<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
		<rss version="2.0" >
        <channel>
        <title>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</title>
        <link>https://www.spiritriau.com/</link>
        <description>spiritriau.com merupakan situs berita online terkini dan terpercaya di Provinsi Riau</description>
        <language>en-us</language>
        <pubDate>Wed, 13 May 2026 09:52:33 +0700</pubDate>
        <lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 09:52:33 +0700</lastBuildDate>
        <generator>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update RSS Generator</generator>
        <managingEditor>redaksi@spiritriau.com</managingEditor>
        <webMaster>arie.vcr@gmail.com</webMaster>
		<image>
		<url>https://www.spiritriau.com/icon.gif</url>
		<title>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</title>
		<link>https://www.spiritriau.com/</link>
		<description>Fasilitas RSS dari Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</description>
		</image>
<item>
<title>Pemuda Pulau Kumpai Pangean yang Tenggelam di Sungai Kuantan Berhasil Ditemukan BPBD dan Tim SAR</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Pemuda-Pulau-Kumpai-Pangean-yang-Tenggelam-di-Sungai-Kuantan-Berhasil-Ditemukan-BPBD-dan-Tim-SAR</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_7826_Pemuda-Pulau-Kumpai-Pangean-yang-Tenggelam-di-Sungai-Kuantan-Berhasil-Ditemukan-BPBD-dan-Tim-SAR.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Riko Rikardo (27) pemuda asal Desa Pulau Kumpai Kecamatan Pangean yang tenggelam, Selasa ( 12/5/2026) sekitar pukul 15.00 Wib di Sungai Kuantan, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 7.20 WIB, berhasil ditemukan oleh BPBD dan tim SAR Pekanbaru.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Posisi Riko ditemukan sekitar 1 kilometer dari titik jatuh di tebing Sungai Kuantan Desa Pulau Kumpai.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan. Sekitar 1 kilometer dari titik jatuh," kata Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Yulizar mengatakan, jenazah Riko Rikardo yang sudah ditemukan langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Riko Rikardo, pemuda Desa Pulau Kumpai, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 15.00 Wib, pergi mandi ke Sungai Kuantan seorang diri. Tanpa apa yang menjadi penyebabnya, Riko jatuh ke Sungai Kuantan. Air sungai yang deras dan naik, anak-anak laki-laki dan perempuan, tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa berteriak. Tangan Riko Rikardo terlihat oleh mereka menggapai ke atas untuk minta tolong. Tetapi arus Sungai Kuantan terus membawanya.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Warga yang datang beberapa saat kemudian tak melihat Riko. Masyarakat dan BPBD yang berada di lokasi, berusaha mencari Riko Rikardo. Tetapi hingga Selasa malam tak berhasil ditemukan.&nbsp; Pencarian dilanjutkan BPBD dan tim SAR dari Pekanbaru yang sudah tiba di lokasi."Alhamdulillah, tadi sudah ditemukan," kata Yulizar.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ini pun dikatakan Camat Pangean Aswandi. "Warga kami Riko Rikardo sudah ditemukan tadi pagi. Sekarang persiapan pemakaman di rumah duka," ujar Aswandi yang dihubungi terpisah.Ditanya apa yang menjadi penyebab, Aswandi mengatakan tak ada warga yang melihat persis. Kemungkinan terjatuh ke Sungai kuantan. Ditambah saat ini, menurut informasi keluarga, korban mengalami depresi (gangguan kesehatan) sejak beberapa bulan terakhir ini.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Mungkin ini yang jadi penyebab. Saat sakitnya kambuh, kejadian itu terjadi," katanya.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia berharap pihak keluarga sabar dan tabah terhadap musibah yang terjadi.(riauposjawapos</font>).</div>   ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 09:40:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Sambut Waisak, Umat Buddha Pekanbaru Gelar Aksi Peduli Lingkungan</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Lingkungan/Sambut-Waisak--Umat-Buddha-Pekanbaru-Gelar-Aksi-Peduli-Lingkungan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_700_Sambut-Waisak--Umat-Buddha-Pekanbaru-Gelar-Aksi-Peduli-Lingkungan.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Ratusan umat Buddha di Pekanbaru kembali menggelar aksi peduli lingkungan dengan menuangkan 336 liter eco enzyme ke anak Sungai Siak di Jalan Haji Guru Sulaiman, Selasa (12/5). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Riau, Wiryanto mengatakan, aksi tersebut bukan sekadar kegiatan menyambut Waisak, tetapi juga bentuk kepedulian umat Buddha terhadap pelestarian lingkungan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, kepedulian sosial yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru patut diapresiasi karena turut mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kualitas air sungai.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Meskipun ini program pemerintah melalui Kementerian Agama, kepedulian sosial terhadap lingkungan yang ditunjukkan umat Buddha di Pekanbaru sangat baik. Ini juga menjadi bentuk kepedulian umat beragama terhadap pelestarian lingkungan,” ujarnyaIa menjelaskan, sebanyak 336 liter eco enzyme yang dituangkan ke aliran sungai berasal dari Majelis Pandita Buddha Indonesia Riau dan Buddha Tzu Chi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Wiryanto berharap kegiatan tersebut dapat mengedukasi masyarakat agar mulai membuat eco enzyme sendiri di rumah dan memanfaatkannya untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kami berharap masyarakat bisa mulai membuat eco enzyme sendiri lalu menuangkannya ke selokan, parit, atau saluran air di lingkungan rumah,” katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sementara itu, Sekretaris Permabudhi Riau, Jono menjelaskan, eco enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayur yang dicampur gula serta air selama tiga hingga enam bulan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, cairan tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya membantu memperbaiki kualitas air yang telah tercemar, baik di sungai, danau, selokan, sumur, maupun saluran air lainnya.“Kami berharap aksi seperti ini bisa terus dilakukan semua pihak agar lingkungan di Pekanbaru tetap terjaga demi keberlangsungan hidup makhluk hidup lainnya,” ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ketua Walubi Riau, Mariyana juga berharap gerakan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.(riaupos.co).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 09:29:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Polsek Tanah Putih Lakukan Monitoring Stok BBM Di SPBU ,Distribusi Tetap Stabil. </title>
<link>https://www.spiritriau.com/Sosial/Polsek-Tanah-Putih-Lakukan-Monitoring-Stok-BBM-Di-SPBU--Distribusi-Tetap-Stabil--</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_5373_Polsek-Tanah-Putih-Lakukan-Monitoring-Stok-BBM-Di-SPBU--Distribusi-Tetap-Stabil--.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">TANAHPUTIH-Jajaran Polsek Tanah Putih Polres Rokan Hilir melaksanakan pengecekan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU 14.288.6101 yang berada di wilayah Rantau Bais, pada Selasa (12/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kegiatan ini dilakukan guna memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat tetap aman dan distribusi berjalan lancar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dari hasil pengecekan yang dilakukan, diperoleh data stok BBM di SPBU tersebut dengan rincian sebagai berikut:</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pertamax Green RON 92 sebanyak 4.383 liter Pertalite RON 90 sebanyak 22.711 liter Pertamina Dex sebanyak 2.640 liter Bio Solar sebanyak 15.715 liter.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kapolsek Tanah Putih, Kompol Y Yudi Indranaldi melalui perwakilannya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), distribusi BBM dari Depo Kota Dumai menuju SPBU Rantau Bais masih berjalan normal dan tidak mengalami kendala.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Untuk stok BBM di SPBU 14.288.6101 Rantau Bais dalam kondisi aman. Pasokan dari Depo Kota Dumai juga masih lancar dan tidak terjadi keterlambatan, karena seluruh pengiriman masih berjalan sesuai kontrak pesanan,” ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pihak kepolisian juga terus melakukan monitoring terhadap ketersediaan BBM di wilayah hukum Polsek Tanah Putih guna mengantisipasi kelangkaan maupun potensi gangguan distribusi yang dapat merugikan.(rtc).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 09:23:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Atlet Pararenang Riau Ini Kesal, Sawitnya di Kampar Kerap Dicuri Diduga Pengonsumsi Narkoba.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Atlet-Pararenang-Riau-Ini-Kesal--Sawitnya-di-Kampar-Kerap-Dicuri-Diduga-Pengonsumsi-Narkoba-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_9376_Atlet-Pararenang-Riau-Ini-Kesal--Sawitnya-di-Kampar-Kerap-Dicuri-Diduga-Pengonsumsi-Narkoba-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">KAMPAR-Atlet Pararenang Riau, Jaelani meluapkan kekesalannya di media sosial. Kelapa sawitnya kerap hilang dicuri.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantauan Tribunpekanbaru.com, ia mengung</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">gah sorotan terhadap peredaran narkoba melalui akun Facebook miliknya, Jhay Zailani sejak September 2025.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pria itu kemudian mengunggah video aksi amukan massa di Panipahan dan Sei Tengar Laut, Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir pada April 2026 lalu.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Aksi itu menyasar rumah terduga bandar narkoba. Ia ikut menyerukan pemberantasan narkoba.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia mengunggah foto bekas tandan kelapa sawit yang sudah tidak ada di pohon pada 24 April 2026 lalu. Ada juga foto puntung rokok dan sedotan plastik. Sedotan terlihat seperti sudah dipotong.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Dengan maraknya pencurian dan peredaran narkoba di Desa Bangun Sari mohon segera diberantas karena sudah sangat meresahkan dan merusak generasi muda anak-anak kita,"&nbsp; pintanya kepada kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Kepolisian Sektor Kampar Kiri Hilir dalam tulisan di unggahan itu.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Foto itu di kebun miliknya. Ia mengaku menjadi korban dari dampak buruk narkoba. Ia menduga kuat kebun kelapa sawitnya di Desa Bangun Sari Kecamatan Kampar Kiri Hilir disatroni pencandu narkoba.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia membenarkan unggahan yang dibuatnya itu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sangat meresahkan, karena narkoba banyak pencurian sawit," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com ketika dihubungi, Selasa (12/5/2026) sore kemarin.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia mengaku sering kehilangan sawit dari kebunnya. Sementara kebunnya yang tidak begitu luas itu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kebun hanya satu, dua hektarenya. Apalagi pas buah lagi trek (produksi menurun drastis), hasilnya perlu untuk anak-anak. Situ kesalnya," ujar peraih medali emas untuk Riau pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV 2016 di Bandung, Jawa Barat ini.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurut dia, pecandu kerap mengonsumsi sabu-sabu di kebun sawit warga saat tengah malam. Sawit sering hilang setelah pelaku mengonsumsi narkoba.