<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
		<rss version="2.0" >
        <channel>
        <title>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</title>
        <link>https://www.spiritriau.com/</link>
        <description>spiritriau.com merupakan situs berita online terkini dan terpercaya di Provinsi Riau</description>
        <language>en-us</language>
        <pubDate>Sat, 09 May 2026 08:35:58 +0700</pubDate>
        <lastBuildDate>Sat, 09 May 2026 08:35:58 +0700</lastBuildDate>
        <generator>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update RSS Generator</generator>
        <managingEditor>redaksi@spiritriau.com</managingEditor>
        <webMaster>arie.vcr@gmail.com</webMaster>
		<image>
		<url>https://www.spiritriau.com/icon.gif</url>
		<title>Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</title>
		<link>https://www.spiritriau.com/</link>
		<description>Fasilitas RSS dari Berita Riau Terkini Online | Spirit Riau Update</description>
		</image>
<item>
<title>Kunjugan Bhabinkamtibmas Polsek Kelayang, Modernisasi Ketahanan Pangan Masa Depan</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Kunjugan-Bhabinkamtibmas-Polsek-Kelayang--Modernisasi-Ketahanan-Pangan-Masa-Depan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_3619_Kunjugan-Bhabinkamtibmas-Polsek-Kelayang--Modernisasi-Ketahanan-Pangan-Masa-Depan.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font size="3">INHU-Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Salah satunya melalui peran aktif Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke lapangan untuk mendampingi masyarakat dalam pengembangan sektor peternakan modern.</font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3">Pada Jumat malam, 8/5/ 2026, Bhabinkamtibmas Polsek Kelayang Brigadir Dedi Sutrisno melaksanakan kunjungan sekaligus silaturahmi kepada peternak ayam potong milik Sdr. Raja Roma Gustrinda di Kelurahan Simpang Kelayang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka penguatan program ketahanan pangan sekaligus memastikan usaha peternakan masyarakat berjalan aman, sehat dan produktif.</font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3">Kunjungan itu menjadi gambaran nyata bahwa modernisasi sektor peternakan mulai berkembang di wilayah pedesaan Kabupaten Indragiri Hulu. Kandang ayam milik Raja Roma Gustrinda diketahui telah menggunakan sistem blower modern, sebuah teknologi yang membantu menjaga sirkulasi udara dan kestabilan suhu kandang sehingga pertumbuhan ayam menjadi lebih optimal.</font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3">Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, SH., S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Kelayang IPTU Rudi Syahputra, SH., MH menyampaikan bahwa keterlibatan personel Bhabinkamtibmas dalam sektor ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3">Menurutnya, keberadaan peternakan modern seperti yang dikembangkan warga di Simpang Kelayang menjadi salah satu potensi besar dalam menopang ketahanan pangan masa depan. Selain meningkatkan produksi pangan, usaha peternakan juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3">“Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga mendukung masyarakat dalam berbagai sektor produktif, termasuk peternakan dan ketahanan pangan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan motivasi serta rasa aman kepada para pelaku usaha,” ujar IPTU Rudi Syahputra.</font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3">Dalam kesempatan tersebut, Brigadir Dedi Sutrisno juga memberikan imbauan kepada pemilik peternakan agar tetap memperhatikan pengelolaan limbah kotoran ayam atau kohe ayam dengan baik. Hal itu penting dilakukan agar aktivitas peternakan tidak menimbulkan gangguan kenyamanan bagi masyarakat sekitar maupun berdampak terhadap kesehatan lingkungan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3">Sementara itu, pemilik kandang ayam, Raja Roma Gustrinda mengaku senang atas perhatian dan dukungan dari pihak kepolisian terhadap usaha peternakan yang sedang dikembangkannya. Ia berharap peternakan modern dengan sistem blower yang diterapkan dapat meningkatkan hasil produksi dan menjadi contoh bagi peternak lain di wilayah Kecamatan Kelayang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font size="3">Melalui pendekatan humanis dan pembinaan langsung kepada masyarakat, Polsek Kelayang terus menunjukkan bahwa sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang modern, mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hulu.</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Sat, 09 May 2026 06:59:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Polisi Tangkap Maling Modus Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi di Bogor.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Polisi-Tangkap-Maling-Modus-Ganjal-ATM-Pakai-Tusuk-Gigi-di-Bogor-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_4175_Polisi-Tangkap-Maling-Modus-Ganjal-ATM-Pakai-Tusuk-Gigi-di-Bogor-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bogor - Pencuri modus ganjal ATM menggunakan tusuk gigi inisial ME (42) ditangkap polisi ketika beraksi di salah satu rumah sakit di Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Barang bukti berupa 41 kartu ATM dan 7 batang tusuk gigi diamankan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Melakukan pengungkapan kasus dan mengamankan satu orang pelaku tindak pidana percobaan pencurian dengan pemberatan dan perusakan. Percobaan pencurian, pelaku (modus) ganjal ATM," kata Kapolsek Babakanmadang AKP Trias Karso Yuliantoro ketika dimintai konfirmasi, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Trias menyebut pelaku ditangkap ketika beraksi di ATM center salah satu rumah sakit di Sentul, Bogor, pada Kamis (7/5). Pelaku ME ternyata salah satu buron kasus serupa, yang sedang dibuntuti gerak-geriknya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Jadi pelaku ini memang sudah kita buntuti, terus pelaku itu juga salah satu DPO dari Polresta Bogor Kota. Kawan-kawan pelaku ini sudah ditangkap di Bogor Kota, tahun 2025 di Warung Jambu yang viral (lepas tembakan) itu. Nah, DPO dari komplotan itu salah satunya yang kita tangkap ini, yang inisial M (ME)," ungkap Trias.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Barang bukti (yang diamankan) 41 kartu ATM berbagai bank, 5 buah potongan tusuk gigi, 2 buah tusuk gigi," imbuhnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pelaku ME, kata Trias, ditangkap ketika sedang mengganjal lubang ATM menggunakan tusuk gigi. Sementara itu, rekannya inisial W kabur ketika petugas datang menyergap.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Jadi perbuatannya sudah berlangsung. Dia dipergoki sedang mengganjalkan tusuk gigi ke dalam (lubang) ATM. Korbannya belum ada, karena kan baru sedang pasang, keburu kita amankan," kata Trias.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Ada dua orang pelakunya. Diduga Saudara W DPO juga, cuma keburu kabur ketika kita datang. Jadi kawannya ini (ME) ditinggal di dalam (ruangan) ATM," imbuhnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Saat ini, kata Trias, pihaknya masih mendalami keterangan pelaku ME. Pihaknya juga masih menelusuri keberadaan W yang kabur dalam penyergapan tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kita masih penyelidikan, pelaku masih pemeriksaan di Polsek.(detik.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 16:48:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Kronologi Penangkapan 210 WNA di Batam Terkait Dugaan Penipuan Investasi.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Kronologi-Penangkapan-210-WNA-di-Batam-Terkait-Dugaan-Penipuan-Investasi-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_3673_Kronologi-Penangkapan-210-WNA-di-Batam-Terkait-Dugaan-Penipuan-Investasi-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menjelaskan kronologi penangkapan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat penipuan investasi daring di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Aktivitas mencurigakan mulanya diketahui pada April lalu dari sebuah apartemen.