<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
		<rss version="2.0" >
        <channel>
        <title>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</title>
        <link>https://www.spiritriau.com/</link>
        <description>spiritriau.com merupakan situs berita online terkini dan terpercaya di Provinsi Riau</description>
        <language>en-us</language>
        <pubDate>Tue, 07 Jul 2026 06:41:27 +0700</pubDate>
        <lastBuildDate>Tue, 07 Jul 2026 06:41:27 +0700</lastBuildDate>
        <generator>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update RSS Generator</generator>
        <managingEditor>redaksi@spiritriau.com</managingEditor>
        <webMaster>arie.vcr@gmail.com</webMaster>
		<image>
		<url>https://www.spiritriau.com/icon.gif</url>
		<title>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</title>
		<link>https://www.spiritriau.com/</link>
		<description>Fasilitas RSS dari Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</description>
		</image>
<item>
<title>⁠Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PGN Garap Potensi CBM Tanjung Enim 9,7 TCF</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/---Perkuat-Ketahanan-Energi-Nasional--PGN-Garap-Potensi-CBM-Tanjung-Enim-9-7-TCF</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_7438_---Perkuat-Ketahanan-Energi-Nasional--PGN-Garap-Potensi-CBM-Tanjung-Enim-9-7-TCF.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PAGARDEWA" PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh dalam optimalisasi pemanfaatan potensi gas domestik guna mendukung penguatan ketahanan energi nasional. Untuk itu, PGN mencari sumber-sumber pasokan baru yang non-konvensional dengan melaksanakan beberapa program gasifikasi dari molekul-molekul gas dan juga sumber-sumber pasokan yang ada.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Salah satu inisiatif yang tengah dilakukan adalah pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas berbasis batubara yang dapat dimanfaatkan untuk dapat dijadikan gas methane dan menambah pasokan bagi PGN.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bagi PGN, pengembangan CBM di Tanjung Enim berpotensi membuka ruang monetisasi sumber daya gas non-konvensional domestik yang selama ini belum optimal. Inisiatif ini juga dapat menjadi salah satu opsi diversifikasi pasokan gas domestik bagi PGN untuk mendukung kebutuhan industri dan pembangkit. Berdasarkan data Ditjen Migas KESDM, potensi CBM di Tanjung Enim diperkirakan mencapai sekitar 9,7 TCF OGIP atau Original Gas in Place, dengan estimasi nilai potensi gas sekitar US$15,4 miliar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PGN menegaskan kesiapan teknis maupun komersial melalui penyusunan skema pemanfaatan gas bumi yang ada, dengan target penyaluran yang diproyeksikan tumbuh secara bertahap mulai dari 1 MMSCFD hingga mencapai 25 MMSCFD.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pada Jumat (3/7/2026), PGN menerima kunjungan kerja dari Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman beserta jajaran di Stasiun Penerima Gas (SPG) dan Stasiun Kompresor Gas (SKG) Pagardewa. Kunjungan tersebut turut dihadiri Kasdam II/Sriwijaya Brigadir Jenderal TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H. Edward Candra, Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim Ir. Yulius, M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim Jonidi, S.H., serta jajaran pemangku kepentingan terkait.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam kesempatan tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP) hadir untuk memastikan seluruh program prioritas nasional berjalan secara efektif dan tepat sasaran, terutama program yang berkaitan erat dengan ketahanan energi, peningkatan kapasitas produksi domestik, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor energi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kepala Staf Kepresidenan menyampaikan bahwa percepatan proyek pengembangan pemanfaatan CBM menjadi perhatian bersama karena memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah aspek administrasi yang perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), seluruh pihak telah menyepakati pentingnya percepatan penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku. KSP mendorong penyelesaian hambatan lintas sektor agar pengembangan Gas Metana Batubara dari wilayah Muara Enim ini dapat segera masuk tahap komersialisasi, dimana penyelesaian administrasi tetap harus mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menyampaikan apresiasi atas dukungan dari KSP terhadap upaya PGN dalam rangka penguatan gas bumi domestik dan mengurangi impor energi nasional. Terutama, memimpin solusi dalam mengatasi kendala-kendala dalam pengembangan infrastruktur gas bumi di wilayah Pagardewa dan sekitarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain coal-bed methane (CBM), PGN juga mencoba meraih potensi pasokan dari biomethane yang bersumber dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Potensi pasokan dari ketiga sumber ini sangat besar di Sumatera Selatan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Dalam upaya menjaga kestabilan pasokan sekaligus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di Sumatera Selatan, PGN melaksanakan pengembangan infrastruktur injection point. Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas, di mana gas yang bersumber dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, dari biomethane ataupun juga sumber lainnya akan dikumpulkan yang kemudian akan masukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada,” jelas Arief.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Integrasi infrastruktur berbasis pipeline dan non-pipeline menjadi kunci utama efektivitas penyerapan energi ini. Dengan rekam jejak yang solid serta portofolio infrastruktur gas bumi yang luas sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN siap menjalankan peran strategisnya sebagai jembatan utama antara titik sumber pasokan gas dengan masyarakat, dengan tetap tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kendati kesiapan operasional, PGN menggarisbawahi bahwa percepatan proyek strategis ini membutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder. Oleh karena itu, PGN menilai dukungan dari KSP memegang peranan penting dalam menjembatani komunikasi antar pemangku kepentingan agar koordinasi dapat berjalan lebih taktis dan efektif, serta selaras dengan peran masing-masing pihak serta tindak lanjut yang jelas di setiap lini.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“PGN menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal kebijakan Pemerintah. Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat dan berkontribusi pada perekonomian daerah,” tutup Arief.***(rls)</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta (kanan) menerangkan progres kesiapan PGN dalam pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim kepada Kepala Staf Kepresidenan RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman (kiri) saat kunjungan kerja di Stasiun Penerima Gas (SPG) Pagardewa, Jumat (3/7/2026)(rtc)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:29:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Menaker dan Manajemen TikTok Gelar Pertemuan Usai Isu PHK di Tokopedia, Bagaimana Hasilnya?</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Menaker-dan-Manajemen-TikTok-Gelar-Pertemuan-Usai-Isu-PHK-di-Tokopedia--Bagaimana-Hasilnya-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_1126_Menaker-dan-Manajemen-TikTok-Gelar-Pertemuan-Usai-Isu-PHK-di-Tokopedia--Bagaimana-Hasilnya-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli telah melakukan pertemuan dengan manajemen TikTok dan Tokopedia untuk membahas isu yang berkembang terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) di kedua perusahaan tersebut. Dalam pertemuan ini, Yassierli mengakui adanya penataan kerja yang berlangsung di lingkungan grup perusahaan TikTok.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, dan dihadiri oleh Executive Director Tokopedia & TikTok Shop Indonesia, Stephanie Susilo. Setelah pertemuan, Yassierli menyatakan bahwa penataan karyawan di grup TikTok dan Tokopedia masih memberikan peluang kerja bagi para karyawan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kita juga mengapresiasi bagaimana penataan yang sering disebut dengan internal mobility dalam TikTok Group itu juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk bisa tetap bekerja di lini perusahaan atau lini usaha dari TikTok Group,” ungkap Yassierli dalam konferensi pers yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Senin (6/7).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Karena kita tahu TikTok Group tentu memiliki beberapa lini usaha dan ini juga memberikan kesempatan kepada pekerja untuk kemudian bisa bekerja di lini usaha yang lain."</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menyusul kabar mengenai PHK di grup usaha TikTok, Yassierli juga mengapresiasi langkah perusahaan yang membuka rekrutmen untuk 100 posisi di Indonesia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita juga sudah mendengar bersama saat ini TikTok Group sedang melakukan rekrutmen pekerja sekitar 100 orang ya ibu Stephanie, 100 posisi," ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Ini juga menunjukkan bahwa usaha yang sekarang sedang dilakukan ini juga terus berkembang dan kita yakin ini juga menjadi sebuah peluang bagi anak bangsa untuk bisa mengambil bekerja di posisi-posisi yang disampaikan oleh TikTok Group tersebut," tambah Yassierli.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dengan adanya rekrutmen ini, diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi para pencari kerja di Indonesia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Penasihat Prabowo Bakal SelidikiPenasihat Khusus Presiden RI untuk Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, akan langsung terjun untuk menindaklanjuti informasi mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Tokopedia dan TikTok. Tindakan ini diambil agar pemerintah dapat mengumpulkan fakta secara menyeluruh sebelum menentukan langkah selanjutnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Saya sedang mengatur waktu untuk bertemu langsung dengan para pekerja maupun pihak perusahaan. Kita tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi," ungkap Said Iqbal dalam siaran pers pada Minggu (5/7).