Kamis, 16 Agustus 2018 | 23:37:42

Petani Sesalkan Pengelolaan Program Peremajaan Sawit Rakyat Jokowi di Rohil

Laporan : Hendra Dedi Syahbudi

Sebarkan:
Hendra Dedi Syahbudi
Petani saat membawa awak media ke lokasi program Peremajaan Sawit Rakyat di Kepenghuluan Pelita Kecamatan Bagan Sinembah. Kamis 16/8

ROKANHILIR-Sebagian petani sawit di Kepenghuluan Pelita Kecamatan Bagan Sinembah Kabupaten Rokan Hilir menyesalkan sistem pengelolaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) atau Replanting di Kepenghuluan Pelita Kecamatan Bagan Sinembah, Rohul yang diresmikan Presiden Jokowi pada Mei lalu.

Video : Penampakan Bibit Sawit Program PSR di Rohil yang Mengering

Baca : Ditinggal Jokowi, Bibit Sawit Program PSR di Rohil Mengering

Pasalnya, bibit sawit yang ditanam banyak yang mengering dan rusak, sehingga para petani sangat mengkhawatirkan hasil produksinya saat waktu panen tiba.

"Memang, ada penjelasan ketika dilakukan pertemuan dengan pihak Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), bahwa bibit yang ditanam merupakan usia muda, dan jika ada yang mati atau rusak akan diganti, tetapi ini dapat merugikan kami dari segi waktu," ungkap DJ yang ditemui beberapa awak media Kamis 16/8 petang di lokasi.

Dijelaskannya, jika terjadi penggantian bibit berulang ulang, yang seharusnya 4 tahun sudah mulai menghasilkan bisa jadi nanti 5 atau 6 tahun baru mulai produksi. Tentu hal ini sangat merugikan petani.

"Kalau 5 tahun baru panen, mau makan apa kami sebelum itu," keluhnya.

Di tempat yang sama, petani lainnya, Su juga mengaku kecewa dengan bibit sawit yang ditanam oleh perusahaan pengelola.

"Kalau masalah mereka tidak dapat menyediakan bibit layak tanam, untuk apa disegerakan ditumbang, dan itukan tanggung jawab mereka. Nah, kalau begitu, bibit pada waktu yang ditanam Presiden kok bagus, giliran punya kami yang saat ini kok nggak bagus," terangnya.

Petani lainnya, EP juga mengeluhkan sistem perawatan terhadap sawit dan lahan mereka. "Masih banyak sawit yang belum di bokor, kita khawatir nanti lebih tinggi semak dari pohonnya, inikan dapat merusak pertumbuhan dari sawitnya, jelas kalau begini kami yang rugi," kesalnya.

Para petani juga sangat khawatir dengan perusahaan yang mengelola peremajaan itu, sebab, sistem pengelolaannya sangat jauh dari kata layak.

"Kalau kita bandingkan dengan yang ditanam sendiri, hasilnya sangat jauh berbeda, lebih bagus hasil yang ditanam sendiri dari pada hasil yang dikerjakan perusahaan ini, kayaknya ini bukan perusahaan yang ahli di bidang perkebunan sawit, soalnya nggak ada bagus-bagusnya," ungkap mereka.

Terkait keluhan dari para petani itu, hingga kini, awak media belum mengetahui perusahaan apa dan berkantor di mana perusahaan yang menangani peremajaan sawit rakyat ini.

Parahnya, para petani yang ditemui juga tidak mengetahui. "Kami nggak tau entah apa nama perusahaannya, di mana perusahaannya juga kami nggak tau, mau kompalain pun kami nggak tau ke mana, soalnya ini semua adalah tanggungjawab perusahaan yang mengelola," ungkap para Petani.

Sebelumnya, awak media telah melakukan pemantauan pada Rabu (15/8), tak jauh dari lokasi yang menjadi pusat kunjungan Presiden RI Joko Widodo pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bibit kelapa sawit yang ditanamkan tampak kurang usia tanam, bahkan banyak bibit yang kering kerontang dan nyaris mati.

