Minggu, 29 Mei 2016 | 14:01:43

Penguasaan Lahan Oleh PT.Arara Abadi, Pansus DPRD Bengkalis Temui Warga Sakai Pinggir

Laporan: Afdal Aulia

Sebarkan:
Afdal Aulia
Pansus turun langsung ke lapangan tepatnya di kecamatan Pinggir menemui sejumlah warga suku Sakai

PINGGIR Gerak kerja Panitia Khusus DPRD Kabupaten Bengkalis tentang Monitoring dan Identifikasi Sengketa Lahan Kehutanan dan Perkebunan semakin hari semakin dalam menyentuh titik-titik konflik di tengah masyarakat. Pada minggu Pansus turun langsung ke lapangan tepatnya di kecamatan Pinggir menemui sejumlah warga suku Sakai disana.

Setelah hari Kamis, (26/05/2016), Pansus menjumpai masyarakat di 4 desa yakni Buluh Apo, Pinggir, Balai Raja dan Sungai Meranti di kecamatan Pinggir, selanjutnya pada hari Jumat (27/05/2016) Pansus menjumpai masyarakat adat Bathin Bumbung dan Bathin Beringin, persukuan Sakai, desa Koto Pait Beringin, kecamatan Pinggir, kabupaten Bengkalis.

Ketua Pansus Azmo R Fatwa mengatakan di perkampungan pemukiman suku Sakai itu panitia khusus menerima masukan, keluhan serta pengaduan dari tiga orang juru bicara persukuan, yaitu Syafrin, tokoh pemuda Sakai, Abdul Rahman bin Khalifah Umar, ketua masyarakat adat Bathin Bumbung dan Ridwan yang merupakan ketua masyarakat adat Bathin Beringin, persukuan Sakai, kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Kami dari suku Sakai tidak minta yang berlebihan. Kami minta agar tanah nenek moyang kami yang telah dirampas oleh PT. Arara Abadi, dikembalikan, sebab kami ingin hidup layak sebagaimana suku-suku lain di Indonesia. Tanah itu tidaklah besar, hanya 7.158 hektar. Mengapa perusahaan swasta ini begitu rakus dan serakahnya ?" tanya Syafrin yang disambut sorak sorai dari seluruh warga Sakai yang menghadiri pertemuan dengan Pansus DPRD tersebut.

Disebutkan Azmi, kepada Pansus Abdul Rahman menjelaskan bahwa 300 keluarga persukuan Sakai mengalami gangguan keamanan dan kenyamanan hidup sejak Menteri Kehutanan RI memberikan izin kepada PT. Arara Abadi untuk menguasai lahan sebesar 44.138 haktar di kabupaten Bengkalis. Sedangkan diketahui bahwa perusahaan swasta yang berada dibawah PT. Indah Kiat Pulp and Paper ini sudah menguasai areal yang sangat luas di provinsi Riau, yaitu seluas 299.975 hektar.

"Mengapa tanah nenek moyang kami yang hanya tinggal sedikit ini mau diambil juga? Apakah perusahaan ini milik manusia atau apa?" ujarnya kepada panitia khusus DPRD Kabupaten Bengkalis.

Sedangkan Ridwan yang berbicara sebagai ketua masyarakat adat Bathin Beringin,  mengharap agar panitia khusus monitoring dan identifikasi sengketa lahan kehutanan dan perkebunan DPRD Kabupaten Bengkalis dapat memberikan rekomendasi terbaik kepada pemerintah Kabupaten Bengkalis, bahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Lahan ini diwariskan oleh nenek moyang kami. Kembalikan kepada kami sehingga kami bisa berladang lagi. Tolong katakan kepada Kapolda Riau, jangan takut-takuti warga Sakai. Kami sudah lama hidup tidak terbelakang dari suku-suku lain di Indonesia, mohon jangan kami ditakut-takuti oleh anggota mereka di lapangan," ucapnya dengan air mata tergenang. 

Ketua Panitia Khusus DPRD Kabupaten Bengkalis, H. Azmi Rozali, S.IP., M.Si., yang datang bersama anggota DPRD Nur Azmy Hasyim ke pemukiman penduduk persukuan Sakai, Bathin Beringin dan Bathin Bumbung, ikut merasa prihatin dengan kondisi yang sedang dialami oleh suku terasing di Riau tersebut.

"Kami sengaja datang ke sini untuk mendengar, melihat dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat. Kami akan lakukan sesuatu yang lebih dari sekedar rekomendasi. Kalau masyarakat dalam penderitaan, kami juga ikut merasakannya. Insya Allah, kami akan berikan rekomendasi terbaik untuk dijalankan oleh pemerintah kabupaten Bengkalis," ujar anggota DPRD dari PKS yang juga kandidat doktor ilmu politik Universitas Nasional, Jakarta, ini.

Di desa Buluh Apo, panitia khusus yang terdiri dari H. Azmi Rozali, Susianto SR dan Zulkifli, berjumpa dengan ratusan masyarakat yang menempati lahan yang berstatus hutan swaka margasatwa. Ada 8 tokoh masyarakat yang berbicara atas nama masyarakat 4 desa, yang mengharapkan panitia khusus mengeluarkan rekomendasi agar status lahan desa mereka dilepaskan menjadi areal penggunaan lainnya, sehingga masyarakat yang sekarang menempati kawasan itu merasa dapat menikmati kehidupan yang layak.(afd)

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Selasa, 19 Juni 2018 | 17:56:40

Rata-rata Korban KM Sinar Bangun Komunitas Vespa, 49 Orang Belum Ditemukan

MEDAN - Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan menegaskan bahwa hingga saat ini, pengaduan korban kehilangan telah mencapai 49 orang dan bisa saja nama-nama korban pengaduan bertambah, seiring semak
Selasa, 19 Juni 2018 | 12:31:18

Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba Hingga ke Tanjung Unta

MEDAN-Tim gabungan terus berupaya mencari lebih dari 50 penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut). Pencarian menyisir hingga perairan Tanjung Unta, sekitar tiga mil laut (se
Senin, 18 Juni 2018 | 22:13:48

Sekda Inhil Hadiri Halal Bihalal Bersama Masyarakat GAS

GAUNGANAKSERKA - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir  (Inhil), H Said Syarifuddin menghadiri Halal Bihalal bersama masyarakat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) yang digelar di Lapangan Terat
Senin, 18 Juni 2018 | 21:39:13

Puluhan Penumpang KM Sinar Bangun Belum Ditemukan

JAKARTA - Puluhan penumpang Kapal Motor (KM) Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara pada Senin (18/6) belum ditemukan.Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purw
 
Berita Lainnya
Rabu, 13 Juni 2018 | 10:36:17

Kecewa dengan Fadli Zon, Aktivis NU ini Nyatakan Keluar dari Gerindra

Jakarta - Wakil Sekjen DPP Partai Gerindra Mohammad Nuruzzaman mundur dari partainya. Mundurnya aktivis Banser NU ini karena kecewa denganWakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yang dianggap menghina Katib A
 
Rabu, 13 Juni 2018 | 09:28:23

Sebanyak 88 Kotak Surat Suara Pilgubri 2018 Tiba di Dumai

DUMAI - Sebanyak 88 kotak kardus surat suara Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Tahun 2018 telah tiba di Kota Dumai, Selasa (12/6/2018) petang.Setibanya di Kota Dumai, seluruh logistik yang dimuat mengguna
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 15:29:31

Jokowi Puji Amien Rais Sebagai Tokoh Berpengalaman dan Cocok Jadi Capres

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi angkat suara terkait rencana politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2019 mendatang.   Jokowi
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 14:30:13

Partai Demokrat Godok Duet JK-AHY

Jakarta - Partai Demokrat (PD) masih terus mewacanakan poros ketiga di Pilpres 2019, dan kini mengajukan Koalisi Kerakyatan. PD pun memunculkan nama pasangan untuk diusung Koalisi Kerakyatan, yakni Jusuf
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 14:25:04

PDIP buka peluang koalisi dengan Gerindra, asal Capresnya Jokowi

Sekretaris Jenderal (sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, tidak akan berkoalisi dengan Partai Gerindra. Hal itu tidak mungkin terjadi jika Gerindra tetap mengus
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 10:07:34

Nasdem: Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB, Tanda Islam Indonesia Diakui

Jakarta - Indonesia baru saja terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020. Kemenangan ini didapat setelah Indonesia memperoleh 144 suara dari 190 negara anggota PBB dalam
 
Selasa, 12 Juni 2018 | 09:54:29

Nasdem Minta Amien Rais Introspeksi Jika Ingin Jadi Capres 2019

Jakarta - Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Syarief Alkadri mengatakan peluang Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais untuk menjadi calon Presiden (Capres) 2019 sulit terwujud. Sebab,
 
Senin, 11 Juni 2018 | 15:24:40

Politisi Hanura: Amien Rais sudah tak laku, sekadar dijadikan badut

Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menilai, Amien Rais tengah berkhayal dengan menyatakan ingin maju sebagai Calon Presiden karena terinspirasi kemenangan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Moham
 
Senin, 11 Juni 2018 | 13:56:54

Peluang Amien Rais jadi capres di 2019 dinilai sulit

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean memprediksi Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais akan sulit mendapatkan tiket maju di Pemilihan Presiden 2019. Sebab, menur
 
Senin, 11 Juni 2018 | 11:23:57

Cak Imin Kritik Jokowi soal Impor, tapi Beri Pujian untuk Hal Ini

Jakarta Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengritik pemerintahan Presiden Joko Widodo yang masih menggunakan produk impor. Dia menyebut, kekurangan Jokowi di masa pemerintahaannya
 
Senin, 11 Juni 2018 | 11:02:14

Cak Imin: AHY Belum Cocok Jadi Capres

Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menilai Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemilu 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum cocok j
 
Senin, 11 Juni 2018 | 10:58:42

Di Hadapan Santri, Misbakhun Ungkap Alasan Golkar Dukung Jokowi di Pilpres 2019

Jakarta - Anggota DPR dari Partai Golkar Mukhamad Misbakhun membantah sejumlah isu negatif yang menyerang Presiden Jokowi. Dalam kunjungan ke pesantren di Pasuruan, Jawa Timur, Misbakhun mengatakan Jokowi
 
Senin, 11 Juni 2018 | 10:52:27

PKS soal Pencapresan Amien Rais: Lebih Baik Kasih Kesempatan yang Muda

Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menilai calon presiden (capres) 2019 sebaiknya berasal dari kalangan muda. Hal itu ia sampaikan terkait rencana Ketua Dewan Kehormatan
 
Senin, 11 Juni 2018 | 10:34:26

Amien Rais Siap Nyapres, Yusril Kultwit Ini

Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais menyatakan siap maju menjadi calon presiden 2019. Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra, pun kultwit soal pemimpin dan menyinggung nama Amien Rais.Yusril k
 
Sabtu, 9 Juni 2018 | 16:38:04

Siap Bertemu Jokowi, Amien Rais: Rumah Saya 24 Jam Terbuka

Jakarta - Amien Rais memberi 'lampu hijau' untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo, yang selama ini kerap dikritiknya. Amien siap menyambut Jokowi bila mau datang ke kediamannya."Rumah say
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top