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dia menekankan bahwa sektor ekonomi digital memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan industri manufaktur, sehingga setiap permasalahan ketenagakerjaan perlu dianalisis secara menyeluruh. Said Iqbal juga akan melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyelidiki akar permasalahan yang berkaitan dengan isu PHK di kedua platform digital tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Tokopedia dan TikTok merupakan bagian dari industri ekonomi digital berbasis platform. Karena itu, kami akan turun terlebih dahulu mencari fakta di lapangan," tegasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Perlindungan Hak PekerjaSaid menekankan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran terhadap peraturan di bidang ketenagakerjaan. Ia menegaskan bahwa negara bertanggung jawab untuk melindungi hak-hak pekerja.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kalau ada pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan, tentu harus diluruskan. Negara hadir untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi dan seluruh ketentuan hukum dipatuhi," ungkap Said.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Namun, dia juga menyatakan bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan situasi bisnis yang dihadapi oleh perusahaan. Jika permasalahan yang muncul disebabkan oleh dinamika pasar, perubahan model bisnis, atau tekanan ekonomi yang mengakibatkan kerugian bagi perusahaan, maka penyelesaiannya harus dilakukan melalui dialog yang konstruktif antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Tidak semua persoalan PHK memiliki penyebab yang sama. Kalau masalahnya berkaitan dengan situasi pasar atau kondisi bisnis perusahaan, tentu kita akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang tetap melindungi pekerja sekaligus menjaga keberlangsungan usaha,"(merdeka.com)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:28:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Setahun Pasca Dirawat, Gajah Sumatera Berusia 60 Tahun di Tesso Nilo Kembali Aktif</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Nusantara/Setahun-Pasca-Dirawat--Gajah-Sumatera-Berusia-60-Tahun-di-Tesso-Nilo-Kembali-Aktif</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_675_Setahun-Pasca-Dirawat--Gajah-Sumatera-Berusia-60-Tahun-di-Tesso-Nilo-Kembali-Aktif.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU -Kondisi seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) betina berusia 60 tahun yang hidup liar di Kantong Gajah Tesso Tenggara, Kabupaten Pelalawan, dipastikan dalam keadaan stabil.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Satwa itu sebelumnya telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengobatan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) pada 25�"26 Juni 2026.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kepala Balai Besar KSDA Riau Supartono mengatakan, individu gajah tersebut merupakan satwa soliter yang telah lama berpisah dari kelompoknya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pada 23 hingga 26 Juli 2025, gajah itu sempat menjalani penanganan medis intensif setelah ditemukan dalam kondisi kurus, lemah, mengalami gangguan saluran pencernaan, dehidrasi, prolapsus ani, serta keausan gigi akibat faktor usia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Setelah satu tahun pemantauan dan penanganan, kondisi gajah menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Satwa kembali aktif bergerak dan mampu bertahan hidup secara alami di habitatnya," kata Supartono, Senin (6/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir gajah beberapa kali terpantau berada di sekitar kebun masyarakat untuk mencari pakan yang lebih lunak, seperti ubi kayu, batang pisang, rumput, dan tanaman sawit muda.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kemunculan satwa tersebut sempat memunculkan laporan masyarakat yang menduga gajah kembali sakit karena feses yang masih kasar, sesekali mengalami diare, dan mengeluarkan aroma tidak sedap.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Medis BBKSDA Riau yang dipimpin drh Rini Deswita bersama tim PT RAPP melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi gajah lincah, agresif, dan memiliki respons alami terhadap keberadaan manusia. Selama proses pembiusan, gajah bahkan tetap berada dalam posisi berdiri," kata Supartono.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, kondisi fisik gajah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan saat pertama kali ditangani pada Juli 2025. Berat badan diperkirakan mencapai sekitar 2.600 kilogram, dengan lingkar dada 340 sentimeter dan tinggi badan 230 sentimeter.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemeriksaan juga tidak menemukan adanya luka maupun cedera, sementara skor kondisi tubuh berada pada kategori sedang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Tim medis menemukan penurunan fungsi otot anus (anismus), yaitu melemahnya fungsi otot yang membantu proses pengeluaran feses," tutur Supartono.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kondisi tersebut menyebabkan feses sering menggantung di anus sehingga menimbulkan aroma tidak sedap. Selain itu, keausan gigi akibat usia menyebabkan proses pengunyahan tidak lagi optimal, terutama terhadap pakan berserat kasar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Akibatnya, feses yang dihasilkan masih bertekstur kasar dan lebih sulit dikeluarkan secara tuntas. Kondisi tersebut membuat gajah lebih memilih pakan lunak, seperti ubi, rumput, umbut, dan batang pisang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kondisi yang ditemukan merupakan bagian dari proses penuaan. Selama nafsu makan tetap baik, kondisi tubuh stabil, dan satwa tidak mengalami stres, peluang gajah untuk terus bertahan hidup di habitat alaminya masih sangat baik," jelasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam penanganan tersebut, tim medis juga memberikan terapi berupa obat-obatan suportif dan cairan infus untuk menjaga kondisi fisiologis satwa.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Supartono menegaskan BBKSDA Riau akan terus memantau perkembangan kesehatan gajah tersebut sebagai bagian dari upaya konservasi satwa liar dilindungi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga habitat gajah, tidak melakukan perburuan maupun perdagangan ilegal, serta segera melaporkan kepada BBKSDA Riau apabila menemukan satwa liar yang memerlukan penanganan," pungkas Supartono.(cakaplah)</font></div>     ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:04:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>DPRD Pekanbaru Soroti Lemahnya Pengawasan Tempat Hiburan Malam</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Opini/DPRD-Pekanbaru-Soroti-Lemahnya-Pengawasan-Tempat-Hiburan-Malam</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_9822_DPRD-Pekanbaru-Soroti-Lemahnya-Pengawasan-Tempat-Hiburan-Malam.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU �" Komisi I DPRD Kota Pekanbaru menilai pengawasan terhadap tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru masih belum berjalan maksimal. Indikasinya, masih ditemukan tempat hiburan yang diduga beroperasi melewati batas jam operasional hingga menyediakan minuman beralkohol.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sekretaris Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Irman Sasrianto, mengatakan persoalan utama bukan terletak pada hiburan yang disajikan, termasuk kehadiran disc jockey (DJ). Yang lebih penting, menurut dia, adalah kepatuhan pengelola terhadap seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Pada prinsipnya kami di DPRD berharap seluruh tempat hiburan malam berpedoman pada aturan yang berlaku. Di dalam aturan itu sudah jelas ada batasan jam operasional yang harus dipatuhi," kata Irman kepada awak media, Senin (6/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, berdasarkan kondisi yang selama ini berkembang di lapangan, pelanggaran justru kerap terjadi pada jam operasional. Sejumlah tempat hiburan diduga masih tetap beroperasi hingga melewati waktu yang telah ditentukan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Irman juga menyoroti masih adanya dugaan penyediaan minuman beralkohol di sejumlah tempat hiburan. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pengawasan dari pemerintah daerah belum dilakukan secara optimal.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kalau pengawasannya ketat, kontinu, dan berkelanjutan, hal-hal seperti itu mungkin tidak akan terjadi. Artinya memang pengawasan kita masih perlu diperkuat," ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menambahkan, tren pengelola mendatangkan DJ dari luar daerah juga perlu menjadi perhatian. Menurut dia, kegiatan tersebut sering kali berimplikasi pada bertambahnya durasi operasional tempat hiburan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Dengan mendatangkan DJ, biasanya tempat hiburan tetap beroperasi hingga melewati batas jam yang sudah ditentukan," katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Irman berharap pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait bersama aparat penegak hukum meningkatkan pengawasan secara rutin. Menurutnya, penegakan aturan yang konsisten akan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha sekaligus menjaga ketertiban umum.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pengawasan terhadap tempat hiburan malam menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Selain memastikan kepatuhan terhadap perizinan dan jam operasional, pengawasan juga diperlukan untuk mencegah munculnya aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun ketertiban di Kota Pekanbaru(goriau)</font></div>     ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 16:00:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Perda Tanah Ulayat Riau Disiapkan, DPRD Bidik Penyelesaian Konflik Agraria dan Berantas Mafia Tanah</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Perda-Tanah-Ulayat-Riau-Disiapkan--DPRD-Bidik-Penyelesaian-Konflik-Agraria-dan-Berantas-Mafia-Tanah</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_7460_Perda-Tanah-Ulayat-Riau-Disiapkan--DPRD-Bidik-Penyelesaian-Konflik-Agraria-dan-Berantas-Mafia-Tanah.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU " DPRD Riau melalui Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tanah Ulayat mulai membahas regulasi yang diharapkan menjadi solusi atas berbagai persoalan agraria di Provinsi Riau. Ranperda tersebut diproyeksikan tidak hanya memberikan kepastian hukum terhadap tanah ulayat, tetapi juga menjadi instrumen untuk melindungi hak masyarakat adat sekaligus memberantas praktik mafia tanah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pembahasan Ranperda telah dilakukan bersama Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN)/ATR. Regulasi ini disusun agar selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 14 Tahun 2024.