Dan pada label yang disematkan di pohon sawit tersebut, bibit sawit tersebut merupakan bibit bersertifikat yang berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) cabang Dalu-dalu Desa Sei Kumango Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Yang mana pada label tersebut, bernomor SMB/tanggal: 525.25/stf-KS/UPT-PS Bun/DinasTph.bun/01/12 Januari 2018. Dimana, varietas atau sumber benih: D x P (YA dan SMB) dan masa berlaku Agustus 2018.

Jika berdasarkan label Sertifikat itu, maka diperkirakan bibit yang ditanam berusia 6 bulan ke bawah. Berbeda dengan bibit sawit saat ditanam oleh Presiden Jokowi. Dimana, saat penanaman yang dilakukan oleh Jokowi itu batang bibit sawit tampak cukup besar dan ditaksir sudah sesuai usia tanam dengan perkiraan berusia 10 hingga 12 bulan.

Tidak hanya sampai di situ, dari kondisi beberapa tanaman, jelas terlihat sangat jauh dari perawatan, sebab, rumput yang tumbuh nyaris setinggi bibit sawit yang ditanam, bahkan daun bibit sawit juga menguning, persis seperti kekukurangan air.

Yang mana pada program replanting tersebut, pemerintah pusat menggelontorkan dana bantuan senilai Rp 50 juta perkavling (2 Hektar). Tentu saja dikhawatirkan, dana tersebut menjadi ajang korupsi berjamaah, sebab kondisi saat ini di lokasi, tanaman sawit tersebut kurang perawatan, sehingga dapat mempengaruhi produksinya saat sawit itu nantinya mulai menghasilkan. (ded)

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Sabtu, 17 November 2018 | 09:42:09

Konsumsi Omega 3 Bisa Cegah Kelahiran Prematur

KELAHIRAN prematur bisa menjadi ancaman bagi keselamatan ibu dan janin. Namun apakah kelahiran prematur bisa dicegah? Ketika seorang ibu asal Adelaide, Jo Slade, melahirkan putranya yang bernama Ari, ia ta
Sabtu, 17 November 2018 | 09:34:37

Tips Menggoreng Terong Agar Tidak Terlalu Lembek

JAKARTA Terong bisa diolah jadi aneka hidangan lezat. Salah satunya adalah membuat terong goreng yang kemudian bisa dinikmati dengan sambal. Cuma kadang masalahnya terong jadi terlalu lembek bila digoreng
Sabtu, 17 November 2018 | 09:30:01

Agar Lebih Optimal, Ini Aturan Gunakan Pelembap Wajah Saat Cuaca Panas

JAKARTA Teriknya matahari membuat tubuh lebih mudah berkeringat. Tidak hanya itu, kita yang memiliki tipe kulit berminyak, pasti situasi ini pun akan cukup menganggu. Wajah akan terlihat mengilap, bukan kar
Sabtu, 17 November 2018 | 09:26:48

Bukan Hanya Gula, Melakukan Waxing Bisa dengan Odol

JAKARTA Memiliki bulu yang lumayan tebal di bagian tubuh, khususnya tangan, kaki dan ketiak biasanya membuat banyak orang merasa tidak percaya diri, apalagi bagi perempuan. Untuk menghilangkan bulu tersebut
 
Berita Lainnya
Sabtu, 17 November 2018 | 08:46:15

Warga Temukan Bayi tak Bernyawa dalam Tas di SPBU Meranti Minas

SIAK - Nofril Yatmi (22), warga Jalan Sukun RT 02 RW 03 Kelurahan Rantau Bertuah Kecamatan Minas Kabupaten Siak, tak sengaja menemukan mayat bayi laki-laki di dalam sebuah tas di SPBU Meranti Minas, Kamis
 
Jumat, 16 November 2018 | 15:55:52

Ditembak Polisi Agar Ngaku Jadi Pembunuh, Sarif Divonis Bebas

Jakarta - Mahkamah Agung (MA) membebaskan Sarif karena tidak terlibat pembunuhan. Kaki Sarif dilindas mobil dan ditembak agar mau mengaku sebagai pembunuh Mumuh (65). Kasus bermula saat Mumuh di
 
