkut "Pembangunan Gedung Daerah Harus Terus Dilanjutkan", beberapa tokoh masyarakat Melayu Riau yang berasal dari Siak angkat suara.

Melalui Pers Rilies yang dikirimkan, Senin (16/5/2016) sore. H. Abu Bakar, SH (Mantan Kejari Siak) dan H. Endang Sukarelawan (Mantan Pimpinan DPRD Siak) sependapat dengan pernyataan yang dilontarkan Indra Gunawan, SE ketika dikonfirmasi spiritriau.com Jumat (13/5) sore.

Bukan tanpa sebab jelas Abu Bakar, kabupaten Siak sebagai salah satu kabupaten besar, baik pertumbuhan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi, sudah semestinya memiliki Gedung Daerah yang representatif dan menjadi kebanggan Daerah Siak dan masyarakat Siak.

"Kabupaten Siak kan sudah meroket, tamu-tamu dan petinggi-petinggi Negeri ini sering berkunjung ke Siak. Acara serta even bertatap Nasional dan Internasional sering digelar di Siak, malu lah kita kalau pertemuan-pertemuan tersebut digelar di Gedung Mah Ratu atau di ruang Aula Kantor Bupati Siak," imbuhnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Melayu lainnya, sekaligus mantan pimpinan DPRD Siak, H. Endang Sukarelawan juga menjelaskan, sejarah Kesultanan Siak sudah membuktikan betapa perkasanya Kesultanan hingga menyumbang 13 Juta Goulden kepada Pemerintah RI pada masa itu.

Oleh karena itu, pembangunan Gedung Daerah yang Representatif tersebut harus terus dilanjutkan, karena gedung tersebut termasuk kebutuhan daerah dan menjaga marwah daerah seperti jaman Kesultanan.

"Kalau ada pihak-pihak yang beranggapan tahapan pembangunan gedung tersebut ada persoalan hukumnya, ya....... silahkan saja aparat hukum menelitinya, tapi pembangunan gedung tersebut harus tetap berjalan sampai bisa di pergunakan, " pungkasnya.

Menanggapi beberapa pernyataan tersebut, Ketua Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS) Wan Hamzah angkat suara, ia mengatakan kesadaran beberapa pihak terkait seharusnya ada terhadap pembangunan mega proyek  Gedung Daerah tersebut.

"Kita sebagai masyarakat bukan tidak setuju pembangunan gedung tersebut, tetapi mereka (Pemkab,Red) harus paham, katanya resonalisasi anggaran, tapi bujet yang digelontorkan untuk kelanjutan pembangunan tersebut hingga 30 Miliar lebih, apanya yang di resonalisasikan," pungkasnya.

"Barang tersebut sudah jadi, kalau kita bilang Stop.... tidak mungkin lagi," pungkasnya lagi.

Melihat kondisi ekonomi masyarakat Siak yang tidak stabil, Pemerintah kabupaten Siak seharusnya paham dan jeli menggunakan anggaran APBD Siak. "Seharusnya Pemkab Siak paham keadaan Kontraktor (Pengusaha,Red) Daerah Siak sendiri, dibangunnya Gedung Daerah dengan bujet besar seperti itu, sudah pasti Kontraktor Daerah tidak dapat bekerja, karena dana pembangunan lain di dialokasikan ke Gedung Daerah itu, kalau sudah begitu banyak masyarakat yang akan menganggur," imbuhnya.

Dengan keberadaan gedung daerah tersebut dan gedung-gedung lainnya seperti gedung kesenian dan asrama haji, lanjutnya, sebenarnya sangat menguntungkan bagi masyarakat Siak, karena banyak membutuhkan tenaga kerja dan dapat mengurangi pengangguran di kabupaten Siak.

"Disitu nanti kita akan kawal, ketika gedung tersebut membutuhkan tenaga kerja seperti cleaning service, security dan lain-lainnya, karena keberadaan gedung tersebut di Siak, jangan sampai tenaga kerjanya banyak dari luar Siak," paparnya. (ril)

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:57:35

Antropolog UGM: Tradisi Sedekah Laut Bukan Acara Penyembahan

Yogyakarta - Sedekah laut di Pantai Baru Pandansimo Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dibubarkan oleh sekelompok orang beberapa waktu lalu. Mereka beralasan tradisi tersebut syirik dan bertentanga
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:47:10

Mardani: Anak Sekolah Tak Boleh Teriak 2019 Ganti Presiden

Jakarta -Viral anak-anak sekolah mengampanyekan 2019 ganti presiden. Inisiator gerakan tagar 2019 Ganti Presiden, Mardani Ali Sera menyebut kasus itu menjadi perhatian."Kasus #2019GantiPresiden dan anak sekol
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:42:44

Pria Misterius Remas Payudara Tiga Perempuan di Pangkalan Bun Timbulkan Keresahan

KOBAR - Peristiwa kriminal dengan meremas organ intim wanita terjadi di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. Tiga korban perempuan yang merupakan karyawan toko ponsel jadi korban
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:38:13

Mahasiswa Pembunuh Sopir Gocar di Palembang Divonis Hari Ini

Jakarta - Sidang kasus pembunuhan sopir Gocar, Try Wiyantoro di Palembang, Sumatera Selatan, kembali digelar hari ini, Rabu (17/10/2018). Agenda sidang adalah pembacaan vonis atau putusan terhadap
 