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Warga setempat, kata dia, sebenarnya sudah berupaya mencegah pencurian. Pemilik kebun terpaksa lebih sering berpatroli secara mandiri.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sekarang bukan pemilik kebun lagi yang mengintip pencuri. Sudah pencuri itu yang ngintip pemilik kebun," katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia mengaku prihatin dengan maraknya peredaran narkoba di desa.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia iba melihat anak di bawah umur, tetapi sudah nekat mencuri karena pengaruh narkoba.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kasihan lihat anak SMP, belum tamat sudah putus sekolah karena narkoba. Yang pakai, seperti sudah bebas sekali</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">(Tribunpekanbaru.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>     ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 09:15:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar 17 Mei, Pemantauan Hilal di Riau Digelar di Pantai Selat Baru.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Sosial/Sidang-Isbat-Idul-Adha-2026-Digelar-17-Mei--Pemantauan-Hilal-di-Riau-Digelar-di-Pantai-Selat-Baru-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_9649_Sidang-Isbat-Idul-Adha-2026-Digelar-17-Mei--Pemantauan-Hilal-di-Riau-Digelar-di-Pantai-Selat-Baru-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada 17 Mei 2026, bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sidang isbat ini sekaligus penetapan Hari Raya Idul Adha 2026 bagi umat Islam di Indonesia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemantauan hilal dilakukan di 88 titik yang tersebar dari Aceh hingga Papua Barat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Rangkaian rukyatul hilal tersebut dilakukan untuk memastikan posisi bulan secara akurat sebelum pemerintah menetapkan awal Zulhijah 1447 H.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di Riau pemantauan hilal akan dilaksanakan di Pantai Selat Baru, Kabupaten Bengkalis.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dilansir dari laman resmi Kemenag RI, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan bahwa sidang isbat menjadi forum penting untuk menyatukan hasil hisab dan rukyat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” ujar Arsad Hidayat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang akan dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan ormas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), akademisi, ahli falak, hingga duta besar negara sahabat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” kata Arsad.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Beberapa titik lokasi rukyatul hilal awal Zulhijah 1447 H yang menjadi perhatian, di antaranya:</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Aceh</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. Km 0 Sabang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">3. Bukit Blang Tiron, Komplek Perta Arun Gas, Kota Lhokseumawe</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">4. Pantai Lhok Geulumpang, Setia Bakti, Aceh Jaya</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sumatera Utara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Lantai IX Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sumatera Barat</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Lantai 3 Gedung DPRD Pasaman Barat, Padang Tujuh, Kec. Pasaman</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. Bukit Nganang, Kota Payakumbuh, Kab. Lima Puluh Kota</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">3. Puncak Langkisau Carocok Painan, Pesisir Selatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">4. Kampus UIN Syeh Muhammad Jamil Djambek, Kubang Putiah, Kota Bukittinggi</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">5. Panorama II Sitinjau Laut, Kabupaten Solok</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">6. Halaman Kantor Kementerian Agama Kab. Solok Selatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">7. Jorong Sikaladi, Nagari Pariangan, Kec. Pariangan, Kab. Tanah Datar</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">8. Salter Pantai Gandoriah, Kota Pariaman</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">9. Dusun Simpang, Desa Kolok Mudiak, Kec. Barangin, Sawahlunto</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">10. Puncak Tonang, Kec. Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">11. Pasir Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kec. Tanjung Mutiara, Agam</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">12. Hotel Bukik Gadang, Muaro Sijunjung, Kab. Sijunjung</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">13. Pantai Ketaping, Kec. Batang Anai, Kab. Padang Pariaman</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">14. Panorama Ampangan, Kec. Payakumbuh Selatan, Kab. Lima Puluh Kota</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">15. Masjid Al-Hakim, Jl. Samudera, Kel. Berok Nipah, Padang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">16. Lantai 2 Mamanda Cafe, Puncak Laing, Kota Solok</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">17. Puncak Kabuik, Kel. Ganting, Kec. Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">18. Bukit Tambun, Nagari Gunung Selasih, Kec. Pulau Punjung, Dharmasraya</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Riau</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantai Selat Baru, Kab. Bengkalis</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kepulauan Riau</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantai Tanjung Setumu, Kota Tanjungpinang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jambi</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Rooftop Bank Jambi Lt. 14, Telanaipura, Kota Jambi</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sumatera Selatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Helipad Hotel Aryaduta Palembang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bangka Belitung</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantai Batu Kapur, Kabupaten Bangka Selatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bengkulu</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantai Pasir Putih, Jalan Pariwisata No. 1, Kelurahan Lempuing, Kecamatan Ratu Agung, Kota Bengkulu</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Lampung</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">POB Bukit Gelumpai, Pantai Canti Kalianda, Lampung Selatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">DKI Jakarta</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Kanwil Kemenag DKI Jakarta</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. Masjid Raya Hasyim Asy’ari, Jakarta Barat</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">3. Masjid Musariin Pesantren Al-Hidayah Basmol, Jakarta Barat</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">4. Pulau Karya/Pramuka (tentative)</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">5. Rumah Falak Pondok Labu, Jakarta Selatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jawa Barat</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. POB Gunung Putri Lapas II B Banjar, Jl. Pelita, Kel. Sukamanah, Kota Banjar</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. POB Pasir Lasih, Desa Kertamukti, Kec. Cimerak, Kab. Pangandaran</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">3. Kampus SMA Astha Hanas, Jl. Raya Binong, Kec. Binong, Kab. Subang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">4. POB Cibeas, Kp. Cibeas, Desa Sangrawayang, Kec. Simpenan, Kab. Sukabumi</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Banten</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantai Anyer, Serang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jawa Tengah</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailani, UIN Walisongo Semarang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. Pantai Binangun, Kab. Rembang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">3. Assalaam Observatory, PPMI Assalaam, Kec. Kartasura, Kab. Sukoharjo</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">4. Laboratorium Asy-Syira, Gedung Jenderal Soedirman, Kota Surakarta</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">5. Pantai Kartini, Jepara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">6. Rooftop Gedung PP Rifaiyah, Kab. Batang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">7. Menara Pandang Teratai, Kab. Banyumas</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">8. Pantai Jetis Grabag, Purworejo</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">DI Yogyakarta</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">POB Syekh Belabelu, Kretek, Bantul</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jawa Timur</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. PP Al Islam Joresan, Mlarak, Ponorogo</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. PP Al-Basyatiyah, Madiun</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">3. Madasa Sooko Mojokerto bekerja sama dengan PC LFNU Kab. Mojokerto</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">4. Laboratorium UIN Madura</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">5. Masjid Agung At-Taqwa Bondowoso bekerja sama dengan LF PCNU Bondowoso</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">6. Pantai Pancur, Alas Purwo, Kec. Tegaldelimo, Banyuwangi</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">7. Pantai Trunojoyo Taddan, Sampang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">8. Hotel Santika Blitar</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">9. Asta Bujuk Brambang, Dusun Brambang, Kalimo’ok, Kalianget, Sumenep</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">10. Desa Kembangan, Kec. Kebomas, Gresik</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">11. Markaz Tanjung Kodok, Paciran, Lamongan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">12. Menara Rukyatul Hilal Desa Banyuurip, Kec. Senori, Kab. Tuban</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">13. POB PP Denanyar, Jombang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kalimantan Barat</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantai Indah Kakap, Kab. Kubu Raya</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kalimantan Tengah</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menara Masjid Raya Darussalam, Palangka Raya</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kalimantan Timur</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">KIPP Otorita IKN</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kalimantan Selatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Rooftop Zuri Express Hotel, Banjarmasin</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kalimantan Utara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Satuan Radar AU (SATRAD) 204, Kota Tarakan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bali</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantai Sekeh, Patra Jasa, Kuta Selatan, Badung, Bali</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">NTB</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">POB Desa Teniga, Kec. Tanjung, Kabupaten Lombok Utara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">NTT</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Gedung Pelayanan BMKG Kupang, Kota Kupang, NTT</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sulawesi Selatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Unismuh