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Operasi bermula dari informasi intelijen, seperti tadi yang disampaikan oleh Bapak Dirjen adanya deteksi dini, pada pertengahan bulan April 2026 mengenai aktivitas mencurigakan dari sejumlah WNA yang tinggal di Apartemen Baloi View Kota Batam," kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Yuldi Yusman, dalam konferensi pers di Batam, Jumat (8/4/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kemudian, pihaknya menindaklanjuti informasi tersebut. Selama empat minggu, pihaknya melakukan pengawasan tertutup dan melakukan pemantauan dan pengumpulan keterangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Dan kemudian berdasarkan hasil pemantauan lapangan, ada indikasi WNA tersebut melakukan aktivitas ilegal," jelasnya</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dia mengatakan ratusan WNA itu diduga melanggar Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Pendalaman temuan itu menurutnya terus dilakukan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Namun demikian, apabila dalam pengembangan kasus kami temukan unsur pidana umum, kami akan berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dan kedutaan terkait," bebernya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">WNA Asal Vietnam, Tiongkok, dan Myanmar</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 210 warga negara asing (WNA) di wilayah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Mereka diamankan karena diduga terlibat dugaan penipuan investasi daring.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Hari ini kami menggelar jumpa pers terkait operasi gabungan Dirjen Imigrasi bersama-sama dengan kepolisian. Kami melakukan deteksi dini dan mendapatkan sekitar 210 orang terkait penipuan investasi scammer," kata Dirjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Hendarsam Marantoko, dalam konferensi pers di Batam.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">WNA tersebut terdiri dari 125 WNA asal Vietnam, 84 WNA asal Republik Rakyat Tiongkok, dan 1 WNA asal Vietnam. Mereka diamankan di apartemen dan perumahan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Saat ini dari 210 orang tersebut kami amankan di kantor Imigrasi Batam dan saat ini dalam proses penyidikan oleh kami,(detik.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 16:34:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Napi Kasus Pemerasan di Lapas Pekanbaru Dipindahkan ke Nusakambangan, Ini Alasannya</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Napi-Kasus-Pemerasan-di-Lapas-Pekanbaru-Dipindahkan-ke-Nusakambangan--Ini-Alasannya</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_2446_Napi-Kasus-Pemerasan-di-Lapas-Pekanbaru-Dipindahkan-ke-Nusakambangan--Ini-Alasannya.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Riau buka suara terkait polemik pemindahan narapidana kasus pemerasan, JS, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Mantan Ketua Pemuda Tri Karya (PETIR) itu dipindahkan bersama 103 warga binaan dari Riau pada 21 April 2026. Pemindahan tersebut memunculkan pro dan kontra, termasuk aksi unjuk rasa dari sejumlah pihak yang mempertanyakan dasar kebijakan tersebut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (TUM) Kanwil Ditjenpas Riau, Lukman, menegaskan bahwa pemindahan dilakukan berdasarkan mekanisme hukum dan hasil penilaian internal lembaga pemasyarakatan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Pemindahan dilakukan berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku, bukan karena faktor subjektivitas," kata Lukman di Pekanbaru, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurut Lukman, proses pemindahan memiliki dasar hukum yang jelas sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Keputusan pemindahan berdasarkan rekomendasi Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) setelah JS dinilai melakukan pelanggaran tata tertib di dalam lapas.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Lukman menyebut pelanggaran tersebut telah melalui pemeriksaan resmi dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang ditandatangani oleh JS.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Salah satu poinnya adalah melakukan tindakan berteriak-teriak di dalam sel dan memukul pintu sel sehingga memicu gangguan keamanan dan mengganggu warga binaan lain di Lapas II A Pekanbaru.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Yang bersangkutan melakukan tindakan yang memicu gangguan keamanan di dalam blok hunian, termasuk berteriak-teriak, menghantam pintu sel dan membuat warga binaan lain terganggu," ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, Kanwil Ditjenpas Riau, menilai tindakan itu berpotensi memicu gangguan keamanan yang lebih besar apabila tidak segera ditangani.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Potensi gangguan keamanan harus dicegah. Tugas pemasyarakatan adalah memastikan keamanan warga binaan dan lingkungan lapas tetap kondusif," tegas Lukman.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia juga membantah anggapan bahwa pemindahan dilakukan tanpa dasar yang jelas. Menurutnya, seluruh proses telah melalui analisis dan penilaian Tim Pengamat Pemasyarakatan di lapas.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Semua dituangkan dalam berita acara pemeriksaan dan ada pengakuan dari yang bersangkutan. Berita acara juga ditandatangani yang bersangkutan, tanpa ada paksaan,” katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Terkait status perkara JS yang masih dalam proses banding, Lukman menegaskan hal tersebut tidak memengaruhi kewenangan Ditjenpas dalam melakukan pemindahan warga binaan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Proses banding tidak menghalangi kewenangan Ditjenpas untuk melakukan pemindahan,” katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Lukman juga menjelaskan alasan pihak keluarga maupun pihak terkait tidak diberi pemberitahuan sebelum pemindahan dilakukan. Hal itu sesuai aturan yang berlaku.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi penolakan dan menjaga faktor keamanan selama proses pemindahan berlangsung.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Pemberitahuan dilakukan setelah yang bersangkutan sampai di lapas tujuan,” tutur Lukman.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Lukman menambahkan, pemindahan ke Nusakambangan tidak hanya berlaku bagi narapidana kasus narkotika, tetapi juga pidana umum dengan pertimbangan tertentu, terutama faktor keamanan dan pembinaan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Pemindahan dilakukan bersama warga binaan lainnya. Jadi bukan hanya narapidana narkotika, tetapi juga pidana umum,” ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menegaskan, khusus narapidana narkotika, pemindahan dilakukan karena adanya dugaan keterlibatan dalam aktivitas penyalahgunaan narkoba di dalam lapas.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Ditjenpas memiliki komitmen memberantas penyalahgunaan narkotika, baik di dalam maupun di luar lapas,”(cakaplah.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 16:29:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Bongkar Tembok Kafe di Rumbai, Satpol PP Pekanbaru Terancam Dipidanakan</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Bongkar-Tembok-Kafe-di-Rumbai--Satpol-PP-Pekanbaru-Terancam-Dipidanakan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_2371_Bongkar-Tembok-Kafe-di-Rumbai--Satpol-PP-Pekanbaru-Terancam-Dipidanakan.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Tim gabungan dari Satpol PP dan Dinas Pertanahan Pekanbaru menertibkan lahan di kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pantauan CAKAPLAH.com, lahan yang ditertibkan Satpol PP persis bersebelahan dengan kafe SevenDoors Coffee & Eatery. Satpol PP juga merobohkan tembok kafe tersebut dengan menggunakan alat berat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Belakangan diketahui, pemilik lahan yang ditertibkan tim tersebut adalah Niko Fernando. Pemilik lahan sekaligus Owner SevenDoors Coffee & Eatery protes atas tindakan Satpol PP yang dinilai sepihak.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, pagar yang dibongkar tersebut berdiri di atas tanah yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan dilindungi secara hukum oleh negara.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Negara sewenang-wenang membongkar pagar tanah saya yang sudah bersertifikat dan dilindungi negara. Atas dasar apa Satpol PP dan Pemko Pekanbaru melakukan pembongkaran? Maksudnya apa?” ujar Niko Fernando.