Kamis, 5 Juli 2018 | 22:41:52

Masalah PHK Buruh, Bobson Bantah Keras Pernyataan Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis

Laporan : Erwin Fernando Nababan

Sebarkan:
Erwin Fernando Nababan
Bobson Samsir Simbolon SH.

MANDAU - Bobson Samsir Simbolon SH, yang merupakan Kuasa Hukum dari beberapa buruh yang di Putus Hubungan Kerja (PHK) oleh Perusahan Muriniwood Indah Industry (PT.MII) Duri 13, membantah keras beberapa pernyataan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkalis, Ridwan Yazid.

Pria yang juga Kepala Bidang Hukum dan HAM (Hak Azasi Manusia) dari organisasi Serikat Buruh Riau Independen (SBRI), membantah pernyataan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bengkalis, Ridwan Yazid yang menyatakan bahwa Penyelesaian perselisihan Industrial adalah keewenangan Disnaker Propinsi Riau, bukan Kabupaten Bengkalis.

Disamping itu, Ridwan Yazid juga mengatakan bahwa uang pesangon sudah diterima oleh pihak buruh PT.MII Duri 13, Perusahan Sinar Inti Sawit (PT.SIS) Duri dan PT.Adei & Plantation Pinggir, bahkan sudah ditandatangani oleh pihak buruh yang saat ini masih berjuang di emperan Kantor Disnakertrans Kabupaten Bengkalis yang berada di jalan Pipa Air Bersih Duri.

Terkait pernyataan itu, Bobson yang  ditemui dikantornya, Kamis 05 Juli 2018, menyampaikan dengan tegas bahwa pernyataan pernyataan Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis yang tertulis disejumlah media masa beberapa waktu lalu tersebut "Ngawur".

"Maka kami dari DPP SBRI dan juga Kuasa Hukum menyampaikan Hak Jawab untuk menanggapi dan meluruskan permasalahan yang sesungguhnya terjadi, sehingga masyarakat banyak tidak hanya mengkonsumsi pernyataan "Ngawur" dari Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis tersebut," ungkapnya.

Diuraikannya, ada beberapa poin yang harus di jelaskan, pertama, permasalahan yang dialami oleh Buruh PT. MII dan PT. SIS adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa dilakukannya Perundingan Bipartit (Perundingan antara pekerja/buruh atau serikat pekerja/serikat buruh dengan pengusaha untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial).

Ditambahkannya, dalam hal akan terjadinya PHK terhadap buruh, maka berdasarkan ketentuan Pasal 151 ayat (2) UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan j.o Pasal 3 UU No. 21 Tahun 2004 Tentang PPHI, maka Perundingan Bipartit adalah salah satu syarat hukum sahnya PHK yang dilakukan oleh Pengusaha terhadap Buruh.

Lebih jauh dijelaskan Bobson, tidak adanya dilakukan Perundingan Bipartit atas PHK yang dilakukan oleh PT. MII terhadap Buruhnya, maka telah terjadi Perselisihan Hubungan Industrial.

Dengan demikian, Perselisihan Hubungan Industrial adalah merupakan kewenangan dari Disnakertrans Kabupaten Bengkalis, bukan kewenangan Disnakertrans Provinsi Riau.

"Menurut kami, jika Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis mengatakan bahwa Perselisihan Hubungan Industrial adalah kewenangan Disnaker Provinsi Riau, maka sudah sepantasnya Bupati Bengkalis mengganti Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis yang saat ini dengan ASN yang memahami aturan Perundang-undangan Ketenagakerjaan," tukasnya.

Terkait dengan adanya sejumlah uang yang diberikan oleh Perusahaan kepada Buruh PT. MII, Bobson juga menyampaikan bahwa uang itu bukan uang tolak seperti yang dikatakan oleh Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis. Akan tetapi uang itu adalah uang Konpensasi yang diberikan perusahaan kepada buruh.

"Artinya bukan buruh yang meminta dan bukan juga kewajiban Perusahaan untuk memberikan uang Konpensasi dalam melakukan PHK. Kewajiban yang harus dipenuhi Perusahaan dalam melakukan PHK adalah uang Pesangon, bukan uang Konpensasi yang sifatnya adalah cuma-cuma," ungkapnya.

Diungkapkannya, sebagai unsur penegak hukum dalam bidang Ketenagakerjaan, seharusnya, Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis hadir dan melakukan pemerikasaan serta memintai keterangan dari para pihak yang berselisih, bukan justru bersembunyi dan tidak masuk kantor selama hampir satu bulan lebih.

"Perlu saya sampaikan bahwa sampai saat ini Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis belum ada memintai keterangan dari Buruh. Dari pada itulah kami bingung, darimana dasarnya pernyataan Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis yang disampaikan kepada sejumlah media, kalau hanya keterangan dari Pihak Perusahaan yang diterima, maka wajar sajalah buruh selalu ditempatkan sebagai kelompok yang tidak perlu diberikan perlindungan hukum oleh Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis, "papar Bobson Samsir Simbolon SH.