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Anggota Pansus Ranperda Tanah Ulayat, H. Edi Basri SH MSi, mengatakan salah satu persoalan terbesar yang ingin diselesaikan adalah tumpang tindih (overlapping) antara hak yang diberikan negara, seperti Hak Guna Usaha (HGU), dengan klaim masyarakat hukum adat atas tanah ulayat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurut politisi Partai Gerindra itu, berdasarkan pembahasan dengan BPN, perusahaan yang mengajukan perpanjangan HGU wajib memenuhi persyaratan clear and clean, termasuk memperoleh persetujuan masyarakat melalui pemerintah desa dan para ninik mamak.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kalau syarat itu tidak dapat dipenuhi, maka HGU tidak bisa diperpanjang. Ketika masa HGU berakhir, status lahannya kembali menjadi tanah negara. Namun, jika di atas lahan tersebut terdapat tanah ulayat, maka berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi, tanah ulayat bukanlah tanah negara," ujarnya, Senin (6/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menegaskan Putusan Mahkamah Konstitusi menjadi pijakan penting karena negara tidak dapat memberikan hak baru di atas tanah ulayat tanpa persetujuan masyarakat hukum adat sebagai pemegang hak komunal.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam Ranperda tersebut lanjutnya juga ditegaskan bahwa tanah ulayat merupakan hak komunal masyarakat adat, bukan milik perseorangan. Karena itu, tanah ulayat tidak boleh diperjualbelikan kepada pihak di luar komunitas adat dan harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat adat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Tak hanya itu, Ranperda juga diarahkan untuk menutup ruang gerak praktik mafia tanah yang selama ini diduga melibatkan berbagai oknum, mulai dari masyarakat, aparat desa hingga tokoh adat, dalam upaya menguasai tanah ulayat secara tidak sah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kalau praktik-praktik seperti ini terbongkar, maka tanah itu harus kembali kepada kepentingan masyarakat adat secara keseluruhan," tegasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Edi juga mengingatkan agar keberadaan Perda nantinya tidak justru memunculkan sengketa baru akibat klaim sepihak atas wilayah adat. Oleh sebab itu, setiap pengakuan tanah ulayat harus didukung kajian akademis, bukti sejarah, serta rekomendasi dari lembaga adat yang berwenang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Jangan sampai ada pihak yang mengklaim wilayah adat sampai ke mana-mana tanpa dasar yang jelas. Semua harus mengedepankan kejujuran, kearifan, dan kepentingan masyarakat adat," katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penelitian Universitas Sumatera Utara (USU), dahulu terdapat sekitar 17 bidang tanah ulayat yang terdata di Riau dengan luas hampir 500 hektare. Namun kini yang masih tersisa hanya sekitar enam bidang, bahkan di Kabupaten Kampar disebut sudah tidak ada lagi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, salah satu kendala utama pengakuan tanah ulayat adalah karena sebagian besar wilayah tersebut berada di kawasan hutan yang menjadi kewenangan Kementerian Kehutanan, sehingga proses pengakuannya tidak berada sepenuhnya di bawah kewenangan Badan Pertanahan Nasional.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Melalui Ranperda Tanah Ulayat ini, DPRD Riau berharap kepastian hukum terhadap tanah ulayat semakin kuat sehingga mampu menjadi solusi penyelesaian konflik a</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:45:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title> Polsek Bukit Kapur Edukasi Bahaya Narkoba kepada Ratusan Pelajar SMAN 8 Dumai</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Sosial/-Polsek-Bukit-Kapur-Edukasi-Bahaya-Narkoba-kepada-Ratusan-Pelajar-SMAN-8-Dumai</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_5144_-Polsek-Bukit-Kapur-Edukasi-Bahaya-Narkoba-kepada-Ratusan-Pelajar-SMAN-8-Dumai.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">DUMAI-Dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, personel Polsek Bukit Kapur Polres Dumai melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar di SMAN 8 Dumai, Senin (6/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung di Aula SMAN 8 Dumai, Jalan Sukajadi RT 011, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kapolsek Bukit Kapur AKP Boy Setiawan, S.A.P., M.Si., melalui Ps. Kanit Binmas Polsek Bukit Kapur, AIPTU Budianto Nasution, menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para siswa dan siswi. Kegiatan ini turut dihadiri Bhabinkamtibmas Kelurahan Bukit Kayu Kapur Brigadir Riky Irawan, S.H., personel Unit Reskrim Briptu Satria, S.H., para guru, serta seluruh peserta didik SMAN 8 Dumai.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam pemaparannya, AIPTU Budianto menjelaskan berbagai materi penting, mulai dari pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan terhadap kesehatan, psikologis, dan kehidupan sosial, hingga konsekuensi hukum bagi para pelaku penyalahgunaan narkotika. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara mencegah penyalahgunaan narkoba, menolak ajakan mengonsumsi narkotika, serta pentingnya peran keluarga, sekolah, dan lingkungan dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para pelajar tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kapolsek Bukit Kapur AKP Boy Setiawan, S.A.P., M.Si., melalui Ps. Kanit Binmas AIPTU Budianto Nasution mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan edukasi sejak dini kepada para pelajar agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kami berharap para pelajar memahami dampak buruk narkoba dan mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari narkoba. Pencegahan harus dimulai sejak dini melalui edukasi dan kerja sama antara kepolisian, sekolah, keluarga, serta masyarakat," ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB dalam suasana aman, tertib, dan kondusif. Dari hasil kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba, meningkatnya kesadaran untuk menjauhi pergaulan berisiko, serta terjalinnya sinergi yang baik antara Polsek Bukit Kapur dan pihak sekolah dalam mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pelajar.(rtc)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:17:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title> Dua Kapal Roro Rusak, Antrean Bengkalis&ndash;Pakning Mengular hingga Lebih 8 Jam</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/-Dua-Kapal-Roro-Rusak--Antrean-Bengkalis-ndash-Pakning-Mengular-hingga-Lebih-8-Jam</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_994_-Dua-Kapal-Roro-Rusak--Antrean-Bengkalis-ndash-Pakning-Mengular-hingga-Lebih-8-Jam.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">BENGKALIS " Arus penyeberangan di lintasan Roro Bengkalis"Pakning mengalami kepadatan parah setelah dua dari lima armada mengalami kerusakan. Akibatnya, pengguna jasa penyeberangan harus mengantre hingga lebih dari delapan jam.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dua kapal yang saat ini tidak dapat beroperasi secara normal yakni KMP Bahari Nusantara dan KMP Sereia Domar. Kerusakan tersebut membuat kapasitas layanan penyeberangan berkurang drastis sehingga antrean kendaraan pada saat musim liburan seperti terpantau pada Senin (6/7/26) padat di dermaga Air Putih (Bengkalis).Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis, Edi Kurniawan mengatakan, KMP Bahari Nusantara masih menunggu kedatangan suku cadang mesin utama dari Surabaya. Sementara itu, KMP Sereia Domar mengalami kerusakan pada mesin pembantu (Auxiliary Engine/AE) 1 dan 2.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Saat ini kondisi tiga kapal melayani antrean dan karena adanya kepadatan jadi jadwal tunggu bisa lebih dari delapan jam.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Untuk mesin AE 2 sudah selesai diperbaiki dan sedang menjalani pengetesan. Sedangkan AE 1 masih dalam proses perbaikan karena terdapat kebocoran. Mudah-mudahan bisa segera selesai agar dapat membantu mengurai antrean," ujar Edi usai meninjau perbaikan KMP Sereia Domar, Senin (6/7/26).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di ruang mesin KMP Sereia Domar, sejumlah awak kapal tampak bekerja memperbaiki mesin AE 1 yang mengalami kebocoran agar kapal dapat segera kembali beroperasi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">General Manager (GM) Surya Timur Line Bengkalis (KMP Sereia Domar), Tommy Silaban, mengatakan seluruh kru terus berjibaku mempercepat proses perbaikan sejak kerusakan terjadi pada Jumat lalu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sedang kita gesa perbaikan sejak Jumat kemarin. Mesin AE 2 sudah tuntas dan menjalani pengetesan, sedangkan hari ini fokus menyelesaikan AE 1. Mudah-mudahan besok pagi kapal sudah kembali melayani lintasan," kata Tommy.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia mengungkapkan, berhentinya operasional kapal selama beberapa hari telah menyebabkan perusahaan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah akibat terhentinya layanan angkutan penyeberangan di lintasan Bengkalis"Pakning.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pihak pengelola berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga armada kembali beroperasi normal dan antrean panjang kendaraan musim liburan selama beberapa hari terakhir dapat segera terurai.(rtc)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 15:14:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Tampil Memukau, Siswi Sabilal Muhtadin Inhil Hana Humaira Dinobatkan Sebagai Dara Belia Kebudayaan Riau 2026</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Nusantara/Tampil-Memukau--Siswi-Sabilal-Muhtadin-Inhil-Hana-Humaira-Dinobatkan-Sebagai-Dara-Belia-Kebudayaan-Riau-2026</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_6145_Tampil-Memukau--Siswi-Sabilal-Muhtadin-Inhil-Hana-Humaira-Dinobatkan-Sebagai-Dara-Belia-Kebudayaan-Riau-2026.