Makassar</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sulawesi Barat</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Tanjung Mercusuar Sumare, Mamuju</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sulawesi Tenggara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantai Bahari, Kec. Tanggetada, Kab. Kolaka</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sulawesi Utara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Area Parkir MTC Megamas Lantai R1, Kota Manado</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Gorontalo</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Desa Talumelito, Kec. Limboto, Kab. Gorontalo</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sulawesi Tengah</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">POB BMKG Desa Marana, Kec. Sindue, Kab. Donggala</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Maluku</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Karpan, Ambon</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. Lantai 2 Kantor BMKG Kabupaten Kepulauan Tanimbar</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">3. Desa Ngilngof, Kec. Kei Kecil, Kab. Maluku Tenggara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">4. Puncak Kalipassa, Desa Eti, Kec. Seram Bagian Barat, Kab. SBB</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">5. Dusun Misa, Desa Haya, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">6. Gunung Salabung, Desa Waplauw, Kab. Buru</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Maluku Utara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Pantai Ropu Tengah Balu, Kec. Sahu, Kab. Halmahera Barat</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. Pantai Afe Taduma, Kec. Pulau Ternate, Kota Ternate</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Papua</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Pantai Lampu Satu, Merauke</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. The Hele’yo Yobeh, Kec. Sentani, Kab. Jayapura</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Papua Barat</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Pantai Masni, Manokwari</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">2. Hotel Waigo, Kota Sorong</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Berdasarkan data hisab yang dihimpun Kemenag, ijtimak atau konjungsi menjelang Zulhijah 1447 H diperkirakan terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sementara saat matahari terbenam pada hari rukyat, posisi hilal diperkirakan sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ketinggian hilal diperkirakan berkisar antara 3 derajat 37 menit hingga 6 derajat 54 menit. Sedangkan elongasi bulan berada di kisaran 8 derajat hingga 10 derajat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam buku Pengantar Ilmu Falak karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa tinggi hilal dan elongasi menjadi dua parameter penting dalam menentukan kemungkinan hilal dapat terlihat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Semakin tinggi posisi hilal dan semakin besar elongasinya, peluang hilal terlihat umumnya semakin besar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Oleh karena itu, data hisab menjadi salah satu acuan awal sebelum dilakukan verifikasi melalui rukyatul hilal di lapangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">( Tribunpekanbaru.com)</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 09:03:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Breaking News: 557 Tersangka Narkoba Berjejer di Mapolda Riau, Ada yang Diborgol Kaki dan Tangan</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Breaking-News--557-Tersangka-Narkoba-Berjejer-di-Mapolda-Riau--Ada-yang-Diborgol-Kaki-dan-Tangan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_4892_Breaking-News--557-Tersangka-Narkoba-Berjejer-di-Mapolda-Riau--Ada-yang-Diborgol-Kaki-dan-Tangan.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Ratusan orang tersangka kasus narkoba hasil tangkapan Polda Riau dan jajaran, dihadirkan dalam kegiatan ekspos kasus, Selasa (12/5/2026) siang.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Mereka terjaring dalam Operasi Anti Narkotika (Antik) Lancang Kuning 2026 yang dilaksanakan selama 22 hari, terhitung 16 April - 7 Mei 2026.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Tampak mereka dikawal ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap. Selain menggunakan baju tahanan oranye, tangan mereka juga diborgol.&nbsp;</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Sebagian dari mereka bahkan ada yang kakinya diborgol, dengan rantai terhubung ke borgol yang ada di tangan.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Para tahanan ini berasal dari berbagai Polres di Riau.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Dalam Operasi Antik ini, polisi juga sukses menyita sejumlah barang bukti.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Di antaranya, narkotika jenis sabu 31,85 kg, pil ekstasi 2.319 butir, ganja 110,74 gram, happy five 62 butir dan 761 cartridge berisi cairan etomidate.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi mengatakan, total ada 557 tersangka yang diamankan selama 22 hari berlangsungnya Operasi Antik Lancang Kuning 2026.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">"Dalam kurun waktu 22 hari, kita berhasil mengungkap 435 kasus dengan 557 orang tersangka. Operasi ini dilaksanakan oleh Polda Riau dan jajaran. Rata-rata setiap hari, ada 25 tersangka yang masuk jaringan (pengedar) kita tangkap," ungkap Hengki.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Ia bilang, dari kegiatan penegakan hukum ini, kepolisian berhasil menyelamatkan 162.754 ribu jiwa dari bahaya narkoba.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">"Jadi bukan sekadar penegakan hukum, tapi juga menyelamatkan(tribunpekanbaru).</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><br></div>     ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:52:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Puan Buka-bukaan Dampak Dolar AS Rp 17.500 Bebani Pengusaha-UMKM.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Nasional/Puan-Buka-bukaan-Dampak-Dolar-AS-Rp-17-500-Bebani-Pengusaha-UMKM-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_2585_Puan-Buka-bukaan-Dampak-Dolar-AS-Rp-17-500-Bebani-Pengusaha-UMKM-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div><font face="arial" size="3">Jakarta-Pecahnya konflik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Menurut Ketua DPR RI Puan Maharani, konflik tersebut memicu turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga lonjakan harga energi.</font></div><div><font face="arial" size="3">Akibatnya harga barang-barang impor ikut naik. Puan menilai kondisi ini menambah beban pengusaha, terutama sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sensitif terhadap kenaikan biaya operasional.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Berdasarkan data Bloomberg, terpantau nilai tukar dolar AS pada Selasa sore berada pada level Rp 17.529 atau naik 115 poin (0,66%). Saat pembukaan pasar sekitar pukul 09.06 dolar AS sudah berada di level Rp 17.487 atau naik 73 poin (0,42%).</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">"Kenaikan harga barang-barang yang mengandung komponen impor juga mulai dirasakan oleh masyarakat dan dunia usaha. Situasi ini dapat berpotensi memicu inflasi, menurunkan daya beli masyarakat, serta memperbesar beban pelaku usaha, khususnya sektor industri, transportasi, dan UMKM yang sangat sensitif terhadap kenaikan biaya operasional," jelas Puan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-18 Masa Persidangan V tahun Sidang 2025-2026, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Puan menegaskan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) perlu menjaga stabilitas ekonomi agar pelemahan rupiah tidak berdampak buruk terhadap kondisi nasional. Menurutnya, antisipasi perlu dilakukan bukan hanya untuk tahun ini, tetapi juga hingga 2027.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">"Bagaimana dengan situasi global, ini kan juga bukan hanya Indonesia, ini terkait dengan situasi global, apa yang akan dilakukan oleh pemerintah, termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk, jadi harus diantisipasi sejak awal, bukan hanya tahun ini, tapi juga sampai tahun 2027," tuturnya.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Puan menjelaskan, ekonomi Indonesia dan dunia cukup terpengaruh oleh gangguan di Selat Hormuz. Selain kenaikan harga energi dan pelemahan rupiah, konflik tersebut telah memicu kenaikan biaya logistik.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">"Kita mengalami tekanan terhadap nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan bahan bakar minyak, meningkatnya biaya logistik dan distribusi, serta tekanan terhadap ketahanan energi nasional akibat terganggunya rantai pasok global," kata Puan</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Oleh karena itu ia menyatakan bahwa DPR mendukung langkah pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Puan menilai mitigasi arus modal asing keluar, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta perlindungan masyarakat kecil harus dilakukan.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">"Oleh karena itu, DPR RI mendukung upaya terbaik pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, ketahanan energi, bersama Bank Indonesia, melakukan mitigasi arus keluar modal asing, mengendalikan harga kebutuhan pokok, serta memastikan perlindungan terhadap masyarakat kecil agar tidak menjadi pihak yang paling terdampak dari gejolak global yang sedang terjadi(detik.com).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:45:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Harga Telur di Tingkat Peternak Anjlok, Ternyata Ini Biang Keroknya.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Harga-Telur-di-Tingkat-Peternak-Anjlok--Ternyata-Ini-Biang-Keroknya-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_6215_Harga-Telur-di-Tingkat-Peternak-Anjlok--Ternyata-Ini-Biang-Keroknya-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta-Peternak ayam mendatangi Kementerian Pertanian (Kementan) imbas harga telur di tingkat peternak anjlok hingga menyentuh level Rp 22.500/kilogram (kg). Padahal harga acuan pembelian (HAP) di tingkat produsen/peternak mencapai Rp 26.500/kg.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Herry Dermawan menambahkan harga telur di tingkat peternak yang anjlok tak lepas dari permainan middleman atau tengkulak. Selain itu, para middleman ini memanfaatkan peternak yang menjual telur dengan harga murah karena stok yang melimpah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Jadi harga ini, harga yang sekarang ini bukan harga asli. Ada middleman. Bisa dari peternak butuh duit dijual semurahnya. Jadi memang harga telur, juga ayam itu sangat sensitif terhadap isu," ujar Herry usai melakukan rapat bersama Kementan di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Herry telah meminta bantuan kepada pemerintah untuk menindak para middleman yang berani mempermainkan harga. Sebab, harga telur di tingkat peternak ini tidak wajar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita juga minta bantuan Satgas Pangan supaya nggak mempermainkan harga. Ini harga nggak wajar. Kalian tahu tadi harga berapa dibilang? Rp 21.000, kalian beli telur berapa? Rp 29.000-Rp 30.000 per kg, siapa yang menikmati Rp 8.000 itu? Itu yang saya bilang, harga sekarang ini bukan harga asli," imbuh Herry.