Jumat, 16 November 2018 | 15:24:16

Sekda Ditahan, Begini Reaksi Pegawai Pemkab Tasikmalaya

Tasikmalaya - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir ditahan Polda Jabar atas dugaan korupsi dana hibah. Mendapat informasi pimpinannya ditangkap, pegawai di lingkungan Pemk
 
Jumat, 16 November 2018 | 15:13:09

Awal Operasi Cabut Pentil, Tiga Mobil di Jalan Riau Jadi Sasaran

Bandung - Sebanyak tiga mobil terkena sanksi Operasi Cabut Pentil (OCP) pertama kali. Ketiga mobil tersebut parkir di bawah rambu larangan parkir di Jalan LL RE Martadinata (Riau), Kota Bandung.
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:43:01

ATM BRI di Pangkalpinang Dibobol Pencuri

Pangkalpinang - Sebuah ATM BRI di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Pulau Bangka, dibobol pencuri. Pelaku pembobolan ATM terbilang profesional dan direncanakan. "Dari hasil olah TKP, pelaku s
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:39:39

Viral, Penampakan Enam Buaya di Bengawan Solo

Bojonegoro - Sebuah kabar beredar tentang penampakan buaya di Bengawan Solo viral di media sosial. Bahkan kabar tersebut menyebutkan tidak hanya ada satu ekor yang terlihat, tetapi enam ekor.Menanggapi ha
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:33:40

Bakamla Tangkap 2 Kapal Vietnam Berbendera Malaysia di Natuna

Jakarta - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap dua kapal Vietnam berbendera Malaysia. Dua kapal tersebut diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia."Kapal patroli Bakamla
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:26:29

Viral Video Banser Latihan Intelijen, Begini Penjelasan Ansor

Jakarta - Video anggota Banser yang tengah berbaris dan bersiap mengikuti pelatihan intelijen dasar beredar di media sosial. Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan kegiatan terseb
 
Jumat, 16 November 2018 | 13:29:08

Asyik Mandi di Air Banjir, Bocah di Bonai Darussalam Tewas Diterkam Buaya

ROKANHULU - Rahmad Andika Saputra, bocah berusia 7 tahun tewas diterkam buaya saat sedang mandi di depan rumahnya yang sedang dilanda banjir di Dusun I Harapan, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, K
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:50:59

Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Riau

Bengkalis - Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) terjerat di perangkap babi di Desa Batang Duku Kabupaten Bengkalis, Riau. Beruang terperangkap dalam jeratan yang sengaja dipasang warga di lokasi."Be
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:40:07

Belum Bisa Dievakuasi, Harimau Terjebak di Kolong Ruko Diberi Ayam

Indragiri Hilir - Sudah dua hari harimau Sumatera terjebak di kolong ruko di Pasar Pulau Burung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Harimau diberi makan daging ayam."Harimau tersebut belum bisa kita e
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:25:15

Mandi di Lokasi Banjir, Bocah 7 Tahun Tewas Diterkam Buaya

RokanHulu - Rahmad (7) warga Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau tewas diterkam buaya. Korban hanya mandi di depan teras rumahnya yang lagi banjir."Korban a
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:00:12

Tersangka Pembunuh Keluarga di Bekasi Dendam karena Sering Dimarahi

JAKARTA - Haris Simamora (HS) jadi tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Haris tega membunuh karena dendam kerap dimarahi oleh korban, Daperum Nainggolan. "Motifnya sering dimarahi," ucap Kabid Huma
 
Kamis, 15 November 2018 | 21:10:36

Kisah Nenek Tua di Inhil yang Lebih Memilih Berjualan Jagung Manis Daripada Meminta-Minta

TEMBILAHAN - Demi melanjutkan hidup perempuan tua itu berjalan setapak demi setapak menjajakan jagung manis yang ia buat agar habis terjual.Nenek bernama Asni ini tak pernah mengenal waktu saat menjajakan jagun
 
Kamis, 15 November 2018 | 21:02:43

Agen Simbolon : Setetes Keringat Buruh itu Berharga

MANDAU - "Setetes air keringat yang mengucur dari setiap inci tubuh seorang buruh, akan saya pastikan sangat berarti dan sangat berharga. Berarti dan berharga, sesuai dengan ketentuan hukum dan aturan perundang
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top