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU - Siswi Sekolah Sabilal Muhtadin, Hana Humaira Ashafa (14) sukses mengharumkan nama Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Ia resmi dinobatkan sebagai Dara Belia Kebudayaan Provinsi Riau 2026 pada malam Grand Final di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Minggu (5/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebelum meraih mahkota kebanggaan tersebut, Hana harus melewati tahapan karantina ketat bersama para finalis dari wilayah lain. Selama masa pembekalan, seluruh peserta mendapat materi penting yang mencakup wawasan kebudayaan, pengembangan kepribadian, hingga sesi unjuk bakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Penilaian komprehensif dewan juri menempatkan wakil Inhil ini masuk ke dalam jajaran enam besar atau Top 6. Puncak acara yang berlangsung sejak pukul 20.00 WIB menjadi saksi pesona dan kecerdasan Hana yang memukau para penonton hingga akhirnya sukses meraih gelar prestisius budaya tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menanggapi pencapaian gemilang ini, Hana tidak kuasa menutupi rasa haru dan bahagianya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Alhamdulillah, Hana sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Proses karantina selama beberapa hari kemarin memberikan banyak sekali ilmu dan pengalaman berharga," ungkapnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Remaja berprestasi ini merasa bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan tulus banyak pihak.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Bisa masuk Top 6 dan diamanahkan gelar Dara Belia Kebudayaan Riau 2026 adalah sebuah kehormatan. Prestasi ini Hana persembahkan untuk kedua orang tua, sekolah, dan seluruh masyarakat Inhil yang selalu mendoakan dan mendukung Hana," urainya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ke depan, ia memiliki misi khusus untuk merangkul kaum milenial agar ikut melestarikan nilai-nilai tradisi lokal.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Melalui amanah ini, Hana ingin mengajak teman-teman generasi muda untuk lebih mencintai, menjaga, dan bangga terhadap kekayaan budaya Melayu dan budaya daerah kita di Riau agar tidak lekang oleh waktu," (goriau)</font></div>     ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 14:30:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Muklisin Upayakan Percepatan Gaji ke-13 ASN Kuansing dan Selesaikan Tunda Bayar</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Muklisin-Upayakan-Percepatan-Gaji-ke-13-ASN-Kuansing-dan-Selesaikan-Tunda-Bayar</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_8503_Muklisin-Upayakan-Percepatan-Gaji-ke-13-ASN-Kuansing-dan-Selesaikan-Tunda-Bayar.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">TELUKKUANTAN " Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing), intensif berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau guna mempercepat penyaluran hak-hak Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk pembayaran Gaji 13. Langkah ini berjalan beriringan dengan rencana efisiensi anggaran guna melunasi kewajiban tunda bayar daerah yang menumpuk sejak tahun 2024.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Hal itu disampaikan Plt Bupati Kuansing, Muklisin usai rapat bersama kepala OPD, Senin (6/7/2026) siang di Telukkuantan. Muklisin menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi berulang kali dengan Plt Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau untuk memastikan kelancaran transfer dana ke kas daerah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kami mengupayakan semaksimal mungkin agar hak-hak pegawai dan ASN bisa secepatnya dibayarkan. Semakin cepat transfer dari provinsi masuk, semakin cepat pula kita salurkan," ujar Muklisin saat memberikan keterangan kepada media.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Muklisin menegaskan, komitmen pemenuhan hak tersebut tidak hanya menyasar ASN, melainkan juga mencakup PPPK paruh waktu hingga jajaran kepala desa di seluruh Kabupaten Kuansing. Jika kondisi keuangan tidak memungkinkan untuk dibayarkan sekaligus, pemerintah daerah akan mengambil opsi pembayaran secara bertahap atau diangsur.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di sisi lain, Muklisin menyoroti tantangan berat terkait beban tunda bayar Pemkab Kuansing yang terakumulasi dari tahun anggaran 2024, 2025, hingga potensi penambahan di tahun 2026. Untuk mencegah pembengkakan utang daerah yang tidak ter-cover, ia mengaku siap mengambil kebijakan pengetatan anggaran yang ketat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Meskipun kebijakan efisiensi ini mungkin kurang populer, kita harus menyelamatkan keuangan daerah. Skala prioritas kami adalah mengutamakan belanja wajib, termasuk mencicil tunda bayar tersebut. Kasihan pihak-pihak yang haknya tertunda sejak 2024," tambahnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Guna menyiasati ruang fiskal daerah yang menyempit akibat kebijakan efisiensi, Muklisin menginstruksikan seluruh OPD untuk lebih agresif menjemput bola ke pemerintah pusat. Pemkab Kuansing akan mengandalkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar roda pembangunan infrastruktur dan program strategis tetap berjalan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Merujuk pada tahun anggaran 2025, Kuansing mencatat keberhasilan signifikan dengan mengamankan dana pusat hampir mencapai Rp600 miliar berkat sinergi lintas sektor.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Melalui perjuangan bersama seluruh OPD, kami berharap potensi serapan dana APBN di tahun 2026, 2027, dan tahun-tahun berikutnya tetap optimal. Dengan begitu, meskipun kita sedang melakukan efisiensi internal, pembangunan di Kuansing tidak boleh terhenti,"(goriau)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 14:28:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Masa Jabatan Syamsuwir Berakhir, Walikota Tunjuk Masykur Tarmizi Jabat Plh Sekda Pekanbaru</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Nasional/Masa-Jabatan-Syamsuwir-Berakhir--Walikota-Tunjuk-Masykur-Tarmizi-Jabat-Plh-Sekda-Pekanbaru</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_9377_Masa-Jabatan-Syamsuwir-Berakhir--Walikota-Tunjuk-Masykur-Tarmizi-Jabat-Plh-Sekda-Pekanbaru.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><p style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 10px; line-height: 21px; color: rgb(50, 50, 50); text-align: justify;"><font face="arial" style="" size="3"><strong style="box-sizing: border-box;">PEKANBARU-</strong>Masa jabatan Syamsuir sebagai Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru telah berakhir. Ia kini kembali menjabat sebagai Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru.</font></p><p style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 10px; line-height: 21px; color: rgb(50, 50, 50); text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebagai gantinya, Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menunjuk Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Masykur Tarmizi sebagai Plh Sekda.</font></p><p style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 10px; line-height: 21px; color: rgb(50, 50, 50); text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Walikota sendiri telah memperkenalkan Masykur saat pemecahan rekor Muri ASN mengaji pada Sabtu (4/7/2026) kemarin.</font></p><p style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 10px; line-height: 21px; color: rgb(50, 50, 50); text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Terima kasih kepada Plh Sekda sekaligus panitia acara ASN mengaji, Masykur Tarmizi," kata Walikota Agung, Senin (6/7/2026).</font></p><p style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 10px; line-height: 21px; color: rgb(50, 50, 50); text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Informasi yang dirangkum, masa jabat Masykur adalah 30 hari ke depan. Diketahui, saat ini ada 5 pejabat eselon II yang mengikuti ujian seleksi Sekda. Mereka telah melewati tahap ujian teknis dari komite talenta yang diketuai Sekdaprov Riau Syahrial Abdi.</font></p><p style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 10px; line-height: 21px; color: rgb(50, 50, 50); text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Syahril Abdi menyebut hasil nilai mereka telah diberikan kepada Walikota.</font></p><p style="box-sizing: border-box; margin: 0px 0px 10px; line-height: 21px; color: rgb(50, 50, 50); text-align: justify;"><font face="arial" style="" size="3">Adapun lima nama pejabat esselon II di Pemko Pekanbaru itu diantaranya Zulhelmi Arifin (Inspektur Inspektorat), Abdul Jamal (Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan), Firmansyah Eka Putra (Kepala BPKAD), Edward Riansyah (Kepala Dinas PUPR) dan Ingot Ahmad Hutasuhut (Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan).</font></p>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:37:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Masih Tentang Perhutanan Sosial</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Lingkungan/Masih-Tentang-Perhutanan-Sosial</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_1924_Masih-Tentang-Perhutanan-Sosial.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">BEBERAPA hari yang lalu, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan dan jajaran berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di Provinsi Riau. Salah satu kegiatan yang menarik dan penulis ikuti adalah Sarasehan Penanganan Konflik Tenurial Kawasan Hutan. Kegiatan ini menjadi menarik karena memang fenomena konflik tenurial kawasan hutan di Provinsi Riau termasuk yang tertinggi di Indonesia. Perhutanan Sosial diklaim menjadi salah satu cara atau skema untuk menyelesaikan konflik tenurial.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">ADVERTISEMENT</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dasar hukum pelaksanaan Perhutanan Sosial antara lain adalah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2012. Keputusan ini ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.83/Menlhk/Kum.1/10/2016 tentang Perhutanan Sosial yang secara teknis diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan. Pada tahun 2021, peraturan ini kembali diperbaharui dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial. Dan saat ini sedang dalam proses untuk diperbaharui kembali.