Senin, 25 Juni 2018 | 18:05:15

Masalah Lampu Jalan Kota Pekanbaru, Humas PLN: Berita detik.com Tidak Benar

Sebarkan:
Internet
PEKANBARU- Perusahaan Listrik Negara (PLN) Kota Pekanbaru dinilai telah melakukan pembohongan publik terkait tunggakan Penerangan Jalan Umum (PJU) Pemko Pekanbaru. Dalam pemberitaan detik.com, tentang judul Pemkot Pekanbaru Akan Cicil Tagihan Listrik Rp25 Miliar Dulu, disebutkan pihak PLN telah menerima surat dari Pemkot Pekanbaru yang akan membayarkan cicilan sebesar Rp 25 Miliar yang akan dibayarkan pada Senin (25/6/2018).

Namun, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Kepala Dinas Perhubungan Kendi Harahap membantah telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada pihak PLN akan mencicil pembayaran PJU ini. "Kita tidak ada mengirimkan surat kepada pihak PLN, katanya akan membayar cicilan tentang PJU sebesar Rp25 miliar. Kita memang bersepakat akan membayarkan tagian PJU ini sebesar Rp21 miliar per-tiga bulan. Jika angka ini yang diminta PLN, saat ini juga langsung kita bayarkan. Namun, tentang katanya ada surat yang kita kirimkan kepada PLN itu tidak benar," sebut Kendy saat dihubungi Senin (25/6/2018) siang. 

Sementara itu, Pejabat Humas PLN Pekanbaru, Komang saat dihubungi melalui handphonenya juga mengatakan tidak ada menerima surat dari Pemkot Pekanbaru terkait akan mencicil sebesar Rp25 miliar. "Sama sekali tidak ada surat kita terima dari Pemkot Pekanbaru terkait hal ini," ujar Komang menjelaskan. 

Ketika disebutkan tentang pernyataannya seperti yang dikutip dari detik.com, Senin (25/6/2018) pukul 14.59, yang mengatakan. "Memang ada surat dari Pemkot Pekanbaru ke kita, hari ini mereka akan bayar cicilan sebesar Rp 25 miliar,". Komang membantahnya. "Tidak begitu, sama sekali tidak ada surat dari Pemkot Pekanbaru. Saya sama sekali tidak pernah menyebutkan adanya surat dari Pemkot Pekanbaru kepada PLN terkait pembayaran cicilan PJU ini. Ini hanya info yang kita terima, bukan surat. Saya akan mengklarifikasi pihak detik.com tentang berita ini," ujar Komang.    

Terkait tunggakan PJU ini, dikatakan Sekdako M Noer, Walikota Pekanbaru Firdaus ST MT sehari setelah aktif langsung mengintruksikan pembayarannya. "|Saya sudah diminta pak Sekdako untuk segera membayarkan tunggakan PJU ini. Namun, PLN tetap ngotot minta bayaran Rp39 miliar per-tiga bulan. Kami, tentu saja tidak bisa membayarkan, sebab dalam klausul pembayaran yang menjadi kewajiban Pemko Pekanbaru hanya Rp21 miliar lebih per-tiga bulannya, atau Rp6,5 hingga Rp7 miliar setiap bulannya," sebut Kadishub Kendy. (***/rls)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Jumat, 16 November 2018 | 18:51:24

Bejat, Pergoki Orang Lagi Pacaran, Pemuda ini di Inhil ini Malah Minta "Anunya" Dihisapkan

KATEMAN - Bunga nama samaran (15) seorang pelajar di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi korban tindak pidana cabul yang dilakukan oleh RL (26) yang merupakan warga Desa Air Tawar, Keca
Jumat, 16 November 2018 | 16:48:01

Australia dan Malaysia Saling Serang Terkait Pemindahan Kedutaan di Israel

SYDNEY - Australia dan Malaysia terlibat saling serang kata-kata terkait kemungkinan pemindahan kedutaan besar Negeri Kanguru di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pernyataan Perdana Menteri Australia, Sc
Jumat, 16 November 2018 | 16:45:17

Myanmar Tahan 106 Warga Rohingya yang Hendak Kabur dengan Kapal

Naypyitaw - Otoritas Imigrasi Myanmar menahan lebih dari 100 orang diduga warga etnis minoritas muslim Rohingya yang hendak melarikan diri. Orang-orang yang diduga Rohingya itu ditangkap dari sebuah kapal
Jumat, 16 November 2018 | 16:38:57

Sosialisasi Bakamla Menyentuh Hingga Jayapura

JAYAPURA - Sosialisasi keamanan dan keselamatan laut juga menyentuh hingga ke Jayapura.  Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Jayapura mengundang masyarakat Pantai Base'G ke
 
Berita Lainnya
Jumat, 16 November 2018 | 15:55:52

Ditembak Polisi Agar Ngaku Jadi Pembunuh, Sarif Divonis Bebas

Jakarta - Mahkamah Agung (MA) membebaskan Sarif karena tidak terlibat pembunuhan. Kaki Sarif dilindas mobil dan ditembak agar mau mengaku sebagai pembunuh Mumuh (65). Kasus bermula saat Mumuh di
 
