Minggu, 17 Juni 2018 | 20:41:25

Keraguan Novel Baswedan Soal Pengusutan Kasusnya

Sumber : Detik.com

Sebarkan:
detik.com
Penyidik KPK Novel Baswedan saat dikunjungi koleganya di KPK dalam suasana lebaran. Kunjungan itu sebagai bentuk dukungan dari rekan-rekannya
Jakarta - Polri mempersilakan penyidik KPK Novel Baswedan untuk menyebut sosok jenderal yang disebutnya terlibat atas penyerangan air keras. Apa kata Novel?

"Saya kira begini, sudah berkali-kali saya sampaikan bahwa saya kurang bisa mempercayai apabila ini diproses dilakukan dengan normal begitu saja," kata Novel saat ditemui di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6/2018).

Novel punya beberapa alasan atas keraguan tersebut. Dia menyinggung soal saksi-saksi dan bukti yang didapat selama penyelidikan kasusnya yang tak ditindaklanjuti dengan baik.

"Sekarang begini, CCTV yang di sini saja tidak diungkap, saksi-saksi kunci diperiksa dengan hal-hal yang tidak semestinya. Ketika terjadi hal demikian bagaimana saya bisa percaya?" ungkapnya.

Karo Penmas Polri Brigjen M Iqbal sebelumnya mempersilakan Novel mengungkap sosok jenderal yang dimaksudnya. Dia mengatakan akan memasukkan keterangan itu dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Terkait hal ini, Novel tidak langsung menerima. Dia mengatakan ada beberapa bukti penting di kasusnya yang hilang.

"Memang logika yang disampaikan silakan ini dimasukkan BAP dan lain-lain, kalau berpikir tidak ada apa-apa, boleh. Tapi ini bukti-bukti yang penting aja hilang, bukti-bukti yang sangat penting aja hilang terus saya menyampikan itu maunya apa? Nggak logis ya, nggak logis saya susah memahami dengan logika saya," tuturnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Polri M Iqbal meminta Novel menyebut nama oknum jenderal tersebut. Hal itu nantinya akan didalami penyidik.

"Kalau Saudara Novel punya keterangan yang dia yakini benar, silakan sebut," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal kepada detikcom, Minggu (17/6/2018). 

"Kita akan tuangkan dalam BAP. Nanti penyidik akan mendalami keterangannya," tambah Iqbal.

Novel diserang orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu. Dia sempat menyebut ada sosok jenderal yang ada di belakang kasusnya. Novel beserta beberapa pihak meminta dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF) agar kasus ini dapat lekas terungkap.  (***)
 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 19 November 2018 | 16:57:13

Gedung Granadi Disita, Nilainya Masih Ditaksir

Jakarta - Gedung Granadi disita negara. Gedung yang masuk dalam aset yayasan Supersemar ini masih ditaksir nilainya untuk dilelang. "Sudah lama (disita)," kata pejabat Humas PN Jaksel Achmad Guntu
Senin, 19 November 2018 | 16:53:31

Selang Beberapa Menit, Gempa 4 SR Kembali Guncang Mamasa

TANA TORAJA - Gempa bumi berkekuatan 4,0 skala richter (SR) kembali mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Senin (19/11/2018) pukul 15.23 Wita selang gempa 3,0 SR mengguncang beberapa menit lalu
Senin, 19 November 2018 | 16:47:14

Petani di Ngawi Tewas Setelah Dibacok Kerabat Sendiri

Ngawi - Seorang petani warga Dusun Sepreh Desa Selopuro Kecamatan Pitu, Ngawi, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Korban Sutarno (40) kondisinya penuh luka bacokan pada leher belakang.
Senin, 19 November 2018 | 16:44:04

Kabur dari Sirkus, Tujuh Unta Datangi Supermarket di Jerman

BERGEN  Sebuah foto aneh yang memperlihatkan beberapa unta berkeliaran di bawah terang bulan di dekat sebuah supermarket di Bergen, Jerman. Kejadian membuat warga yang kebingungan menghubungi polisi.
 