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Perhutanan Sosial secara definisi berdasarkan Peratura Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 9 tahun 2021 adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau Hutan Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat Setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa (HD), Hutan Kemasyarakatan (HKm), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), Hutan Adat (HA) dan Kemitraan Kehutanan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">ADVERTISEMENT</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebagai sebuah sistem tentu diharapkan dapat menjadi cara untuk menyelesaiakan berbagai permasalahan seputar pengelolaan kawasan hutan. Sistem ini sebagai bentuk pemberian hak kelola kawasan hutan kepada masyarakat setempat atau Masyarakat Hukum Adat (MHA). Persetujuan pengelolaan Perhutanan Sosial terhadap kawasan hutan dapat diberikan kepada perseorangan, kelompok tani hutan dan koperasi. Namun persetujuan dimaksud bukan sebagai bentuk hak kepemilikan atas kawasan hutan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pertanyaannya adalah apakah yang sudah dilakukan sejauh ini sudah sesuai dengan harapan? Untuk menjawab pertanyaan itu patut diketahui dulu perkembangan program ini. Secara nasional menurut data Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, capaian pemberian persetujuan Perhutanan Sosial melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan sampai dengan bulan Juni 2026 mencapai 11.226 SK.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Cakupan masyarakat yang menjadi bagian dari Perhutanan Sosial mencapai 1.431.115 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut sebagian di antaranya yaitu 92.955 KK adalah Masyarakat Hukum Adat (MHA). Luas areal Perhutanan Sosial secara keseluruhan sudah mencapai 8.335.487,63 hektar dengan 368.876,97 hektar merupakan Hutan Adat. Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang terbentuk mencapai 16.663 KUPS.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Perkembangan Perhutanan Sosial di Provinsi Riau, luasan persetujuan pengelolaan mencapai 201.880,42 hektar. Jumlah SK yang diberikan mencapai 213 SK dengan penerima manfaat sekitar 35.815 Kepala Keluarga (KK). Skema persetujuan yang paling banyak adalah Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang mencapai 124 unit SK diikuti skema Hutan Desa (HD), Hutan Tanaman Rakyat (HTR), dan Kemitraan Kehutanan. Skema yang paling kecil capaiannya adalah skema penetapan Hutan Adat (HA) yang baru mencapai 3 SK dengan penerima manfaat sebanyak 6.596 Kepala Keluarga (KK).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Berdasarkan data tersebut, secara umum, capaiannya Perhutanan Sosial di Provinsi Riau masih belum optimal sebagaimana yang diharapkan. Belum lagi pada pemegang persetujuan PS yang sudah memperoleh SK. Apakah saat ini sudah sesuai dapat oeprasional seperti yang diharapkan? Jawabannya sama yaitu belum sesuai yang diharapkan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kondisi ini dapat diamati dari data yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau. Hingga bulan Januari 2026 capaian persetujuan Perhutanan Sosial di Riau baru 38,63 % dari target yang tertuang dalam Peta Indikatif Perhutanan Sosial (PIAPS) Provinsi Riau. Dari pemegang persetujuan yang ada juga belum semuanya sudah menyusun Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS). Jumlah Kelompok Persetujuan Perhutanan Sosial (KPS) yang sudah ada penetapan RKPS baru mencapai 96 KPS atau sekitar 45 %.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Berbagai capaian yang sudah terjadi dalam program Perhutanan Sosial (PS) menjadi menarik dianalisis pada sisi lain. Beberapa hal menarik tersebut adalah sebagai berikut:</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pertama, masih banyak Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) atau pemegang persetujuan PS yang belum Menyusun Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS). Padahal RKPS termasuk bagian dari pengelolaan PS. Dalam prosesnya berdasarkan regulasi yang ada, penyusunan RKPS dilakukan oleh KPS bersama dan/atau didampingi penyuluh dan atau pendamping. Pertanyaanya adalah apakah proses ini sudah berjalan sebagaimana yang diharapkan? Apakah penyuluh dan atau pendamping sudah membantu proses itu?</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dapat diamati dari sudah berapa banyak KPS yang sudah menyusun RKPS dan disahkan pihak terkait? Dari data di atas, hingga bulan April 2026, sudah terdapat 96 KPS atau sekitar 45 % KPS yang sudah menyusun dan disahkan RKPS. Artinya masih banyak lagi KPS yang belum menyusun dan penetapan RKPS. Kondisi ini tentu patut menjadi perhatian bersama, karena bagaimana mau optimal, kalau perencanaan pengelolaanya saja belum disusun dan ditetapkan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Salah satu kendala belum optimalnya penyusunan RKPS yang seringkali dikemukakan pihak terkait dalam berbagai diskusi adalah ketersediaan daya dukung khususnya anggaran. Keterbatasan ini dikeluhkan banyak pihak termasuk jajaran Kementerian Kehutanan dan Pemerintah Provinsi Riau. disaat yang sama, KPS tidak memiliki sumberdaya yang cukup dalam penyusunan RKPS. Padahal RKPS dalam ini termasuk di dalamnya penguatan kelembagaan, penataan areal, pemanfaatan hutan, rehabiliasi hutan, perlindungan dan pengamanan hutan. Selain itu termasuk juga pengembangan kewirausahaan, proses monitoring dan evaluasinya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kedua, capaian penetapan Hutan Adat yang belum optimal. Berdasarkan data yang ada, saat ini terdapat 3 Hutan Adat yang sudah ditetapkan di Provinsi Riau. Penerima manfaat sebanyak Hutan Adat 6.596 Kepala Keluarga (KK) dengan luas areal mencapai 19.518 hektar yang terbagi menjadi 813 hektar penetapan Hutan Adat definitif dan 18.705 hektar penetapan Hutan Adat indikatif. Salah satu kendala proses penetapan Hutan Adat adalah proses penetapan Masyarakat Hukum Adat (MHA) oleh Pemerintah Daerah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Penetapan Hutan Adat, diklaim pemerintah sebagai wujud atau bentuk pengakuan dan perlindungan Negara terhadap Masyarakat Hukum Adat beserta wilayah adatnya. Tentu saja tujuannya untuk menjaga kelestarian hutan dan kesejahteraan generasi mendatang. Kriteria mendasar penetapan Hutan Adat adalah berada di dalam wilayah adat dan merupakan areal berhutan dengan batas yang jelas dan dikelola sesuai kearifan lokal MHA.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang akan melakukan pengelolaan Hutan Adat ditetapkan dengan peraturan daerah jika MHA berada dalam kawasan hutan negara. MHA juga ditetapkan dengan peraturan daerah atau keputusan kepala daerah sesuai kewenangannya, jika MHA berada di luar kawasan hutan negara. Saat ini belum semua daerah memiliki peraturan daerah yang mengatur dan mendukung proses pengakuan MHA.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebenarnya di tingkat Provinsi Riau sudah memiliki peraturan daerah yang mengatur pengakuan keberadaan Masyarakat Hukum Adat (MHA). Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pedoman Pengakuan Keberadaan Masyarakat Hukum Adat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Secara teknis sudah diterbitkan aturan turunannya melalui Peraturan Gubernur Riau Nomor 14 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2018 tentang Pengakuan Masyarakat Hukum Adat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Namun di tingkat kabupaten dan kota belum semua daerah memiliki peraturan daerah yang mengatur pengakuan Masyarakat Hukum Adat (MHA). Daerah terakhir yang sudah menetapkan peraturan daerah yang mengatur pengakuan MHA adalah Kabupaten Kuantan Singingi dan Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebelumnya sudah ada di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Siak. Aspirasi masyarakat untuk proses itu sudah banyak dilakukan seperti di Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Bengkalis.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ketiga, selama ini permohonan dan persetujuan Pehutanan Sosial disampaikan dan ditetapkan Kementerian Kehutanan. Secara regulasi, dalam hal tertentu, permohonan pemberian persetujuan Perhutanan Sosial dapat disampaikan kepada Gubernur. Walaupun masih terbatas pada persetujuan pengelolaan Hutan Desa dan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan. Salah satu kriterianya adalah daerah tersebut memiliki peraturan daerah tentang Perhutanan Sosial. Kriteria lainnya adalah anggaran pendapatan dan belanja daerah paling sedikit 35 % dari total anggaran bidang kehutanan untuk Perhutanan Sosial.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Artinya, ketentuan penyediaan anggaran pendapatan dan belanja daerah paling sedikit 35 % total anggaran bidang kehutanan dipersyaratkan untuk persetujuan PS oleh Gubernur. Tidak ada persyaratan khusus yang diatur dalam regulasi mengenai penetapan minimal anggaran daerah ketika persetujuan Perhutanan Sosial diproses dan dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan. Proses penyusunan perda didaerah tidak dapat dibenturkan dengan sayarat minimal tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Keempat, pengelolaan Perhutanan Sosial juga dilakukan melalui pengembangan usaha. Secara regulasi kegiatan pengembangan usaha Perhutanan Sosial yang dilakukan meliputi penguatan kelembagaan, pemanfaatan hutan, pengembangan kewirausahaan dan kerja sama pengembangan usaha. Penguatan kelembagaan Kelompok Perhutanan Sosial salah satunya dilakukan melalui pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Pengembangan usaha Perhutanan Sosial dihadapkan dengan tantangan akses pasar dan modal.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sering kali upaya pengembangan usaha termasuk dalam pengelolaan Perhutanan Sosial kurang memperhitungkan akses pasar. Tidak sedikit produk masyarakat yang dihasilkan termasuk dari pengelolaan Perhutanan Sosial, kurang memperhitungkan akses pasar. Akibatnya produksi yang dihasilkan tidak dapat memiliki nilai ekonomi yang cukup. Di saat yang sama akses permodalan dalam pengembangan usaha juga terbatas.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Upaya mendorong KPS untuk bermitra dengan pihak terkait termasuk dengan Kementerian Kehutanan adalah sebuah keniscayaan. Karena persetujuan dan atau penetapan Perhutanan Sosial tidak dapat dipadankan dengan pemanfaatan kawasan hutan melalui skema Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Karena sumber daya yang dimiliki Kelompok Perhutanan Sosial dan PBPH tentu berbeda khususnya dari aspek permodalan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Akhirnya, dengan segala dinamikanya kita semua berharap program Perhutanan Sosial (PS) sebagaimana tujuan awalnya yang diharapkan banyak pihak menjadi salah satu solusi dalam upaya pengelolaan hutan dapat terwujud. Masyarakat sekitar kawasan hutan dapat memiliki akses dalam pengelolaan hutan termasuk dalam pengawasannya. Konflik penguasaan lahan juga dapat berkurang melalui pemberian akses kelola ini. Harapan selanjutnya tentu saja peningkatan kesejahteraan rakyat dengan tetap menjaga kelestarian hutan. Semoga.