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kondisi inilah yang membuat peternak merugi. Padahal biaya produksi peternak telur berkisar Rp 24.000/kilogram.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Biaya produksi sekarang Rp24.000. (Rugi ya?) Lah he-eh (iya), makanya saya sampai ke sini kita," terangnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Penyebab Anjlok</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Agung Suganda mengatakan faktor utama penurunan harga di tingkat peternak ini karena tingginya suplai telur.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pada 2026, produksi telur nasional diproyeksikan mencapai 7,3 juta ton. Sementara kebutuhan nasional sekitar 6 juta.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sehingga masih ada surplus kurang lebih secara nasional itu sekitar 800 ribu ton surplus atau kurang lebih sekitar 13% dari kebutuhan nasional," ujar Agung.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menilai surplus telur di level 13% bukan suatu masalah sebenarnya dan bisa dikendalikan. Namun, pihaknya juga menemukan adanya fenomena peran harga di lapangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurut Agung, ada sebagian peternak yang banting harga dengan menjual telur harga rendah. Hal ini disebabkan karena telur merupakan komoditas yang terus diproduksi setiap hari sehingga stoknya terus bertambah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Harga ini dibentuk oleh mekanisme pasar. Artinya 98% peternak, petelurnya rakyat dan di situlah letak dari harga itu terbentuk. Jadi kalau ada peternak yang mau jual Rp 19.000 dan ada yang jual Rp23.000, tentu Rp 19.000 yang dipilih oleh middleman. Padahal dijualnya di harga konsumennya relatif tidak turun juga," jelas Agung.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Adapun harga rata-rata nasional telur di tingkat peternak Rp 24.500/kg. Harga telur di tingkat peternak yang anjlok terjadi di daerah sentra produksi, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Melalui konsolidasi dengan asosiasi peternak dan koperasi, ia meminta harga telur di tingkat peternak sesuai dengan HAP yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 26.500/kilogram.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Nah oleh karena itu maka tadi sudah disepakati juga oleh teman-teman asosiasi teman-teman koperasi dan pelaku untuk bersama-sama menjaga agar harga ini menuju pada harga acuan di tingkat produsen atau on-farm sesuai dengan harga yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala Bapanas yaitu di angka 26.500 per kilogram," tambah Agung.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Minta Menu Telur di MBG Ditambah</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia pun meminta agar menu telur dalam program makan bergizi gratis (MBG) ditambah. Tak hanya itu, pembelian telur juga diminta mengikuti harga yang telah ditetapkan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita tentu mendorong agar program makan bergizi gratis juga bisa meningkatkan menu telur per minggunya. Juga kita meminta agar harga beli telur ini juga mengikuti harga yang ditetapkan oleh Peraturan Bapanas," tutur Agung.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain mendorong penyerapan telur dalam MBG, ia juga memberikan fasilitas distribusi dari daerah surplus telur ke daerah defisit. Agung menerangkan di saat harga telur di tingkat peternak anjlok di Jawa, sementara di daerah Papua dan Maluku masih mengalami harga tinggi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita masih punya Pulau Papua yang masih di bawah 0,4% produksinya, Maluku juga sama. Oleh karena itu salah satu upaya kita untuk stabilisasi harga ini adalah bagaimana memfasilitasi distribusi dari daerah produsen ke daerah yang masih defisit atau daerah surplus ke daerah defisit(detik.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><br></div></div>   ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:38:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Harta Karun Paling Dicari Dunia Ada di Sulawesi Barat, Segini Banyaknya.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Harta-Karun-Paling-Dicari-Dunia-Ada-di-Sulawesi-Barat--Segini-Banyaknya-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_4728_Harta-Karun-Paling-Dicari-Dunia-Ada-di-Sulawesi-Barat--Segini-Banyaknya-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta-Pemerintah tengah mengembangkan potensi rare earth element (REE) atau logam tanah jarang (LTJ) yang saat ini menjadi incaran dunia karena dibutuhkan untuk industri pertahanan, elektronik, hingga baterai kendaraan listrik.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemerintah tengah menyiapkan proyek hilirisasi logam tanah jarang di Mamuju, Sulawesi Barat. Proyek ini tengah dimatangkan melalui rapat yang di selenggarakan di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa (12/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam rapat tersebut turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto, Chief Technology Officer (CTO) Danantara Sigit Puji Santosa dan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Tri menjelaskan menjelaskan pembahasan dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan pengembangan logam tanah jarang di Mamuju. Meski begitu, Tri tidak menjelaskan detail terkait pengembangan logam tanah jarang di wilayah Mamuju tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Pembahasan ini aja, apa, Mamuju. Ini lah pengembangan seperti apa untuk rare elemen kira-kira gitu. Ya saya kan diundang," ujar Tri saat ditemui usai rapat di BP BUMN, Jakarta.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebelumnya, Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengatakan BUMN baru bentukan Danantara, Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), akan menggarap pilot proyek hilirisasi logam tanah jarang (rare earth) di Mamuju, Sulawesi Barat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia mengatakan proyek pilot ini akan berjalan paralel dengan proses administrasi dan rekomendasi yang telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada Perminas.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Mungkin ini yang dalam waktu dekat akan segera kita lakukan yaitu pilot teknologi hilirisasi rare earth yang ada di Mamuju," ujarnya dalam RDP dengan Komisi XII DPR, Senin (9/2/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Brian mengatakan Perminas akan membangun dua fasilitas downstreaming sebagai proyek percontohan teknologi pengolahan logam tanah jarang berbasis riset yang telah dikembangkan di perguruan tinggi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Proyek diharapkan bisa melakukan pemisahan dan pemurnian logam tanah jarang, sehingga bahan baku yang semula berbentuk ore dapat diolah menjadi mixed rare earth maupun elemen-elemen rare earth bernilai ekonomi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pasalnya sejumlah negara yang telah mempunyai teknologi ini tidak mau melakukan kerja sama strategis dengan negara lainnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita coba teknologi-teknologi yang sudah dikembangkan di kampus untuk mengekstraksi atau merubah dari mineral ore yang mengandung logam tanah jarang menjadi mixed rare earth oxide," katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Brian menambahkan Perminas membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk swasta dan mitra lainnya, untuk membangun industri yang lebih mengarah ke hilirisasi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sehingga diharapkan kita bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia juga menjadi pemain yang strategis untuk industri rare earth ini, mineral rare earth, yang diharapkan juga memberikan daya tarik bagi negara lain untuk berani juga masuk bersama-sama Indonesia mendirikan industri-industri downstreaming," ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Logam Tanah Jarang di Mamuju</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Mengutip data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi melakukan eksplorasi potensi LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat dan Parmonangan, Sumatera Utara. Ekplorasi tersebut dilakukan dua tahap, yakni eksplorasi awal, meliputi pemetaan, georadar dan geomagnet, sumur atau parit uji, serta pengeboran.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kemudian dilakukan eksplorasi detail melalui pengeboran yang lebih rapat dan uji ekstraksi, meliputi karakterisasi, konsentrasi, dan ekstraksi. Eksplorasi tersebut menghasilkan kadar total LTJ tertinggi di Mamuju sebesar 4.571 ppm dan Parmonangan sebesar 1.549 ppm.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Selanjutnya ada beberapa usulan WIUP berupa LTJ, yang ini baru pertama kali di 2022, bahwa ada usulan lokasi di Mamuju dan Parmonangan dan beberapa rencana usulan WIUP LTJ sampai tahun 2024," ujar Plt. Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, pada Konferensi Pers Capaian Kinerja Badan Geologi Tahun 2022 dan Program Kerja Tahun 2023 lalu, dikutip Selasa (12/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di tahun 2023, direncanakan eksplorasi awal dan eksplorasi detail potensi LTJ di Melawi, Sibolga, Mamuju, Papua, dan Bangka Belitung, serta usulan WIUP LTJ Mamuju dan Parmonangan. Kemudian di tahun 2024 direncanakan ekplorasi detail di Ketapang, Sibolga, Pegunungan Tiga Puluh, dan Papua.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dilaporkan pula, sepanjang tahun 2022, Badan Geologi telah melakukan eksplorasi potensi LTJ di area Lumpur Sidoarjo dan menemukan potensi Lithium sebesar 86-92 ppm, potensi Stronsium sebesar 394-451 ppm, dan LTJ maksimal 111 ppm.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kemudian untuk potensi LTJ atau REE di area Lumpur Sidoarjo saya kira sudah disampaikan juga bahwa ada indikasi potensi baik itu Li, Sr, maupun REE dengan masing-masing ppm-nya. Kegiatan di tahun 2022 melanjutkan dari kegiatan penemuan di tahun 2020 pada lokasi yang berbeda(detik.com).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 May 2026 08:24:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Kisah Mantan Personil TNI di Riau, Dulu Gagah Berani Kini Hancur Akibat Kecanduan Narkoba.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Kisah-Mantan-Personil-TNI-di-Riau--Dulu-Gagah-Berani-Kini-Hancur-Akibat-Kecanduan-Narkoba-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_535_Kisah-Mantan-Personil-TNI-di-Riau--Dulu-Gagah-Berani-Kini-Hancur-Akibat-Kecanduan-Narkoba-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU - Keberadaan narkoba di Riau semakin mengakhawatirkan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Narkoba menyasar semua kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga aparat penegak hukum hingga pejabat yang seharusnya menjadi percontohan disiplin.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Seperti Albusra berusia 54 tahun pensiunan pasukan TNI Angkatan Laut yang harus mengajukan pensiun dini karena sakit akibat kecanduan narkoba.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Matanya sudah cekung, badan kurus dan ngomong sudah tidak lurus dan tidak jelas lagi kalimat yang keluar dari mulut mantan prajurit kebanggaan yang sudah melanglang buana tugas menjaga perairan laut tanah air itu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Albusra pernah bertugas di KRI, dan Lanal Tanjung Balai Karimun, serta tugas terakhir di Kota Padang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Diusianya 52 tahun ia diminta keluarganya untuk mengajukan pensiun dini, karena mulai sakit, akibat pengaruh kecanduan narkoba.