Dalam poin kedua, lanjut Bobson,  permasalahan buruh PT. ADEI P&I sudah ditanggapi oleh Disnakertransduk Provinsi Riau melalui surat yang ditujukan kepada Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis, yang mana surat tersebut intinya menyampaikan bahwa permasalahan yang dialami oleh buruh PT. ADEI P&I adalah kewenangan Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis untuk menyelesaikannya.

"Jadi, Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis jangan "Ngawur" lah. Masak mau berdalih lagi padahal sudah jelas duduk masalahnya adalah merupakan kewenangan dari Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis," ungkapnya.

Diuraikannya lagi, dalam poin selanjutnya, seharusnya Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis mengambil langkah dan tindakan sesuai dengan kewenangannya yang telah diatur dengan tegas didalam UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan dan UU No. 21 Tahun 2004, bukan hanya bersuara melalui Media saja.

"Seorang ASN itu harus bertanggung jawab dengan jabatan yang diembannya, dengan begitu maka terpenuhi pelayanan kepada masyarakat yang dalam hal ini adalah buruh PT. MII, PT. SIS dan PT. ADEI P&I, ataupun yang lainnya. Kalau hanya bicara di luar kantor dan kedinasan, itu bukan seorang Kepala Dinas namanya," cetusnya.

Dikatakannya, kalau hanya memanggil dan menghadirkan pihak perusahaan saja Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis tidak mampu, maka Pemkab Bengkalis sudah tidak memiliki wibawa lagi di mata Masyarakatnya.

Bobson juga menegaskan bahwa  Penasehat Hukum maupun DPP SBRI sama sekali tidak ada memaksakan kehendak, yang diminta itu adalah Disnakertrans itu menjalankan kewenangannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Janganlah ditengah-tengah permasalahan yang ada saat ini, Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis justru membangun opini buruk seolah-olah kami ini tidak tahu hukum dan aturan, serta hanya memaksakan kehendak," pintanya.

Ditambahkannya lagi, selama permasalahan ini terjadi, pihaknya  justru selalu mengedepankan aturan, dan itu juga sebagai dasar mereka menuntut Kadisnakertrans Kabupaten Bengkalis.

"Kami sangat khawatir dengan sikap kepala dinas yang bersembunyi dari tanggung jawabnya, semoga informasi yang diterima pak bupati bukan informasi bohong atau tidak sesuai dengan kebenaran dan aturan yang berlaku, "tutup Bobson Samsir Simbolon SH. (win)

 
 
Komentar
 
Berita Terkait
Senin, 19 November 2018 | 16:57:13

Gedung Granadi Disita, Nilainya Masih Ditaksir

Jakarta - Gedung Granadi disita negara. Gedung yang masuk dalam aset yayasan Supersemar ini masih ditaksir nilainya untuk dilelang. "Sudah lama (disita)," kata pejabat Humas PN Jaksel Achmad Guntu
Senin, 19 November 2018 | 16:53:31

Selang Beberapa Menit, Gempa 4 SR Kembali Guncang Mamasa

TANA TORAJA - Gempa bumi berkekuatan 4,0 skala richter (SR) kembali mengguncang Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Senin (19/11/2018) pukul 15.23 Wita selang gempa 3,0 SR mengguncang beberapa menit lalu
Senin, 19 November 2018 | 16:47:14

Petani di Ngawi Tewas Setelah Dibacok Kerabat Sendiri

Ngawi - Seorang petani warga Dusun Sepreh Desa Selopuro Kecamatan Pitu, Ngawi, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Korban Sutarno (40) kondisinya penuh luka bacokan pada leher belakang.
Senin, 19 November 2018 | 16:44:04

Kabur dari Sirkus, Tujuh Unta Datangi Supermarket di Jerman

BERGEN  Sebuah foto aneh yang memperlihatkan beberapa unta berkeliaran di bawah terang bulan di dekat sebuah supermarket di Bergen, Jerman. Kejadian membuat warga yang kebingungan menghubungi polisi.
 
Berita Lainnya
Senin, 19 November 2018 | 16:38:40

Paman Cabuli Keponakannya yang Masih Sekolah SD hingga Keguguran 2 Kali

SURABAYA - Seorang paman di Surabaya, tega mencabuli keponakannya sendiri yang masih di bawah umur selama satu tahun lebih hingga mengakibatkan korban mengalami keguguran dua kali. Parahnya, kelakuan beja
 
Senin, 19 November 2018 | 16:30:47

Lagi, 5 Anak di Surabaya Tertangkap Basah Sedang Ngelem

Surabaya - Kembali anak ngelem ditemukan di Surabaya. Kali ini lima anak di bawah umur tertangkap basah oleh Satpol PP sedang ngelem di Jalan Banyu Urip Kidul V, Surabaya.Kepala Satpol PP Suraba
 