(ckplh)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:35:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Usai Ditegur, Kepala OPD Penuhi Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Politik/Usai-Ditegur--Kepala-OPD-Penuhi-Ruang-Rapat-Paripurna-DPRD-Riau</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_9645_Usai-Ditegur--Kepala-OPD-Penuhi-Ruang-Rapat-Paripurna-DPRD-Riau.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKPEKANBARU-Usai ditegur Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, dalam rapat paripurna penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Kamis pekan lalu, kini kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berbondong-bondong hadir dalam rapat paripurna.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pandangan Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung Senin (6/7/2026), seluruh Kepala OPD tampak hadir. Kursi kepala OPD di ruang sidang paripurna tersebut tampak penuh terisi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bahkan, sejumlah kursi yang disediakan untuk tamu juga penuh dalam rapat paripurna tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menanggapi hal itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, mengapresiasi atas kehadiran kepala OPD dalam rapat paripurna tersebut. Menurutnya, hadirnya kepala OPD dalam rapat paripurna tersebut sesuatu hal yang bagus.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Baguslah," ucap SF Hariyanto, singkat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Rapat paripurna sebelumnya, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, sempat geram karena banyak kepala OPD yang tidak hadir dalam agenda penyampaian Ranperda tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bahkan SF dalam paripurna tersebut akan memberikan teguran kepada kepala OPD yang tidak hadir. Dia menyebut, OPD merupakan pengguna anggaran, akan tetapi saat paripurna laporan pertanggungjawaban malah tidak hadir.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Ini kan Ranperda Laporan Pertanggungjawaban, yang makai anggaran OPD, masa dia (OPD) tak hadir. Kalaupun tak hadir apa alasannya. Jadi ini saya tegur nanti, saya langsung yang neken teguran,"(ckplh)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:32:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Balai Adat Datuak Panglimo Dalam di Kampung Suhardiman Amby Digeledah KPK</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Balai-Adat-Datuak-Panglimo-Dalam-di-Kampung-Suhardiman-Amby-Digeledah-KPK</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_6220_Balai-Adat-Datuak-Panglimo-Dalam-di-Kampung-Suhardiman-Amby-Digeledah-KPK.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">KUANSING-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali beraksi di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Senin (6/7/2026). Lembaga antirasuah itu melakukan penggeledahan di sejumlah tempat.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Salahsatunya di Balai Adat Datuk Panglimo Dalam, yang ada di Desa Pulau Panjang Hulu Inuman merupakan kampung halaman Bupati Kuansing Suhardiman Amby, tersangka kasus jual beli jabatan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Diketahui Balai Adat Datuak Panglimo Dalam ini dibangun dengan dana CSR perusahaan. Bersama dengan Pondok Pesantren Imam Saleh yang ada di desa tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Balai Adat ini sering menjadi pusat acara pelantikan para pejabat, pusat pengajian dan pusat rapat-rapat para pemangku adat yang tergabung di Lembaga Adat Nagori Kuansing.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sejak pukul 09.00 WIB, terlihat iring-iringan mobil polisi dan Tim Penyidik. Mereka melewati jalan yang ada di Desa Pulau Ingu Benai, menuju Kuantan Hilir Seberang dan langsung ke Inuman.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sepertinya itu iringan mobil Tim KPK," kata Isul seorang warga yang melihat langsung iringan mobil tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di Balai Adat Panglimo Dalam Inuman, Tim Penyidik KPK tiba menggunakan tiga unit kendaraan, terdiri dari dua mobil berwarna hitam dan satu mobil berwarna putih.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Proses penggeledahan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian bersenjata lengkap.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di tempat terpisah, Tim KPK juga tengah melakukan operasi di kawasan Pucuk Rantau.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebelumnya, Ahad (5/7/2026), dilakukan penggeledahan di rumah Ketua DPRD Kuansing dan rumah Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kuansing, Andriyama Putra.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Belum ada keterangan resmi dari pihak KPK terkait aksi penggeledahan di sejumlah lokasi terkait kasus korupsi yang menjerat Bupati Kuansing Suhardiman Amby Datuak Panglimo Dalam dkk.(ckplh)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:30:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pemprov Riau Lakukan Percepatan 4.836 Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Pemprov-Riau-Lakukan-Percepatan-4-836-Bantuan-Stimulus-Perumahan-Swadaya</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_3745_Pemprov-Riau-Lakukan-Percepatan-4-836-Bantuan-Stimulus-Perumahan-Swadaya.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan percepatan pelaksanaan Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Riau.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Untuk percepatan program Pemerintah Pusat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto mengumpulkan stakeholder terkait di Ruang Rapat Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Senin (6/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Plt Gubri mengatakan, Pemprov Riau bersama pihak terkait lainnya saat ini melakukan evaluasi pelaksanaan BSPS guna pematangan program tersebut berjalan maksimal.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"BSPS ini merupakan program pemerintah pusat yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Jadi memang memerlukan kerja sama dan sinergi," kata Plt Gubri.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">SF Hariyanto mengatakan, program BSPS tersebut dilakukan secara merata di 12 kabupaten/kota se-Riau. Program ini akan didukung dengan bantuan listrik dan modal usaha.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Memang bantuan rumahnya dari Pemerintah Pusat. Namun kita akan lengkapi dengan bantuan listrik dari PLN, bantuan modal usaha dari BRI dan BRK Syariah," ungkapnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Plt Gubri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas bantuan tersebut. Sebab, BSPS di Riau pada tahun 2026 mengalami peningkatan mencapai 1.000 persen dibanding tahun 2025.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, kepada Pak Presiden. Di mana, tahun kemarin bantuan BSPS sebanyak 433 rumah, dan tahun ini mengalami peningkatan mencapai 1.000 persen dengan jumlah 4.836 rumah. Kita ucapkan terima kasih kepada Presiden karena sudah membantu Riau,"(ckplh)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:27:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Eksplorasi Kesenian dan Wisata Banyuwangi, Enggak Kalah sama Bali</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Traveler/Eksplorasi-Kesenian-dan-Wisata-Banyuwangi--Enggak-Kalah-sama-Bali</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_7364_Eksplorasi-Kesenian-dan-Wisata-Banyuwangi--Enggak-Kalah-sama-Bali.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">JAKARTA - Destinasi wisata di Bali sudah tersohor di seluruh dunia. Alam dan budaya ikonis Bali tentu saja selalu jadi incaran utama turis mancanegara dan lokal.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Saking indah dan tenangnya nuansa Bali tentu saja kepadatan turis terjadi di area Bali Selatan. Untuk itu, Kementerian Pariwisata mulai gencar mengenalkan kawasan 3B (Bali Utara, Bali Barat, dan Banyuwangi). Kawasan ini jadi opsi seru buat kamu yang ingin liburan lebih lama sekaligus mengeksplorasi tempat baru.Khusus Banyuwangi, daerah ini sudah lama berbenah dan sukses melepas stigma masa lalunya. Sekarang, Banyuwangi menjelma jadi primadona wisata di ujung timur Pulau Jawa. Mengusung julukan The Sunrise of Java, Banyuwangi menawarkan beragam atraksi keren yang sayang banget kalau dilewatkan. Dari wisata alam sampai petualangan seru, semuanya ada!</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Yuk, intip destinasi apa saja yang wajib kamu datangi di Banyuwangi:</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">1. Kawah IjenIni dia salah satu destinasi unggulan Jawa Timur yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Berada di ketinggian 2.368 mdpl dengan kaldera terluas di Pulau Jawa, Kawah Ijen punya pesona magis berupa blue fire (api biru) yang keindahannya sudah mendunia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Fenomena alam ini terjadi karena sublimasi gas belerang yang mencapai suhu lebih dari 200°C. Kerennya lagi, fenomena ini cuma ada dua di dunia! Kalau mau melihat blue fire, kamu harus siap-siap mendaki sekitar 2-3 jam dari titik awal pendakian pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 01.00 sampai 04.00.2. De Djawatan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Mau merasakan atmosfer fiksi bak di film The Lord of the Rings? Datang saja ke De Djawatan Forest. Kawasan hutan lindung seluas 9 hektare yang dikelola oleh Perum Perhutani ini menyuguhkan pemandangan yang unik banget. Nama "De Djawatan" sendiri dipakai untuk mengenang masa jaya Perum Perhutani yang dulunya bernama Djawatan Kehutanan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Terletak di Desa Benculuk, tempat ini dipenuhi ratusan pohon trembesi raksasa yang sudah berumur 100 hingga 150 tahun. Batang-batang pohonnya yang rindang dan diselimuti lumut serta tanaman menjalar membuat suasananya terasa magis. Dijamin, kamu bakal langsung tergoda buat foto-foto dan memamerkannya di media sosial!</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">3. Desa Wisata TamansariTerletak di kawasan barat Banyuwangi, sekitar 24 kilometer dari pusat kota, tepatnya di Kecamatan Licin, ada Desa Wisata Tamansari. Sejak awal 2016, desa di kaki Gunung Ijen ini sudah dikenal sebagai Desa Wisata berbasis Smart Kampung. Udara di sini sejuk banget dengan pemandangan alam yang memanjakan mata.Di sini, kamu bisa merasakan pengalaman liburan yang autentik berkat adanya homestay tradisional, perkebunan kopi, dan keramahan warga lokal yang bikin betah. Jangan lupa juga buat mampir ke Sendang Seruni, sebuah kolam pemandian alami yang airnya bersumber langsung dari mata air pegunungan. Airnya jernih, segar, dan makin asri karena dikelilingi tanaman selada air.