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sejak pensiun, Albusra menjalani rehabilitasi narkoba di sebuah pondok pesantren rehabilitasi narkoba di Riau.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Albusra berkisah, awalnya mulai kenal narkoba diusianya yang masih produktif, yakni 20 tahun dan masih baru lulus di TNI Angkatan Laut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Untuk hiburan saja awalnya, pokoknya enak-enak saja,"ujarnya bercerita.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia mulai mengenal ekstasi saat dinasnya di KRI, saat pendaratan dan mencari barang tersebut, singgah di tempat hiburan malam.samnil mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Mulai kenal narkoba usia 20 tahun masa dinas, kalau bersiar malam untuk hiburan, lebih seringnya pil ekstasi dan sabu sesekali, makai sabunya di rumah kawan, sebentar saja, sudah itu pergi langsung ke kapal,"ujar Albusra.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kebiasaan itu, terus dilakukan Albusra, setiap beli biasanya ia menyiapkan uang 200 ribu hingga 300 ribu, ia pun sudah mengetahui tempat beli barang haram tersebut setelah sering mengkonsumsinya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Ternyata lama-kelamaan saya jadi kecanduan, kalau tidak konsumsi itu saya jadi lemas dan ketergantungan,"ujar Albusra.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sejak saat itulah, Albusra jadi ketergantungan bahkan bisa menghabiskan sehari 600 ribu, akibatnya uang untuk keluarga tidak ada dikirim, rumah tangganya sempat berantakan akibat itu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Pokoknya ada 150 ribu saya kejar teman untuk bisa dapatkan obatnya, kalau tidak pakai badan saya lemas, setelah dipakai baru segar kembali,"ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bahkan di kapal pun, Albusra sempat nyuri-nyuri kesempatan untuk bisa konsumsi barang haram itu, saat itu setiap hari Albusra harus mengkonsumsi narkoba untuk bisa tenang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kondisi ini berlangsung lama, hingga ia mulai merasakan dampak yang cukup berat, diusianya memasuki 50 tahun, badannya terus mengalami sakit dan sudah beberapa kali berobat namun tidak sembuh.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sehingga berdasarkan saran Abang iparnya yang kebetulan dokter, menyarankan untuk mengajukan pensiun dini, dan disarankan untuk menjalani rehabilitasi narkoba.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Banyak dosa saya, makanya saya masuk rehab mau taubat, untungnya keluarga masih menerima saya, anak masih bisa menerima saya dan ada juga teman yang lain yang bantu anak-anak saya sekolah,"ujar Albusra.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Penyesalan terbesarnya tidak cepat sadar, meskipun ia bersyukur saat ini sudah menyadari apa yang dilakukan selama ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sekarang nyesal dan memang bahaya, berantakan rumah tangga dan anak. Kalau lama-lama terus berlanjut maka akan hancur, untung saya cepat sadar dan taubatnya,"ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Saat ini sudah empat tahun Albusra menjalani rehabilitasi narkoba dan punya keinginan besar setelah normal nanti bisa hidup normal dan bisa buka usaha untuk kehidupan keluarganya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Saya sudah empat tahun di rehab, saya pesankan kepada yang masih muda, jangan memaksakan diri untuk narkoba, nanti akan hancur, dan jangan sampai ikut coba-coba. Hiduplah sehat jauhi narkoba,"ujarnya masih memiliki harapan untuk sembuh.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bahkan di kapal pun, Albusra sempat nyuri-nyuri kesempatan untuk bisa konsumsi barang haram itu, saat itu setiap hari Albusra harus mengkonsumsi narkoba untuk bisa tenang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kondisi ini berlangsung lama, hingga ia mulai merasakan dampak yang cukup berat, diusianya memasuki 50 tahun, badannya terus mengalami sakit dan sudah beberapa kali berobat namun tidak sembuh.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sehingga berdasarkan saran Abang iparnya yang kebetulan dokter, menyarankan untuk mengajukan pensiun dini, dan disarankan untuk menjalani rehabilitasi narkoba.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Banyak dosa saya, makanya saya masuk rehab mau taubat, untungnya keluarga masih menerima saya, anak masih bisa menerima saya dan ada juga teman yang lain yang bantu anak-anak saya sekolah,"ujar Albusra.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Penyesalan terbesarnya tidak cepat sadar, meskipun ia bersyukur saat ini sudah menyadari apa yang dilakukan selama ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sekarang nyesal dan memang bahaya, berantakan rumah tangga dan anak. Kalau lama-lama terus berlanjut maka akan hancur, untung saya cepat sadar dan taubatnya,"ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Saat ini sudah empat tahun Albusra menjalani rehabilitasi narkoba dan punya keinginan besar setelah normal nanti bisa hidup normal dan bisa buka usaha untuk kehidupan keluarganya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Saya sudah empat tahun di rehab, saya pesankan kepada yang masih muda, jangan memaksakan diri untuk narkoba, nanti akan hancur, dan jangan sampai ikut coba-coba. Hiduplah sehat jauhi narkoba,"ujarnya masih memiliki harapan untuk sembuh.(tribunpekanbaru).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>     ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 16:50:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>PSG Dijagokan Juara Liga Champions Lagi, Luis Enrique Bisa Jadi Manajer &#039;Setara Dewa&#039;</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Olahraga/PSG-Dijagokan-Juara-Liga-Champions-Lagi--Luis-Enrique-Bisa-Jadi-Manajer---039-Setara-Dewa--039-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_4839_PSG-Dijagokan-Juara-Liga-Champions-Lagi--Luis-Enrique-Bisa-Jadi-Manajer---039-Setara-Dewa--039-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>Jakarta-Legenda Manchester United, Gary Neville, meyakini PSG berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar Liga Champions musim ini. Menurutnya, keberhasilan itu akan membawa sang pelatih, Luis Enrique, masuk ke jajaran manajer terbaik sepanjang sejarah sepak bola Eropa.</div><div><br></div><div>PSG kini hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar Liga Champions kedua secara beruntun. Klub asal Prancis tersebut akan menghadapi Arsenal dalam partai final, dengan status favorit setelah tampil dominan sepanjang fase gugur.</div><div><br></div><div>Musim lalu, PSG sukses menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka. Dalam perjalanan menuju final musim ini, Les Parisiens juga berhasil menyingkirkan tim-tim besar seperti Liverpool dan Bayern Munich.Bukti Kualitas Luis EnriqueNeville menilai pencapaian itu menjadi bukti kualitas Enrique sebagai pelatih elite. Ia bahkan menyebut mantan pelatih Barcelona tersebut berpeluang menjadi sosok “God-like manager” apabila mampu membawa PSG mempertahankan trofi Eropa.</div><div><br></div><div>“Rasanya ini adalah momen PSG untuk juara lagi dan bagi Luis Enrique untuk menempatkan dirinya sejajar dengan para manajer legendaris yang mampu melakukan itu,” ujar Neville dalam podcast miliknya.</div><div><br></div><div>Jika PSG kembali menjadi juara, Enrique akan masuk ke daftar eksklusif pelatih yang sukses menjuarai Liga Champions secara beruntun. Dalam 35 tahun terakhir, hanya Zinedine Zidane yang mampu melakukannya bersama Real Madrid. Nama-nama besar seperti Pep Guardiola, Jose Mourinho, hingga Sir Alex Ferguson bahkan belum pernah mencatatkan prestasi tersebut.Neville Nilai PSG Lebih Kuat dari Arsenal</div><div>Meski mengakui Arsenal mengalami perkembangan pesat di bawah arahan Mikel Arteta, Neville tetap menilai PSG memiliki kualitas yang lebih lengkap saat ini.</div><div><br></div><div>Menurutnya, The Gunners harus tampil sangat disiplin secara defensif jika ingin menghentikan dominasi klub Paris tersebut di final nanti.</div><div><br></div><div>“PSG adalah tim yang lebih baik dibanding Arsenal saat ini. Mereka sudah menunjukkan itu dalam dua musim terakhir,” kata Neville.</div><div><br></div><div>Ia juga menilai final Liga Champions akan menjadi kesempatan besar bagi Arteta untuk membawa Arsenal naik ke level berbeda. Namun, Neville merasa momentum Arsenal saat ini lebih cocok untuk mengejar gelar Liga Inggris dibanding langsung menjuarai Eropa.</div><div><br></div><div>“Menjuarai Premier League setelah penantian panjang akan sangat besar bagi Arsenal. Tapi memenangkan Liga Champions juga akan luar biasa. Hanya saja, rasanya ini belum menjadi waktu yang tepat bagi mereka untuk mengangkat trofi Liga Champions,” tambahnya.</div><div><br></div><div>Baik PSG maupun Arsenal sama-sama berpeluang menutup musim dengan raihan gelar ganda domestik dan Eropa. Namun, pengalaman serta konsistensi PSG di kompetisi elite Eropa membuat banyak pihak lebih menjagokan klub asal Prancis tersebut untuk kembali berdiri di puncak benua biru.</div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 16:39:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Cak Imin Lapor Prabowo: Pelaku Judi Online Langsung Dicoret dari Bansos</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Politik/Cak-Imin-Lapor-Prabowo--Pelaku-Judi-Online-Langsung-Dicoret-dari-Bansos</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_8258_Cak-Imin-Lapor-Prabowo--Pelaku-Judi-Online-Langsung-Dicoret-dari-Bansos.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta-Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026). Dia akan melaporkan soal progres tugas-tugasnya seperti, pengentasan kemiskinan, target penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan produktivitas UMKM.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Hari ini saya akan melaporkan semua tanggung jawab pekerjaan saya sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat, mulai dari mengatasi kemiskinan, program-program pemberdayaan, dan target-target penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas UMKM," kata Cak Imin kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.Dia menyampaikan, saat ini pemerintah tengah menggencarkan program 1001 Titik Pasar Rakyat untuk meningkatkan pendapatan pelaku UMKM. Selain itu, pemerintah juga mendorong subsidi di bisang pelatihan dan akses permodalan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Di sisi yang lain kita sedang terus menerus menciptakan kegiatan-kegiatan 1001 titik pasar rakyat untuk mendorong para pelaku UMKM menemukan pasar-pasar yang lebih bergairah. Subsidi di bidang pelatihan dan juga akses permodalan yang akan terus kita dorong," jelasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Cak Imin menuturkan kementeriannya akan meningkatkan jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM. Sebanyak 1.000 UMKM akan menerima KUR pada Rabu, 13 Mei 2026.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Alhamdulillah KUR terus meningkat dan kita akan terus tingkatkan KUR untuk UMKM kita. Besok pagi 1000 UMKM akan menerima KUR di Bali," ujar Cak Imin.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ketua Umum PKB itu juga akan membahas perkembangan SMK Go Global yang ditujukan mengirimkan lulusan SMK bekerja ke luar negeri. Cak Imin menyebut, jumlah lulusan SMK yang diberangkatkan terus bertambah dan ditargetkan mencapai 500 ribu orang pada 2029.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"SMK Go Global terus tiap hari bertambah jumlahnya yang berangkat, dengan pendampingan bantuan pelatihan dan target-target terutama lulusan SMK di Desil 1. Desil 1 yang paling daerah-daerah paling miskin. Sampai 2029, 500.000," tutur Cak Imin.