Senin, 19 November 2018 | 15:32:11

Pengungsi Afghanistan di Medan Demo Minta Dikirim ke Negara Penampung

JAKARTA  - Puluhan pengungsi asal Afghanistan berunjuk rasa di Jalan Listrik, Medan, Senin (19/11). Mereka meminta perhatian dunia agar segera dikirim ke negara ketiga dan kekerasan
 
Senin, 19 November 2018 | 15:01:34

Periksa Saksi, Polisi Buru Pembunuh Dufi yang Mayatnya dalam Drum

Jakarta - Polisi memeriksa dua orang saksi di lokasi ditemukannya mayat Abdullah Fithri Setiawan alias Dufi di dalam drum di Klapanunggal, Bogor. Polisi masih mengidentifikasi ciri-ciri pelaku."Berdasarkan
 
Senin, 19 November 2018 | 14:34:11

Belum Miliki Rekomendasi, PT. Crane Worldwide Logistics Sudah Eksploitasi Tanah Timbun

BENGKALIS - Perusahaan Crane Worldwide Logistics, yang merupakan salah satu perusahaan mitra kerja pihak pengembang jalan Tol Pekanbaru-Dumai, PT.Hutama Karya infrastruktur (HKi) yang berada di sektor 4 (em
 
Senin, 19 November 2018 | 14:08:09

Pesan Terakhir Dufi ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas: Mah Saya Sudah di Stasiun

BOGOR - Adik Kandung Abdullah Fitri Setiawan, Muhammad Ali Ramdoni mengatakan, korban terakhir melakukan komunikasi dengan istrinya pada Jumat (16/11) lalu. Abdullah alias Duffi sapaan akrabnya tewas ditemu
 
Senin, 19 November 2018 | 13:46:53

Usai Tes CPNS, Kakak Beradik di Riau Tewas Tertabrak Truck

PELALAWAN - Siska Lestari (26) dan adiknya, Martia Tri Utami (21) tewas setelah motor yang dikendarai mereka ditabrak truck Colt Diesel. Truck yang dikemudikan Rudi Hartono (33) itu mena
 
Senin, 19 November 2018 | 11:51:20

Kakek Sukimin Ditemukan Tewas di Bawah Bambu, Urat Lehernya Putus

Magetan - Seorang warga Desa Purwodadi, Kecamatan Barat, Magetan ditemukan tewas di belakang rumahnya. Saat ditemukan, kondisinya mengenaskan. Urat lehernya terputus dengan menyisakan bekas luka
 
Senin, 19 November 2018 | 11:46:28

Akiong Catut Nama Kapolda Riau Minta Jatah Preman ke Pengrajin Kapal

ROKANHILIR - Satuan Reskrim Polres Rokan Hilir akhirnya menangkap Gusta Lim alias Akiong. Dia diduga mencatut nama Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo untuk memungut uang ke sejumlah pengusaha pengraji
 
Senin, 19 November 2018 | 11:29:51

Diduga Anak Bermain Mancis, Rumah Warga Kunto Darussalam Lesap Dilalap Api

ROKANHULU - Rumah Sukirman (53) warga Kelurahan Kota Lama Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, ludes dilalap sijago merah, Minggu, (18/11/2018) sekira pukul 13:00 wib. Peristiwa
 
Senin, 19 November 2018 | 11:00:55

Buaya yang Terkam Bocah hingga Tewas di Riau Ditangkap Warga

ROKANHULU  - Warga di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau menangkap seekor buaya raksasa. Buaya itu diyakini warga yang menyerang bocah Rahmad (7) hingga tewas."Mend
 
Senin, 19 November 2018 | 10:38:04

Heboh! Tahanan Pria Potong Kelaminnya Lalu Buang ke Kloset

Makassar - Entah apa yang ada di benak IS (28) hingga nekat memotong alat vitalnya. Tahanan di Rutan Klas II B Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel), itu lalu membuangnya ke kloset."Iya benar ada
 
Senin, 19 November 2018 | 10:22:09

Penemuan Mayat dalam Drum, Polisi: Istri Tak Tahu Pekerjaan Korban

Jakarta - Mayat pria yang ditemukan di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor diketahui bernama Abddullah Fitri Setiawan. Korban diduga mantan wartawan. "Dulu pernah jadi wartawan RR
 
Sabtu, 17 November 2018 | 20:46:21

Warga Resah, Peningkatan Jalinsum Diseputaran Wilayah Kabupaten Bengkalis Ciptakan Kemacetan

BENGKALIS - Kondisi arus lalu-lalintas di beberapa titik di sepanjang jalan lintas sumatera (Jalinsum), tepatnya diseputaran wilayah Kabupaten Bengkalis, selalu macet dan menimbulkan keresahan masyarakat penggu
 
Sabtu, 17 November 2018 | 16:58:21

Bus Eka Terguling di Ngawi, 13 Penumpang Terluka

Ngawi - Bus Eka terguling di Jalan Raya Ring Road Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu. Kecelakaan itu membuat 13 penumpang bus bernopol D 7355
 
 
 
Terpopuler
 
 
 
 
Top