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menyebut, tidak ada pemberitahuan maupun surat resmi sebelum pembongkaran dilakukan. “Tidak ada pemberitahuan kepada saya terkait pembongkaran ini,” katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Atas kejadian tersebut, Niko Fernando berencana melaporkan Satpol PP ke Polda Riau atas dugaan perusakan pagar miliknya. “Saya fokus pada pagar yang di belakang. Kenapa mereka bongkar dan apa alasannya,” tegasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menjelaskan, sebelumnya pemilik tanah yang berbatasan di bagian belakang pernah melaporkannya ke Polresta Pekanbaru terkait pembangunan tembok tersebut. Selain itu, persoalan itu juga sempat diadukan ke DPRD Kota Pekanbaru.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Namun, setelah dilakukan penelitian oleh DPRD serta pemeriksaan oleh Polresta Pekanbaru, menurutnya tidak ditemukan unsur pelanggaran hukum.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Makanya waktu itu di-SP3-kan,” ungkapnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Niko Fernando juga membantah tuduhan bahwa ia mengambil atau menyerobot tanah pemerintah. Ia menegaskan, lahan tersebut memiliki sertifikat resmi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Saya dituduh mengambil tanah pemerintah. Saya punya sertifikat, kok dibilang tanah pemerintah. Apa urgensinya mereka mengurus pemerintah? Kalau saya menyerobot tanah, tentu sudah ada tindakan hukum,” katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, apabila ada pihak yang keberatan atas kepemilikan atau batas tanah tersebut, maka seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum perdata di pengadilan, bukan dengan melakukan pembongkaran secara sepihak.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Mereka boleh menggugat ke pengadilan, bukan membongkar,” tutupnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Desheriyanto menyebut, ada oknum masyarakat yang memasang pagar hingga mendirikan bangunan di lahan yang bukan hak miliknya, termasuk di aset yang secara hukum tercatat sebagai milik Pemko Pekanbaru.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pernyataan ini berbeda dengan yang disampaikan Niko Fernando.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Ini lahan milik pemerintah kota. Ada yang memasang pagar, ada juga yang mendirikan warung dan bangunan lainnya tanpa izin. Sebelum dibongkar, kami sudah beberapa kali melayangkan surat peringatan agar lahan dikosongkan," jelasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kata dia, usai penertiban, kawasan tersebut akan dibersihkan dan disiapkan untuk pembangunan fasilitas publik lainnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kepala Dinas Pertanahan Kota Pekanbaru, Mardiansyah, mengatakan penertiban dilakukan terhadap bangunan yang berdiri di atas tanah milik Pemko Pekanbaru.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, pemerintah sebelumnya telah beberapa kali memberikan peringatan kepada penghuni bangunan, namun imbauan tersebut tidak diindahkan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Sudah kita peringatkan, tetapi diacuhkan. Karena itu hari ini kita lakukan penertiban. Ini juga untuk menata bangunan liar di sepanjang Jalan Sudirman Ujung sesuai Perwako, DMJ yang telah ditetapkan, serta menyesuaikan dengan tata ruang kota," ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Mardiansyah menyebutkan, terdapat sekitar 8 hektare lahan milik Pemko Pekanbaru di kawasan tersebut yang menjadi fokus penertiban. Lahan itu nantinya akan diamankan agar tidak kembali ditempati secara ilegal.(cakaplah.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 16:24:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Minyakita Dijual di Atas HET, Pengawasan Distribusi Harus Diperketat</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Minyakita-Dijual-di-Atas-HET--Pengawasan-Distribusi-Harus-Diperketat</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_5102_Minyakita-Dijual-di-Atas-HET--Pengawasan-Distribusi-Harus-Diperketat.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU-Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PKS, dr Meiza Ningsih menyoroti tingginya harga minyak goreng subsidi Minyakita di Kota Pekanbaru. Saat ini, harga Minyakita di pasaran disebut sudah jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), bahkan menembus Rp21 ribu per liter.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Menurutnya, tingginya harga Minyakita tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi semata. Persoalan tersebut melibatkan banyak faktor dan membutuhkan penanganan lintas sektor agar kelangkaan maupun lonjakan harga tidak terus terjadi di tengah masyarakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Minyak goreng ini merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Jadi persoalannya tidak bisa dilihat dari satu sisi saja. Sama seperti kelangkaan BBM, ini melibatkan banyak stakeholder,” kata dr Meiza, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menjelaskan, pengawasan terhadap distribusi minyak subsidi harus diperkuat, mulai dari tingkat distributor hingga penyaluran di lapangan. Selain itu, diperlukan keterlibatan aparat penegak hukum untuk mencegah adanya penimbunan maupun permainan harga.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Perlu evaluasi dan pemantauan distributor secara serius. Harus ada kerja sama dengan kepolisian dan aparat keamanan agar tidak terjadi penimbunan. Karena biasanya kalau barang langka, spekulan mulai bermain dan harga semakin naik,” ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia juga meminta Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk lebih aktif melakukan operasi pasar guna menjaga stabilitas harga minyak goreng di tengah masyarakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Tak hanya itu, ia menilai pemerintah juga perlu membuka ruang pengaduan yang responsif agar masyarakat dapat dengan cepat melaporkan kelangkaan maupun lonjakan harga bahan pokok.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Pemerintah harus cepat merespon keluhan masyarakat. Jangan sampai masyarakat kesulitan mencari minyak goreng, sementara harga terus naik,” ungkapnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain operasi pasar, dr Meiza menilai upaya memangkas rantai distribusi juga perlu dilakukan. Menurutnya, rantai distribusi yang terlalu panjang menjadi salah satu faktor penyebab tingginya harga Minyakita di masyarakat.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kalau distribusinya bisa dipangkas, tentu harga bisa lebih turun. Jadi diperlukan keseriusan pemerintah untuk mengatasi persoalan ini,” katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia juga mendorong agar satuan tugas (satgas) yang memantau distribusi dan ketersediaan minyak goreng subsidi di pasaran dapat bekerja maksimal. Langkah itu dinilai penting agar persoalan serupa tidak terus berulang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dikatakannya, lonjakan harga minyak goreng juga dipengaruhi kondisi global, termasuk dampak resesi ekonomi dunia dan meningkatnya kebutuhan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk bahan baku biodiesel.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kondisi global juga berpengaruh. Sekarang harga sawit naik karena kebutuhan untuk biofuel dan biodiesel meningkat. Ini tentu berdampak pada pasokan minyak goreng,” jelasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat bersinergi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng subsidi, agar masyarakat tidak semakin terbebani.(merdeka.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 16:23:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Dari Pagar Kantin ke Menara Bor: Dua Pemuda Riau Tembus Kerasnya Industri Migas Lewat Vokasi PHR</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Dari-Pagar-Kantin-ke-Menara-Bor--Dua-Pemuda-Riau-Tembus-Kerasnya-Industri-Migas-Lewat-Vokasi-PHR</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_9429_Dari-Pagar-Kantin-ke-Menara-Bor--Dua-Pemuda-Riau-Tembus-Kerasnya-Industri-Migas-Lewat-Vokasi-PHR.