Kamis, 30 Agustus 2018 | 14:21:39

Tentang Karhutla di Riau, ini Kata DR. Elviriadi

Laporan : Roy Rudi

Sebarkan:
Istimewa
DR.Elviriadi M.Si
SELATPANJANG-Masih berlarutnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau sampai tahun 2018 menurut pakar lingkungan DR.Elviriadi M.Si memang karena lahan gambut rusak belum ditangani dengan serius.

Dari januari sampai Agustus tercatat sudah 4.350 hektar lahan terbakar, meliputi Kecamatan Tanah Putih Rohil  1.500-an hektar (terbanyak),  Kecamatan Pinggir, Dumai, Bengkalis, Rohul, Meranti, Kampar, Pelalawan.

"Saya kira potensi kebakaran akibat tanah gambut terbiar tak diurus masih cukup besar. Ini faktor open akses (tanah semak belukar) karena hutan primer habis, eks HPH (Hak Pengelolaan Hutan), maupun tanah milik masyarakat yg belum di garap," kata Kepala Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu.

Pakar lingkungan kelahiran Selatpanjang itu menjelaskan, kerusakan gambut memicu kebakaran lahan di Sumatera dan Kalimantan terjadi karena pembukaan lahan gambut mengabaikan kaedah kaedah konservasi dan reservasi tanah.
Lahan gambut sebaiknya tidak saja di"rekayasa"  agar survive ekonomi (perkebunan masyarakat/sawit/HTI), tetapi juga berkelanjutan (sustainable) secara ekologi dan sosial budaya.

Pembukaan (reklamasi) saluran/kanal besar untuk menurunkan kadar air dan muka air tanah (water table) terutama di gambut dalam (>3 meter) seperti Semenanjung Kampar, Siak dan Rohil menimbulkan pengatusan (pembuangan air) berlebihan yang mengeringkan gambut. 

Elv menambahkan, bila musim panas seperti sekarang, gambut yg vegetasi gundul dan terbiar akan langsung dipapar sinar matahari sehingga menurunkan daya hidrofobisitas (memegang air) lalu mengering dan rawan terbakar.

"Saya kira, bupati dan walikota suruh lah camat mendata lahan gambut terbiar (open akses)  itu, diregistrasi dan dipulihkan. Saya miris juga lihat BPBD, TNI-Polri sibuk memadamkan api, tetapi lahan sumber api masih dibiarkan," terangnya.

Perlu kerjasama dan prioritaskanlah, bagian pemadaman kan dah full, yang belum tu bagian pemulihan hidrologi gambut. Itu perlu ahli, instruksi gubernur, camat, dan jangan segan minta data ke LSM lingkungan. Pokoknya serius dan sinergis semua pihaklah.

Alumni UKM Malaysia itu menilai penanganan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan khususnya Riau belum sampai ke aspek hulu (tata kelola gambut dan pemulihan daerah rawan terbakar), melainkan masih bersifat parsial. 

"Persoalannya Karhutla ini cukup kompleks, orang orang belum terbuka sepenuhnya. Maklumlah, banyak kepentingan," ungkapnya. (rls/roy)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 10 Desember 2018 | 17:42:01

Syamsuar Sosialisasikan Program KUR Kepada Petani Sawit Kabupaten Siak

SIAK - Bupati Siak Syamsuar menyampaikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian RI, menyediakan dana sebesar Rp 5 triliun dana tersebut diperuntukan peremajaan (replanting) kebun kelapa sawit masyarakat
Senin, 10 Desember 2018 | 17:00:11

Siasat Belanja saat Harbolnas, agar Tidak Jadi Korban Perang Harga Toko Online

SAH saja jika berbelanja online saat Harbolnas apalagi harganya terbilang 'gila' daripada saat hari biasa atau di supermarket. Terlepas dari itu, kalangan muda hingga dewasa kegirangan akibat promo
Senin, 10 Desember 2018 | 16:56:59

Beri Kesempatan Ketiga, ITB Buka Jalur Seleksi Mandiri 2019

Bandung - Institut Teknologi Bandung untuk pertama kalinya akan melaksanakan seleksi mandiri (SM) di tahun 2019. Kesempatan ketiga ini diberikan untuk lulusan SMA sederajat berprestasi yang tida
Senin, 10 Desember 2018 | 16:54:15

Hobi Pelihara Ikan Hias, Bisa Tingkatkan Energi Positif dalam Rumah

HOBI memelihara ikan adalah salah satu kesenangan pribadi yang sering diasosiasikan dengan pengeluaran besar. Selain harga ikan peliharaan yang bisa berjuta-juta, masih ada juga aspek pemeliharaan yang ruti
 
Berita Lainnya
Jumat, 7 Desember 2018 | 12:30:01

Terkontaminasi Limbah Minyak Bumi, Atosmen Harapkan Lahannya Diperhatikan Chevron

PINGGIR - Kalifah Atosmen salah seorang warga Desa Balai Pungut yang lahannya terkontaminasi limbah minyak bumi, tepatnya yang berada di Tandun 2 B, jalan Balai Pungut RT 01 RW 02 Dusun Pungut, Desa Balai Pungu
 
Senin, 3 Desember 2018 | 19:25:55

Pihak RSUD Duri Terima Kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Bengkalis Serta Beberapa Warga Duri

MANDAU - Terkait adanya persoalan dugaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri yang sudah menimbulkan keresahan warga, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Duri, pada
 