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">&nbsp;Siapkan 10 Juta Lapangan Pekerjaan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan sebanyak 80 ribu lulusan SMK diberangkatkan ke luar negeri. Sejumlah negara yang sudah bekerja sama untuk program SMK Go Global yakni, Eropa, Korea Selatan, hingga Jepang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Eropa, Amerika, Korea, Timur Tengah, Jepang. Eropa ada Eropa Barat, Eropa Timur," ucap dia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di sisi lain, Cak Imin menegaskan pemerintah akan langsung mencoret pelaku judi online atau judol dari daftar penerima bantuan sosial (bansos). Dia mengaku telah mengantongi daftar penerima bansos yang menggunakan uang bantuan untuk judol.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sampai hari ini terus kita atasi ya, langsung yang menggunakan bantuan sosial untuk judol langsung otomatis dicoret dari penerima bantuan," ungkap Cak Imin.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dia juga menegaskan, pemerintah tengah menyiapkan program penguatan kelas menengah melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas UMKM. Pemerintah menargetkan 10 juta lapangan kerja.(liputan6).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Ya, kita punya program 10 juta bekerja dan 10 juta naik kelas. Salah satunya agar UMKM kita tumbuh dan melahirkan kelas menengah yang kuat," Cak Imin menandaskan.</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 16:29:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Produsen Keripik Kentang Jepang Ubah Kemasan Jadi Hitam Putih Gara-gara Krisis Plastik</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Produsen-Keripik-Kentang-Jepang-Ubah-Kemasan-Jadi-Hitam-Putih-Gara-gara-Krisis-Plastik</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_710_Produsen-Keripik-Kentang-Jepang-Ubah-Kemasan-Jadi-Hitam-Putih-Gara-gara-Krisis-Plastik.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta-Produsen keripik kentang asal Jepang, Calbee Inc., akan mulai menjual produknya dalam kemasan hitam putih karena krisis pasokan bahan baku plastik, nafta, yang dipicu konflik di Timur Tengah, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut pada Senin, 11 Mei 2026. Nafta merupakan bahan baku plastik yang berasal dari minyak bumi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Mengutip Japan Today, Selasa (12/5/2026), nafta umumnya digunakan sebagai pelarut tinta cetak. Pihak perusahaan telah memberi tahu peritel tentang perubahan tersebut, kata sumber berbeda di industri ritel. Kemasan hitam putih akan digunakan untuk produk utamanya, termasuk Keripik Kentang Rasa Garam Ringan dan Consommé Punch, yang akan dikirim mulai akhir Mei, kata sumber tersebut.Menurut survei yang dirilis pada akhir April 2026 oleh sebuah asosiasi yang mewakili industri dan kelompok konsumen, lebih dari 70 persen dari sekitar 100 perusahaan menjawab bahwa mereka kemungkinan akan menaikkan harga jika kekhawatiran tentang pasokan nafta terus berlanjut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Krisis nafta sebelumnya memicu panic buying kantong sampah di Korea Selatan (Korsel). Penjualan kantong sampah dilaporkan meningka tiga kali lipat dari biasanya, sementara pembelian kantong sampah makanan meningkat dua kali lipat, yang dipicu oleh perang Iran vs Israel dan AS (Amerika Serikat).&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Mengutip Korea Times, Jumat, 27 Maret 2026, permintaan akan kantong sampah makanan dan kantong sampah standar sebagian besar tidak berusah di sebagian besar toko swalayan pada awal bulan. Tapi, tanda-tanda penimbunan produk plastik mulai muncul pada pertengahan Maret 2026 dengan tingkat penjualan naik dua digit sejak 15 Maret 2026.Panic Buying Kantong Sampah di KorselWaktu tersebut bertepatnya dengan meningkatnya kekhawatiran di seluruh industri petrokimia bahwa gangguan yang terkait dengan blokade Selat Hormuz akan memengaruhi pasokan minyak. Sementara, minyak bumi dibutuhkan untuk membuat nafta sebagai bahan baku utama produk plastik.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurut jaringan toko serba ada CU pada Rabu, 25 Maret 2026, penjualan kantong sampah makanan dari Minggu hingga Selasa, yakni pada 15--21 Maret 2026, meningkat 153,3 persen dari minggu sebelumnya. Penjualan kantong sampah melonjak 216,4 persen selama periode yang sama.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selama periode yang sama, GS25 melihat penjualan kantong sampah makanan naik 20,6 persen dan penjualan kantong sampah tumbuh 9,0 persen. Penjualan di 7-Eleven dan Emart24 juga mulai mencatat pertumbuhan dua digit.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemborongan itu dilaporkan hampir menghabiskan persediaan kantong berukuran 10 liter dan 20 liter, ukuran yang paling umum digunakan oleh rumah tangga. Beberapa toko dilaporkan hanya memiliki kantong berukuran 75 liter atau lebih besar, sementara yang lain mulai membatasi pembelian atau mengurangi jumlah kantong yang dijual dalam setiap bundel.Berdampak ke Indonesia</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Krisis plastik juga berdampak ke dalam negeri dengan harga plastik di pasaran melonjak tajam sekitar 30--40 persen per April 2026. Pemerintah tengah memburu sumber pasokan baru untuk bahan baku plastik di tengah krisis global yang dipicu gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, selama ini Indonesia masih bergantung pada impor nafta sebagai bahan baku bijih plastik dari kawasan tersebut. "Nafta itu kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang kita impor," ujar Budi Santoso dikutip dari Antara, Senin, 6 April 2026.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah menjajaki sumber alternatif bahan baku dari negara seperti India, serta kawasan Afrika dan Amerika. Namun, proses peralihan pasokan ini tidak bisa dilakukan secara instan. "Memang ini butuh waktu, karena tiba-tiba dari Timur Tengah harus pindah ke negara lain," kata Budi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kementerian Perdagangan juga telah berkoordinasi dengan pelaku industri dan asosiasi untuk memastikan pasokan tetap terjaga. Selain itu, komunikasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri terus dilakukan guna menemukan pemasok baru.Pembebasan Bea Nol PersenDengan kenaikan harga produk plastik, plus LPG, pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk atau tarif 0 persen untuk impor kedua komoditas akibat ketegangan geopolitik global. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, penurunan bea masuk LPG menjadi nol persen ditujukan untuk mendukung industri petrokimia yang terdampak konflik di Timur Tengah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kemarin Bapak Presiden juga meminta kepada Menteri ESDM untuk mencarikan sumber-sumber nafta yang lain, namun sebagai langkah ini adalah impor LPG bea masuknya diturunkan dari lima persen menjadi nol persen, sehingga refinery bisa memperoleh bahan baku alternatif dari Nafta ke LPG," kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa, 28 April 2026, dikutip dari kanal Bisnis Liputan6.com.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain LPG, pemerintah juga memberikan bea masuk nol persen untuk bahan baku plastik seperti polipropilen, polietilen, LLDPE, dan HDPE selama enam bulan. Kebijakan ini ditempuh karena harga kemasan plastik mengalami lonjakan signifikan, bahkan mencapai 100 persen.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Ini diberi periode dalam enam bulan. Nanti kita lihat situasi sesudah enam bulan seperti apa," kata dia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Airlangga mengatakan, kebijakan ini mengacu pada langkah serupa yang diterapkan India. Ia juga menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan agar kenaikan harga kemasan tidak mendorong lonjakan harga makanan dan minuman, sekaligus mengatur perizinan impor berbasis pertimbangan teknis dengan penyusunan daftar komoditas yang memerlukan peraturan teknis oleh Kementerian Perindustrian.(liputan6).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 16:21:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar di Bandara Jeddah Arab Saudi, Ini Penyebabnya</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Internasional/Koper-Jemaah-Haji-Indonesia-Dibongkar-di-Bandara-Jeddah-Arab-Saudi--Ini-Penyebabnya</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_8598_Koper-Jemaah-Haji-Indonesia-Dibongkar-di-Bandara-Jeddah-Arab-Saudi--Ini-Penyebabnya.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta -Petugas X-Ray di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Arab Saudi menghentikan satu koper jemaah haji embarkasi Palembang setelah alat pemindai mendeteksi isi yang tidak lazim dalam jumlah besar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemeriksaan lanjutan menunjukkan koper tersebut berisi sekitar lima kilogram tempe orek yang dibawa dari Indonesia."Petugas keamanan awalnya tidak dapat mengidentifikasi isi koper melalui layar X-Ray sehingga memutuskan melakukan pemeriksaan manual," ujar Tim Bagasi Bandara Jeddah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Muhammad Riza Fahlevi pada tim Media Center Haji di Bandara Jeddah, Senin, 11 Mei 2026. Ia menjelaskan, petugas menemukan makanan olahan dalam jumlah yang dinilai tidak wajar untuk satu koper penumpang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Ternyata ada tempe orek berkilo-kilogram. Kami lalu menjelaskan pada petugasnya bahwa itu makanan," kata Riza.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Setelah petugas memberi penjelasan, pihak bandara mengizinkan koper tersebut kembali dibawa oleh jemaah. Namun, Riza mencatat kejadian serupa juga muncul pada koper lain yang berisi minyak zaitun dengan kemasan berlapis lakban tebal sehingga menimbulkan kecurigaan petugas X-Ray.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kemasan itu yang membuat petugas X-Ray curiga dan meminta pembongkaran," ucap Riza.JeRiza meminta jemaah haji Indonesia menghindari membawa makanan dalam jumlah berlebihan, serta mengemas barang dengan cara yang dapat memicu pemeriksaan ulang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Proses pembongkaran ini bisa menghambat distribusi koper jemaah lainnya dari bandara ke hotel," kata dia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kemudian, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir menjelaskan, alur penanganan bagasi jemaah berbeda antara Bandara Madinah dan Jeddah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di Madinah, koper jemaah langsung masuk ke fasilitas kargo khusus, sedangkan di Jeddah tidak tersedia fasilitas serupa sehingga diperlukan petugas penghubung di lapangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Petugas penghubung ini untuk mengetahui area mana bagasi jemaah akan di-drop," ucap Abdul Basir.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menambahkan, petugas haji melakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan kondisi koper tetap aman sebelum dikirim ke Makkah. Setelah proses tersebut, seluruh bagasi diangkut menggunakan truk kontainer oleh pihak syarikah menuju hotel jemaah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain itu, petugas bandara memperketat pemantauan terhadap barang-barang berkemasan rapat atau tidak transparan karena sering memicu pemeriksaan tambahan. Otoritas bandara juga mengingatkan bahwa pemeriksaan ulang dapat memperpanjang waktu tunggu bagasi di area kedatangan.maah Haji Indonesia Diminta Hindari Bawa Makanan Berlebihan(liputan6).