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">DURI " Bagi Chandra Setiawan, debu jalanan dan deru mesin rig pengeboran bukanlah pemandangan asing. Selama bertahun-tahun, pemuda asal Balam KM 15, Kabupaten Rokan Hilir ini, menghabiskan hari-harinya berjualan bersama ibunya. Chandra menjajakan makanan dari satu lokasi proyek rig ke lokasi lainnya demi menyambung hidup.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Berawal dari menata dagangan di luar pagar area kerja migas, kini Chandra bersiap mengenakan seragam kebanggaan sebagai bagian dari kru profesional di atas menara bor. Perjalanan pemuda ini memotret jelas bagaimana ketekunan seorang anak berbakti mampu membawanya melampaui pagar pembatas dan benar-benar "naik kelas".</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Perjalanan ini dimulai pada tahun 2023. Saat itu, Chandra mulai membantu ibunya menjajaki kerasnya hidup dengan berjualan tak jauh dari lokasi Rig PDSI beroperasi. Ke mana pun raksasa besi itu berpindah (moving), ke sana pula Chandra dan ibunya membawa dagangan. Mulai dari Balam KM 12, KM 16, hingga menyeberang ke area Bangko dan Sintong."Kami ikut ke mana rig itu pindah. Kalau lokasinya masih terjangkau, kami buka lapak di sana. Pernah istirahat sebentar karena rig pindah ke Duri yang terlalu jauh, tapi semangat kami tidak pernah surut untuk kembali lagi saat ada rig lain yang mendekat," kenang Chandra.Bagi Chandra, rig pengeboran adalah sumber magnet tersendiri. Menyaksikan para pekerja mengoperasikan alat berat menumbuhkan keinginan kuat dalam dirinya untuk suatu hari nanti turut mengenakan seragam kerja dan helm keselamatan.Titik balik kehidupan Chandra datang di awal tahun 2025. Melalui informasi dari grup Karang Taruna, ia mengetahui adanya program Vokasi Migas yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Tanpa ragu, ia mendaftar. Rangkaian tes ketat, mulai dari seleksi administrasi hingga Medical Check-Up (MCU), berhasil ia lalui. Kerja kerasnya berbuah manis; ia terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Indramayu selama dua bulan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di sana, Chandra tidak lagi melihat rig dari balik pagar kantin. Ia mempelajari regulasi, teknis pekerjaan, hingga aspek keselamatan kerja (safety) yang sangat ketat. "Di IDTC, saya belajar banyak hal yang sebelumnya hanya bisa saya lihat dari jauh. Kami diajarkan untuk memahami setiap detail operasi di lapangan," jelasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sepulang dari IDTC, sembari menunggu jadwal magang resmi di Rig PDSI, Chandra tidak lantas berpangku tangan. Ia kembali ke habitat lamanya: membantu ibunya berjualan di sekitar Rig PDSI yang saat itu beroperasi di Menggala dan Sintong. Namun, takdir baik segera menjemput. Pada April 2026, perjuangannya membuahkan hasil nyata. Chandra mendapatkan panggilan kerja untuk bergabung di Rig PDSI."Saya ingin membanggakan orang tua saya. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang penjual makanan di area rig juga bisa menjadi tenaga profesional di sana," ungkap Chandra dengan nada bangga.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kisah perjalanan Wahyu Kurniawan menawarkan dimensi yang berbeda. Sebagai putra daerah berdarah Sakai, langkah Wahyu menembus industri hulu migas menjadi representasi nyata dari inklusivitas program vokasi ini.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bagi Wahyu, bergabung di PDSI melalui ekosistem pendidikan PHR menjadi wujud kebanggaan kultural bahwa putra daerah bisa berkiprah di tanah kelahirannya sendiri. "Ini adalah pembuktian bahwa pemuda asli daerah mampu bersaing di dunia kerja modern," ujar Wahyu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Perjalanannya tidak instan. Wahyu sempat mengalami fase ragu dan hampir menyerah saat menghadapi tantangan teori dan praktik lapangan yang menguras energi. Namun, dukungan keluarga dan keinginan untuk memberikan masa depan yang lebih baik menjadi bahan bakarnya. “Alhamdulillah, hasil usaha itu kini terlihat. Ini adalah pertaruhan sebuah kepercayaan. Saya ingin menjadi inspirasi bagi generasi muda Suku Sakai lainnya bahwa kita bisa berkontribusi langsung di industri migas," tambahnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Chandra membawa semangat kegigihan seorang anak yang berbakti, sementara Wahyu merepresentasikan keberhasilan afirmasi talenta lokal. Keduanya kini berdiri di atas lantai rig yang sama, membuktikan bahwa dedikasi dan kesempatan yang tepat dapat mengubah garis tangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Saya berharap, dengan pengalaman di migas nantinya, suatu saat saya bisa berkontribusi lebih luas lagi langsung di PT Pertamina Hulu Rokan," harap Wahyu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jejak keberhasilan Chandra dan Wahyu memberikan potret nyata dari dampak investasi sosial di wilayah kerja PHR. Sinergi Program Penguatan Ekosistem Vokasi yang diinisiasi PHR bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) sukses menjembatani talenta lokal di Provinsi Riau agar sejajar dengan standar industri global.(*)Tentang PHR Zona Rokan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah&nbsp; Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun.(halloriau).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 15:34:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi Deklarasikan Bersih dari Ponsel Ilegal hingga Narkoba</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Sosial/Lapas-Kelas-IIA-Bagansiapiapi-Deklarasikan-Bersih-dari-Ponsel-Ilegal-hingga-Narkoba</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_6750_Lapas-Kelas-IIA-Bagansiapiapi-Deklarasikan-Bersih-dari-Ponsel-Ilegal-hingga-Narkoba.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">BAGANSIAPIAPI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi menggelar ikrar bersama untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran petugas maupun warga binaan untuk meneguhkan komitmen menjaga integritas dan ketertiban di dalam lapas.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kantib) Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi, Eka Misdi Maldo Putra SE, menyampaikan bahwa ikrar ini merupakan langkah nyata dalam menciptakan lapas yang aman, tertib, dan berintegritas.Dalam sambutannya, Eka Misdi mengajak seluruh warga binaan untuk mengintrospeksi diri sejak dini agar kelak ketika kembali ke tengah masyarakat dapat menjadi pribadi yang bermanfaat.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Setelah pembacaan ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai bahaya narkoba bagi kesehatan yang disampaikan oleh dokter dari Puskesmas Bagansiapiapi.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada warga binaan bahwa narkoba tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak masa depan dan kesehatan.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selain sosialisasi, jajaran Lapas juga melakukan pemeriksaan kamar hunian warga binaan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang beredar.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pemeriksaan tersebut disertai dengan razia kamar hunian serta pelaksanaan tes urine terhadap warga binaan maupun petugas.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dari hasil razia, tidak ditemukan adanya handphone ilegal maupun barang terlarang lainnya di kamar hunian.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sementara itu, hasil tes urine terhadap 50 sampel warga binaan menunjukkan seluruhnya negatif narkoba.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Eka Misdi menegaskan bahwa deklarasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan komitmen nyata seluruh jajaran untuk menjaga lapas tetap bersih.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menambahkan, apabila ada petugas yang terbukti terlibat atau memberikan fasilitas kepada warga binaan, maka akan diberikan sanksi tegas berupa penurunan pangkat hingga pemecatan.&nbsp;&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Begitu pula terhadap warga binaan yang melanggar aturan, pihak lapas akan memberikan tindakan tegas agar menimbulkan efek jera.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban lapas.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dengan hasil yang positif dari kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi berharap dapat terus mempertahankan komitmen sebagai lembaga pemasyarakatan yang bersih, aman, tertib, dan berintegritas.(riauterkini).