Rabu, 28 November 2018 | 18:44:06

DLH Bengkalis dan Camat Riki Rihardi Tinjau Kolam Limbah PKS PT.PCR Sebanga

MANDAU - Camat Mandau Riki Rihardi pada Rabu siang 28 November 2018 tampak bersama dengan beberapa Tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis melakukan peninjauan terhadap keberadaan kolam-kolam
 
Minggu, 18 November 2018 | 13:39:31

PT Invomas Tunggal Tanam Pohon di Sepanjang Sungai Tantaro

KANDIS-  Dalam rangka memperingati hari menanam pohon, PT Ivomas Tunggal menggelar penanaman pohon dari berbagai jenis disepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tantaro, Kecamatan Kandis, Kabupaten Sia
 
Senin, 12 November 2018 | 18:52:16

Danrem 031/WB Cek Pengerjaan TMMD ke-103 Kodim 0301/Pekanbaru

PEKANBARU- Danrem 031/WB Brigjen TNI Aprianto, S E, M.M didampingi Kasiter Rem 031/WB Kol. arm. Jhonny Manurung beserta Dandim 0301/Pekanbaru Letkol Inf Andri Sulistiawan, S. Sos mengecek pengerjaan sasaran TMM
 
Senin, 12 November 2018 | 16:48:35

Warga Sekitar PKS PT.PCR Berharap Ada Tim Kesehatan untuk Memeriksa Kesehatan Mereka

MANDAU - Sejak adanya bangunan kolam-kolam limbah milik perusahaan Pabrik Kelapa Sawit Permata Citra Rangau (PKS PT.PCR) Sebanga yang baru, tepatnya kolam lombah yang berada di luar lingkungan Pabrik, ternyata
 
Jumat, 26 Oktober 2018 | 21:10:58

Humas PKS PT. PCR Sebut Kolam Genangan Air, Warga Yakini Itu Limbah

MANDAU - Terkait pernyataan Humas Pabrik Kelapa Sawit Permata Citra Rangau (PKS PT.PCR) yang berada di jalan Gajah Mada KM 3,5 Sebanga Kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis Propinsi Riau y
 
Rabu, 17 Oktober 2018 | 13:51:25

PKS PT.PCR Sebanga Miliki Kolam Limbah Di Luar Pabrik, Ini Keterangan DLH Bengkalis

MANDAU - Selain kolam-kolam limbah yang berada di dalam lingkungan Pabrik, ternyata Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit Permata Citra Rangau (PKS PT.PCR) yang berada di jalan Gajah Mada KM 3,5 Sebanga Keluraha
 
Rabu, 10 Oktober 2018 | 18:12:00

Dewan Minta Pemkab Siak Tertibkan Galian C

SIAK - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Siak, Syamsurizal Budi mendesak Pemerintah Kabupaten Siak agar segera menertibkan aktivifas penambangan galian C yang tak ada izin (ilegal). Selain
 
Minggu, 7 Oktober 2018 | 23:29:03

Ikuti Festival Pesisir Paloh, Wujud Bakamla RI Peduli Lingkungan

SAMBAS- Bakamla RI melalui Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Sambas berpartisipasi dalam berbagai kegiatan peduli lingkungan yang digelar selama Festival Pesisir Paloh berlangsung di Telu
 
Minggu, 7 Oktober 2018 | 13:42:24

PKS PT.PCR Kembali Beroperasi, PMN Pertanyakan Penegakkan Hukumnya

MANDAU - Beroperasinya kembali Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit Permata Citra Rangau (PKS PT.PCR) yang berada di Jalan Gajah Mada KM 3,5 Kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, ternyata membu
 
Jumat, 21 September 2018 | 17:40:03

Perusahaan TGI di Talang Mandi Kecewakan Warga

MANDAU - Satu lagi perusahaan yang beroperasi di wilayah Kelurahan Talang Mandi Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis, menimbulkan kekecewaan warga.Kali ini perusahaan PT.Transportasi Gas Indonesia (TGI) yang me
 
Rabu, 19 September 2018 | 13:23:09

PKS PT.PCR Sebanga Beroperasi Kembali, Ini Kekecewaan Warga Purnama

MANDAU - Pasca berbulan-bulan sudah lamanya tidak beroperasi, perusahaan pengelolah tandan buah sawit, Pabrik Kelapa Sawit Permata Citra Rangau (PKS PCR) yang beralamat di jalan Gajah Mada KM 3,5 Keluraha
 
Jumat, 14 September 2018 | 15:56:45

Ini Hasil Temuan DLH Rohil Terhadap Bau Busuk Limbah PKS. PT. BSS

ROKANHILIR - Usai melakukan pemantauan dan pertemuan dengan pihak Sekolah Dasar (SD) 017 dan warga Kepenghuluan Bangko Sempurna Kecamatan Bangko Pusako yang mengalami keresahan akibat bau busuk menyengat
 
Jumat, 14 September 2018 | 11:57:39

Limbah PKS. PT. BSS Keluarkan Bau Busuk, DLH Rohil Turun Lapangan

ROKANHILIR - Terkait keresahan warga KM 22 Kepenghuluan Balam Sempurna Kota Kecamatan Balai Jaya Kabupaten Rokan Hilir terhadap aroma busuk yang berasal dari PT. Balam Sawit Sejahtera (BSS), Tim Dinas Lin
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top