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">4. Kopi Banyuwangi</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Banyuwangi juga terkenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia. Kalau main ke Desa Adat Osing Kemiren, kamu bakal menemukan komunitas yang punya tradisi ngopi yang unik.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Mereka punya filosofi ikonis: "Sekali seduh, kita bersaudara." Di desa ini, kamu bahkan bisa belajar proses membuat kopi sendiri, mulai dari menyangrai, menumbuk, menyaring, sampai menyajikannya dengan benar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain kopi Kemiren, Banyuwangi juga punya varian kopi khas lainnya seperti kopi lanang, kopi seblang, dan kopi pingit (kopi lawas). Pokoknya wajib bawa pulang buat oleh-oleh!</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">5. Museum Blambangan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Buat kamu yang suka sejarah, Museum Blambangan yang didirikan pada 25 Desember 1977 ini wajib masuk daftar kunjungan. Nama museum ini diambil dari Kerajaan Blambangan, kerajaan besar yang dulu menguasai wilayah ini pada masa kejayaan Majapahit.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Museum ini dibangun untuk melestarikan warisan budaya masyarakat Banyuwangi. Di sini, kamu bisa menelusuri lini masa sejarah Banyuwangi sekaligus melihat langsung replika atau peninggalan kereta kuda yang dulu jadi transportasi utama Kerajaan Blambangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">6. Tari Gandrung Banyuwangi</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Tari Gandrung merupakan tarian tradisional yang mengekspresikan rasa syukur masyarakat Banyuwangi setelah masa panen. Kata "gandrung" sendiri berarti terpesona atau kagum, menggambarkan rasa hormat masyarakat kepada Dewi Sri (Dewi Padi) yang membawa kemakmuran.Gerakan tariannya sangat khas dan ekspresif, memadukan keselarasan gerakan tangan, kaki, dan bahu. Setiap tahunnya, ada acara budaya megah bernama Festival Gandrung Sewu yang digelar di Pantai Boom. Dengan latar belakang Selat Bali yang indah, festival ini enggak cuma menyuguhkan seni yang megah, tapi juga membawa pesan mendalam tentang harmoni antara manusia dan alam.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">7. Pantai Blimbingsari</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Setelah puas jalan-jalan, saatnya makan enak di Pantai Blimbingsari! Pantai yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota (Kecamatan Rogojampi) ini terkenal banget dengan kuliner ikan bakarnya yang khas.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di sepanjang pantai, ada banyak warung lesehan yang menyajikan hidangan laut segar. Jenis ikan yang paling sering dicari pengunjung adalah ikan kerapu, kakap merah, kakap putih, atau tambak moncong. Menyantap ikan bakar yang lezat sambil menikmati deburan ombak dan momen matahari terbit benar-benar melengkapi pengalaman kamu di The Sunrise of Java.(okzone)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:23:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Kebakaran di Palmerah Tewaskan Lansia, Diduga Akibat Masalah Listrik</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Kebakaran-di-Palmerah-Tewaskan-Lansia--Diduga-Akibat-Masalah-Listrik</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_5237_Kebakaran-di-Palmerah-Tewaskan-Lansia--Diduga-Akibat-Masalah-Listrik.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Seorang lansia bernama Suratman (81) meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran rumah di Jalan Palmerah Utara III, RT 15/RW 08, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 5 Juli 2026. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kasie Ops Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 18.31 WIB. Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi secara bertahap.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Objek terbakar rumah tinggal. Jadi sekitar pukul 18.28 WIB, asap mulai terlihat dan sudah membesar dari rumah salah satu warga di lantai 2. Kemudian warga melaporkan kejadian tersebut,” ujar Syaiful dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 18.37 WIB. Api berhasil dilokalisasi pada pukul 19.19 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga operasi dinyatakan selesai pada pukul 20.18 WIB.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kebakaran tersebut menghanguskan area sekitar 10 x 12 meter. Peristiwa ini berdampak terhadap lima kepala keluarga dengan total 12 jiwa.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Diduga sementara disebabkan oleh korsleting listrik,” ujar Syaiful.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Detik-detik Kebakaran</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebelumnya, Kebakaran menghanguskan sejumlah rumah di permukiman warga di Jalan Palmerah Utara III, RT 15/RW 08, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat, pada Minggu malam.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Seorang warga bernama Rafi mengatakan, api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga sebelum dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sedikitnya lima rumah semi permanen dilaporkan terdampak dalam peristiwa tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Awalnya saya enggak tahu, karena lagi di luar. Terus ditelpon keluarga bahwa ada kebakaran. Yang terbakar rumah Pak Beni, terus nyebar. Lima rumah lebih," kata Rafi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Berdasarkan informasi yang diterimanya, kebakaran diduga dipicu oleh kompor yang masih menyala saat ditinggal pemilik rumah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Katanya lagi masak, terus lupa ditinggal," tutur Rafi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Saat kebakaran terjadi, warga sekitar berupaya memadamkan api secara mandiri dengan menyiram bangunan yang terbakar agar kobaran tidak semakin meluas sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.(merdeka.com)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:19:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>KPK Verifikasi Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Nasional/KPK-Verifikasi-Laporan-Penolakan-Gratifikasi-Raja-Juli</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_7501_KPK-Verifikasi-Laporan-Penolakan-Gratifikasi-Raja-Juli.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima laporan mengenai penolakan gratifikasi yang dilakukan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, pada hari Jumat, 3 Juli 2026.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa laporan tersebut kini sedang dalam proses verifikasi dan analisis oleh Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik (DGPP) KPK.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Atas pelaporan tersebut, tim pada Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik (DGPP) KPK akan melakukan verifikasi dan analisis, termasuk koordinasi dengan internal KPK," kata Budi dalam keterangannya pada hari Senin, 6 Juli 2026.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Setelah proses verifikasi dan analisis selesai, KPK akan mengumumkan hasilnya, termasuk keputusan apakah laporan tersebut bisa ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Budi juga menjelaskan bahwa semua proses dan mekanisme yang dilakukan berlandaskan pada Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) Nomor 1 Tahun 2026, yang merupakan revisi dari Perkom Nomor 2 Tahun 2019 mengenai Pelaporan Gratifikasi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga program prioritas pemerintah, Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), dari praktik korupsi yang dapat merugikan masyarakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"TORA merupakan salah satu program prioritas nasional, jangan sampai izin pelepasan kawasan hutan yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani, tercederai karena adanya dugaan praktik korupsi," tutupnya. Penegasan ini menunjukkan komitmen KPK untuk menjaga integritas program-program yang mendukung kesejahteraan rakyat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menhut Kembalikan Amplop</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa ia telah mengembalikan amplop putih yang ditinggalkan oleh Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, setelah audiensi di Kementerian Kehutanan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pengembalian amplop tersebut dilakukan melalui ajudannya pada 12 Juni 2026, yang merupakan 17 hari sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Suhardiman. Raja Juli menjelaskan bahwa pertemuan dengan Bupati Kuansing berlangsung pada 2 Juni 2026 di kantor kementerian tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menambahkan, setelah pertemuan selesai, Suhardiman meninggalkan sebuah amplop yang dibungkus dalam map.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Dalam audiensi itu ternyata Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map. Setelah beliau pergi, saya baru sadar dan langsung meminta ajudan saya untuk mengembalikan amplop tersebut. Saya tidak tahu isinya apa, tetapi saya merasa tidak memiliki hak atas amplop itu,” tuturnya saat memberikan keterangan kepada media di Kementerian Kehutanan pada Jumat (3/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Raja Juli juga menjelaskan bahwa rencana pengembalian amplop seharusnya dilakukan pada hari yang sama, tetapi tertunda karena ajudannya harus mendampinginya menjalankan agenda kedinasan yang telah dijadwalkan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ajudan mengembalikan amplop kepada Bupati Kuansing</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Raja Juli menyampaikan bahwa Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan telah mengeluarkan surat tugas pada tanggal 11 Juni 2026 agar ajudannya dapat bertemu langsung dengan Bupati Kuansing. Selain itu, ia juga menghubungi Kapolda Riau untuk memberikan dukungan dalam memfasilitasi pertemuan tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Jadi tanggal 12 Juni, sekitar 17 hari sebelum OTT, ajudan saya sudah mengembalikan amplop putih kepada Bupati Kuantan Singingi. Ada tanda terimanya, ada fotonya,” ujarnya. Raja Juli menekankan bahwa pengembalian amplop tersebut merupakan wujud tanggung jawab moral dan komitmennya untuk mencegah praktik gratifikasi. “Sebagai tanggung jawab moral saya dan komitmen memberantas korupsi serta gratifikasi, saya mengembalikan amplop yang saya sendiri tidak tahu isinya dan saya merasa itu bukan hak saya,(merdeka.com)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:16:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Dewas KPK Diminta Evaluasi Akuntabilitas Penyidikan Kasus Bea Cukai</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Dewas-KPK-Diminta-Evaluasi-Akuntabilitas-Penyidikan-Kasus-Bea-Cukai</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_4273_Dewas-KPK-Diminta-Evaluasi-Akuntabilitas-Penyidikan-Kasus-Bea-Cukai.