</font></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 15:14:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Teknologi/Kabel-Semrawut-di-Pekanbaru-Bakal-Ditanam-Bawah-Tanah--Penataan-Dilakukan-Bertahap</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_6814_Kabel-Semrawut-di-Pekanbaru-Bakal-Ditanam-Bawah-Tanah--Penataan-Dilakukan-Bertahap.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PEKANBARU" Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Riau mulai menyusun langkah penataan kabel dan tiang jaringan fiber optik (FO) yang selama ini terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan. Penataan dilakukan secara bertahap dengan target menuju sistem kabel bawah tanah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi antara Pemko Pekanbaru dan Koordinator Wilayah Apjatel Riau di Pekanbaru, Kamis (7/5).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bagi pemerintah kota, penataan jaringan telekomunikasi bukan hanya menyangkut aspek teknis layanan, tetapi juga berkaitan dengan estetika kota, kenyamanan masyarakat hingga mendukung iklim investasi di Pekanbaru.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Penjabat Sekretaris Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap layanan telekomunikasi saat ini terus meningkat. Karena itu, pemerintah ingin memastikan layanan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan kerapian kota.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Kami ingin menciptakan suasana kolaboratif. Kegiatan usaha berjalan, kebutuhan masyarakat terpenuhi, tetapi estetika kota dan kenyamanan pengguna jalan juga tetap terjaga,” ujar Ingot.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Ia menegaskan, penataan kabel tidak dilakukan secara sepihak ataupun represif. Pemko memilih membangun kerja sama dengan para pelaku usaha telekomunikasi agar proses penataan dapat berjalan lebih harmonis dan realistis diterapkan di lapangan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam rapat tersebut, salah satu pembahasan utama yakni rencana pengalihan kabel udara menuju jaringan bawah tanah. Langkah ini dinilai menjadi solusi jangka panjang guna menciptakan tata kota yang lebih rapi, aman dan nyaman dipandang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Meski demikian, Ingot mengakui proses penerapan sistem kabel bawah tanah membutuhkan waktu, kesiapan teknis serta biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu, pelaksanaannya akan dimulai secara bertahap di sejumlah titik prioritas.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">“Harapan kami ke depan memang idealnya tidak ada lagi kabel di atas. Tetapi semua perlu tahapan. Kami mulai di beberapa lokasi terlebih dahulu, kemudian dilakukan bertahap,” jelasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Saat ini Pemko Pekanbaru juga masih menyusun regulasi terkait perizinan jaringan telekomunikasi. Sejumlah perusahaan disebut telah mengajukan izin, namun aturan tersebut masih dalam tahap finalisasi agar nantinya dapat diterapkan secara maksimal.(riaupos.co).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 15:03:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Ekbis/Miris--3-011-Anak-di-Bengkalis-Putus-Sekolah--Faktor-Ekonomi-Jadi-Penyebab-Utama</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_3995_Miris--3-011-Anak-di-Bengkalis-Putus-Sekolah--Faktor-Ekonomi-Jadi-Penyebab-Utama.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>BENGKALIS�" Angka anak putus sekolah di Kabupaten Bengkalis hingga tahun 2026 masih tergolong tinggi. Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis mencatat sebanyak 3.011 anak tidak melanjutkan pendidikan, dengan faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab paling dominan.</div><div><br></div><div>Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 3.500 anak putus sekolah.</div><div><br></div><div>Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Muthu Sally mengatakan, penurunan angka itu terjadi karena sebagian anak yang sebelumnya tercatat putus sekolah kini sudah kembali melanjutkan pendidikan melalui program paket belajar.</div><div><br></div><div>“Kelihatannya memang masih tinggi, tetapi sebenarnya sudah turun dibanding tahun sebelumnya. Sebagian anak yang sebelumnya putus sekolah sudah kembali mengikuti pendidikan melalui program paket,” ujarnya, Kamis (7/6).</div><div><br></div><div>Ia menjelaskan, data tersebut bukan angka putus sekolah dalam satu tahun, melainkan akumulasi pendataan selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).</div><div><br></div><div>Menurutnya, data itu mencakup siswa yang telah lulus SD maupun SMP namun tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya hingga saat ini.</div><div><br></div><div>Muthu menyebut, angka putus sekolah masih bisa ditekan apabila para siswa kembali melanjutkan pendidikan formal ataupun mengikuti program pendidikan kesetaraan melalui ujian paket.</div><div><br></div><div>Dalam upaya tersebut, keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dinilai sangat membantu mengurangi jumlah anak putus sekolah di Bengkalis.</div><div><br></div><div>“Peran PKBM sangat membantu mengurangi angka putus sekolah. Kami berharap semakin banyak masyarakat membentuk PKBM, terutama di wilayah padat penduduk, agar anak-anak yang putus sekolah bisa menyelesaikan pendidikan melalui program paket A, BIa mengungkapkan, persoalan ekonomi keluarga masih menjadi faktor utama banyak anak berhenti sekolah. Tidak sedikit siswa memilih bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dibanding melanjutkan pendidikan.</div><div><br></div><div>Selain faktor ekonomi, sebagian siswa juga berhenti sekolah akibat persoalan di lingkungan pendidikan dan akhirnya tidak kembali melanjutkan sekolah.(riau.pos.co).</div><div><br></div>     ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 14:38:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Banjir Terjang Muratara, 5 Jembatan Gantung Putus dan Balita Tewas di Dua Kecamatan</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Banjir-Terjang-Muratara--5-Jembatan-Gantung-Putus-dan-Balita-Tewas-di-Dua-Kecamatan</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_1519_Banjir-Terjang-Muratara--5-Jembatan-Gantung-Putus-dan-Balita-Tewas-di-Dua-Kecamatan.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div>Sebanyak lima jembatan gantung putus dan seorang balita meninggal dalam banjir yang melanda dua kecamatan di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan. Tim gabungan masih mengevakuasi warga terdampak untuk menghindari banjir semakin tinggi.</div><div><br></div><div>Banjir merendam sedikitnya 2.867 rumah warga di Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Rupit. Wilayah terdampak di Kecamatan Karang Jaya meliputi Desa Lubuk Kumbung, Sukaraja, Muara Batang Empu, Rantau Telang, Tanjung Agung, Sukamenang, Muara Tiku, Terusan, Embacang, dan Kelurahan Karang Jaya.</div><div><br></div><div>Sementara di Kecamatan Rupit, banjir merendam Desa Tanjung Beringin, Noman, Noman Baru, Batu Gajah, Batu Gajah Baru, Maur Lama dan Maur Baru. Total korban yang terdampak sebanyak 11.468 jiwa.</div><div><br></div><div>Meluapnya Air Sungai</div><div>Kabid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara Mugono mengungkapkan, banjir disebabkan meluapnya air sungai setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kedalaman air di pemukiman cukup tinggi, bahkan lebih dari satu meter.</div><div><br></div><div>"Dua kecamatan dilanda banjir besar," ungkap Kabid Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono, Jumat (8/5).</div><div><br></div><div>Sementara jembatan gantung yang putus diterjang banjir berada di Desa Tanjung Beringin, Terusan, Batu Gajah, dan Norman.</div><div><br></div><div>Jembatan itu sangat vital karena sebagai penghubung antar desa.</div><div><br></div><div>BPBD juga mengabarkan seorang anak berusia tiga tahun meninggal dalam musibah itu. Korban sedang bermain di air banjir saat kedua orangtuanya mengemasi barang-barang di rumah yang terendam banjir.﻿</div><div><br></div><div>Korban Dibawa ke RSUD</div><div>Korban ditemukan warga sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Rupit untuk pengurusan jenazah.</div><div><br></div><div>"Korban ditemukan tenggelam saat main air banjir,"(merdeka.com).