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 16:06:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Sidak Pasar di Pekanbaru, Bapanas Temukan Minyakita Melambung di Atas HET</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Sidak-Pasar-di-Pekanbaru--Bapanas-Temukan-Minyakita-Melambung-di-Atas-HET</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_1968_Sidak-Pasar-di-Pekanbaru--Bapanas-Temukan-Minyakita-Melambung-di-Atas-HET.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan turun langsung memantau penjualan minyak goreng kemasan Minyakita di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam inspeksi tersebut, tim menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemantauan dilakukan di Pasar Pagi Arengka dan Pasar Dupa, Selasa (12/5/2026). Dari hasil sidak, sejumlah pedagang mengaku mendapatkan pasokan Minyakita bukan dari Bulog, melainkan dari reseller atau pedagang lain.Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Indra Wijayanto, mengatakan pihaknya sengaja turun langsung untuk memastikan kondisi stok dan harga Minyakita di lapangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kita lihat sendiri, Minyakita ada dan melimpah di Pekanbaru. Hanya saja memang ada yang menjual di atas HET. Setelah kita telusuri, ternyata mereka ada yang mendapatkan dari penjual selain Bulog,” ujar Indra.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam sidak tersebut, tim juga mendapati sejumlah pedagang yang sebelumnya menjual Minyakita di atas HET. Namun para pedagang mengaku kini sudah kembali menjual sesuai harga ketentuan pemerintah.Satgas Pangan dari Ditreskrimsus Polda Riau pun langsung mengingatkan pedagang agar tidak memainkan harga Minyakita. Pedagang juga diminta melapor jika menemukan distributor yang menjual dengan harga tidak sesuai aturan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Indra turut mempertanyakan distribusi Minyakita kepada salah seorang pedagang mitra Bulog. Berdasarkan keterangan pedagang, penjualan eceran Minyakita rata-rata hanya berkisar 4 hingga 6 liter per hari.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Artinya kalau per bulan jatah 30 kardus dari Bulog tidak habis?” tanya Indra kepada pedagang.Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa stok Minyakita sebenarnya masih tersedia dan tidak mengalami kelangkaan di pasaran.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Minyakita itu banyak, cuma ada yang memanfaatkan situasi ini untuk menjual di atas HET. Dan ada juga yang menjual tidak sesuai aturan, dimana kios di pasar harusnya tidak menjual lagi kepada pedagang lain,” ungkapnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain meminta pedagang mematuhi aturan harga, Bapanas juga meminta Perum Bulog mempertimbangkan penambahan alokasi distribusi Minyakita ke pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Indra menegaskan pihaknya akan mengevaluasi pedagang mitra Bulog yang masih kedapatan menjual Minyakita di atas HET.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kemarin kabarnya sudah ada tiga yang diberi teguran. Hari ini kita beri teguran lagi. Kalau masih ditemukan lagi, ke depan tidak lagi diberikan alokasi menjual Minyakita,(halloriau).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 16:00:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>BBM Subsidi Langka di Pesisir Pelalawan, Warga Terpaksa Beli Pertalite Eceran Rp30 Ribu</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/BBM-Subsidi-Langka-di-Pesisir-Pelalawan--Warga-Terpaksa-Beli-Pertalite-Eceran-Rp30-Ribu</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_1173_BBM-Subsidi-Langka-di-Pesisir-Pelalawan--Warga-Terpaksa-Beli-Pertalite-Eceran-Rp30-Ribu.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PELALAWAN-Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dalam dua pekan terakhir membuat masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Pelalawan kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah seperti Kecamatan Kuala Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, hingga desa-desa di sekitarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">BBM jenis pertalite dan biosolar dilaporkan sempat sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, warga harus membeli dengan harga jauh lebih mahal dari biasanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kalaupun ada yang jual ketengan, harganya mahal. Sebotol sampai Rp30 ribu,” kata warga Kuala Kampar, Rizaldi (44), Selasa (12/5/2026).Kelangkaan BBM subsidi berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai petani, pekebun, dan nelayan. Warga yang hendak pergi ke kebun kelapa terpaksa mencari BBM lebih dulu agar bisa mengangkut hasil panen ke pengepul.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Aktivitas petani pun ikut terganggu. Jika sebelumnya mereka bisa pergi ke sawah setiap hari, kini harus mengurangi aktivitas akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Hal serupa dirasakan para nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil sungai dan laut. Mereka terpaksa membeli BBM dengan harga tinggi demi menghidupkan mesin robbin penggerak sampan.Kondisi ini dinilai semakin berat karena wilayah pesisir Pelalawan memiliki akses geografis yang sulit dijangkau.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Alhamdulillah, kemarin sudah mulai masuk BBM di SPBU. Antrian langsung panjang, karena sudah lama tak masuk,” tambah Rizaldi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Keluhan serupa juga datang dari warga Kecamatan Teluk Meranti. Menurut warga setempat, mahalnya harga pertalite sebenarnya sudah menjadi hal biasa. Namun yang menjadi persoalan utama saat ini adalah stok BBM yang benar-benar kosong.“Warga tetap beli kalaupun lebih mahal, selama ini segitu juga. Permasalahan BBM tak ada alias langka. Duit ada, tapi minyak tak ada yang jual(halloriau).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selama ini masyarakat pesisir terbiasa membeli pertalite dalam botol kemasan ukuran 1,2 liter dengan harga Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp10 ribu per liter.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kondisi kelangkaan BBM di wilayah pesisir Pelalawan turut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Permasalahan ini bahkan telah dibahas bersama pihak Pertamina dalam rapat koordinasi pekan lalu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemkab meminta Pertamina memastikan distribusi BBM ke SPBU di wilayah pesisir berjalan rutin dan tepat waktu agar kelangkaan tidak kembali terjadi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kita juga mengajukan penambahan sub penyalur BBM subsidi di desa-desa yang sulit dijangkau. Jadi tak perlu lagi ke desa lain yang ada SPBU atau penyalurannya,” terang Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Pelalawan, Hanafie.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, penambahan sub penyalur BBM subsidi akan membantu masyarakat mendapatkan bahan bakar dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjamin ketersediaan stok di wilayah pesisir.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kita sudah siapkan surat dan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Nampaknya Pertamina merespon baik waktu rapat kemarin. Mudah-mudahan segera disetujui,” tandas Hanafie.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sementara itu, Diskoperindag Pelalawan terus berkoordinasi dengan Pertamina terkait distribusi BBM ke wilayah Kuala Kampar dan Teluk Meranti agar pasokan tetap lancar dan kelangkaan segera teratas(halloriau).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 15:58:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>KPK Ingatkan Kepala Daerah Tidak Lagi Berikan Dana Hibah ke Intansi Vertikal</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Nasional/KPK-Ingatkan-Kepala-Daerah-Tidak-Lagi-Berikan-Dana-Hibah-ke-Intansi-Vertikal</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_8638_KPK-Ingatkan-Kepala-Daerah-Tidak-Lagi-Berikan-Dana-Hibah-ke-Intansi-Vertikal.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk tidak memberikan tunjangan hari raya (THR) maupun dana hibah kepada instansi vertikal di daerah. Imbauan ini bukan tanpa alasan, melainkan didasarkan pada temuan sejumlah kasus korupsi yang belakangan terungkap dengan modus serupa.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa praktik pemberian THR oleh pemerintah daerah kepada aparat penegak hukum atau instansi vertikal berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, bahkan mengarah pada tindakan koruptif. Dalam sejumlah kasus yang ditangani lembaganya, pemberian tersebut kerap dikaitkan dengan upaya mempengaruhi proses hukum.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Beberapa kasus yang kami tangani menyebutkan adanya pemberian THR. Ini harus menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali,” ujar Setyo dalam sebuah acara resmi di Jakarta.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">KPK menyoroti bahwa instansi vertikal seperti kepolisian, kejaksaan, hingga lembaga penegak hukum lainnya sejatinya telah mendapatkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan demikian, tidak ada urgensi bagi pemerintah daerah untuk memberikan tambahan dana dalam bentuk hibah ataupun THR.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Lebih jauh, Setyo mengingatkan bahwa pemberian tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Apalagi jika dana itu diberikan kepada aparat yang memiliki kewenangan melakukan penyelidikan atau penindakan hukum di wilayah tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kalau pemberian itu dimaksudkan agar tidak ada pendalaman atau investigasi, tentu ini sangat tidak tepat,” tegasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa KPK melihat praktik tersebut sebagai celah yang rawan disalahgunakan, baik sebagai bentuk gratifikasi terselubung maupun suap.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di sisi lain, KPK juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang saat ini tidak selalu dalam posisi ideal. Banyak kepala daerah menghadapi tekanan dalam mengelola anggaran, terutama di tengah keterbatasan transfer dari pemerintah pusat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam situasi seperti itu, pengeluaran untuk hibah yang tidak memiliki urgensi dinilai justru membebani keuangan daerah. KPK menilai anggaran seharusnya difokuskan pada program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Saya yakin kepala daerah juga pusing mengelola anggaran agar tetap efektif tanpa melanggar aturan,” kata Setyo.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Peringatan KPK ini tidak muncul tiba-tiba. Sepanjang 2026, lembaga antirasuah tersebut telah mengungkap sejumlah kasus yang diduga berkaitan dengan pemberian THR oleh kepala daerah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Salah satu kasus mencuat melalui operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Cilacap. Dalam perkara tersebut, terungkap dugaan pemberian THR kepada forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Modus serupa juga ditemukan dalam kasus yang melibatkan Bupati Tulungagung. KPK menduga praktik pemberian THR kepada aparat di daerah telah menjadi pola yang cukup masif.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">KPK menekankan pentingnya perubahan pola pikir di kalangan kepala daerah terkait pengelolaan anggaran. Praktik pemberian dana di luar mekanisme resmi, meskipun dibungkus dengan istilah THR atau hibah, tetap berpotensi melanggar hukum.Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah harus menjadi prioritas utama. Setiap pengeluaran harus memiliki dasar hukum yang jelas serta manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Peringatan ini juga sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, di mana penggunaan anggaran publik harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan untuk membangun relasi kekuasaan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Melalui pernyataan ini, KPK berharap seluruh kepala daerah dapat mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang telah terjadi. Imbauan untuk menghentikan pemberian THR dan hibah kepada instansi vertikal bukan hanya soal kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga upaya mencegah praktik korupsi sejak dini.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">KPK juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap praktik-praktik yang berpotensi merugikan keuangan negara. Kepala daerah diharapkan lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan anggaran.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dengan meningkatnya pengawasan serta kesadaran akan risiko hukum, diharapkan praktik-praktik yang berpotensi menyimpang dapat diminimalisir. Pada akhirnya, pengelolaan keuangan daerah yang bersih dan transparan menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang kredibel dan berintegritas.(riaupos).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 15:22:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Naik Tipis, Harga Kelapa Sawit Mitra Pekan Ini Jadi Rp3.900 per Kg</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Naik-Tipis--Harga-Kelapa-Sawit-Mitra-Pekan-Ini-Jadi-Rp3-900-per-Kg</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_6808_Naik-Tipis--Harga-Kelapa-Sawit-Mitra-Pekan-Ini-Jadi-Rp3-900-per-Kg.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama tim telah melaksanakan rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma. Berdasarkan hasil kesepakatan, penetapan harga kelapa sawit periode 13 - 19 Mei 2026 telah menggunakan Permentan Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra dan Keputusan Dirjenbun Nomor 144/Kpts./PP.320/E/12/2025.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, berdasarkan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati oleh Tim untuk kenaikan harga tertinggi berada dikelompok umur 9 tahun sebesar Rp25,52/kg atau mencapai 0,66% dari harga periodelalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu kedepan naik menjadi Rp3.900,46/kg dan berlaku untuk periode satu minggu ke depan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Dengan harga cangkang sebesar Rp17,90/kg. Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,08%, harga penjualan CPO minggu ini naiksebesar Rp216,44 dan kernel minggu ini turun sebesar Rp 406,53 dari minggu lalu,” katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 13 tahun 2024 pasal 16 maka harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp15.472,50 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp15.525,00.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO,” ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata Kelola agar penetapan harga ini sesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.(sol)</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Provinsi Riau</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">No. 16 Periode : Rabu - Selasa, 13 - 19 MEI 2026</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 3 Th (Rp 3,014.39 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 4 Th (Rp 3,409.75 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 5 Th (Rp 3,611.47 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 6 Th (Rp 3,767.61 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 7 Th (Rp 3,849.62 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 8 Th (Rp 3,895.00 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 9 Th (Rp 3,900.46 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 10-20 Th (Rp 3,880.44 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 21 Th (Rp 3,820.66 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 22 Th (Rp 3,763.67 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 23 Th (Rp 3,702.48 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 24 Th (Rp 3,635.56 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 25 Th (Rp 3,560.14 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 26 Th (Rp 3,514.57 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 27 Th (Rp 3,468.96 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 28 Th (Rp 3,424.74 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 29 Th (Rp 3,407.67 );</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Umur 30 Th (Rp 3,393.44 );(riaupos).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 15:20:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Warga Diajak Manfaatkan Lahan Kosong untuk Pertanian</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Lingkungan/Warga-Diajak-Manfaatkan-Lahan-Kosong-untuk-Pertanian</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_8294_Warga-Diajak-Manfaatkan-Lahan-Kosong-untuk-Pertanian.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Polsek Kawasan Pelabuhan Polresta Pekanbaru mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong dan lahan tidur menjadi area pertanian produktif guna mendukung program ketahanan pangan nasional.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan sambang dan dialog langsung bersama warga di wilayah binaan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam kegiatan itu, polisi memberikan edukasi tentang pentingnya memanfaatkan lahan yang belum digunakan agar bernilai manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga maupun masyarakat sekitar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kapolsek Kawasan Pelabuhan, Iptu Teddy, mengatakan pemanfaatan lahan kosong menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam mendukung program swasembada pangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, kegiatan bertani juga dinilai dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada menjadi kebun produktif. Minimal dapat membantu kebutuhan pangan keluarga dan apabila dikelola dengan baik tentu bisa mendukung program ketahanan pangan nasional," ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan, Iptu Teddy, Selasa (12/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam kesempatan tersebut, warga juga diberikan motivasi agar tidak ragu memulai bercocok tanam, termasuk mengelola lahan kosong menjadi kebun jagung dan tanaman produktif lainnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Masyarakat menyambut positif ajakan tersebut dan mengaku siap memanfaatkan lahan kosong di lingkungan mereka untuk kegiatan pertanian produktif.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Melalui kegiatan itu, Polsek Kawasan Pelabuhan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ketahanan pangan semakin meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan di tengah masyarakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Semangat Polri Cinta Petani terus diwujudkan melalui edukasi, pendampingan, dan kepedulian kepada masyarakat guna menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan(cakaplah).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 14:13:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Polres Rohil Amankan 8.136 Butir Ekstasi, Enam Tersangka Ikut Diamankan</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Polres-Rohil-Amankan-8-136-Butir-Ekstasi--Enam-Tersangka-Ikut-Diamankan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_8490_Polres-Rohil-Amankan-8-136-Butir-Ekstasi--Enam-Tersangka-Ikut-Diamankan.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>ROHIL- Satres Narkoba Polres Rokan Hilir kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Rokan Hilir.</div><div><br></div><div>Kali ini, aparat berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis pil ekstasi dalam jumlah besar dengan total barang bukti sebanyak 8.136 butir serta serbuk ekstasi dengan berat kotor keseluruhan mencapai 5.809,9 gram atau sekitar 5,8 kilogram.</div><div><br></div><div>Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, Selasa (12/5/2026) menerangkan bahwa pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas peredaran narkotika jenis ekstasi di Kota Bagansiapiapi yang diduga dilakukan oleh dua orang pria berinisial A dan N.</div><div><br></div><div>Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Rokan Hilir yang dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba AKP M. Sodikin, S.H., M.Si., bersama Kanit II Satres Narkoba IPDA Anta Arief Siregar, S.H., M.H., segera melakukan penyelidikan intensif.</div><div><br></div><div>Pada Sabtu, 09 Mei 2026 sekitar pukul 13.30 WIB, tim berhasil melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka di kawasan Pujasera Jalan Pulau Baru, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir.</div><div><br></div><div>"Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan ratusan butir pil berwarna merah jambu yang diduga narkotika jenis ekstasi, beserta uang tunai dan sejumlah telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika," terang Kapolres.</div><div><br></div><div>Dari hasil pengembangan lanjutnya, petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah salah satu tersangka dan menemukan ribuan butir ekstasi lainnya yang disimpan di dalam beberapa kaleng susu dan kaleng roti yang disembunyikan di dalam box speaker bekas.</div><div>Tidak berhenti sampai di situ, Satres Narkoba kembali mengembangkan perkara hingga berhasil mengamankan empat tersangka lainnya di lokasi berbeda, yang diduga memiliki peran masing-masing dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.</div><div><br></div><div>Keempat tersangka tambahan diketahui berinisial S, SU, dan H alias U.</div><div><br></div><div>Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para tersangka memiliki peran mulai dari penjemput barang, penunjuk lokasi penyimpanan, penyimpan narkotika, hingga pihak yang pertama kali memperoleh barang haram tersebut dari wilayah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.</div><div><br></div><div>Dalam pengembangan lanjutan, petugas juga menemukan narkotika jenis ekstasi yang telah hancur menjadi serbuk dan disimpan di wilayah Rupat, Kabupaten Bengkalis. Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Rokan Hilir guna proses penyidikan lebih lanjut.</div><div><br></div><div>Adapun total barang bukti yang berhasil diamankan berupa 8.136 butir pil ekstasi warna merah jambu, sejumlah serbuk diduga ekstasi, enam unit telepon genggam, uang tunai, dua unit sepeda motor, serta berbagai sarana yang digunakan untuk menyimpan dan mengedarkan narkotika.</div><div><br></div><div>Kapolres Rokan Hilir menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam memerangi peredaran narkotika yang menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa. Polres Rokan Hilir juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi terkait aktivitas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.</div><div><br></div><div>"Keberhasilan pengungkapan ini tidak terlepas dari dukungan serta informasi masyarakat. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari bahaya narkotika demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," tegas Kapolres.</div><div><br></div><div>Saat ini, seluruh tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Satres Narkoba Polres Rokan Hilir guna menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.(cakaplah).</div>   ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 May 2026 14:07:00 +0700</pubDate>
</item></channel></rss>