Jumat, 16 November 2018 | 15:24:16

Sekda Ditahan, Begini Reaksi Pegawai Pemkab Tasikmalaya

Tasikmalaya - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir ditahan Polda Jabar atas dugaan korupsi dana hibah. Mendapat informasi pimpinannya ditangkap, pegawai di lingkungan Pemk
 
Jumat, 16 November 2018 | 15:13:09

Awal Operasi Cabut Pentil, Tiga Mobil di Jalan Riau Jadi Sasaran

Bandung - Sebanyak tiga mobil terkena sanksi Operasi Cabut Pentil (OCP) pertama kali. Ketiga mobil tersebut parkir di bawah rambu larangan parkir di Jalan LL RE Martadinata (Riau), Kota Bandung.
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:43:01

ATM BRI di Pangkalpinang Dibobol Pencuri

Pangkalpinang - Sebuah ATM BRI di Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Pulau Bangka, dibobol pencuri. Pelaku pembobolan ATM terbilang profesional dan direncanakan. "Dari hasil olah TKP, pelaku s
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:39:39

Viral, Penampakan Enam Buaya di Bengawan Solo

Bojonegoro - Sebuah kabar beredar tentang penampakan buaya di Bengawan Solo viral di media sosial. Bahkan kabar tersebut menyebutkan tidak hanya ada satu ekor yang terlihat, tetapi enam ekor.Menanggapi ha
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:33:40

Bakamla Tangkap 2 Kapal Vietnam Berbendera Malaysia di Natuna

Jakarta - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menangkap dua kapal Vietnam berbendera Malaysia. Dua kapal tersebut diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia."Kapal patroli Bakamla
 
Jumat, 16 November 2018 | 14:26:29

Viral Video Banser Latihan Intelijen, Begini Penjelasan Ansor

Jakarta - Video anggota Banser yang tengah berbaris dan bersiap mengikuti pelatihan intelijen dasar beredar di media sosial. Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyatakan kegiatan terseb
 
Jumat, 16 November 2018 | 13:29:08

Asyik Mandi di Air Banjir, Bocah di Bonai Darussalam Tewas Diterkam Buaya

ROKANHULU - Rahmad Andika Saputra, bocah berusia 7 tahun tewas diterkam buaya saat sedang mandi di depan rumahnya yang sedang dilanda banjir di Dusun I Harapan, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, K
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:50:59

Beruang Madu Terjerat Perangkap Babi di Riau

Bengkalis - Seekor beruang madu (Helarctos malayanus) terjerat di perangkap babi di Desa Batang Duku Kabupaten Bengkalis, Riau. Beruang terperangkap dalam jeratan yang sengaja dipasang warga di lokasi."Be
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:40:07

Belum Bisa Dievakuasi, Harimau Terjebak di Kolong Ruko Diberi Ayam

Indragiri Hilir - Sudah dua hari harimau Sumatera terjebak di kolong ruko di Pasar Pulau Burung, Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Harimau diberi makan daging ayam."Harimau tersebut belum bisa kita e
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:25:15

Mandi di Lokasi Banjir, Bocah 7 Tahun Tewas Diterkam Buaya

RokanHulu - Rahmad (7) warga Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau tewas diterkam buaya. Korban hanya mandi di depan teras rumahnya yang lagi banjir."Korban a
 
Jumat, 16 November 2018 | 10:00:12

Tersangka Pembunuh Keluarga di Bekasi Dendam karena Sering Dimarahi

JAKARTA - Haris Simamora (HS) jadi tersangka pembunuhan satu keluarga di Bekasi. Haris tega membunuh karena dendam kerap dimarahi oleh korban, Daperum Nainggolan. "Motifnya sering dimarahi," ucap Kabid Huma
 
Kamis, 15 November 2018 | 21:10:36

Kisah Nenek Tua di Inhil yang Lebih Memilih Berjualan Jagung Manis Daripada Meminta-Minta

TEMBILAHAN - Demi melanjutkan hidup perempuan tua itu berjalan setapak demi setapak menjajakan jagung manis yang ia buat agar habis terjual.Nenek bernama Asni ini tak pernah mengenal waktu saat menjajakan jagun
 
Kamis, 15 November 2018 | 21:02:43

Agen Simbolon : Setetes Keringat Buruh itu Berharga

MANDAU - "Setetes air keringat yang mengucur dari setiap inci tubuh seorang buruh, akan saya pastikan sangat berarti dan sangat berharga. Berarti dan berharga, sesuai dengan ketentuan hukum dan aturan perundang
 
Kamis, 15 November 2018 | 16:26:58

Banjir Inhu Riau Sudah Telan 3 Nyawa Anak

INHU - Banjir di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau kembali menelan korban jiwa. Kali ini, bocah berusia dua tahun menjadi korbannya. Balita tersebut bernama Juna Muhammad Fauzi (2). Korban tewas di
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top