</div>     ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 14:19:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>2 Tukang Jahit Jual Obat Keras di Depok Diringkus, Ratusan Tramadol Disita.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/2-Tukang-Jahit-Jual-Obat-Keras-di-Depok-Diringkus--Ratusan-Tramadol-Disita-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_5765_2-Tukang-Jahit-Jual-Obat-Keras-di-Depok-Diringkus--Ratusan-Tramadol-Disita-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Depok - Polisi menangkap dua penjual obat terlarang berinisial MN dan SA yang berprofesi sebagai tukang jahit keliling di Pengasinan, Sawangan, Depok. Sebanyak 410 butir obat daftar G disita.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Tim Opsnal Polsek Bojongsari bergerak cepat menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait adanya dugaan peredaran obat keras jenis tramadol di lokasi. Pada Rabu (6/5) pukul 16.00 WIB, MN berhasil ditangkap di Taman Melati, Sawangan, Depok.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menemukan dua lembar obat keras jenis tramadol di dalam tas milik pelaku. Tim kemudian melakukan pengembangan dengan melakukan penggeledahan di rumah pelaku," ujar Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Polisi berhasil menemukan barang bukti berupa 120 butir Tramadol dan 8 butir Trihexyphenidyl. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku MN mengaku mendapatkan obat keras tersebut dari pelaku lain berinisial SA.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Tim Opsnal selanjutnya bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku SA di Jalan Panggulan, Bedahan, saat sedang bekerja sebagai tukang jahit permak keliling," bebernya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dari tangan SA, ditemukan sebanyak 20 butir tramadol. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah pelaku SA di Jalan Plered RT 03 RW 08 Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Depok.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Dari lokasi tersebut ditemukan kembali barang bukti berupa 300 butir tramadol dan 110 butir trihexyphenidyl. Dari keterangan pelaku SA, obat keras tersebut diperoleh dari seorang pria yang dikenal dengan panggilan Bang Aca melalui sistem COD di daerah Gandul, Cinere, Depok," tuturnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Selanjutnya kedua pelaku beserta seluruh barang bukti diamankan ke Polsek Bojongsari guna proses penyidikan dan pengusutan lebih lanjut.(detik.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>     ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:56:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Ponpes Milik AS Pemerkosa Santriwati di Pati Ditutup Permanen.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Ponpes-Milik-AS-Pemerkosa-Santriwati-di-Pati-Ditutup-Permanen-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_7009_Ponpes-Milik-AS-Pemerkosa-Santriwati-di-Pati-Ditutup-Permanen-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pati - Kementerian Agama Kabupaten Pati resmi mencabut izin operasional pondok pesantren (ponpes) yang didirikan AS (51) tersangka pemerkosa para santriwati. Ponpes itu pun ditutup secara permanen.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Itu artinya pondok ini sudah tidak boleh lagi beroperasi, artinya ditutup permanen," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku kepada wartawan, dilansir detikJateng, Jumat (8/4/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Syaiku mengatakan Kementerian Agama tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Syaiku pun mengajak masyarakat untuk mengawal perkara ini sampai tuntas.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kami mengajak semua ikut mengawal proses ini sampai mengawal sampai tuntas. Karena kami semua prihatin ini sungguh mencederai pesantren, dimana pesantren itu adalah sebagai wadah membentuk karakter," kata dia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Syaiku bilang bahwa pihaknya telah memberikan beberapa upaya dalam penanganan santri yang terdampak perkara ini. Bahwa per 5 Mei 2026 ini, izin operasional ponpes tersebut telah resmi dicabut.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Pertama pada 4 Mei 2026 kemarin Kemenag sudah melakukan verifikasi di lapangan. Kami memutuskan memberikan rekomendasi ponpes untuk mencabut perizinan dan 5 Mei 2026 kemarin alhamdulillah izin operasional ponpes sudah dinyatakan dicabut," ungkap dia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Syaiku juga menjamin keberlangsungan anak-anak santri. Dijelaskan di ponpes itu ada 252 santri, yang terdiri dari RA, MI, SMP dan MA.(detik.com)</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:52:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Warung Soto di Gambir Kebakaran, Sempat Ada Letupan.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Warung-Soto-di-Gambir-Kebakaran--Sempat-Ada-Letupan-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_6542_Warung-Soto-di-Gambir-Kebakaran--Sempat-Ada-Letupan-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta - Warung makan di Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus) kebakaran. Sempat ada letupan-letupan saat api menyala berkobar.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Objek terbakar warung makan," kata Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Warung makan yang terbakar itu berlokasi di Jalan Batu Tulis Raya RT 03 RW 02 Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir. Kebakaran dilaporkan warga pukul 12.47 WIB.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Operasi pemadaman dilakukan pukul 12.53 WIB. Sebanyak 9 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 28 personel dikerahkan ke lokasi kebakaran.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Saat ini api berangsur padam dan petugas damkar sedang melakukan proses pendinginan per pukul 13.02 WIB. Petugas masih berupaya mematikan api sepenuhnya untuk mencegah api menyala lagi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Status kebakaran, sedang proses pendinginan," katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Belum ada informasi soal kronologi dan dugaan penyebab kebakaran ini. Petugas juga masih mengumpulkan data terkait kebakaran ini.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Masih dalam penanganan, data terbaru belum kami dapat dari lapangan," ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam video yang beredar, terlihat dan terdengar ada letupan-letupan dari bangunan warung yang menjual soto tersebut. Asap tebal juga membubung dari tempat kejadian perkara (TKP). (detik.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:49:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Bea Cukai Benarkan Petugas Razia di Warung Madura Viral, Cari Rokok Ilegal.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Bea-Cukai-Benarkan-Petugas-Razia-di-Warung-Madura-Viral--Cari-Rokok-Ilegal-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_9730_Bea-Cukai-Benarkan-Petugas-Razia-di-Warung-Madura-Viral--Cari-Rokok-Ilegal-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta - Video menunjukkan dua orang dengan seragam Bea Cukai disertai narasi petugas gadungan sedang merazia warung madura di Balaraja, Tangerang, viral di media sosial. Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan menyebut petugas yang diviralkan itu memang petugas Bea Cukai, namun lokasi razia bukan di Balaraja.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dilihat detikcom, Jumat (8/5/2026), tampak dua orang dengan seragam bertuliskan Customs berada di dalam salah satu warung. Seorang pria tampak sedang memegang handphone dan seorang lagi sedang mengecek barang di dalam ruangan</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Pengunggah menyebut kedua pria itu tidak bisa menunjukkan surat tugas saat diminta. Pengunggah menyebut peristiwa itu terjadi di salah satu warung madura di Balaraja, Tangerang, Banten, pada tengah malam.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Bea Cukai kemudian buka suara dan menyebut peristiwa yang viral itu merupakan razia resmi di Tegal, Jawa Tengah, bukan Balaraja. Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tegal, Aflachul, memberi penjelasan soal peristiwa itu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Terkait kegiatan pemeriksaan oleh Bea Cukai Tegal di Desa Balamoa (bukan Balaraja), Kabupaten Tegal, kami sampaikan bahwa pemeriksaan tersebut benar dilakukan oleh petugas Bea Cukai Tegal dalam rangka menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan pengiriman rokok ilegal," ujar Aflachul.