Berita Lainnya
Senin, 19 November 2018 | 16:57:13

Gedung Granadi Disita, Nilainya Masih Ditaksir

Jakarta - Gedung Granadi disita negara. Gedung yang masuk dalam aset yayasan Supersemar ini masih ditaksir nilainya untuk dilelang. "Sudah lama (disita)," kata pejabat Humas PN Jaksel Achmad Guntu
 
Senin, 19 November 2018 | 16:05:58

Anggota DPR Minta Hakim MA Bisa Adil dan Cepat Putuskan PK Kasus Baiq Nuril

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil sepaham dengan langkah Presiden Joko Widodo yang tak langsung memberi amnesti terkait kasus Baiq Nuril, korban pelecehan seksual verbal yang dilakukan seorang
 
Senin, 19 November 2018 | 15:27:39

Kata KPK soal Penghentian Penyelidikan Kasus Istri Bupati Remigo

Jakarta - KPK menduga uang suap yang diterima Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolando Berutu, digunakan untuk 'mengamankan' kasus yang menjerat istrinya, Made Tirta Kusuma Dewi. Namun rup
 
Senin, 19 November 2018 | 14:55:22

Polisi Usut Dugaan Penyimpangan Dana Kemah Pemuda Islam Indonesia

Jakarta - Polisi menyelidiki dugaan penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang dilaksanakan Kemenpora tahun 2017. Kasus dugaan penyimpangan anggaran ter
 
Senin, 19 November 2018 | 14:41:14

80 Ribu Petisi Dukungan untuk Baiq Nuril Diserahkan ke KSP

Jakarta - Koalisi Save Ibu Nuril menyerahkan petisi dukungan ke Baiq Nuril Maknun sebanyak 80 ribu ke kantor Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Petisi itu berisi permintaan agar Presiden Joko
 
Senin, 19 November 2018 | 14:10:42

Senator Aceh Desak Grace Natalie Minta Maaf Soal Perda Syariah

Jakarta - Anggota DPD asal Aceh Sudirman menyesalkan pernyataan Ketum PSI Grace Natalie yang tidak mendukung Perda Syariah maupun perda berlandaskan agama lainnya. Sudirman mendesak Grace memint
 
Senin, 19 November 2018 | 11:44:04

Bamsoet Minta Pemerintah Tindak Tegas PNS Tolak Pancasila

Jakarta - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong semua institusi terkait untuk menyikapi serius soal data rumah ibadah yang terpapar paham radikal dan temuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagr
 
Senin, 19 November 2018 | 11:10:40

Dukung Baiq Nuril, Mahasiswa Demo Polda NTB Minta Kepsek Diusut

Mataram - Dukungan masyarakat terhadap Baiq Nuril Maknun, terpidana kasus perekaman percakapan mesum Kepsek M di SMAN 7 Mataram terus bergulir. Dukungan juga datang dari sejumlah mahasiswa di Mataram.Aksi
 
Senin, 19 November 2018 | 10:55:20

PAN: SBY Master of Kungfu, Kampanye Seminggu Saja Sudah Menggetarkan

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan turun mengkampanyekan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada bulan Maret 2019 nanti. P
 
Senin, 19 November 2018 | 10:47:40

Soekarwo Lapor Harga Bahan dan Kebutuhan, Jokowi Senang

Lamongan - Gubernur Jawa Timur Soekarwo melaporkan harga bahan kebutuhan saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam peresmian Masjid Kampus Muhammadiyah Lamongan dan kenaikan status 6
 
Senin, 19 November 2018 | 10:34:09

Ini Penjelasan Lion Air Soal AC Pesawat yang Mati Sebelum Terbang

Jakarta - Maskapai penerbangan Lion Air JT 309 rute Kualanamu, Deli Serdang-Soekarno Hatta, Cengkareng sempat mengalami kendala pada bagian kelistrikan sebelum terbang. Ini penjelasan pihak Lion
 
Sabtu, 17 November 2018 | 16:53:03

Maruf Amin Yakin Menang di Pasuruan: Minimal 70 Persen lah

Pasuruan - Usai menghadiri haul KH Abdul Hamid di Pasuruan, Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin ziarah ke makam Hababah Syarifah Khodijah atau Mbah Ratu Ayu di Bangil, Kabupaten Pasuruan. Ma'r
 
Sabtu, 17 November 2018 | 16:35:00

A Man Called Ahok 1 Juta Penonton, Ahok: Majulah Demi Kebenaran

Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berterima kasih karena penonton film A Man Called Ahok mencapai angka 1 juta. Ahok mengajak para pendukungnya untuk terus maju demi kebenaran.Pernyataan Aho
 
Sabtu, 17 November 2018 | 16:00:13

Habiburokhman Desak PDIP Minta Maaf soal Poster Raja Jokowi

Jakarta - Pemasang alat peraga kampanye bergambar capres Joko Widodo (Jokowi) dengan atribut mahkota raja di sekitar wilayah Banyumas ternyata adalah pendukung Jokowi. Badan Pemenangan Nasional (BPN
 
Sabtu, 17 November 2018 | 15:46:15

Said Aqil Soal Reuni 212: Boleh Asal Tak Ada Tendensi Politik

Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj menanggapi rencana aksi Reuni Akbar 212 yang akan digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212. Dia tak mempermasalahkan dige
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top