Berita Lainnya
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:47:10

Mardani: Anak Sekolah Tak Boleh Teriak 2019 Ganti Presiden

Jakarta -Viral anak-anak sekolah mengampanyekan 2019 ganti presiden. Inisiator gerakan tagar 2019 Ganti Presiden, Mardani Ali Sera menyebut kasus itu menjadi perhatian."Kasus #2019GantiPresiden dan anak sekol
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 17:56:55

Cutra : Partai Hanura Akan Membawa Perubahan

ROKANHILIR-Cutra Andika SH Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Rokan Hilir dalam kampanye yang dilaksanakan di Kepenghuluan Bagan Sapta Permai Kecamatan Bagan Sinembah pada tanggal 14 Oktober 2018 menyampaikan te
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:58:01

Gaya kampanye PKS: Diserang kubu Jokowi, tak dibela koalisi Prabowo

Pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman menuai kontroversi dalam konsolidasi nasional partainya di Hotel Bumi Wiyata, Minggu (14/10) lalu. Sohibul menyerukan tentang gaya kampanye para kadernya menghadapi P
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:20:10

PSI: Gerindra Jangan Politisasi Peluru Nyasar di Gedung DPR

Jakarta - Anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw tak percaya peluru yang melesat ke ruangannya di Gedung DPR karena salah sasaran latihan anggota Perbakin. PSI meminta Gerindra untuk tak mempolitisasi mas
 
Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:29:46

Cutra Andika Kampanyekan 10 Caleg Hanura, Ini Profilnya

ROKANHILIR-Pimpinan Ranting Partai Hanura Kepenghuluan Bagan Sapta Permai di bawah kepemimpinan Sabar memfasilitasi pelaksanaan Kampanye Dialogis terhadap 10 Caleg (Calon Legislatif) DPC (Dewan Pimpinan Cabang)
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:38:23

Ruangan Ditembak, Politikus Gerindra Sedang Terima Polisi dan Pendeta

Jakarta - Ruangan dua anggota DPR dari Fraksi Gerindra Wenny Warouw dan anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama ditembak oleh orang tak dikenal. Saat penembakan terjadi, Wenny tengah menerima dua orang
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:32:35

Dikunjungi PSI, PGI Tetap Netral di Pemilu 2019

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengunjungi kantor Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Meski sama-sama membawa semangat toleransi, PGI menyatakan tetap netral pada Pemilu 2019
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:28:33

Ruang Kerja Anggota DPR F-Golkar Juga Ditembak!

Jakarta - Peluru nyasar tak hanya melintas di ruangan anggota Fraksi Gerindra DPR Wenny Warouw. Peluru pun ada yang masuk ke ruangan Anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama."Lantai 13, rungan mas Bamba
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:20:21

PKS Izinkan Kampanye Negatif, PDIP Ibaratkan Jokowi Gatot Kaca

Jakarta - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyerukan para kader untuk mengedepankan kampanye positif ketimbang kampanye negatif. PDIP juga mengibaratkan Jokowi sebagai Gatot Kaca."Itu PKS. Kalau PDI
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 16:18:21

Anggota DPR Gerindra: Ruangan Saya Ditembak, Peluru di Atas Kepala

Jakarta - Ruangan Anggota Fraksi Gerindra Brigjen (Purn) Wenny Warouw ditembak. Purnawirawan Polri itu menyebut peluru dari tembakan itu melintas di atas kepalanya. "Ditembak, pecah kacanya, tembus di plafon
 
Senin, 15 Oktober 2018 | 14:13:21

Pihak SMA 87 Klarifikasi Kasus Tuduhan Guru Nelty ke Bawaslu DKI

Jakarta - Badan pengawas pemilu (Bawaslu) DKI memanggil pihak SMA Negeri 87 Jakarta untuk meminta klarifikasi terkait guru yang mendoktrin siswa. Guru tersebut dituduh menghasut siswanya untuk anti terhadap J
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:44:34

Prabowo Diskor Minus 3, PAN: Penilaian Subjektif Kubu Jokowi

Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin memberi skor bagi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno minus tiga. PAN membela pasangan yang diusungnya dan menyebut itu hanya pandangan subje
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 16:05:27

Jurus Bangau Disindir Junior di Kubu Jokowi, Sandi Ngaku Tetap Cinta

Jakarta - Direktur Penggalangan Pemilih Muda Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma'ruf Amin, Bahlil Lahadalia menyindir jurus bangau andalan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. Apa kata Sandiaga?"
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 14:05:28

PSI ke Elite PAN soal Game of Thrones: Nontonnya Bagian Porno Aja?

Jakarta - Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menanggapi pidato Game of Thrones Presiden Joko Widodo di IMF-World Bank dengan menyoroti adegan porno dan kekerasan dalam serial film itu. PSI
 
Sabtu, 13 Oktober 2018 | 13:49:04

Tak Masuk Timses, Yenny Wahid Tegaskan Tetap Bantu Pemenangan Jokowi

Jakarta - Putri Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menegaskan dirinya tak masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Yenny memilih berada di luar tim, namun t
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top