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dia mengatakan petugas sudah menunjukkan identitas dan surat perintah tugas ke pengelola bangunan. Dia juga mengatakan tidak ada pungutan liar yang dilakukan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Petugas yang hadir dalam pelaksanaan tugas telah menunjukkan identitas serta surat perintah tugas kepada pihak pengelola/penjaga bangunan sesuai prosedur. Adapun terkait dugaan pungutan liar, kami tegaskan bahwa dalam pemeriksaan tersebut tidak terdapat permintaan atau penerimaan uang dalam bentuk apa pun,(detik.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>     ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:43:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Update Gunung Dukono Meletus: 2 WNA dan 1 Warga Papua Meninggal.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Update-Gunung-Dukono-Meletus--2-WNA-dan-1-Warga-Papua-Meninggal-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_1587_Update-Gunung-Dukono-Meletus--2-WNA-dan-1-Warga-Papua-Meninggal-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta - Korban meninggal dunia akibat meletusnya Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, bertambah. Korban meninggal dunia menjadi tiga orang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Iya 3 meninggal dunia," kata Kapolres Halmahera Utara, Maluku Utara, AKBP Erlichson Pasaribu saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Erlichson memerinci korban meninggal dunia yakni dua warga negara Singapura dan 1 warga Jayapura. Kendati demikian, Erlichson belum membeberkan identitasnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Yaitu 2 warga Singapura dan 1 warga lokal kelahiran Jayapura," katanya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebanyak lima pendaki dilaporkan mengalami luka-luka. Proses pendataan masih dilakukan di lokasi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Erupsi Gunung api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, pada Jumat (8/5), menyebabkan sedikitnya lima orang pendaki mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) saat ini tengah melakukan evakuasi terhadap para pendaki. Gunung Dukono saat ini berada dalam status waspada.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dilansir situs PVMBG, Gunung Dukono erupsi pukul 07.41 WIT tadi. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kolom abu teramati kelabu hingga hitam. Erupsi juga disertai dentuman lemah hingga kuat.(detik.com).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:31:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Pria di Tangerang Lecehkan 12 Anak Laki-laki, Sudah Lima Tahun Beraksi</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Pria-di-Tangerang-Lecehkan-12-Anak-Laki-laki--Sudah-Lima-Tahun-Beraksi</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_983_Pria-di-Tangerang-Lecehkan-12-Anak-Laki-laki--Sudah-Lima-Tahun-Beraksi.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Jakarta - Seorang pria berinisial RH, 42 tahun, ditangkap usai dilaporkan 12 anak laki-laki atas dugaan pelecehan seksual, di kawasan perumahan wilayah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kasus ini berawal saat salah satu korban dimintai tolong oleh pelaku untuk mengangkut barang di rumah pelaku. Korban menyanggupi permintaan itu dan mendatangi rumah pelaku.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sesampainya di dalam rumah, korban malah mendapat tindak pelecehan seksual. Alat vital korban dipegang. Seketika lorban langsung kabur meninggalkan rumah.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Selanjutnya, korban menceritakan hal itu pada kedua orang tuanya," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, Jumat, 8 Mei 2026.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Orang tua korban melaporkan hal tersebut ke ketua RT yang dilanjuti dengan pelaporan ke Polresta Tangerang. Polisi yang mendapat laporan langsung melakukan penyelidikan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Setelah dilakukan penyelidikan, kita tangkap pelaku, dari keterangannya, dia mengakui perbuatan itu. Korbannya ternyata tidak hanya satu, tapi ada 12 orang anak laki-laki," ujarnya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Para korban berusia 13 sampai 16 tahun. Dalam menjalankan aksinya, tersangka RH mengiming-imingi korban dengan pemberian uang antara Rp 10 ribu sampai Rp 30 ribu. Tersangka juga mengancam korban agar tidak menceritakan perbuatan yang dilakukannya.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Berdasarkan pengakuan tersangka, perbuatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2021, yang mana para korban juga diminta memegang alat vital pelaku," ucap dia.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kini, pelaku telah diamankan dan atas perbuatannya dijerat dengan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 415 KUHP, dan Pasal 5 Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.(liputan6).</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 13:22:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>15 Tersangka Kasus Korupsi Pupuk Subsidi di Pelalawan Segera Disidang.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/15-Tersangka-Kasus-Korupsi-Pupuk-Subsidi-di-Pelalawan-Segera-Disidang-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_1570_15-Tersangka-Kasus-Korupsi-Pupuk-Subsidi-di-Pelalawan-Segera-Disidang-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">PELALAWAN - Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyaluran pupuk subsidi tahun 2019-2022 di tiga kecamatan semakin berkembang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sebagian besar berkas kasus rasuah bantuan pupuk di Kecamatan Bandar Petalangan, Bunut, dan Pangkalan Kuras telah masuk tahap ll.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Yakni pelimpahan dari tim jaksa penyidik ke tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pelalawan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Berkas perkara yang telah menjerat 19 tersangka ini sudah ditangani jaksa penuntut. Untuk melanjutkan proses hukum dalam mengungkap perkara korupsi yang merugikan negara hingga Rp 34 miliar ini.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Kemarin ada dua tersangka yang dilakukan tahap II berkasnya. Hari ini menyusul 13 TSK lagi yang dilimpahkan ke jaksa penuntut," ujar Kajari Pelalawan, Dr Eka Nugraha melalui Kasi Pidsus Jumieko Andra kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Diterangkannya, dari 19 TSK yang ditetapkan dalam lingkaran korupsi pupuk subsidi ini, sebanyak 15 tersangka diantaranya telah memasuki tahap ll.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">JPU Kejari Pelalawan telah memproses berkas kasus untuk dipersiapkan pelimpahan ke Pengadian Negeri (PN) Tipikor Kota Pekanbaru. Sedangkan berkas 4 TSK lagi masih diproses oleh ti. Jaksa penyidik untuk kemudian dilimpahkan tahap ll ke JPU.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Adapun identitas tersangka korupsi pupuk subsidi yang berkasnya telah tahap ll ke JPU diantaranya Eka Rini dam Siti Budiarti pada Kamis (7/5/2026) lalu di Lapas perempuan Kota Pekanbaru. Kemudian 13 TSK lagi tahap ll hari ini, Jumat (8/5/2026) di Rutan Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Diantaranya Zulfan Efendi, Yusrizal, Abu Nazar, Bakri M, Rahmad Rifai, Agus Sutanto, Eko Wardo. Kemudian Jon Hendri, Suryo Sistanto, Mahyudin, Ariyandi, Yudi Ariwibowo, dan Suratman.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Saat ini Tim JPU sedang melakukan penyempurnaan dakwaan para tersangka, agar segera dilimpahkan ke Pengadilan serta disidangkan," papar Jumieko.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kajari Pelalawan telah menunjuk lima orang tim JPU yang akan membawa perkara ini ke meja hijau PN Tipikor. Para tersangka akan duduk di kursi persakitan sebagai terdakwa di depan majelis hakim.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kejaksaan memastikan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, sebagai bentuk komitmen penegakan hukum terhadap penyalahgunaan pupuk bersubsidi.