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">JAKARTA - Penanganan perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) resmi diadukan oleh Center for Budget Analysis (CBA) ke Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/7/2026). Langkah ini menjadi respons atas ketidakjelasan pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK sejak Rabu (4/2/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Soroti Aspek Krusial Perkara</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi menjelaskan bahwa laporan ini berfokus pada evaluasi khusus tanpa bermaksud mencampuri urusan teknis hukum.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Pengaduan ini kami ajukan bukan untuk mengintervensi teknis penyidikan atas perkara Bea Cukai yang sedang berjalan atau menggelinding seperti koin. Yang satu dibuka terang-terangan oleh penyidik KPK, sedangkan yang lain masih disembunyikan dan belum diungkap atau dilanjutkan," katanya, Minggu (5/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pertanyakan Posisi Hukum Importir</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Aduan sipil ini menitikberatkan pada kejelasan status hukum sekitar 20 perusahaan forwarder atau importir yang telah diperiksa oleh tim penyidik KPK. Hingga kini, informasi mengenai keterlibatan pihak swasta tersebut belum dipublikasikan secara transparan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Status mereka belum dijelaskan secara terbuka oleh KPK. Apakah hanya sebagai saksi pembanding atau bagian dari pemetaan jaringan yang lebih luas yang sengaja belum diungkap? Ini menjadi pertanyaan," jelasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dorong Pengawasan Undang-Undang</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">CBA mendesak Dewas KPK memaksimalkan peran pengawasan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Pembenahan ini mencakup transparansi kinerja serta akuntabilitas di sektor kepabeanan demi menjaga kepercayaan publik.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kasus Bea Cukai harus dievaluasi secara kinerja, sekaligus dilakukan pengujian terhadap aspek kepatutan etik dan akuntabilitas penanganan perkara oleh Dewan Pengawas KPK,"(goriau)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:14:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pemprov Riau Kaji Anggaran Atasi Kemacetan Pusat Perbelanjaan Pekanbaru</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Sosial/Pemprov-Riau-Kaji-Anggaran-Atasi-Kemacetan-Pusat-Perbelanjaan-Pekanbaru</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_8101_Pemprov-Riau-Kaji-Anggaran-Atasi-Kemacetan-Pusat-Perbelanjaan-Pekanbaru.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU - Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto merespons usulan Anggota DPRD Riau, Ginda Burnama terkait pembangunan infrastruktur jalan di kawasan pusat perbelanjaan. Usulan untuk mengatasi titik kemacetan terparah di Kota Pekanbaru tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Riau, Senin (6/7/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemerintah Provinsi Riau akan terlebih dahulu mengkaji ketersediaan anggaran sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Persoalan kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Pekanbaru saat ini sudah menjadi perhatian serius karena dampaknya semakin dirasakan langsung oleh masyarakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita akan lihat dulu apakah anggarannya tersedia. Ini memang persoalan yang cukup mendesak, karena kemacetan di beberapa ruas jalan Kota Pekanbaru sudah sangat mengkhawatirkan," ujar SF Hariyanto.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebelum merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah juga harus memastikan status kewenangan jalan yang akan ditangani. Hal ini bertujuan untuk memetakan secara pasti tanggung jawab pengerjaan, apakah menjadi kewenangan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, atau Pemerintah Kota Pekanbaru.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Harus kita lihat dulu mana yang menjadi kewenangan provinsi, mana kewenangan pemerintah pusat, dan mana kewenangan Pemerintah Kota Pekanbaru. Semua itu harus disesuaikan agar penanganannya tepat," jelasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemerintah Provinsi Riau sebenarnya telah mengantisipasi persoalan kemacetan ini sejak dini. Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi merupakan wajah Riau yang harus mampu memberikan kenyamanan, baik bagi warga setempat maupun para pendatang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita sudah memikirkan persoalan ini lebih awal. Pekanbaru adalah wajah Provinsi Riau, dan tentu kita tidak ingin kota ini dikenal karena kemacetannya seperti yang terjadi di beberapa kota besar lainnya," tambahnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pertumbuhan ekonomi Riau diyakini akan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang. Seiring dengan hal tersebut, volume kendaraan bermotor di Kota Pekanbaru diperkirakan juga akan terus bertambah. Pemerintah menilai penanganan kemacetan harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan agar tidak menjadi persoalan pelik yang semakin sulit diatasi di masa depan.(goriau)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 13:12:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title> Rekor MURI lagi, Ribuan ASN Pemko Pekanbaru Bacakan Surat Al - Mulk Secara Serentak</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/-Rekor-MURI-lagi--Ribuan-ASN-Pemko-Pekanbaru-Bacakan-Surat-Al---Mulk-Secara-Serentak</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir072026/_5826_-Rekor-MURI-lagi--Ribuan-ASN-Pemko-Pekanbaru-Bacakan-Surat-Al---Mulk-Secara-Serentak.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menorehkan sejarah nasional dalam peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Setelah sebelumnya sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui penyajian Kue Talam Durian terpanjang, Sabtu (4/7/2026) malam, Pemko Pekanbaru kembali mencatatkan prestasi dengan menghadirkan 9.184 ASN dan Non ASN yang membaca Surah Al-Mulk secara serentak, sekaligus mengantarkan Pekanbaru meraih Rekor MURI.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ribuan peserta memadati pelataran Masjid Agung An-Nur Pekanbaru dengan balutan busana putih. Lantunan Surah Al-Mulk bergema serempak, menghadirkan suasana religius yang khidmat dan menjadi pemandangan bersejarah di ibu kota Provinsi Riau.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan semata-mata untuk mengejar rekor, melainkan bagian dari ikhtiar membangun budaya birokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Al-Quran.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Surah Al-Mulk dikenal sebagai Al-Mani’ah, yaitu surah yang menjadi pelindung dari siksa kubur. Kami ingin kesibukan sebagai pelayan masyarakat tidak membuat ASN melupakan bekal akhirat. Rekor ini hanyalah catatan sejarah, sedangkan tujuan besarnya adalah menghadirkan aparatur yang berintegritas, amanah, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bekerja,” ujar Agung Nugroho.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, Surah Al-Mulk mengajarkan bahwa seluruh kekuasaan adalah milik Allah SWT. Nilai tersebut menjadi pengingat bagi setiap aparatur bahwa jabatan hanyalah amanah yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Semoga gerakan ini tidak berhenti pada malam ini. Kami ingin budaya mengaji terus hidup di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru dan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia,” tambahnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Atas capaian tersebut, Museum Rekor Indonesia (MURI) secara resmi menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru sebagai penyelenggara kegiatan membaca Surah Al-Mulk secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tabligh akbar yang disampaikan dai nasional Ustadz Das’ad Latif. Dalam tausiahnya, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan karakter aparatur sipil negara.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Pegawai yang rajin mengaji, insyaAllah tidak akan mau korupsi. Pegawai yang memahami Surah Al-Mulk akan sadar bahwa kekuasaan hanyalah milik Allah, sehingga akan rendah hati dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” ujar Ustadz Das’ad yang disambut antusias ribuan jamaah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, Pemerintah Kota Pekanbaru juga membagikan berbagai hadiah melalui pengundian, termasuk tiga paket ibadah umrah bagi ASN yang beruntung.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Rekor MURI membaca Surah Al-Mulk secara serentak ini menjadi Rekor MURI ketiga yang berhasil diraih Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebelumnya, Pemerintah Kota Pekanbaru sukses memecahkan Rekor MURI melalui penyajian Kue Talam Durian terpanjang pada rangkaian Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242. Pada tahun sebelumnya, Pekanbaru juga berhasil mencatatkan Rekor MURI melalui pasangan pengantin berbusana adat Melayu terbanyak dalam kegiatan nikah massal gratis yang diikuti oleh 71 pasangan pengantin.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Tiga Rekor MURI tersebut menggambarkan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat monumental, tetapi juga memiliki nilai budaya, sosial, dan spiritual. Mulai dari pelestarian adat Melayu, pelayanan sosial kepada masyarakat melalui nikah massal, hingga penguatan karakter aparatur melalui gerakan mengaji Al-Qur’an.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di bawah kepemimpinan Agung Nugroho, pembangunan Kota Pekanbaru tidak hanya diarahkan pada kemajuan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan identitas budaya Melayu serta nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam mewujudkan Pekanbaru Berbudaya, Maju, dan Sejahtera.(rtc)</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 11:32:00 +0700</pubDate>
</item></channel></rss>