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Total 19 Tersangka</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Diberitakan sebelumnya, Kejari Pelalawan telah menjerat 19 orang dalam perkara rasuah pupuk subsidi tahun 2019-2022 di tiga kecamatan, sepanjang bulan Januari sampai Februari ini.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dari 19 TSK dalam kasus pupuk subsidi ini, ada 7 orang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 11 orang pekerja swasta maupun wiraswasta, serta 1 orang pensiun PNS. Sebanyak 18 TSK diterungku jaksa dan satu lagi tidak ditahan lantaran kondisi kesehatannya tidak memungkinkan.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Adapun identitas dan peran masing-masing terangka korupsi pupuk subsidi di tiga kecamatan yakni Kecamatan Bandar Petalangan Y dan ZE berprean sebagai penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikulturan (DKPTPH) Kabupaten Pelalawan berstatus PNS.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sedangkan AS, EW, dan JH sebagai pengecer pupuk. Selain jadi penyalur pupuk, JH juga bekerja sebagai PNS. Semuanya ditahan pada Selasa (13/1/2026) malam lalu.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dari Kecamatan Bunut ada 7 tersangka yaitu BM dan AN merupakan penyuluh dari DKPTPH Pelalawan. Keduanya juga tercatat sebagai PNS. Kemudian SS, M, dan A sebagai pengecer pupuk di wilayah tersebut. Kelima tersangka ditahan pada Selasa (13/1/2026) malam lalu. Bertambah satu orang tersangka dari pihak pengecer berinsial RF yang ditahan pada Rabu (14/1/2026). Kemudian menyusul tersangka SE yang ditetapkan dan ditahan pada Rabu (21/1/2026) malam, berperan sebagai pengelola UD pupuk.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Untuk Kecamatan Pangkalan Kuras SB adalah penyuluh dari DKPTPH Pelalawan berstatus PNS. Kemudian ERH, YA, PS, dan S sebagai pengecer pupuk di wilayah kecamatan tersebut. Tersangka ERH seorang wanita yang ditangkap lebih dulu di Pekanbaru pada 8 Januari lalu dan dijebloskan ke sel tahanan. Ia merupakan seorang distributor sekaligus pengecer.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sedangkan tersangka PS (63) tidak ditahan karena pertimbangan kondisi kesehatannya. Selebihnya ditahan pada Selasa (13/1/2026) malam lalu. Selanjutnya tersangka AM (62) yang merupakan pensiunan PNS Dinas DKPTPH Pelalawan yang ditahan pada Rabu (18/2/2026) lalu. Wanita ini berperan sebagai Koordinator Balai Penyuluh Pertanian wilayah Kecamatan Pangkalan Kuras saat itu dan menjadi tersangka yang ke-19 dalam perkara ini.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kemudian tersangka RM yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menjabat sebagai Camat Bandar Petalangan. Namun RM terjerat kasus korupsi pupuk subsidi ini bukan karena statusnya ASN maupun jabatannya sebagai camat aktif. Namun ia berperan sebagai pengecer pupuk subsidi yang memiliki Usaha Dagang (UD) sebagai penyalur bantuan pupuk kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani di tiga kecamatan tersebut.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Total kerugian negara yang timbul akibat penyelewengan pupuk subsidi selama empat tahun mulai 2019-2022 di tiga kecamatan ini sebesar Rp 34.368.779.915,45 atau Rp 34,3 Miliar. Angka ini sesuai dengan hasil perhitungan ahli dari Inspektorat Provinsi Riau. Dengan rincian di Kecamatan Bandar Petalangan Rp 6,2 M lebih, Kecamatan Bunut Rp 9,2 M, dan Kecamatan Pangkalan kuras Rp18,9 M.&nbsp;</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">(tribunews.pku).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 11:32:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Salah Pergaulan, Siswi SMA Jadi Korban Pencabulan Pria 21 Tahun di Rohil.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Hukrim/Salah-Pergaulan--Siswi-SMA-Jadi-Korban-Pencabulan-Pria-21-Tahun-di-Rohil-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_6402_Salah-Pergaulan--Siswi-SMA-Jadi-Korban-Pencabulan-Pria-21-Tahun-di-Rohil-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">TRIBUNPEKANBARU.COM, ROHIL - Aparat Kepolisian Polsek Kubu menangani kasus pencabulan yang dialami seorang perempuan di bawah umur berinisial bunga (16).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Dalam perkara tersebut, Polisi mengamankan seorang pria berinisial MR alias A (21), warga Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terduga pelaku pencabulan.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Kapolres Rohil, AKBP Isa Imam Syahroni melalui Kasi Humas Polres Rohil, Ipda Didi Sofyan mengungkapkan bahwa aksi tak senonoh tersebut sudah dilakukan berulang kali.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Hal ini tertuang dalam laporan polisi dengan nomor LP/B/9/V/2026/Unit Reskrim Polsek Kubu/Polres Rohil/Polda Riau tertanggal 4 Mei 2026.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Sesuai dengan informasi yang ditrima, pelaku sudah dua kali melakukan aksi cabulnya. Kejadian pertama pada akhir April 2026, kemudian kejadian kedua pada tanggal 1 Mei 2026.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">"Pada tanggal 1 Mei 2026 kemarin, pelaku membawa korban ke salah satu wisma di Kecamatan Kubu," ujar Didi, Jumat (8/5/2026).</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Di wisma tersebut, korban mengaku mengalami perbuatan di luar norma yang dilakukan pelaku. Akibat kejadian yang dialaminya, korban mengalami trauma.</font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3"><br></font></div><div style="text-align: justify;"><font face="arial" size="3">Atas laporan tersebut, aparat Kepolisian Polsek Kubu mengamankan pelaku. Untuk melengkapi bukti, Polisi juga mengumpulkan hasil visum korban dan meminta keterangan saksi-saksi. (Tribunpekanbaru.)</font></div><div style="text-align: justify;"><br></div><div><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 11:27:00 +0700</pubDate>
</item>
<item>
<title>Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal, Ini Kronologi Kebakaran Rumah di Jaksel.</title>
<link>https://www.spiritriau.com/Peristiwa/Anggota-BPK-Haerul-Saleh-Meninggal--Ini-Kronologi-Kebakaran-Rumah-di-Jaksel-</link>
<description><![CDATA[<img src=https://www.spiritriau.com/photo/berita/dir052026/_6373_Anggota-BPK-Haerul-Saleh-Meninggal--Ini-Kronologi-Kebakaran-Rumah-di-Jaksel-.webp border=0 hspace=5 align=left width=350 /><div><font face="arial" size="3">Jakarta - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, meninggal dunia dalam insiden kebakaran rumah di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Kebakaran itu disadari warga yang melihat kepulan asap di atap rumah.</font></div><div><font face="arial" size="3">"Berdasarkan Informasi dari RT setempat, terlihat asap hitam mengepul dari lantai 3 rumah yang terbakar," kata Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaksel, Asril Rizal, Jumat (8/5/2026).</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Kebakaran dilaporkan warga pada pukul 07.53 WIB. Rumah yang terbakar berlokasi di Jalan Teratai Blok G8 RT 03 RW 02 Tanjung Barat, Jaksel.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Ketua RT setempat lalu meminta bantuan pemadam kebakaran (damkar) untuk menangani kebakaran. Kebakaran diduga berasal dari cairan kimiawi mudah terbakar</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">"Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah," katanya.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Dalam video yang beredar, tampak kepulan asap di atap rumah tersebut.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa ambulans ke RSUD Pasar Minggu untuk penanganan lebih lanjut. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 48 personel dikerahkan ke lokasi. Proses pemadaman sudah dilakukan sejak pukul 08.07 WIB dan operasi pemadaman dinyatakan selesai pukul 08.49 WIB.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">Dia mendoakan almarhum diampuni dosa-dosanya. Dia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah.</font></div><div><font face="arial" size="3"><br></font></div><div><font face="arial" size="3">"Kita doakan beliau husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,(detik.com).</font></div><div><br></div>   ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 May 2026 10:48:00 +0700</pubDate>
</item></channel></rss>